
Sore itu, Raffi dan Esha sedang duduk di gazebo sambil menikmati keindahan taman dan kolam ikan. Esha duduk sambil memangku baby Zayn. Sementara Raffi memberi makan ikan.
"Kak Raffi, aku sepertinya mengalami de javu" kata Esha.
"De javu?"
"Iya. Aku seperti pernah mengalami semua ini sebelumnya. Mungkin di dalam mimpi. Aku sedang duduk di taman sambil menggendong seorang bayi laki-laki, lalu ada seorang laki-laki duduk di sampingku dan menggenggam tanganku. Tapi di dalam mimpiku wajah laki-laki itu terlihat samar, jadi aku nggak tau siapa dia"
"Dia adalah Raffi Bastian Anggara" sahut Raffi seraya menggenggam tangan Esha.
Sejenak mereka saling bertatapan lalu saling melempar senyuman. Kini Esha merasa kalau mimpinya itu telah menjadi kenyataan. Esha sangat bersyukur karena sekarang ia memiliki Raffi dan Zayn dalam hidupnya.
"Kak Raffi, semoga kita akan selamanya bersama" ucap Esha.
"Aamiin" sahut Raffi.
Tiba-tiba Bu Dahlia datang menghampiri mereka sambil membawa sebuah ponsel.
"Nak Raffi tadi ponsel kamu berdering. Coba dicek siapa tau ada panggilan penting!" kata Bu Dahlia sembari menyerahkan ponsel itu kepada Raffi.
"Terima kasih Bu" Raffi pun menyambut ponsel itu kemudian mengecek siapa yang baru saja menelponnya.
"Lia. Kenapa dia menelponku?"
"Telpon balik saja kak, siapa tau penting" seru Esha.
Raffi pun menelpon balik Aulia.
Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)
Aulia : "Assalamu'alaikum kak Raffi"
Raffi : "Wa'alaikumsalam. Lia kenapa kamu tadi menelponku?"
Aulia : "Aku ingin memberi kabar kalau Amar baru saja mengalami kecelakaan kak. Dan dia sekarang ada di rumah sakit"
Raffi : "Apa? Lalu bagaimana kondisi Amar sekarang?"
Aulia : "Alhamdulillah tidak ada luka yang serius kak. Hanya saja kaki kirinya sakit karena tertimpa motor"
Raffi : "Bagaimana bisa?"
Aulia : "Tadi pagi Amar diserempet pake mobil sama orang suruhan Evan kak"
Raffi : "Evan? Evan produser kamu itu?"
Aulia : "Iya kak. Evan dan orang suruhannya sudah ditangkap polisi, tapi polisi sudah membebaskannya kembali karena Amar nggak mau menuntut Evan"
Raffi : Masya Allah.. Amar benar-benar laki-laki yang baik Lia. Kamu beruntung mendapatkan Amar"
Aulia : "Iya kak. Evan tadi juga datang ke rumah sakit dan dia sudah minta maaf sama Amar"
Raffi : "Baguslah kalau Evan mau mengakui kesalahannya dan minta maaf sama Amar. Insya Allah besok pagi kami akan menjenguk Amar di rumah sakit"
Aulia : "Makasih kak. Nanti Lia kirim nomor kamarnya. Assalamu'alaikum"
Raffi : "Wa'alaikumsalam"
Raffi pun menceritakan semuanya pada Esha dan Bu Dahlia.
"Masya Allah... kasihan sekali Nak Amar" tutur Bu Dahlia.
"Untung saja Amar tidak mengalami luka yang serius" imbuh Raffi.
__ADS_1
"Alhamdulillah... Allah masih melindungi Amar" sahut Esha.
"Sayang... besok pagi insya Allah kita jenguk Amar di rumah sakit" seru Raffi.
"Baiklah kak"
"Apa ibu boleh ikut? Ibu juga ingin tau keadaan Nak Amar" tanya Bu Dahlia.
"Tentu saja Bu. Besok kita gantian jenguk Amar. Soalnya kan Zayn nggak boleh masuk ke rumah sakit" sahut Esha.
*****
Keesokan harinya, Raffi, Esha dan Bu Dahlia berangkat ke rumah sakit tempat Amar dirawat dengan menaiki taxi online. Mereka mampir ke toko buah sebentar untuk membeli parcel buah.
Sampai di rumah sakit, Bu Dahlia menunggu di luar sambil menggendong baby Zayn. Sementara Raffi dan Esha masuk duluan dan menuju ruang rawat Amar.
