Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Sampai di kontrakan, Amar langsung menemui Esha dan bu Dahlia dengan tergesa gesa.


"Assalamu'alaikum" seru Amar.


"Wa'alaikumsalam" sahut Esha dan bu Dahlia.


"Mar gimana interview-nya?" tanya Esha dengan penasaran.


"Alhamdulillah Sha. Aku langsung diterima jadi manajer tanpa interview" jawab Amar dengan gembira.


"Alhamdulillah..." sahut Esha dan bu Dahlia sambil menepiskan senyumnya.


"Tunggu sebentar. Kamu bilang kamu diterima tanpa interview? Kok bisa?"


Esha bingung.


Amar pun menceritakan semuanya kepada Esha dan bu Dahlia dari awal. Esha dan bu Dahlia antusias sekali mendengar cerita Amar.


"Ayah dan ibumu pasti bangga padamu nak Amar" tutur bu Dahlia.


"Iya bu, Amar akan segera memberi tahu mereka" sahut Amar.


Amar merogoh ponsel di saku celananya dan langsung menghubungi kedua orang tuanya untuk memberi tahu kabar gembira ini.


Tut tut tut... ( menghubungkan )


Pak Usman : "Assalamu'alaikum nak"


Amar : "Wa'alaikumsalam. Amar berhasil ayah. Amar sudah diterima jadi marketing manager di PT Tiga Berlian. Amar benar benar tidak menyangka yah, kalau mereka memilih Amar dari sekian banyaknya pelamar"


Pak Usman : "Alhamdulillah kamu beruntung nak... ayah senang sekali mendengarnya. Ayah dan ibu bangga padamu. Bekerjalah dengan jujur dan disiplin nak, karena kejujuran dan kedisiplinan akan membawamu menuju kesuksesan. Dan jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu sesibuk apapun kamu"


Amar : "Iya ayah. Amar akan selalu ingat pesan ayah. Kalau begitu Amar tutup telponnya dulu yah, assalamu'alaikum"


Pak Usman : "Wa'alaikumsalam"


Keesokan harinya, Amar mulai bekerja sebagai marketing manager di PT Tiga Berlian. Walaupun belum pernah mempunyai pengalaman kerja, atasannya sangat puas pada kinerja Amar. Amar sangat cerdas dan cepat belajar. Dia juga jujur, disiplin, pekerja keras dan bisa diandalkan. Amar pun mendapatkan gaji yang fantastis berkat kinerjanya.


**********


Selama sebulan ini, Esha dan bu Dahlia sibuk mencari pekerjaan. Persediaan uang mereka makin menipis untuk menutup kebutuhan sehari hari. Esha dan Bu Dahlia mencoba melamar pekerjaan di beberapa restoran di sekitar tempat tinggal mereka. Sampai akhirnya ada sebuah restoran masakan tradisional yang mau mempekerjakan mereka.


Pemilik restoran yang bernama bu Dewi, menguji keahlian mereka dalam memasak. Karena hasil masakan mereka sangat enak, bu Dewi pun mau mempekerjakan mereka. Esha dan bu Dahlia sangat bersyukur. Biarpun gajinya tidak seberapa, asalkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka.


Pagi pagi sekali Esha dan bu Dahlia berangkat ke restoran dengan menaiki bus. Beberapa menit kemudian mereka sampai di restoran. Mereka masuk ke dalam restoran dan mulai bekerja. Esha dan bu Dahlia memasak berbagai macam masakan tradisional khas Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Saat mencium aroma masakan tertentu, tiba tiba perut Esha mual. Esha pun berlari ke kamar kecil untuk memuntahkan isi perutnya.


"Uueeekkkk... ueeekkkk..."


Bu Dahlia pun panik lalu menghampiri Esha dan memicit tengkuknya. Bu Dewi yang kebetulan sedang mengawasi mereka merasa heran melihatnya. Lalu bu Dewi memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf, apa Esha sedang hamil?"


"Iya bu, putri saya sedang hamil 4 bulan" jawab bu Dahlia.


"Kenapa tidak bilang dari awal? Kalau tau dari awal, saya tidak mungkin mempekerjakannya"

__ADS_1


"Tapi bu.. saya betul betul membutuhkan pekerjaan ini. Saya mohon izinkan saya tetap bekerja di sini bu" sahut Esha.


"Saya mohon jangan pecat putri saya bu" bu Dahlia menimpali.


"Maaf tapi saya tidak bisa mempekerjakan wanita yang sedang hamil. Ini prinsip saya"


Esha dan bu Dahlia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Esha pun pulang ke rumah meninggalkan bu Dahlia di restoran tersebut. Kini Esha kehilangan pekerjaan karena kehamilannya.


Sampai di rumah Esha duduk di sofa melepas lelahnya. Esha perlahan mengelus perutnya. Ada butiran air bening yang menetes dari pelupuk mata Esha.


