Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Galau


__ADS_3

Malam itu Amar menemui ayah dan ibunya yang sedang duduk santai menonton televisi di ruang keluarga sambil menikmati teh hangat dan sepiring pisang goreng.


"Ayah, Ibu, Amar ingin menyampaikan sesuatu pada Ayah dan Ibu," ucap Amar lalu duduk bergabung bersama ayah dan ibunya.


"Ada apa Nak?" tanya Bu Aisyah.


"Begini Yah, Bu, jika Amar sudah dapat pekerjaan di Jakarta, Amar berkeinginan untuk menikahi Alesha. Apa Ayah dan Ibu merestuinya?" tanya Amar.


Bu Aisyah dan pak Usman terkejut mendengar kata-kata Amar. Mereka saling berpandangan. Tapi sebentar kemudian mereka tersenyum ke arah putranya itu.


"Alhamdulillah," ucap kedua orang tua Amar.


"Apa yang kamu maksud Alesha putri Bu Dahlia? " tanya pak Usman.


"Iya Ayah," jawab Amar.


"Tentu ayah dan ibu merestuimu Nak. Tapi bukankah Nak Alesha sedang bekerja di Jakarta?" tanya Pak Usman.


"Esha sudah pulang sore tadi Yah. Sebelum Esha kembali lagi ke Jakarta, Amar berniat untuk meng-khitbah Esha. Jika diterima, insya Allah Amar akan segera menikahi Esha begitu dapat pekerjaan nanti," ucap Amar.


"Lalu ... sejak kapan kamu berhubungan dengan Nak Alesha?" tanya Pak Usman.


"Ayah tau sendiri kan, selama ini Amar dan Alesha berteman baik. Tapi sejak lama Amar menyukai Alesha Ayah, Ibu," tutur Amar.


"Lalu apa Nak Alesha juga menyukaimu? " tanya Pak Usman lagi.


"Itu ... Amar belum tau Yah," jawab Amar.


"Kamu pastikan dulu apa Nak Alesha juga menyukaimu, habis itu ayah akan melamar dia untuk kamu Nak," ucap Pak Usman.


"Sebentar," tutur Bu Aisyah lalu masuk ke dalam kamarnya.


Beberapa menit kemudian bu Aisyah keluar membawa sesuatu di tangannya.


"Nak, ini cincin ibu kamu simpan. Dulu ayahmu memberikan cincin ini sewaktu ayahmu melamar ibu," ucap Bu Aisyah lalu menghulurkan sebuah cincin beserta kotaknya kepada Amar. Amar pun menyambut cincin itu.


"Berarti cincin ini sudah berumur puluhan tahun dan Ibu masih menyimpannya?" tanya Amar.


"Iya Nak, kelak jika kamu menemukan calon pendampingmu, ibu ingin kamu memakaikan cincin ini di jarinya," ucap Bu Aisyah.


"Terima kasih Bu, insya Allah," ucap


Amar.

__ADS_1


"Mudah-mudahan cincin ini pas di jari Nak Alesha," tutur Pak Usman.


"Aamiin ... kalau begitu Amar permisi ke kamar dulu mau istirahat."


"Iya Nak," sahut Bu Aisyah. Pak Usman hanya menganggukkan kepalanya.


Amar masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Amar mengamati cincin yang diberikan ibunya tadi.


"Cincin yang indah. Apakah Esha akan menerima lamaranku dan mau memakai cincin ini? Ya Allah ... aku sangat mencintainya. Tapi apakah Esha juga mencintaiku? Mohon bantulah aku ya Allah, buat Esha mau menerima lamaranku. Aku ingin sekali menjadi imamnya. Aku ingin membuat dia bahagia. Restuilah kami ya Allah ...."


Malam itu Amar tidak bisa tidur. Dia galau memikirkan cara untuk mengungkapkan isi hatinya kepada gadis pujaan hatinya itu.