Tok... Tok... Tok...
Esha mengetok pintu ruang rawat Amar lalu membukanya.
"Assalamu'alaikum" sapa Raffi dan Esha.
"Wa'alaikumsalam Raffi, Esha..." sahut Amar, Aulia, Pak Mirza dan Bu Kania.
Raffi dan Esha pun masuk lalu berjalan menghampiri Amar.
"Mar, bagaimana kondisimu? Ini aku bawakan buah untuk kamu" tanya Esha.
Aulia pun menyambut parcel buah dari Esha dan meletakkannya di atas meja.
"Makasih Sha. Kaki kiriku masih sakit Sha"
"Masya Allah sampai bengkak begini?" Raffi terkejut saat melihat kaki kiri Amar yang membengkak dari pangkal lutut hingga ujung kaki.
"Semoga kaki kamu lekas pulih ya Mar"
"Aamiin..." sahut semua yang ada di ruangan itu.
"Raffi, gimana apa kamu sudah dapat pekerjaan?" tanya Pak Mirza kepada Raffi.
"Belum Om. Ternyata cari pekerjaan itu susah ya Om? Raffi sudah mencoba menghubungi semua rekan kerja Raffi tapi entah kenapa nggak ada satu orang pun yang mau memberi Raffi pekerjaan. Raffi juga sudah mencoba melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan tapi hasilnya nihil Om"
"Mungkin itu ulah mama kamu Raffi. Om juga heran sama kelakuan Debby, tega sekali dia sama anak sendiri"
"Mungkin juga sih Om, Mama bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya"
"Kenapa kamu nggak coba buka restoran saja Raffi?"
"Sebenarnya Raffi juga pernah berfikir untuk membuka usaha sendiri Om. Tapi jujur Raffi nggak ada modal Om"
"Raffi, sebenarnya Om sudah lama punya rencana mau buka restoran di Jakarta. Waktu itu Om berencana buka restoran untuk Aulia setelah dia pulang dari London. Tapi Aulia lebih memilih untuk jadi artis..."
"Bagaimana kalau Om kasih modal buat kamu buka restoran Raffi? Anggap saja sebagai pinjaman. Nanti kalau kamu sudah punya uang, kamu bisa kembalikan sama Om"
"Benarkah? Terima kasih banyak Om" sahut Raffi dengan muka yang berseri-seri.
"Alhamdulillah... akhirnya Allah sudah memberikan jalan untuk kita kak" ucap Esha kepada Raffi.
"Iya sayang... alhamdulillah"
"Oh ya Om, kebetulan istri dan ibu mertua saya pandai sekali memasak. Masakan mereka sangat enak. Dulu ibu mertua saya pernah jadi juru masak di sebuah tempat catering dan juga di restoran"
"Wah kebetulan sekali. Kalau begitu kamu bisa bekerja sama dengan ibu mertua kamu untuk membuka resto and catering Raffi"
__ADS_1
"Makasih banyak Om. Ibu saya pasti senang sekali" Esha menimpali.
"Sama-sama" sahut Pak Mirza.
"Oh ya Om bagaimana kalau kita berbincang-bincang sambil minum kopi? Kebetulan ibu mertua saya ikut ke sini. Dia ada di luar bersama Zayn, anak Raffi"
"Oya? Kalau begitu Tante ikut Raffi. Tante juga ingin berkenalan sama ibu mertua kamu dan juga anak kamu" Bu Kania menimpali.
"Baiklah Tante"
"Sayang kamu tunggu di sini sebentar temani Amar dan Aulia ya!" seru Raffi kepada Esha.
"Iya kak"
Kemudian Raffi mengajak Pak Mirza dan Bu Kania keluar rumah sakit menemui Bu Dahlia dan Zayn. Raffi pun memperkenalkan Bu Dahlia dan Zayn kepada Pak Mirza dan Bu Kania. Lalu Raffi mengajak mereka ke kantin untuk minum kopi sambil berbincang-bincang.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya mereka pun sepakat untuk bekerja sama membuka resto and catering. Dan Bu Dahlia akan jadi chefnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..........
Notes :
Sekali lagi Author tegaskan,
bagi readers yang gak sabaran, jangan baca novel ini yaa... baca aja novel yg udah END!!!
Bagi yang mau dukung Author dan novel favorit kamu ini, silahkan VOTE POIN sebanyak-banyaknya...!!!
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...
Tinggal tekan like doang gratis kok nggak bayar... tengkyu 😊
__ADS_1