Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Bertanggung Jawab


__ADS_3

Raffi berniat mengajak Esha dan Bu Dahlia untuk tinggal bersamanya, namun Esha dan Bu Dahlia menolaknya.


"Ibu, Esha... aku ingin membawa kalian untuk tinggal di rumahku. Apa kalian bersedia?" tanya Raffi.


"Maaf kak Raffi, tapi Esha nggak mau. Esha lebih suka tinggal di sini bersama ibu" sahut Esha.


"Iya nak Raffi lebih baik kami di sini saja. Kami takut orang tua nak Raffi tidak menginginkan kami tinggal di sana" Bu Dahlia menimpali.


"Tapi orang tua Raffi tinggal di Amerika Bu. Mereka jarang pulang ke Indonesia..."


"Atau kalian mau tinggal di apartemen saja? Apartemen itu atas nama Esha. Dulu aku memberikannya sebagai hadiah pernikahan" imbuh Raffi.


Amar yang sejak tadi diam, akhirnya membuka suara.


"Raffi, sebaiknya kamu segera mengurus pernikahan kalian di KUA dulu sebelum Esha melahirkan"


"Iya Mar, insya Allah besok aku akan segera mendaftarkan pernikahan kami di KUA" sahut Raffi.


"Setelah kalian resmi menikah, kamu boleh membawa Esha kemanapun kamu mau karena dia sudah menjadi hak kamu" imbuh Amar.


"Kalau begitu untuk sementara waktu izinkan aku tinggal di sini untuk menjaga Esha Bu..." pinta Raffi kepada Bu Dahlia.


"Iya nak Raffi, ibu izinkan"


"Kalau begitu, Amar pamit pulang dulu Bu, Esha, Raffi, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam" jawab Esha, Raffi, dan Bu Dahlia.


Akhirnya mulai malam itu, Raffi tinggal di kontrakan bersama Esha dan Bu Dahlia untuk sementara waktu. Raffi ingin menjaga Esha dan calon bayinya sampai ia lahir ke dunia. Dalam hati dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan mereka lagi.


**********


Suara adzan Maghrib berkumandang. Raffi, Esha dan Bu Dahlia mengambil air wudhu dan bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib. Raffi yang menjadi imamnya. Esha sangat bersyukur kepada Allah karena telah mengabulkan doanya. Allah telah menurunkan hidayah kepada Raffi sehingga Raffi menjadi orang yang rajin beribadah.


Selesai sholat, Esha mencium tangan suaminya. Lalu ia berdoa kepada Tuhan,


"Ya Allah aku bersyukur pada-Mu karena Engkau telah mempersatukan aku dan kak Raffi kembali. Semoga kami dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawadah warohmah hingga ke jannah-Mu. Ya Allah... lembutkanlah hati kedua orang tua kak Raffi agar mereka mau menerimaku dan merestui pernikahan kami. Aamiin..."


Raffi pun berdoa kepada Tuhan,


"Ya Allah terima kasih Engkau telah mengabulkan doaku. Akhirnya aku dan Esha bisa bersatu kembali. Kami akan memulai kehidupan baru bersama calon bayi kami. Aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik bagi mereka. Aku mohon lindungilah rumah tangga kami Tuhan. Aamiin..."


Bu Dahlia juga berdoa,


"Ya Allah, aku bersyukur pada-Mu karena Engkau telah mempersatukan Esha dan Raffi. Lindungilah rumah tangga mereka. Jauhkanlah mereka dari orang orang jahat yang ingin memisahkan mereka. Dan berikanlah kebahagiaan dalam rumah tangga mereka. Aamiin..."


Selesai sholat, Raffi masuk ke kamar untuk istirahat. Sementara Esha dan Bu Dahlia ke dapur hendak menyiapkan makan malam.


"Ibu biar Esha saja yang masak. Esha ingin memasak untuk kak Raffi"


"Biar ibu saja sayang, nanti kamu capek"


"Nggak apa apa Bu. Esha ingin masak nasi goreng spesial buat kak Raffi"


"Baiklah sayang, terserah kamu saja. Kalau begitu ibu ke kamar dulu" sahut Bu Dahlia sambil menepiskan senyumnya.


