
Hari ini adalah hari Minggu, jadi Esha tidak ke kantor. Entah kenapa Raffi tidak datang ke apartemennya sejak semalam. Biasanya kalau malam minggu mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Raffi sama sekali tidak menelfon ataupun mengirim pesan.
Pagi ini, Esha menonton televisi di apartemennya. Esha melihat acara infotainment. Tiba tiba Esha terkejut saat melihat Raffi ada di TV. Esha mengernyitkan dahinya. Ya, itu memang Raffi, Esha tidak salah lagi. Raffi sedang menjemput Aulia Safina, seorang model terkenal yang baru kembali dari London setelah menyelesaikan kuliahnya.
"Jadi itu sahabat kak Raffi dari kecil, Aulia Safina? Rupanya dia adalah seorang model terkenal. Cantik sekali dia. Pantas saja kak Raffi tidak datang ke apartemen. Rupanya Aulia sudah pulang ke Indonesia. Kenapa kak Raffi tidak memberitahuku?" gumam Esha dalam hati.
Drrrtt drrrttt drrrttt ....
Tiba tiba ponsel Esha bergetar. Esha pun meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Ternyata Raffi menelpon. Esha pun segera menjawab telponnya.
"Assalamu'alaikum kak Raffi."
"Wa'alaikumsalam Sayang, maaf hari ini aku nggak bisa datang ke apartemen. Kemarin sore mama pulang dari Amerika. Dan tadi aku sama mama habis menjemput Aulia di bandara."
"Nnggak pa-pa kak, Esha tau kok. Esha barusan lihat beritanya di TV."
"Oke Sayang, aku tutup dulu telfonnya. Jaga dirimu, jangan lupa makan! Assalamu'alaikum."
"Iya, kak Raffi juga. Wa'alaikumsalam."
***
Malam itu Raffi dan mamanya datang ke rumah Aulia karena Aulia dan mamanya mengundang mereka untuk makan malam. Tanpa sepengetahuan Raffi, bu Debby dan bu Kania berencana membahas soal perjodohan Raffi dan Aulia.
"Selamat malam Aulia Sayang, kamu cantik sekali malam ini," sapa bu Debby kepada Aulia yang menyambut mereka di teras rumah.
Malam itu Aulia terlihat sangat cantik memakai dress panjang berwarna dusty pink tanpa lengan dan stiletto dengan warna senada. Rambutnya yang panjang dan ikal diekor ke belakang sehingga menampakkan lehernya yang jenjang.
"Selamat malam Tante, Kak Raffi. Silakan masuk! Mama sudah nungguin di dalam," sahut Aulia sambil melemparkan senyuman manisnya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah. Aulia langsung membawa mereka menuju ke ruang makan. Bu Kania dan pelayannya tengah menyiapkan makanan dan minuman di meja makan.
"Halo Kania," sapa bu Debby.
"Halo Debby, Raffi ayo silakan duduk!" sahut bu Kania.
Mereka pun duduk bersama.
"Waaah ... banyak sekali makanannya," tutur bu Debby saat melihat meja yang penuh dengan makanan.
"Ayo silakan dicobain Debby, Raffi, langsung saja nggak pa-pa! Ini tadi Aulia lho yang masak," timpal bu Kania.
"Waaah ... pinter sekali kamu masak Aulia, berarti kamu udah siap nikah dong ya sama Raffi," ucap bu Debby sambil melirik ke arah Raffi.
__ADS_1
Aulia tersipu malu. Raffi terkejut mendengar ucapan mamanya.
"Mama, jangan bercanda Ma!"
"Mama nggak bercanda Sayang. Aulia kan kuliahnya udah selesai, jadi lebih baik kalian menikah secepatnya!"
Raffi sontak membulatkan kedua matanya. "Apa Ma? Menikah? Raffi nggak mau Ma. Raffi sudah menganggap Lia seperti adik Raffi Ma."
"Kamu harus menikah sama Aulia Sayang. Papa kamu juga sudah setuju. Kami sudah membicarakannya sewaktu di Amerika. Ya kan Kania?"
"Iya Raffi. Aulia juga sudah setuju menerima perjodohan ini," timpal bu Kania
"Pokoknya Raffi nggak mau ma!" Raffi pun berdiri lalu beranjak meninggalkan meja makan.
