
SORE ITU
Sepulang dari kantor, Amar membawa Aulia ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Dokter pun melakukan USG 4 dimensi pada kandungan Aulia. Amar mendampingi Aulia selama menjalani pemeriksaan. Terlihat di screen komputer, janin Aulia masih sebesar kacang dengan ukuran 2-5 mm dari puncak kepala hingga bokongnya. Matanya sudah mulai terbentuk dengan ditandai titik gelap. Amar dan Aulia sangat antusias memperhatikan gambar calon bayi mereka di screen komputer.
"Janin ibu sehat. Dan usianya sudah menginjak 6 minggu" kata Bu Dokter.
"Alhamdulillah..." Amar merasa lega.
"Terima kasih Dokter" ucap Aulia.
Dokter pun mencetak hasil USG tersebut, kemudian menuliskan hasil pemeriksaannya ke dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan menuliskan resep obat.
"Ini resepnya Bu. Jangan lupa vitamin dan obat penambah darahnya diminum secara teratur! Makan yang banyak, istirahat yang cukup. Cek rutin kandungan sebulan sekali ya Bu!" kata Bu Dokter.
"Baik Dok, terima kasih"
Setelah menyelesaikan administrasi pembayaran dan mengambil obat, mereka pun keluar menuju parkiran. Amar membukakan pintu mobil untuk Aulia. Aulia pun masuk ke dalam mobil disusul oleh Amar yang masuk melalui pintu sebelah kemudi. Mobil pun bergerak perlahan menyusuri jalan kota.
"Sayang mumpung cuacanya cerah apa kamu mau makan di luar?" tanya Amar sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Emm... sebenarnya aku ingin makan asinan Bogor"
"Asinan Bogor?" Amar mengerutkan dahinya.
"Bukan aku yang mau tapi bayi dalam perutku ini yang menginginkannya..." ucap Aulia sambil mengelus-elus perutnya.
"Apa kamu lagi ngidam?"
"Sepertinya iya"
"Ya sudah, nanti Ayah pesankan lewat ojek online ya sayang ya" ucap Amar sambil menyentuh lembut perut Aulia.
"Thank you Ayah" Aulia membuat suaranya seperti anak kecil.
Alhamdulillah kita hidup di zaman yang serba canggih ini. Hanya bermodalkan smartphone saja kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan tanpa harus capek-capek keluar rumah. Kalau mau makan asinan Bogor, kita tidak perlu pergi ke Bogor untuk membelinya. Tinggal klik, semuanya beres. Seolah-olah seluruh dunia ada dalam genggaman kita.
Sampai di rumah, Amar langsung duduk di sofa dan membuka aplikasi Go-Jek. Dia pun memesan asinan Bogor dengan Go-Food. Sementara Aulia masuk ke kamar, meletakkan tasnya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia keluar hendak ke dapur.
"Aku udah pesankan sayang, tinggal tunggu saja"
"Thank you sayang. Malam ini kamu mau makan apa biar aku masakin?"
"Terserah kamu saja"
"Emm.. bagaimana kalau kwetiaw goreng?"
"Okey" sahut Amar sambil mengacungkan jempolnya ke atas.
Aulia pun beranjak ke dapur untuk memasak makan malam. Sementara Amar duduk di sofa sambil membaca koran.
Saat mencium bau wangi masakan istrinya, Amar pun melipat korannya dan meletakkannya di atas meja. Dia pun beranjak menghampiri Aulia di dapur.
__ADS_1
"Emm... wangi sekali masakan istriku. Aku jadi lapar" ucap Amar seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aulia dari belakang.
"Astaghfirullah... Kamu mengagetkan saja!" seru Aulia.
Amar menempelkan dagunya ke pundak Aulia. Sementara Aulia masih sibuk dengan masakannya.
"Sayang boleh aku tanya sesuatu?" tanya Amar.
"Apa?"
"Apa kamu bahagia hidup bersamaku?"