Esha mulai memasak nasi goreng spesial pake telor mata sapi. Setelah matang, Esha memanggil Raffi dan ibunya untuk makan malam. Mereka bertiga pun makan bersama. Raffi makan dengan sangat lahap sampai tidak ada nasi yang tersisa di piringnya. Esha dan Bu Dahlia hanya memperhatikannya sambil tersenyum.


"Apa kak Raffi mau nambah lagi?" tanya Esha.


"Nggak usah sayang, aku sudah kenyang. Masakan kamu enak sekali. Sudah lama aku nggak makan masakan kamu"


Suara adzan isya berkumandang. Setelah makan malam, mereka pun sholat isya berjamaah. Setelah itu, mereka masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat.


Raffi membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kak Raffi, Esha mau mengaji sebentar" ucap Esha sembari mengambil kitab suci Al - Qur'an di atas meja.


"Baiklah sayang..."


Esha pun duduk di sebelah Raffi sambil bersandar lalu mulai mengaji. Setiap malam sebelum tidur Esha selalu meluangkan waktunya untuk mengaji sebentar agar bayinya terbiasa mendengar ayat suci Al - Qur'an sejak dalam kandungan. Raffi pun memiringkan tubuhnya menghadap Esha. Raffi sejenak memperhatikan Esha yang sedang mengaji.


Selesai mengaji, Esha meletakkan Al - Qur'an tersebut di atas meja di samping tempat tidur. Raffi pun mendekati Esha lalu mengelus perutnya. Bayi di dalam perut Esha pun bergerak merespon sentuhan tangan Raffi.

__ADS_1


"Sayang dia bergerak..." seru Raffi.


"Iya kak" sahut Esha.


Raffi dan Esha tersenyum bahagia karena dapat merasakan gerakan bayinya.


"Sayang ini papa... Kamu lagi ngapain di dalam perut mama?" ucap Raffi seraya mengelus perut Esha.


"Sayang apa kamu sudah tau jenis kelamin anak kita?" tanya Raffi.


"Laki laki"


"Benarkah? Alhamdulillah..."


Raffi senang sekali karena sebentar lagi dia akan punya bayi laki laki. Tapi tiba tiba Raffi teringat pada Rifat. Raut mukanya tiba tiba berubah. Esha heran melihat perubahan raut wajah Raffi.


"Kak Raffi kenapa?" tanya Esha.


"Tidak apa apa sayang, aku hanya teringat pada Rifat. Aku takut kalau bayi kita..."


"Stop kak jangan dilanjutkan, insya Allah bayi kita akan baik baik saja. Dia akan lahir dengan sehat dan selamat"


"Iya sayang. Besok aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk mengecek kandungan kamu"


"Baiklah"


"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?" tanya Raffi.


Esha menganggukkan kepalanya.


"Siapa namanya?"


"Zayn Bastian Anggara, bagaimana menurut kak Raffi?"


"Nama yang bagus. Aku suka"


Mereka berdua asyik berbincang bincang sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Esha pun sudah mulai menguap.


"Iya kak"


Esha pun membaringkan tubuhnya dengan posisi miring ke kiri menghadap Raffi. Esha memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Lalu tiba tiba...


Cup!


Satu ciuman mendarat di bibir Esha.


Spontan Esha membuka matanya saking terkejutnya. Jantung Esha berdebar tidak karuan seperti terkena aliran listrik. Raffi tersenyum puas karena berhasil menggoda Esha.


"Kenapa? Mau lagi?"


Raffi pun mendekatkan bibirnya ke bibir Esha lalu menciumnya sekali lagi. Esha tidak mampu menolaknya. Esha pun memejamkan matanya lalu membalas ciuman Raffi. Mereka pun saling berciuman. Mereka tidak mampu menahan gejolak dalam dada mereka. Malam itu menjadi malam yang indah setelah sekian lama jarak memisahkan mereka.


**********


Pagi pagi sekali setelah sarapan, Raffi pamit kepada Esha dan Bu Dahlia untuk pulang ke rumahnya. Raffi ingin menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk mengurus pendaftaran pernikahan ke KUA. Raffi pun menyerahkan semua urusannnya kepada orang kepercayaannya.


