
Ammar sangat bahagia, mertua maudy itu memberikan nama untuk cucu pertama nya, muhammad fhatan al kafih, awal nya arqian merasa jika nama itu tidak kerena, tetapi maudy setuju dan melirik kesal ke arah suami nya yang kurang bisa menghargai
dua hari setelah di rawat di rumah sakit, akhir nya maudy dan fhatan sudah boleh pulang
akan tetapi sesampai nya di rumah tetap saja arqian tidak bisa bermain dengan putra nya, sebab kedua orang tua nya memutus kan unruk tinggal di rumah arqian dengan alasan karena maudy masih belum sehat jadi mereka ingin membantu merawat fhatan
mas, kamu kenapa merengut, tanya maudy
lihat lah, aku sampai tidak punya kesempatan untuk menggendong putra ku sendiri, sunggut arqian
kamu bersabarlah, harus nya kamu bahagia memiliki anak yang mendapat kan limpahan kasih sayang dari semua orang, bujuk maudy
tapi tidak begini juga, jawab arqian cemburu pada orang tua nya sendiri
jadi kamu ingin mengusir orang tua kita begitu, sindir maudy
arqian tertawa, entah kenapa diri nya merasa bodoh cemburu pada orang tua sendiri, bukan kah ini juga termasuk harapan nya, membuat bahagia orang tua dengan memberikan cucu yang begitu tampan dan mengemas kan
kemudian mata arqian fokus pada ke dua kaki istri nya
sayang, kenapa kaki kamu seperti semakin membengkak ya, tanya arqian panik
itu sudah biasa, memang ada yang setelah melahir kan kaki membengkak seperti ini, jawab maudy
apakah sakit, ayo kita segera ke rumah sakit, ajak arqian cemas
tidak perlu, nanti juga sembuh sendiei, tolak maudy yang memang malas ke mana mana
arqian kemudian mengambil minyak tawon dan mengoles kan secara lembut di bagian kaki sang istri
maudy tersenyum, sungguh bahagia nya memiliki suami yang selalu ada dan bisa di andalkan
kenapa senyum senyum begitu, tanya arqian
aku sungguh beruntung memiliki suami yang perhatian seperti kamu, mas , dan aku sedang membayangkan fhatan kalau sudah besar pasti akan seperti kamu, aku sungguh menantikan saat saat ada lagi yang memanjakan aku, ucap maudy
iya, kelak aku akan mengajar kan fhatan untuk menyayangi umi nya dan memanjakan umi nya, jawab arqian
maudy tersenyum, kini sudah nemiliki dua jagoan dalam hidup nya
sayang, bagai mana rasa sakit nya melahir kan, tanya arqian penasaran
rasa nya seperti leher di gorok pakai golok, jawab maudy jujur
ngeri sekali, sebenar nya aku memang ingin punya anak banyak, tapi kalau kamu sudah tidak mau hamil lagi tidak apa apa , aku mengerti dan aku juga jadi takut mengigat proses persalinan itu, balas arqian
__ADS_1
tidak apa apa, sakit nya hanya senentara, kamu tahu begitu aku menfengar suara tangis fhatan, rasa nya begitu lega dan seakan aku sudah terbebas dari jerat belengguh, untinya aku begitu bahagia menjadi seorang ibu, tutur maudy mencurah kan isi hati nya
tak lama kemudian ayah mertua maudy datang sembari sembawa fhatan
baik lah, biar saya kasih asi dulu bah, jawab maudy tidak kalah semangat nya
arqian langsung berdiri mengambil ahli untuk menggendong putra nya, setelah di serah kan lagi pada sang istri untuk segera mengunci pintu
loh, kenapa pintu nya di kunci, tanya maudy heran
biarin, pokok nya setelah fhatan puas minum asi dia hanya boleh main dengan ku, jawab arqian terkekeh
maudy tertawa, entah kenapa suami nya menjadi kekanak kan seperti ini
setelah minum palingan fhatan tidur, mas, ujar maudy