***


Pagi itu Esha pergi ke makam ayahnya. Bu Dahlia telah pergi ke tempat catering. Sudah beberapa bulan Esha tidak berziarah ke makam ayahnya tersebut. Esha melangkahkan kakinya perlahan menuju area pemakaman yang terletak tidak jauh dari rumahnya.


"Assalamu'alaikum ayah, Esha kangen sekali sama ayah. Apakah ayah juga kangen sama Esha? Rasanya sudah lama sekali Esha tidak mengunjungi ayah."


Esha membacakan surat Al - Fatihah untuk ayahnya.


"Ayah maafkan Esha. Esha bukan anak yang baik. Esha sudah banyak membohongi ibu. Tapi Esha terpaksa. Esha tidak tau lagi harus berbuat apa. Kadang Esha merasa hidup ini tidak adil yah ...."


"Takdir telah membawa Esha bertemu dengan seseorang yang sangat Esha cintai. Tapi ... sepertinya Esha jatuh cinta dengan orang yang salah. Maafkan Esha ayah, Esha telah menikah tanpa ayah dan ibu yang menyaksikan. Esha telah menikah dengan kak Raffi. Tapi kak Raffi menikah lagi dengan wanita lain. Kenapa ini semua terjadi pada Esha ayah? Apa salah Esha?"


Tangisan Esha pecah di makam ayahnya. Di makam ayahnya itulah Esha mencurahkan segala kegalauan hatinya yang tidak bisa ia curahkan kepada ibunya untuk saat ini.


***


Pak Imron fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara Soekarno-Hatta. Aulia duduk di belakang bersama Raffi.


"Kak Raffi tadi habis dari mana memangnya?" tanya Aulia memecah keheningan di dalam mobil itu.


Raffi asyik memainkan ponselnya dan tidak mempedulikan pertanyaan Aulia. Aulia jadi kesal.


"Kak Raffi!" Aulia meninggikan suaranya.


"Apa sih Lia. Aku lagi sibuk," sahut Raffi masih fokus pada ponselnya.


Aulia mengerucutkan bibirnya. Aulia merasa diabaikan.


Raffi heran ketika membuka ponselnya, ia tidak menerima satu pun pesan maupun panggilan dari Esha. Pesan sms dan whatsapp penuh dengan ucapan selamat dari para staff di kantor dan juga teman temannya. Raffi mencoba menghubungi Esha tapi tidak diangkat. Raffi mencoba lagi tetap tidak ada jawaban.


Sebenarnya kamu di mana sayang, kenapa tidak angkat telfonku? Apa kamu baik baik saja? batin Raffi.

__ADS_1


Raffi coba menghubungi Esha sampai puluhan kali tapi tetap tak ada jawaban.


Sayang ... apa kamu marah padaku? batin Raffi lagi.


Raffi mencoba mengirim pesan whatsapp kepada Esha.


{ Sayang kamu dimana? }


{ Sayang tadi aku ke apartemen tapi kamu tidak ada. Sebenarnya kamu pergi kemana? }


{ Kenapa kamu membawa semua pakaianmu? Mobilmu juga tidak ada? }


{ Kenapa kamu meninggalkanku tanpa kabar? }


{ Sayang, kenapa kamu tidak menjawab telfonku? }


{ Sayang, aku bisa gila memikirkanmu .... }


Raffi mengirim banyak sekali pesan tapi Esha tidak juga meresponnya. Raffi makin galau. Mukanya kelihatan tegang.


"Sebenarnya Kak Raffi sms-an sama siapa?" tanya Aulia heran.


"Bukan urusan kamu!" sahut Raffi.


"Tapi Lia istri Kak Raffi, Lia berhak tau segalanya tentang kak Raffi."


"Sebenarnya siapa perempuan yang Kak Raffi cintai itu? Jawab kak! Lia ingin tau siapa dia?" tanya Aulia dengan penuh emosi.


Tapi Raffi tidak menjawab pertanyaan Aulia. Raffi membuang mukanya. Raffi mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Aulia makin kesal dengan sikap Raffi yang selalu saja mengabaikannya.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG ......................


Notes :

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya**** setelah membaca!


Terima kasih 😊


__ADS_2