
Pagi itu, Aulia begitu marah karena dari semalam Raffi pergi dan tidak pulang ke rumah. Tadi malam Aulia bertanya kepada semua asisten rumah tangganya tapi tidak ada yang tau Raffi pergi kemana. Aulia mencoba menghubungi Raffi tapi tidak dijawab dan sampai sekarang ponsel Raffi belum aktif juga. Setelah mandi dan sarapan, Aulia pun memutuskan untuk pergi ke kantor Raffi untuk mencarinya.
Esha telah sampai di kantor dan sudah duduk di meja kerjanya. Sementara Raffi sampai di kantor lima belas menit kemudian. Semua staff menyapa Raffi dan memberi ucapan selamat atas pernikahannya.
Semua staff heran kenapa boss-nya masuk kantor secepat ini karena seharusnya boss-nya itu masih berbulan madu bersama Aulia di Maldives. Namun tidak ada yang berani bertanya. Raffi mendekati meja kerja Esha untuk menanyakan schedul-nya hari ini. Setelah itu, dia pun masuk ke ruang kerjanya.
Beberapa menit kemudian, Aulia tiba di kantor Raffi. Dia berjalan memasuki lobby lalu mendekati meja resepsionis.
"Selamat pagi Bu Aulia," sapa semua resepsionis dengan kompak.
"Apa Kak Raffi hari ini masuk kantor?" tanya Aulia.
"Iya Bu Aulia, Bapak Raffi baru saja datang," jawab salah seorang resepsionis.
"Okey terima kasih," sahut Aulia lalu bergegas menuju lift.
Aulia masuk ke ruang kerja Raffi tanpa mengetuk pintu. Saat itu Raffi tengah duduk di kursi kerja menghadap laptopnya. Dia sangat terkejut melihat Aulia datang ke kantornya.
"Lia," seru Raffi.
"Kak Raffi pergi kemana aja semalam? Kenapa nggak pulang? Kenapa Kak Raffi nggak menjawab telpon Lia?" tanya Aulia dengan penuh amarah.
"Aku ada urusan penting, Lia," jawab Raffi lirih.
"Urusan apa? Apa Kak Raffi menemui perempuan itu?" Aulia mulai meninggikan suaranya.
Raffi diam membisu. Dia tidak mau menjawab pertanyaan Aulia.
"Sebenarnya siapa perempuan itu? Kalau Kak Raffi nggak mau bilang sama Lia, Lia akan cari tau sendiri," seru Aulia lalu beranjak keluar dari ruang kerja Raffi.
Aulia pun berjalan mendekati meja kerja Esha. Esha memandang Aulia dengan rasa takut.
"Alesha, nanti saat jam makan siang tolong temui aku di restoran dekat kantor. Aku ingin membicarakan sesuatu sama kamu," ucap Aulia kepada Esha.
"Baik Bu Aulia," sahut Esha sambil menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Aulia pun beranjak meninggalkan kantor Raffi.
Sebenarnya apa yang mau dibicarakan oleh Aulia? gumam Esha dalam hati. Tiba-tiba saja dia merasa takut dan gelisah.
__ADS_1
***
Siang itu Aulia sudah sampai di sebuah restoran paling dekat dengan kantor Raffi. Aulia duduk menunggu Esha. Tak lama kemudian Esha datang menghampiri meja Aulia.
"Assalamu'alaikum Bu Aulia" sapa Esha.
"Wa'alaikumsalam. Alesha, silakan duduk! Oh ya jangan panggil aku bu, panggil saja Aulia!"
"Baik Bu ... eh, Aulia." Esha pun duduk berhadapan dengan Aulia.
"Alesha, kamu ini kan sekretarisnya kak Raffi, pasti kamu tau kan jadwal harian kak Raffi? Setiap hari dia pergi kemana, bertemu dengan siapa saja?" tanya Aulia.
Deg!
Jantung Esha tiba-tiba berdebar kencang saat Aulia menanyakan pertanyaan itu. "Iya Aulia, tapi yang saya tau hanya sebatas urusan kerja saja," jawabnya dengan sedikit gugup.
"Alesha, sebelum aku dan kak Raffi menikah, kak Raffi pernah bilang kalau dia mencintai perempuan lain. Apa kamu tau siapa perempuan yang dicintai kak Raffi itu?" tanya Aulia.
"Maaf Aulia, saya tidak tau soal itu," jawab Esha sambil menundukkan wajahnya.
