Kesabaran Hati Seorang Istri

Kesabaran Hati Seorang Istri
BAB 23


__ADS_3

"Kalau begitu nenek istirahat saja ya, saya permisi dulu" Diani menyuruh nenek Ijah sambil merapikan selimut yang di pakai oleh Icha.


"Tetima kasih bu, saya tidak tau harus bagaimana lagi caranya berterima kasih" Nenek Ijah menggenggam tangan Diani.


"sama-sama nek, semoga nenek betah ia tinggal sama kami" Diani pun menggenggam balik tangan nenek Ijah.


"Ia bu, sekali lagi terima kasih" Ucap nenek ijah berkaca-kaca.


"Ia nek, sama-sama" Diani tersenyum kemudian meninggalkan nenek Ijah dan Icha agar bisa istirahat.


"Siti, bu tejo apa sudah pulang" Tanya Diani yang dari tadi tidak melihat bu tejo di dalam rumah.


"Sudah bu, tadi jam 4, dia izin pulang cepat karena anaknya lagi sakit katanya"Ucap Siti dengan sopan pembantu baru yang di pekerjakan oleh Diani untuk membantu bu Tejo mengurus rumah dan memasak.


"Ya Allah, sakit apa dia ti, bu tejo cerita nggak sama kamu" Diani terkejut mendengar anak bu tejo sakit.

__ADS_1


"Katanya demam bu"Ujar Siti memberitahukan penyakit anak bu Tejo.


"Ya sudah kalau begitu, tolong siapkan makan malam ia ti, saya mau ke atas dulu".


"Baik bu" Siti menjawab dan langsung menuju dapur setelah mendapat anggukan dari majikannya.


Sesampainya di kamar Diani tak menemukan Rian, terdengar suara keran air di kamar mandi menandakan bahwa ada seseorang di dalam sana.


"Mas kamu lagi mandi, bisa cepatan nggak soalnya badanku lengket semua"Diani sedikit berteriak agar didengar oleh Rian.


"Kenapa dek, kalau memang sudah nggak tahan masuk aja, yuk mandi bareng" Ucap Rian sambil nyengir.


"Apaan sih kamu mas, aku tu sudah risih badan aku lengket semua"Balas Diani sambil menunduk tapi rona merah muda di wajahnya tidak bisa di sembunyikan.


Rian tertawa melihat istrinya malu-malu kucing "Ya udah ayo mandi bareng biar sekalian kita sholat maghrib" Rian berkata sambil menuntun istrinya ke dalam.

__ADS_1


"Kamu aja duluan mas, aku nanti belakangan, aku yunggu disini aja" Ucap Diani sambil membuka hijabnya dan duduk di kursi yang memang sengaja diletakkan diluar ruang bathub.


"Dek mandi bersama suami itu pahala lo, bukankah Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita mandi bersama" Rian menjelaskan sambil membuka pakaian yang dikenakan oleh Diani.


Diani dengan malu-malu akhirnya mengikuti Rian masuk ke dalam kamar mandi, Rian menyuruh Diani masuk terlebih dahulu ke dalam bathub yang telah di isi air hangat dan di teteskan dengan aromaterapi agar pikiran lebih fresh.


Rian mencoba menjahili Diani, dia menci*um tengkuk Diani dan itu berhasil membuat Diani kegelian.


Diani yang mendapat perlakuan nakal seperti itu refleks berbalik dan memukul pundak Rian sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu apa-apaan sih mas geli tau"Diani menundukkan wajahnya karena malu ditatap oleh Rian apa lagi mereka sama-sama tidak menggunakan apa-apa.


Rian mengangkat dagu Diani agar memandangnya, kemudian mulai mencumbu bi*** Diani, semakin lama semakin membuat mereka terbuai dan akhirnya mereka melakukan penyatuan cinta.


Setelah mereka selesai mandi Rian dan Diani kemudian melakukan sholat maghrib berjamaah dan setelah selesai sholat dan berdzikir Diani pun mencium punggung tangan Rian, dan Rianpun mencium pucuk kepala Diani yang berbalutkan mukena.

__ADS_1


TBC


__ADS_2