Setelah selesai, Raffi kembali ke kontrakan. Hari ini Raffi berencana membawa Esha ke rumah sakit untuk cek rutin kandungan. Selama ini Esha selalu pergi sendiri. Kadang Bu Dahlia menemaninya kalau Bu Dahlia sedang libur. Kini Raffi tidak akan membiarkan Esha pergi sendirian lagi.


"Ibu Alesha..." seru seorang perawat.


"Iya sus" sahut Esha.


Esha pun masuk ke ruang praktek dokter kandungan ditemani oleh Raffi. Dokter pun melakukan USG 4 dimensi pada kandungan Esha. Raffi dan Esha sangat terharu melihat gambar bayinya yang terlihat sangat jelas di layar komputer. Mereka bisa melihat bentuk mata, hidung, telinga, dan mulut bayinya dengan begitu jelas. Bayinya terlihat seperti sedang tersenyum. Mereka sangat bahagia melihatnya. Mereka juga bisa mendengar suara detak jantung bayinya.


"Kandungan ibu sehat. Detak jantungnya juga normal..." kata dokter.


"Alhamdulillah..." kata Esha dan Raffi.


"Apa jenis kelaminnya laki laki dok?" tanya Raffi ingin memastikan.


"Iya Pak"


"Alhamdulillah..." kata Raffi.

__ADS_1


Dokter pun kembali ke meja kerjanya untuk menuliskan resep. Raffi dan Esha mengikutinya lalu duduk berhadapan dengan dokter tersebut.


"Ini Pak, Bu, saya sudah tuliskan resepnya. Karena usia kandungan ibu sudah 37 minggu, sebaiknya ibu waspada terhadap tanda tanda persalinan. Usahakan setiap pagi jalan jalan agar kepala bayi cepat masuk ke panggul" kata dokter.


"Iya dok. Terima kasih"


Mereka pun keluar dari ruangan dokter.


"Sayang, setelah ini aku akan mengajakmu ke mall. Kita akan belanja perlengkapan bayi untuk calon bayi kita" tutur Raffi.


"Terserah kak Raffi saja"


Raffi pun mengemudikan mobilnya perlahan menuju Pondok Indah Mall. Raffi menggandeng tangan Esha dan membawanya memasuki baby shop. Mereka berbelanja berbagai perlengkapan bayi mulai dari pakaian bayi, popok bayi, perlengkapan mandi bayi, box bayi, stroller, mainan bayi dan masih banyak lagi. Raffi berusaha memenuhi semua yang Esha dan calon bayinya butuhkan.


Setelah memasukkan semua perlengkapan bayi yang mereka beli ke dalam mobil, Raffi pun mengajak Esha untuk makan di restoran.


"Sayang, sebelum pulang kita makan dulu. Kamu ingin makan apa?" tanya Raffi.


"Emm... terserah kak Raffi saja"


"Apa kamu nggak ngidam? Biasanya orang hamil kan ngidam, ingin makan sesuatu..."


"Emm... bagaimana kalau kita makan seafood saja?"


"Okey sayang, kita makan seafood"


Raffi pun menggandeng tangan Esha menuju restoran seafood yang ada di Pondok Indah mall. Rupanya Esha sangat menyukai seafood. Esha pun makan dengan lahap sampai nambah dua porsi. Mungkin karena dia sedang hamil jadi nafsu makannya bertambah. Berat badan Esha sudah naik 18 kilo semenjak ia hamil. Setelah selesai makan, mereka pun pulang ke kontrakan. Esha sangat bersyukur karena Raffi berusaha menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Notes :


Dear readers setia "Kesucian Alesha",


Mohon dukungannya, tunjukkan rasa cintamu kepada author dan novel ini dengan cara klik VOTE pada halaman depan novel. Vote bisa menggunakan poin ataupun koin. Vote menggunakan poin hanya bisa melalui aplikasi terbaru NovelToon. Jadi bagi yg ingin vote menggunakan poin, silahkan download aplikasi NovelToon di playstore dulu yaa...!!


Mohon tekan LIKE setelah membaca!!! Karena author ingin tau berapa banyak yang masih setia membaca novel ini.


Jangan lupa komentarnya juga ya!


Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2