"Alesha, aku mencintai kak Raffi sejak kami masih kecil. Kami selalu main sama-sama, jalan-jalan ke mall sama-sama, pergi ke bioskop, nonton konser. Aku sangat bahagia bila ada di sampingnya. Namun sekarang saat kami sudah menikah, kak Raffi malah menjauhiku. Dia bilang dia mencintai perempuan lain. Hatiku sakit sekali Alesha," ucap Aulia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf Aulia, tapi saya tidak bisa," sahut Esha.
"Tolonglah Alesha, aku mohon! Aku tidak tau lagi harus minta tolong sama siapa," ucap Aulia dengan muka memelas.
Esha tidak punya pilihan lain selain menyanggupinya. Dalam hati dia merasa kasihan pada Aulia. "Baiklah," ucap Esha seraya menganggukkan kepalanya.
"Makasih Alesha. Alesha, maukah kamu menjadi temanku? Karena aku nggak punya teman perempuan semenjak pulang dari London."
"Iya Aulia," ucap Esha sambil menganggukkan kepalanya lagi.
"Makasih Alesha." Aulia tersenyum sambil menggenggam tangan Esha.
Sejak saat itu Esha dan Aulia menjadi teman baik. Mereka saling bertukar nomor ponsel. Aulia sering curhat kepada Esha soal hubungannya dengan Raffi melalui whatsapp. Aulia juga sering mengajak Esha untuk makan di luar, jalan-jalan ke mall, bahkan main ke rumahnya.
***
__ADS_1
Sore itu Aulia mengajak Esha main ke rumahnya yang terletak tidak jauh dari rumah Raffi. Aulia mengajak Esha masuk ke kamarnya. Mereka pun duduk berdampingan di tepi tempat tidur.
"Alesha, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu," ucap Aulia.
Aulia beranjak mengambil sebuah album foto dari almarinya lalu menunjukkannya kepada Esha. Aulia membuka album itu.
"Alesha, ini adalah foto-foto kak Raffi dan aku waktu kami masih kecil. Kami terlihat sangat bahagia kan?" tanya Aulia sambil menunjukkan foto-foto di album itu. Esha menganggukkan kepalanya. Dia melihat foto-foto itu satu per satu.
"Ini foto waktu kita masih sekolah. Ini foto kita waktu main sepeda di taman. Ini foto waktu aku merayakan ulang tahunku yang ke-17. Kak Raffi waktu itu memberikanku hadiah sebuah boneka teddy bear berwarna coklat yang saaangat besar," ucap Aulia. Lalu dia pun beranjak mengambil boneka itu yang ia letakkan di atas ranjang.
Aulia menunjukkan boneka itu kepada Esha. "Ini bonekanya. Aku sangat menyukainya. Aku memberinya nama Raffi, sama seperti kak Raffi. Setiap malam aku memeluknya kalau aku mau tidur."
Setelah itu, Aulia membuka sebuah almari yang berisi banyak sekali boneka dan mainan. "Alesha, semua ini adalah pemberian dari kak Raffi di setiap ulang tahunku. Aku menyimpan semuanya di sini," ucap Aulia.
Kemudian Aulia beranjak mengambil sebuah kotak kayu di almarinya itu dan menunjukkannya kepada Esha. Aulia membuka kotak itu. "Di dalam kotak ini tersimpan banyak kenanganku bersama kak Raffi. Ini adalah kartu-kartu ucapan selamat ulang tahun dari kak Raffi yang diberikannya padaku setiap kali aku berulang tahun. Dan ini adalah tiket film dan juga tiket konser yang pernah kami tonton. Banyak sekali kan? Dulu kami sering ke bioskop dan juga sering nonton konser live musik sama-sama," ucap Aulia sambil tersenyum membayangkan masa lalunya bersama Raffi.
"Namun sekarang ... ada perempuan lain yang mengisi hati kak Raffi." Raut muka Aulia tiba-tiba berubah sedih. "Rasanya sakit sekali Alesha. Aku hidup bersama kak Raffi tapi kak Raffi tidak sedikit pun mencintaiku."
Aulia tak kuasa menahan air matanya. Lalu dia pun memeluk Esha dan menangis di pelukannya. Esha perlahan mengusap punggung Aulia dan berusaha untuk menenangkannya.
Maafkan aku Aulia. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Kamu sudah menjadikan aku sebagai teman mu. Tapi kamu tidak tau bahwa aku adalah orang yang dicintai dan mencintai suamimu, ucap Esha dalam hati.
Tanpa disadari ada butiran kristal bening yang jatuh di kedua pipi Esha. Dengan cepat dia menyeka air matanya itu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .............................
Notes :
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya**** setelah membaca! Terima kasih .... 😊