Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Maldives (Part 1)


__ADS_3

Amar mengemudikan mobil Esha perlahan meninggalkan Pantai Indrayanti. Selama perjalanan pulang, Amar dan Esha hanya diam saja. Mereka sibuk melayani pikiran masing-masing. Hanya terdengar suara radio yang mengiringi perjalanan mereka.


Setelah berdiam diri cukup lama, tiba-tiba Amar membuka suara. "Sha kalau begitu mobil ini mobil siapa?"


"Emh ... ini mobil pemberian suamiku," jawab Esha.


"Berarti suamimu itu orang kaya? Lalu apa pekerjaan suamimu?" tanya Amar lagi.


"Dia atasanku di kantor."


"Oohh ... lalu bagaimana rupa suamimu? Apa dia sangat tampan?"


"Emm ... sekilas dia mirip suami Aulia Safina."


"Aulia Safina artis yang kemarin menikah dengan pengusaha kaya itu?"


Esha menganggukkan kepalanya.


"Beruntung sekali suami kamu mendapatkan istri seperti dirimu Sha. Apa kamu bahagia menikah dengannya?"


Esha diam saja.


"Sha apa kamu bahagia menikah dengannya?" tanya Amar sekali lagi.


"E iya Mar ... aku sangat bahagia."


"Apa kamu mencintainya?"


"Aku ... aku sangat mencintainya. Sudahlah Mar, jangan bicarakan dia lagi!"


"Memangnya kenapa Sha?"


"Aku merasa bersalah padamu Mar, maafkan aku. Aku doakan semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku."


"Seandainya saja waktu bisa terulang kembali. Aku pasti melamarmu sebelum kamu pergi ke Jakarta waktu itu Sha."


"Amar sudahlah, nggak ada gunanya menyesal. Semua sudah terjadi."


"Iya Sha. Aku akan mendoakan kebahagiaanmu."


"Terima kasih Mar."


Amar maafkan aku, aku nggak bisa memberitahumu kalau suamiku adalah orang yang telah menikah dengan Aulia Safina.


***


Amar dan Esha sampai di rumah bertepatan saat Bu Dahlia pulang dari tempat catering. Mereka berdua turun dari mobil. Bu Dahlia menyambut mereka dengan senyuman.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Bu Dahlia," ucap Amar.


"Assalamu'alaikum Bu," ucap Esha sambil tersenyum ke arah ibunya.


"Wa'alaikumsalam, kalian habis dari mana?" tanya Bu Dahlia.


"Kami habis jalan-jalan ke Pantai Indrayanti Bu," jawab Amar.


"Oohh ... kenapa nggak bilang sama ibu sebelumnya. Biar ibu ambil cuti dan bisa ikut kalian jalan-jalan," tutur Bu Dahlia.


"Tadi Amar ngajaknya mendadak kok Bu. Jadi kami nggak ada rencana sebelumnya," sahut Esha.


"Oohh ... ya sudah. Ayo mampir dulu Nak Amar!" ajak Bu Dahlia.


"Nggak usah Bu, Amar langsung pulang saja, soalnya sudah sore. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam," jawab Esha dan Bu Dahlia. Amar pun beranjak meninggalkan rumah Esha. Sementara Esha dan Bu Dahlia masuk ke dalam rumah.


***


Maldives Island


Maldives, dalam bahasa Indonesia Maladewa, merupakan negara kepulauan yang sangat kecil di Samudera Hindia. Negara ini terletak di kawasan Asia Selatan. Beribu kota di Male. Di Maldives terkenal dengan aneka pulau yang indah dan mewah. Maldives menyediakan berbagai tempat wisata dan resort yang sangat cocok untuk kebutuhan honeymoon bersama pasangan.


Maldives terkenal berkat pantai dan laguna biru yang memanjakan sejauh mata memandang. Sehingga Maldives sering disebut sebagai surga dunia. Penduduk Maldives mayoritas beragama Islam, sehingga ada larangan memakai bikini bagi para wisatawan yang berkunjung.


Karena sampai pada malam hari, Aulia sedikit kecewa karena tidak bisa menikmati keindahan pulau dan birunya laut sambil ber-selfie ria.


"Kak Raffi, ini pertama kalinya kita ke Maldives. Sayangnya kita sampai sini udah malem, jadi kita nggak bisa lihat pemandangan laut yang indah," ucap Aulia. Raffi diam saja. Sepanjang perjalanan dia lebih banyak diam dan melamun.


