Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Ulah Mama


__ADS_3

Hari sudah pagi. Raffi membuka matanya. Raffi terkejut melihat Aulia tertidur pulas di dadanya. Tubuh mereka hanya berbalut selimut saja. Raffi mengingat kejadian tadi malam.


Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan. Esha maafkan aku, ucap Raffi dalam hati.


Perlahan Raffi bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi. Raffi menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya.


Esha maafkan aku. Aku telah menghianatimu. Aku benar-benar bodoh, batin Raffi.


Raffi mengepalkan tangannya lalu menghantamkannya dengan keras ke tembok kamar mandi. Ada penyesalan yang mendalam dalam diri Raffi karena telah menghianati orang yang paling dicintainya.


Setelah mandi dan berpakaian, Raffi mencari ponselnya. Sejak kemarin Raffi tidak melihat ponselnya. Dia mencari ponselnya ke semua sudut kamar tapi tidak ketemu. Aulia membuka matanya. Aulia heran melihat Raffi yang kebingungan mencari sesuatu.


"Kak Raffi cari apa?" tanya Aulia.


"Apa kamu melihat ponselku?"


"Enggak kak. Memangnya Kak Raffi taruh dimana ponselnya?"


"Entahlah, aku lupa."


"Lia mandi dulu Kak, nanti Lia bantu cari," Aulia bangkit dari tempat tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi.


Raffi keluar kamar. Raffi mencari ponselnya di seluruh ruangan tapi tidak ada. Raffi jadi kesal. Pak Salman dan bu Debby keluar dari kamarnya.


"Pa, Ma, apa kalian lihat ponsel Raffi?"


"Mama nggak lihat," sahut Bu Debby.


"Papa juga nggak melihatnya," sahut Pak Salman.


Raffi mulai putus asa. Bagaimana dia mau menghubungi Esha kalau ponselnya tidak ada. Raffi menyesal tidak menghafal nomor ponsel Esha sebelumnya. Raffi kembali ke kamarnya lalu mengambil kunci mobil. Raffi keluar rumah dengan tergesa-gesa.


"Raffi kamu mau kemana?" tanya Bu Debby.


Raffi tidak mempedulikan pertanyaan mamanya. Raffi naik mobil lalu mengemudikan mobil sport-nya dengan kecepatan penuh menuju apartemen Esha. Sampai di apartemen Esha, Raffi membunyikan bel pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukakan pintu. Raffi mulai panik.


"Sayang kamu dimana?" ucap Raffi dengan cemas.


Raffi kembali ke mobilnya untuk mengambil kunci cadangan. Lalu Raffi membuka pintu apartemen Esha dengan kunci cadangan tersebut. Raffi masuk ke apartemen Esha dan mencari Esha di seluruh ruangan namun Esha tidak ada. Hanya ada si Manis yang sedang tiduran di sofa.


Raffi kembali ke kamar Esha dan membuka lemari pakaian Esha. Raffi terkejut karena lemari itu kosong dan koper Esha tidak ada.


"Sayang sebenarnya kamu pergi kemana? Kenapa kamu meninggalkanku?"


Raffi terduduk lemas di tepi tempat tidur. Raffi meraup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Raffi terlihat sangat frustasi.


***


Aulia sudah selesai mandi dan berpakaian. Aulia keluar dari kamar menuju ruang makan. Pak Salman dan Bu Debby sudah duduk di meja makan.


"Pagi Pa, Ma," sapa Aulia.

__ADS_1


"Pagi Sayang," sahut Pak Salman dan Bu Debby.


"Kak Raffi mana Pa, Ma?" tanya Aulia heran karena tidak melihat Raffi di meja makan.


"Raffi tadi ambil kunci mobil terus keluar rumah, nggak tau mau kemana dia," jawab pak Salman.


"Tadi kak Raffi nyariin ponselnya. Lia juga nggak tau dimana ponselnya," ucap Aulia.


Bu Debby hanya diam saja. Ternyata Bu Debby lah yang menyembunyikan ponsel Raffi sejak kemarin. Bu Debby takut kalau Esha akan menghubungi Raffi dan menggagalkan pernikahan Raffi dan Aulia. Bu Debby benar-benar jahat.


"Ayo kita sarapan dulu. Biar nanti Raffi nyusul. Mama udah laper," ucap Bu Debby.


Mereka bertiga pun sarapan bersama hingga selesai, tapi Raffi tak juga pulang.


"Sebenarnya Kak Raffi pergi kemana Ma, Pa? Kenapa sampai sekarang belum pulang? Padahahal sebentar lagi kita harus berangkat ke bandara." Aulia mulai cemas.