"Kak Raffi ... tunggu Kak!" teriak Aulia lalu berdiri dan mengejar Raffi keluar rumah.
"Kenapa kak Raffi nggak mau menikah sama Lia? Kak Raffi kan tau kalau Lia cinta sama kak Raffi sejak dulu."
Raffi menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap Aulia.
"Maaf Lia, aku nggak bisa menikah sama kamu. Aku nggak mencintai kamu. Kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri," ucap Raffi kemudian berlalu meninggalkan Aulia.
"Tapi Kak ...." Aulia menitikkan air matanya.
"Aulia maafkan Raffi, Sayang! Biar nanti Tante yang bicara sama Raffi. Tante pulang dulu Sayang, Kania," tutur bu Debby kemudian berlalu mengejar Raffi.
Bu Kania pun membawa Aulia masuk ke dalam rumah.
***
Raffi masuk ke rumah dengan tergesa-gesa untuk mengambil kunci mobilnya lalu keluar lagi.
"Raffi mau kemana kamu?" tanya bu Debby ketika melihat Raffi masuk ke dalam mobilnya.
Raffi enggan menjawab pertanyaan mamanya. Raffi masih kesal dengan mamanya karena mamanya berniat menjodohkannya dengan Aulia tanpa sepengetahuannya. Raffi mengendarai mobil sport-nya dengan kecepatan penuh menuju apartemen Esha.
Ting tong ting tong ....
Sampai di depan pintu apartemen Esha, Raffi menekan bel pintu beberapa kali.
Ceklek!
Tak lama kemudian Esha pun membukakan pintu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Sayang," sapa Raffi kemudian langsung memeluk istrinya.
"Wa'alaikumsalam. Kak Raffi kenapa?"
Esha terkejut karena tiba-tiba Raffi memeluknya.
Esha pun melepas pelukannya lalu menggandeng tangan Raffi masuk ke dalam apartemen. Mereka duduk berdampingan di sofa. Raffi terlihat sangat murung.
"Kak Raffi ada masalah apa? Kenapa Kak Raffi kelihatan sedih?" tanya Esha dengan khawatir melihat keadaan suaminya.
"Nggak pa-pa Sayang. Aku cuma kecapekan," jawab Raffi menutupi masalahnya.
"Biar Esha buatkan kopi hitam kesukaan kak Raffi. Tunggu sebentar Kak," ucap Esha kemudian berlalu menuju ke dapur.
Raffi merasa ngantuk lalu ia membaringkan tubuhnya di sofa. Tak lama kemudian, Esha datang membawakan secangkir kopi hitam. Esha melihat Raffi sudah tertidur di sofa. Esha meletakkan kopi itu di atas meja. Lalu Esha pun mendekati Raffi dan duduk di samping suaminya itu.
Perlahan Esha melepas sepatu dan kaos kaki Raffi. Sejenak Esha menatap wajah suaminya dalam-dalam. Esha kasian melihat suaminya itu. Lalu Esha pun memeluk Raffi. Esha memejamkan matanya di atas dada bidang Raffi.
Tak lama kemudian Raffi membuka matanya. Dia melihat Esha yang terlelap di dadanya.
'Maafkan aku Sayang, aku terpaksa merahasiakan tentang perjodohanku dengan Aulia. Aku nggak mau membuatmu sedih,' ucap Raffi dalam hati sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut.
Tak lama kemudian Esha pun membuka matanya. Esha membiarkan Raffi mengelus rambutnya dengan lembut.
'Kak Raffi, aku tau Kak Raffi pasti sedang ada masalah. Tapi aku nggak mau terlalu kepo dengan masalah yang sedang Kak Raffi hadapi. Aku akan selalu mendoakan agar Kak Raffi dapat menyelesaikan semua masalah Kak Raffi dengan baik', gumam Esha dalam hati.
Malam itu Raffi menghabiskan malamnya di apartemen bersama dengan Esha. Raffi sengaja mematikan ponselnya agar bu Debby tidak bisa menghubunginya. Raffi ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG ..........................
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!
__ADS_1
Terima kasih .... 😊