Setelah menaiki pesawat air kurang lebih 20 menit, mereka akhirnya sampai di sebuah resort bernama Centara Ras Fushi Resort and Spa. Mereka pun melakukan check-in dan langsung menuju ke kamar.


"Akhirnyaaa ... sampai juga kita Kak. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan." Aulia meletakkan kopernya dan langsung ke luar lagi untuk menikmati keindahan laut di malam hari.


"Hmm ... andai saja ini siang hari, aku pasti udah selfie dan aku posting ke akun instagramku" gumam Aulia.


Sementara Raffi langsung membuka kopernya untuk mengambil pakaian ganti. Lalu dia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi, Raffi langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Perjalanan yang panjang membuat dirinya sangat kelelahan.


Setelah puas melihat laut, Aulia kembali masuk ke dalam kamar. "Kak Raffi sudah mandi? Kalau begitu Lia mandi dulu ya." Dia pun membuka kopernya untuk mengambil pakaian ganti lalu beranjak ke kamar mandi.


Begitu keluar dari kamar mandi, Aulia melihat Raffi sudah terlelap dalam tidurnya. Aulia sedikit kecewa. Dia pun mendekati Raffi dan berusaha membangunkannya. "Kak Raffi, bangun Kak!" seru Aulia sambil menggoncang-goncangkan tubuh Raffi.


"Aku capek Lia, jangan ganggu aku! Aku mau tidur," seru Raffi dengan mata terpejam. Aulia mengerucutkan bibirnya. Dia sangat kesal dengan sikap Raffi.


Jauh-jauh sampai sini dia malah tidur? Benar-benar menyebalkan!

__ADS_1


"Tapi aku juga sangat lelah. It's okey, kita bisa melakukannya besok," gumam Aulia. Dia pun merebahkan tubuhnya di samping Raffi.


Raffi memiringkan tubuhnya membelakangi Aulia. Aulia terlihat sangat kesal. Dia pun mencoba merangkul pinggang Raffi dari belakang, akan tetapi Raffi langsung menepis tangannya.


Aulia makin geram. Namun dia tidak menyerah begitu saja. Dia pun merangkul pinggang Raffi lagi. Raffi menepisnya lagi. Begitu seterusnya sampai mereka berdua terlelap dalam tidurnya.


***


Di tempat lain ....


Malam itu Bu Dahlia menghabiskan malamnya di kamar putri kesayangannya karena besok Esha akan kembali ke Jakarta.


"Sayang, kenapa kamu kembali ke Jakarta secepat ini? Kenapa kamu nggak ambil cuti lebih lama lagi? Ibu masih kangen sama kamu Sayang," kata bu Dahlia.


"Sebenarnya Esha juga masih kangen sama Ibu. Tapi kan Esha harus kerja Bu. Esha harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan Esha. Esha janji akan sering pulang nengokin Ibu."


"Bu, ini Esha ada sedikit uang untuk Ibu." ucap Esha sambil menyodorkan amplop coklat berisi uang.


"Ibu tidak bisa menerimanya Sayang. Ibu masih ada uang. Kamu simpan saja untuk keperluanmu!"


"Tapi Bu, Esha ingin memberikan Ibu uang dari hasil jerih payah Esha. Selama ini kan Esha belum pernah memberi Ibu uang."


"Nggak pa-pa Sayang, kamu tabung saja untuk masa depan kamu. Katanya kamu ingin melanjutkan kuliah. Seharusnya ibu lah yang membiayai kuliahmu. Maafkan ibu Sayang, ibu telah menyusahkanmu."


"Enggak Bu, Esha udah nggak kepikiran buat melanjutkan kuliah lagi. Yang penting Esha udah kerja. Esha hanya ingin membantu Ibu. Jadi tolong Ibu terima uang ini. Esha akan sangat senang kalau Ibu mau menerimanya."


Karena Esha terus memaksa, akhirnya Bu Dahlia pun menerima amplop itu. "Terima kasih Sayang, ibu bangga padamu. Semoga Allah selalu melindungimu, dan semoga kamu selalu bahagia."


"Aamiin ... semoga Ibu juga selalu sehat dan bahagia. Esha sayang Ibu." Esha pun memeluk ibunya dengan erat. Bu Dahlia membalas pelukan putrinya.


"Aamiin. Ibu juga sangat menyayangimu Nak."


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG ........................


Notes :


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!

__ADS_1


Terima kasih ... 😊


__ADS_2