
Pagi itu Bu Dahlia dan Bi Ijah memasak makanan kesukaan Raffi dan Esha. Semalam Esha menelpon dan memberitahukan bahwa besok siang mereka sekeluarga akan datang berkunjung ke villa. Bu Dahlia, Bi Ijah dan Pak Rahmat senang sekali. Sudah cukup lama mereka tidak berjumpa dengan Esha, Raffi dan juga Zayn.
Tepat pukul 12.00 siang, Esha, Raffi dan Zayn tiba di villa. Bu Dahlia, Bi Ijah dan Pak Rahmat menyambut kedatangan mereka dengan senang hati.
"Assalamu'alaikum," ucap Raffi dan Esha setelah mereka turun dari mobil.
"Wa'alaikumsalam," sahut Bu Dahlia, Bi Ijah dan Pak Rahmat.
"Ibu, Esha kangen banget sama Ibu." Esha mencium kedua pipi ibunya, kemudian mereka berdua pun saling berpelukan untuk beberapa saat.
"Ibu juga kangen sekali sama kamu, Nak." Bu Dahlia mengecup kening putrinya.
"Ibu apa kabar, Bu?" tanya Raffi kemudian mencium punggung tangan ibu mertuanya.
"Alhamdulillah Ibu baik-baik saja, Nak Raffi."
"Zayn, salim dulu sama Oma!" titah Raffi kepada putranya yang saat itu sedang digendongnya. Zayn pun menuruti perintah papanya, kemudian mencium punggung tangan oma Dahlia.
"Pinternya cucu Oma, udah makin besar dan makin ganteng ya kamu sekarang." Bu Dahlia mengecup kedua pipi Zayn kemudian menggendongnya.
"Bi Ijah, Pak Rahmat, apa kabar?" tanya Esha kemudian mencium punggung tangan mereka secara bergantian. Begitu juga dengan Raffi. Esha dan Raffi sudah menganggap Bi Ijah dan Pak Rahmat seperti orang tua sendiri.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja, Nak. Kami senang sekali Nak Raffi dan Nak Esha berkunjung kemari," kata Bi Ijah.
"Oh ya Bu Dahlia, Bi Ijah, Pak Rahmat, kami punya kejutan untuk kalian semua," ucap Raffi kemudian.
"Kejutan? Kejutan apa, Nak Raffi?" tanya Bu Dahlia dengan penasaran.
"Sebentar lagi kalian akan punya cucu lagi," sahut Raffi.
"Maksud kamu, Esha hamil lagi?" tanya Bu Dahlia.
"Iya Bu, Esha hamil lagi," Esha menimpali sambil tersenyum.
"Alhamdulillah ...." ucap Bu Dahlia, Bi Ijah dan Pak Rahmat.
"Esha, selamat ya Nak, semoga Allah selalu melindungimu dan juga calon bayimu." Bu Dahlia mengelus-elus perut putrinya yang masih rata.
"Aamiin, makasih ya Bu," sahut Esha.
__ADS_1
"Selamat ya, Nak Esha, Nak Raffi," ucap Bi Ijah dan Pak Rahmat.
"Makasih Pak, Bi."
Setelah itu, Bu Dahlia pun mengajak Raffi, Esha dan Zayn masuk ke dalam villa.
"Ibu dan Bi Ijah tadi sudah masak makanan kesukaan kalian. Ayo sekarang kita makan siang sama-sama! Kalian pasti sudah lapar kan?" ajak Bu Dahlia.
"Kebetulan Esha juga kangen banget sama masakan Ibu," ucap Esha kepada ibunya.
Mereka semua pun melangkah menuju meja makan. Esha dan Raffi terkejut begitu melihat meja makan yang penuh dengan makanan yang enak-enak.
"Masya Allah, Bu, banyak sekali makanannya," tutur Raffi.
"Iya Bu, kenapa masak sebanyak ini?" tanya Esha.
"Ini semua kan makanan kesukaan kalian. Ibu dan Bi Ijah sengaja masak spesial hari ini untuk menyambut kedatangan kalian. Ayo kita cicipi sama-sama!" ajak Bu Dahlia.
Mereka pun menempati kursi masing-masing. Sebelum mulai makan, Raffi menyuruh Zayn untuk membacakan doa sebelum makan. Zayn pun menuruti perintah papanya.
Walaupun baru berumur dua tahunan, Zayn sudah pandai melafalkan doa sebelum makan. Esha yang mengajarinya. Setelah berdoa, mereka pun makan siang bersama dengan hangat.