"Kenapa kau tanyakan itu? Jelas aku bahagia. Ditambah lagi dengan kehadiran anak di dalam rahimku ini. Aku sangat bahagia"
"Aku juga sangat bahagia. Terima kasih sayang, kamu mau menjadi teman hidupku dan juga ibu dari anak-anakku. Aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak-anak kita nanti..."
"I love you sayang" ucap Amar dengan berbisik ke telinga Aulia.
"I love you too"
Ceklik!
Aulia mematikan kompor karena masakannya sudah matang.
"Sudah matang ya?"
"Sudah. Tolong lepaskan aku! Aku mau ambil piring"
"Kalau begini terus, kapan kita makannya Ayah? Anakmu udah kelaperan ini..."
"Emmuahh"
Amar melepaskan pelukannya setelah mencium pipi Aulia dengan gemasnya. Setelah itu dia berlari dan duduk di kursi makan. Aulia hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
Aulia pun mengambil dua buah piring untuk menyajikan masakannya dan membawanya ke meja makan.
"Taraaaa... kwetiaw goreng special ala chef Aulia Safina sudah jadi Tuanku, silahkan dinikmati"
"Wah, kelihatannya enak sekali"
Aulia pun duduk di samping Amar. Amar mulai mengambil sendok dan memasukkan satu suap kwetiaw goreng ke dalam mulutnya.
"Emm... perfect. Enak sekali masakanmu sayang" ucap Amar sambil mengunyah makanannya.
"Siapa dulu yang masak?"
"Iya lah, ibu negara yang masak pastilah enak"
Aulia hanya terkekeh mendengar celotehan Amar. Setiap hari Amar selalu memuji masakan Aulia agar istrinya itu merasa bahagia.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketok.
"Pasti itu tukang ojek online. Biar aku saja yang buka" ucap Amar lalu berdiri dan membukakan pintu.
Ceklek!
Betul dugaan Amar, ternyata mas-mas tukang ojek online yang berdiri di balik pintu sambil membawa bungkusan.
"Maaf Pak, saya mau mengantarkan pesanan" kata tukang ojek sambil mengukir senyuman ramah.
"Makasih Mas"
Amar pun menyambut bungkusan yang disodorkan oleh tukang ojek itu kemudian membayarnya.
"Kembaliannya buat Mas saja. Anggap saja sebagai tip"
"Terima kasih banyak Pak, permisi"
Tukang ojek itu pun beredar. Amar masuk kembali ke dalam rumah kemudian menutup pintunya. Amar pun berjalan ke dapur untuk menyajikan asinan tersebut ke dalam mangkok.
"Sayang, ini asinan kamu" ucap Amar seraya meletakkan mangkok tersebut tepat di hadapan Aulia.
"Thank you"
Glek!
Melihat asinan tersebut, Aulia spontan menelan ludahnya. Dia pun segera mengambil sendok kemudian mulai memakannya.
Asinan adalah irisan buah-buahan seperti mangga, kedondong, salak, nanas dan bengkuang yang disajikan dengan kuah berwarna merah pedas dan rasa asam yang pekat, membuat lidah seakan terhipnotis untuk mencicipi eksotisnya olahan dari Bogor ini. Sekali mencoba pasti akan membuatmu ketagihan.
"Sayang, apa kamu mau?" tanya Aulia sambil mengunyah makanannya.
Amar hanya duduk sambil memandang istrinya yang makan asinan dengan begitu lahapnya.
"Aku nggak terlalu suka. Pasti sangat asam. Kamu habiskan saja!"
"Beneran nggak mau? Okey aku habisin ya!"
Aulia pun memasukkan semua asinan tersebut ke dalam perutnya hingga tak bersisa. Rasa asam itu membuat mual di perutnya hilang. Kini perutnya terasa lebih nyaman.
- - -
Notes :
Itulah sedikit cerita tentang kebahagiaan Amar dan Aulia selama menjalani kehidupan sebagai pengantin baru... 💑
Maaf ya slow update, karena novel ini udah TAMAT. Aku cuma nambahin dikit aja untuk yang penasaran sama pasangan ini...
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!
Makasii.. 🙏🙏
__ADS_1