sambil menungguh fhatan minum asi, arqian tiduran, dan tertidur sungguh han
maudy menahan tawa, tapi
kemudian dia meletakan putra nya di tengah, memandang ke dua jagoan yang sangat tampan membuat diri nya begitu bahagia
maudy pun akhir nya juga ikutan tidur di samping putra nya
sore hari nya para tamu mulai berdatangan silih berganti sambil membawah kan setumpuk kado, mereka semua dari anak buah arqian di kantor, para kerabat dan juga teman
ada juga sebagian tetangga orang tua arqian yang datang
sampai malam tamu berdatangan silih berganti, tak terkecuali kenan dan nabila
dan esok nya lagi kedua pasangan itu juga darang lagi sampai sore hari
kenan dan nabila sangat betah berada di rumah arqian, karena di sana mereka mendapat kan banyak pengalaman mengenai merawat bayi dari umi aisyah
wah tampan sekali, puji nabila merasa gemas
aku doa kan anak kamu juga lelaki, kelak mereka bisa menjadi sahabat seperti ayah mereka, jawab maudy
Aammiin, seperti nya akan sangat menyenangkan ya jika seperti itu, balas nabila nampak nbahagia
kenan memperhatikan wajah penuh harap sang istri dengan pandangan yang mesra
sedangkan nabila memalingkan wajah tak kuasa menahan tatapan mematikan itu
usia kandungan kamu berapa bulan, tanya arqian pada nabila
__ADS_1
mau memasukin 6 bulan kak, jawab nabila
wah, udah USG belum, pekik maudy antusias
belum, dari kemarin sibuk terus, rencana nya besok pagi, jawab nabila
wih, ppasti sangat penasaran kan apakah lelaki atau perempuan, sela arqian pada kenan
kalau aku sih lelaki atau perempuan sama saja, yang penting sehat dan normal, jawab kenan santai
tidak lama kemudian kenan mendapat kan telpon, dia menoleh ke arah istri nya
sayang, aku ada kepentingan dulu hanya sebentar saja, kamu di sini dulu ya, nanti aku kemari lagi kok, pamit kenan
iya, jawab nabila patuh
assalamuallahikum
waalaikumsalam, jawab nabila lembut
tak lama setelah kepergian kenan, aisyah masuk ke dalam untuk mengambil fhatan mau di mandi kan
umi, aku mau belajar memandikan, ucap arqian
ayo kalau begitu, jawab aisyah dengan senang hati
kini di dalam kamar hanya tinggal ada maudy dan nabila berduaan, maudy sangat penasaran bagai mana dengan hubungan nabila dan kenan saat ini
nabila, sekarang bagaimaba perasaan mu terhadap sumai mu, tanya maudy
nabila cukup terkejut, tetapi ke dua pipi nya yang merona merah menandakan jika nabila marasa malu
karena dia suami ku, aku harus belajar mencintai nya, jawab nabila
kenan adalah lelaki yang sabar, dia sangat mencintai mu, jadi jangan sia siakan lelaki sebaik dia, bujuk maudy
lagi lagi nabila hanya mengangguk dan tersipu malu
nabila jadi teringat tadi hendak mau kemari, suami nya yang mandi malah handuk nya terjatuh, saat mau menyerah kan handuk yang baru, tampa sengaja nabila melihat badan kenan yang tampa busana, seketika nabila menjerit malu, tetapi bayangan tubuh suami nya kekar itu tidak pernah luput dari bayangan nya maka nya nabila sampai saat ini masih merasa malu jiks mengobrol dengan kenan
apa lagi setelah kejadian itu kenan memeluk nya , mencium nya, tampak sekali suami nya sudah sangat terangsang tetapu mencoba menahan diri sebab mereka tidak boleh berhubungan badan
nabila bisa merasa kan, betapa sabar nya sang suami
padahal nabila andaikan tidak di larang mungkin sudah akan menyerah kkan diri nya, sebab dia memang telah jatuh cinta pada suami nya bahkan jauh sebelum mereka menikah...
__ADS_1