"Iya Ma."
"Kalian bisa aja. Masakan Esha juga nggak kalah enaknya kok," sahut Bu Dahlia.
"Pokoknya masakan kalian bertiga adalah favoritku," sahut Raffi sambil tersenyum.
"Oh ya Bu, restoran gimana? Lancar kan?" tanya Esha kemudian.
"Alhamdulillah, restoran selalu ramai, Nak. Biasanya Ibu selalu di sana untuk mengawasi para karyawan sekaligus bantu-bantu, tapi karena hari ini kalian datang, Ibu serahkan semua urusan di sana sama orang kepercayaan Ibu."
"Alhamdulillah kalau begitu, kami ikut senang kalau restoran ramai, Bu," Raffi menimpali.
"Oh ya Nak Raffi, apa tuan Salman dan nyonya Debby sudah tau soal kehamilan Nak Esha?" tanya Pak Rahmat.
"Sudah Pak, semalam saya sudah menelpon mereka. Mereka senang sekali karena sebentar lagi mereka akan punya cucu lagi," sahut Raffi.
"Lalu bagaimana kabar mereka, Nak Raffi?" tanya Bi Ijah.
__ADS_1
"Alhamdulillah, mama sama papa sehat-sehat saja, Bi. Insya Allah, mereka akan pulang ke Indonesia minggu depan."
***
Malam itu, Esha, Raffi dan Zayn menginap di villa untuk satu malam. Esha menina bobokan Zayn sambil mengusap-usap keningnya sampai anak itu terlelap. Sementara Raffi memeluk Esha dari belakang sambil menciumi leher istrinya.
"Apa Zayn udah tidur, Ma?" tanya Raffi setengah berbisik.
"Udah, Pa."
"Kalau gitu sekarang giliran Mama untuk melayani Papa."
Esha paham apa yang diinginkan oleh suaminya. Dia pun membalikkan badannya menghadap suaminya.
"Tapi pelan-pelan saja ya, Pa! Kasihan anak kita masih kecil. Aku takut dia kenapa-kenapa." Esha mengelus-elus perutnya.
Raffi mencubit hidung istrinya. "Tenang saja, Ma, Papa akan melakukannya dengan hati-hati."
Malam itu Esha memakai gaun malam yang cukup sexy untuk merangsang gairah suaminya. Tanpa basa-basi lagi, Raffi pun mulai mengubah posisinya sehingga dia berada di atas tubuh istrinya.
"Sayang, anak Papa," ucap Raffi sambil menciumi perut Esha yang masih rata. Esha hanya tersenyum geli melihat tingkah laku suaminya.
Setelah puas menciumi perut Esha, Raffi pun mulai mengecup bibir istrinya dengan lembut. Esha membalas ciuman suaminya. Bibir mereka pun saling bertautan untuk waktu yang cukup lama.
"I love you, Ma," ucap Raffi.
"I love you too, Pa," sahut Esha.
Kemudian mereka pun berciuman lagi. Tubuh mereka berdua pun bergetar hebat seperti tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Esha mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Sementara tangan kanan Raffi sudah bergerilya menyusup ke dalam gaun malam Esha dan meraba dua benda sintal milik istrinya.
Setelah puas berciuman, Raffi pun mendaratkan bibirnya ke leher jenjang istrinya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana. Esha menggigit bibirnya untuk menahan rasa perih akibat gigitan suaminya.
Tanpa basa-basi lagi, Raffi langsung melucuti pakaian istrinya satu per satu, lalu melepas pakaiannya sendiri dan mencampakkannya ke lantai.
Adegan mereka pun berlanjut. Raffi mencumbu sekujur tubuh istrinya sampai puas. Setelah itu mereka pun bertukar posisi, kini giliran Esha yang berada di atas tubuh Raffi dan mencumbu sekujur tubuh suaminya. Setelah puas melakukan foreplay, mereka pun langsung melakukan adegan inti dengan hati-hati.
Keringat pun bercucuran membasahi wajah dan tubuh mereka walaupun ruangan itu ber-AC. Di dalam kamar yang gelap dan sunyi, hanya terdengar suara desahan dan jeritan kecil dari mulut sepasang suami istri yang sedang memadu kasih. Dua tubuh pun menyatu atas nama cinta, seolah tak ingin dipisahkan lagi.
- - -
__ADS_1
Aku kasih extra part lagi ya buat pembaca kesayangan.. Jangan lupa tekan LIKE setelah membaca! 😘****