"Sayang... ibu tidak akan menyerah begitu saja. Ibu akan berjuang untuk melahirkan kamu ke dunia ini. Kamu adalah penyemangat ibu. Kamu adalah buah cinta kasih ibu dan ayahmu. Maafkan ibu yang telah menjauhkanmu dari ayahmu....."


Esha menyeka air matanya. Perlahan ia meraih remote kontrol di atas meja lalu menghidupkan TV. Esha menyandarkan badannya di sofa sambil menonoton TV. Esha menonton acara infotainment. Karena kerongkongannya terasa kering, Esha beranjak ke dapur untuk mengambil segelas air. Esha kembali ke depan TV. Esha terkejut saat melihat Aulia dan Raffi ada di TV.


Pyaaaarrrr...!!!


Gelas yang dibawanya tiba tiba saja jatuh ke lantai dan pecah berserakan. Esha masih menatap layar televisi tanpa berkedip. Rupanya keluarga Anggara sedang mengadakan syukuran 4 bulan kehamilan Aulia. Mereka terlihat sangat bahagia. Begitu juga dengan kedua orang tua mereka. Esha mengelus perutnya lagi. Janin di dalam perutnya bergerak gerak.


"Itu ayahmu sayang. Apa kamu mengenali ayahmu?"


Esha menitikkan air matanya lagi.


"Kak Raffi, Aulia, aku ikut bahagia melihat kebahagiaan kalian. Sampai kapan pun aku tidak akan merusak kebahagiaan kalian. Semoga kalian bahagia selamanya..."


Esha pun mematikan TV lalu membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai. Setelah itu Esha beranjak ke kamar untuk istirahat. Esha merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan mencoba memejamkan matanya.


**********


SORE ITU


Amar baru saja tiba di kontrakannya. Amar melihat sandal Esha ada di depan pintu. Berarti Esha ada di rumah. Amar pun melangkahkan kakinya menuju kontrakan Esha.


Amar mengetok pintu beberapa kali.


"Assalamu'alaikum.. Esha..."


Ceklek!


Esha membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam. Amar? Baru pulang kerja?"


"Iya. Kenapa kamu di rumah Sha? Bukankah kamu dan bu Dahlia hari ini sudah mulai kerja di restoran?"


"Aku sudah dipecat Mar, pemilik restoran itu tidak mau mempekerjakan wanita yang sedang hamil. Jadi hanya ibu yang bekerja di sana"


"Masya Allah... kamu yang sabar Sha. Mungkin rezeki kamu bukan di restoran itu"


Esha mempersilakan Amar masuk lalu duduk di kursi ruang tamu.


"Sekarang aku bingung harus cari pekerjaan dimana lagi Mar" ucap Esha dengan raut muka sedih.


Amar tidak tega melihat kesedihan Esha. Amar ingin membantu Esha sebisa mungkin. Setelah sejenak berfikir, Amar pun membuka suara.


"Oh ya Sha, kebetulan aku sudah menerima gaji pertamaku. Gajiku lumayan besar. Apa kamu mau memakainya untuk modal usaha? Kamu bisa membuka online shop kecil kecilan. Aku akan membantumu"


"Nggak usah Mar, aku nggak mau merepotkanmu"

__ADS_1


"Sha aku ini kan temanmu. Aku nggak merasa direpotkan. Bukankah sesama teman harus saling membantu? Anggap saja ini pinjaman. Kelak jika kamu punya uang, kamu bisa mengembalikannya. Aku mohon terimalah bantuanku Sha.."


Esha diam sejenak untuk mencerna kata kata Amar.


"Baiklah, kali aku terima bantuanmu. Aku janji aku akan mengembalikannya"


"Alhamdulillah... gitu dong Sha. Sekarang tersenyumlah...!!"


Esha pun mengukir senyuman manisnya menampakkan kedua lesung pipitnya.


Deg!


Jantung Amar berdebar debar tidak karuan hanya dengan melihat senyuman itu. Senyuman yang membuat hatinya adem.


Pada hari minggu, Amar mengantar Esha ke pasar Tanah Abang dengan menaiki bus untuk mencari barang dagangan. Esha akan mencoba membuka online shop hijab dan pakaian muslim. Bu Dahlia sudah menyetujui rencana Esha.


Setelah mendapatkan barang dagangan, Esha dan Amar pulang naik taxi online. Sampai di kontrakan, Esha dan Amar mengambil gambar setiap barang dagangannya dan mempostingnya di aplikasi jual beli online.


Alhamdulillah bisnis online shop hijab dan pakaian muslim Esha berjalan lancar. Dagangannya laris manis dan semakin berkembang. Ternyata tidak ada usaha yang sia sia selama kita mau mencoba, berikhtiar dan berdoa.


Bu Dahlia dan Amar salut dengan semangat dan kegigihan Esha. Biarpun perutnya makin buncit namun Esha tetap semangat menjalankan usahanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :


Masih setia dengan novel ini???

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE πŸ‘ , LOVE πŸ’—dan komentarnya setelah membaca....!!!


Tengkyu 😊


__ADS_2