"Sayang kamu siap-siap aja dulu, kamu packing baju-baju kamu sama baju-baju Raffi. Biar mama yang cari Raffi," ucap Bu Debby.


"Memangnya mama tau Raffi ada dimana?" tanya Pak Salman.


"Mungkin mama tau Pa." Bu Debby pun memanggil Pak Imron untuk mengantarnya ke apartemen Esha.


Beberapa menit kemudian Bu Debby sampai di apartemen Esha. Bu Debby melihat mobil Raffi ada di parkiran. Ternyata benar dugaan Bu Debby kalau Raffi pasti mencari Esha ke apartemennya.


Pintu apartemen Esha terbuka. Bu Debby masuk tanpa mengetuk pintu.


"Raffi!" seru Bu Debby ketika sampai di kamar Esha.


"Mama nggak usir perempuan itu dari sini Raffi. Memang benar mama yang ambil ponsel kamu. Mama nggak mau kalau perempuan simpanan kamu itu menggagalkan pernikahan kamu."


"Mama benar-benar keterlaluan. Kembalikan ponsel Raffi Ma!"


"Mama akan kembalikan ponsel kamu asalkan kamu mau pergi honeymoon sama Aulia. Aulia sudah siap-siap. Kamu pulanglah!"


"Raffi nggak mau pergi Ma. Jangan paksa Raffi lagi!"


"Apa kamu mau mama kasih tau papa soal perempuan simpanan kamu itu? Mama nggak bisa bayangkan apa yang akan dilakukan papamu terhadap perempuan simpanan kamu itu?"


"Kenapa mama selalu saja mengancam Raffi Ma? Apa mama nggak mau melihat Raffi bahagia?"


"Kebahagiaan kamu hanya sama Aulia Raffi, bukan perempuan itu."


"Tapi Raffi cintanya sama Esha Ma. Kenapa Mama nggak mau mengerti?"


"Sekarang kamu pulang dan siap-siap ke bandara, kasian Aulia sudah menunggu," ucap bu Debby lalu keluar dari apartemen Esha.


Raffi pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan mamanya. Raffi berharap mamanya segera mengembalikan ponselnya agar dia bisa menghubungi Esha.


***


Pak Mirza, Bu Kania dan Aulia sudah menunggu di teras rumah dengan dua buah koper di sampingnya ketika Bu Debby pulang. Bu Debby turun dari mobil.

__ADS_1


"Pagi Kania, Mirza," sapa Bu Debby.


"Pagi Debby," jawab Pak Mirza dan Bu Kania.


"Mama, Kak Raffi mana Ma?" tanya Aulia.


"Raffi di belakang mama tadi, mungkin sebentar lagi sampai," kata Bu Debby.


Bu Debby menyuruh Pak Imron memasukkan koper Aulia dan Raffi ke dalam bagasi mobil. Tak lama kemudian Raffi sampai di rumah. Raffi keluar dari mobil.


"Pagi Pa, Ma," sapa Raffi kepada Pak Mirza dan Bu Kania.


"Pagi Raffi," jawab Pak Mirza dan Bu Kania.


"Kak Raffi dari mana saja? Lia cemas dari tadi nungguin kak Raffi," tanya Aulia tapi Raffi tidak menjawab pertanyaan Aulia.


"Raffi kamu dari mana saja? Cepat kalian berangkat. Tidak ada waktu lagi," tutur Pak Salman ketika keluar dari rumah.


"Iya Raffi kamu cepat berangkat, koper kamu udah Pak Imron masukkan ke bagasi. Tadi Aulia yang packing," kata bu Debby.


Raffi mendekat ke arah Bu Debby. "Mana ponsel Raffi Ma?" tanya Raffi setengah berbisik kepada Bu Debby.


Bu Debby pun membuka tasnya dan mengembalikan ponsel Raffi tanpa diketahui oleh Aulia, Pak Salman, Pak Mirza dan Bu Kania.


Raffi dan Aulia pun berpamitan kepada orang tua mereka satu per satu.


"Selamat bersenang senang ya Sayang," kata Bu Kania kepada putrinya.


"Raffi tolong jaga Aulia ya!" kata Pak Mirza.


"Raffi, Aulia hati-hati ya!" kata Pak Salman.


"Pulang nanti bawa oleh-oleh cucu ya Sayang," kata Bu Debby.


Raffi melototkan kedua matanya ke arah mamanya. Aulia tersenyum malu. Raffi dan Aulia pun masuk ke dalam mobil. Pak Imron mengantar mereka ke bandara Soekarno-Hatta.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG ..........................


Notes :


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!

__ADS_1


Terima kasih 😊


__ADS_2