
Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpanya ....
Semakin kuat iman seseorang, semakin besar pula cobaan yang menimpanya ....
Alesha_
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Hari sudah senja, Esha memberhentikan mobilnya ketika sampai di persawahan sebelum memasuki kampungnya. Esha menurunkan kaca mobilnya. Angin semilir masuk menerpa wajah Esha. Sudah lama sekali rasanya Esha tidak menghirup udara pedesaan yang segar seperti ini.
Esha keluar dari mobilnya. Pandangan matanya tertuju pada hamparan padi di sawah yang menguning, burung-burung yang berkicau diantara pepohonan, pemandangan gunung Merapi yang menambah keindahan alam.
"Subhanallah ... inilah tanah kelahiranku. Tempat aku dibesarkan penuh dengan cinta dan kasih sayang," ucap Esha dalam hati.
Esha masuk kembali ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan. Setelah menempuh kurang lebih 8 jam perjalanan, akhirnya Esha sampai di rumahnya. Bu Dahlia heran ketika mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Bu Dahlia pun melangkahkan kakinya keluar rumah ingin memastikan siapa yang datang.
Esha keluar dari mobilnya lalu mengeluarkan kopernya. Bu Dahlia terkejut saat putri kesayangannya lah yang keluar dari mobil itu.
"Eshaaa ... masya Allah, apa ini benar-benar Esha putri Ibu?" teriak bu Dahlia sambil berlari mendekati Esha.
"Assalamu'alaikum Ibu," sapa Esha sambil tersenyum kemudian mencium tangan ibunya.
"Wa'alaikumsalam. Esha akhirnya kamu pulang Sayang, Ibu kangen sekali sama kamu," ucap Bu Dahlia lalu memeluk dan menciumi putri semata wayangnya itu. Mata bu Dahlia berkaca-kaca.
"Esha juga kangen sekali sama Ibu." Esha pun memeluk ibunya erat-erat. Ingin sekali Esha menangis sepuasnya di pelukan ibunya itu. Tapi Esha
menahan air matanya, Esha tidak mau membuat ibunya sedih.
"Kenapa kamu nggak telfon Ibu kalau kamu mau pulang? Ini mobil siapa Sayang? Kamu pulang sama siapa?" tanya bu Dahlia heran melihat mobil yang Esha naiki.
"Esha sengaja nggak telfon Ibu karena Esha mau ngasih kejutan sama Ibu. Esha sendirian Bu. Tante Erna sama Rosi sibuk ngurus butik. Ini mobilnya tante Erna. Esha dikasih pinjam," jawab Esha berbohong pada ibunya.
"Memangnya kamu bisa nyetir mobil?"
"Alhamdulillah bisa Bu. Rosi yang ngajarin Esha."
"Baik sekali teman kamu sama tantenya itu ya." ucap bu Dahlia.
'Andai saja ibu tau yang sebenarnya ....' gumam Esha dalam hati.
"Ayo kita masuk Sayang! kamu pasti capek kan? Ibu tadi juga baru pulang dari tempat catering. Ibu akan masak makanan kesukaanmu."
Bu Dahlia menggandeng tangan putrinya masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian terdengar suara adzan Maghrib. Selesai membersihkan diri, mereka sholat Maghrib berjamaah. Setelah itu bu Dahlia ke dapur menyiapkan makan malam.
Tok tok tok ....
__ADS_1
Tiba tiba ada suara pintu diketok. Esha memakai kerudungnya lalu beranjak membukakan pintu. Ternyata Amar yang datang.
"Esha? Kamu pulang?" tanya Amar sambil membulatkan kedua matanya saking kagetnya melihat Esha.
"Assalamu'alaikum Mar," ucap Esha sambil tersenyum menampakkan lesung pipitnya.
"Wa'alaikumsalam. Maaf aku sampai lupa nggak ngasih salam tadi," ucap Amar sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Amar jadi malu sendiri. Saking kagetnya melihat pujaan hatinya pulang, dia sampai lupa nggak kasih salam.
"Kapan kamu sampai Sha? Itu mobil siapa?" tanya Amar sambil menunjukkan jarinya ke arah mobil di depan rumah Esha. Amar heran waktu pulang dari masjid melihat ada mobil di depan rumah Esha.
"Aku baru sampai Mar sore tadi. Itu mobilnya tante Erna. Aku dikasih pinjam. Rosi sama tante Erna nggak pulang soalnya sibuk ngurus butik. Aku ijin pulang sendiri karena kangen sama ibu."
"Memangnya kamu bisa nyetir mobil?"
"Alhamdulillah bisa Mar, Rosi yang ngajarin. Ayo Mar, silakan masuk!"
Amar dan Esha pun masuk lalu duduk di kursi ruang tamu.
"Kamu habis dari masjid ya?" tanya Esha karena melihat Amar memakai baju koko, peci dan sarung.
"Iya abis sholat Maghrib di masjid. Kamu kenapa pulang nggak ngasih tau aku dulu Sha?"
"Maaf Mar, aku juga nggak ngasih tau ibu kok. Aku emang sengaja, kan biar surprise ... hehe."
"Ah kamu bisa aja Mar." Esha tersipu malu.
"Ibu kamu mana Sha?"
"Ibu lagi masak di dapur. Oh ya Mar, biar aku bikinin minum dulu," kata Esha lalu beranjak ke dapur.
"Nggak usah repot-repot Sha."
Amar memegang dadanya. Dia dapat merasakan jantungnya yang berdetak kencang tidak karuan. Akhirnya setelah sekian lama dia dapat melihat senyuman itu lagi. Senyuman dari gadis pujaan hatinya.
***
Bu Dahlia tengah memasak ayam rica-rica dan cah kangkung kesukaan Esha.
"Emm ... wangi sekali masakan Ibu," ucap Esha ketika sampai di dapur.
Esha mengambil cangkir lalu membuatkan teh manis untuk Amar.
"Sayang, siapa yang datang?" tanya bu Dahlia.
__ADS_1
"Amar Bu, dia tadi habis dari masjid trus mampir ke sini," sahut Esha
"Kalau begitu ajak saja Nak Amar makan malam di sini! Masakan Ibu sudah matang," titah bu Dahlia
"Iya Bu."
Esha kembali ke ruang tamu dan mengajak Amar untuk makan malam bersama. Awalnya Amar menolak, tapi karena nggak enak sama bu Dahlia yang sudah mengajaknya, akhirnya Amar mengiyakannya.
"Assalamu'alaikum Bu Dahlia," sapa Amar kepada bu Dahlia ketika sampai di dapur.
"Wa'alaikumsalam. Silakan duduk Nak Amar!" tutur bu Dahlia.
Mereka pun duduk dan makan malam bersama.
"Enak sekali masakan Bu Dahlia," puji Amar sambil menikmati makanannya.
"Syukurlah kalau Nak Amar suka. Ibu masak makanan kesukaan Esha."
"Oh ya Mar, apa kamu sudah dapat pekerjaan?" tanya Esha.
"Aku sih udah masukin lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan di Jakarta. Tinggal tunggu panggilan interview," sahut Amar.
"Aku doakan mudah-mudahan kamu diterima Mar. Aamiin," ucap Esha.
"Aamiin," sahut Amar dan bu Dahlia.
"Makasih Sha."
Amar telah menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana ekonomi. Amar juga berusaha agar secepatnya mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Ya, dia sengaja memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan di Jakarta agar bisa dekat dengan Esha. Setelah mendapatkan pekejaan, Amar berencana akan melamar gadis pujaan hatinya itu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .......................
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!
__ADS_1
Tengkyu .... 😊