Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Tumor Otak


__ADS_3

Di rumah sakit, Bu Debby merasa kesepian. Tidak ada seorang pun dari anggota keluarga yang menemaninya di saat dia sangat membutuhkan mereka. Air matanya pun menetes membasahi pipinya. Dia teringat pada suami, anak, menantu dan juga cucunya. Penyesalan mulai menyelimuti hatinya. Dia menyesal karena tidak menuruti kata-kata suaminya. Dia menyesal karena telah membiarkan Raffi pergi bersama menantu dan cucunya.


"Andai saja waktu bisa ku putar kembali, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Mungkin sekarang aku tidak akan sendirian seperti ini. Papa, Raffi, Alesha maafkan Mama..." gumamnya dalam hati.


Sakit kepala yang dialami Bu Debby berangsur membaik setelah dokter memberinya obat. Tapi tak lama kemudian, sakit kepalanya kambuh lagi. Dokter pun menyarankan agar Bu Debby dirawat di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan CT scan. Bu Debby pun menyetujuinya.


Setelah melakukan CT scan, Bu Debby diperbolehkan untuk pulang. Dan hasilnya akan keluar dalam 1-2 hari kemudian. Pak Imron dan Bi Nanik pun membawa Bu Debby pulang ke rumah.


*****


Pukul 03.00 pagi, Pak Salman tiba di rumah. Pak Salman langsung bergegas menuju kamarnya. Dia tidak sabar ingin melihat kondisi istrinya. Sampai di kamar, Pak Salman melihat Bu Debby masih tertidur dengan pulas. Pak Salman pun mendekatinya lalu perlahan mencium keningnya. Bu Debby pun membuka matanya. Begitu membuka mata, seluruh dunia terasa berputar. Sakit kepalanya kambuh lagi. Bu Debby spontan duduk sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Mama kenapa Ma?" tanya Pak Salman dengan panik.


"Papa... Semuanya berputar-putar Pa. Sakiiiittt...." teriak Bu Debby.


Bu Debby merasakan mual yang tak tertahankan, dia pun muntah di tempat tidur. Pak Salman makin panik. Dia segera mengambil obat yang ada di atas meja dan segelas air putih lalu meminumkannya kepada Bu Debby. Bu Debby pun merasa tenang setelah minum obat, sakit kepalanya berangsur hilang.


"Mama sudah baikan?"


Bu Debby pun langsung mendekap Pak Salman erat-erat dan menangis di pelukannya.


"Mama takut sekali Pa. Jangan tinggalkan Mama! Maafkan Mama Pa. Seharusnya Mama menuruti kata-kata Papa. Seharusnya Mama ikut Papa ke Amerika. Seharusnya Mama merestui Raffi dan Alesha. Mama menyesal Pa... hiks hiks..."


"Syukurlah kalau Mama sudah menyadari semua kesalahan Mama"


"Mama ingin ketemu sama Raffi Pa. Mama kangen sekali sama Raffi. Mama juga ingin minta maaf sama Raffi dan Alesha. Mama juga ingin menggendong cucu Mama... Tolong bawa mereka pulang Pa!"


"Baiklah. Nanti Papa akan cari mereka. Sekarang Mama istirahatlah!"


Kemudian Bu Debby membaringkan tubuhnya. Pak Salman pun berbaring di samping Bu Debby lalu memeluknya.


"Mama sebenarnya sakit apa Ma?"


"Kemarin Dokter bilang Mama terkena vertigo akut Pa. Lalu Dokter menyuruh Mama untuk melakukan CT scan. Kata Dokter hasilnya akan keluar dalam 1 sampai 2 hari"


"Kita berdoa saja Ma. Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja..."


"Mama takut sekali Pa. Jangan tinggalkan Mama lagi!"


"Papa nggak akan meninggalkan Mama. Sekarang tidurlah!"


Bu Debby pun memejamkan matanya. Pak Salman sebenarnya sangat mengkhawatirkan keadaan Bu Debby. Namun dia berusaha tetap tenang di hadapan istrinya itu.


*****


Keesokan harinya, Pak Salman menghubungi pihak rumah sakit untuk menanyakan hasil CT scan Bu Debby. Dan ternyata hasilnya sudah keluar. Pak Salman pun bergegas ke rumah sakit. Dia tidak sabar untuk mengetahui hasilnya.


"Dokter bagaimana hasilnya? Istri saya baik-baik saja kan Dok?" tanya Pak Salman dengan penasaran.


"Menurut hasil CT scan istri Bapak menderita tumor otak stadium awal"


"Apa?? Tumor otak??"


"Iya Pak"


Pak Salman sontak membulatkan kedua matanya. Dia sangat syok mendengar kata-kata Dokter. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar karena istrinya selama ini tidak pernah sakit.


"Bukankah kemarin Dokter bilang pada istri saya kalau istri saya terkena vertigo?"


"Iya Pak. Vertigo merupakan gejala awal penyakit tumor otak. Kami menyarankan agar istri Bapak segera dioperasi agar tumornya tidak semakin menyebar" imbuh Dokter.


"Lakukan apa saja untuk menyembuhkan istri saya Dok! Saya akan bayar berapapun biayanya!"


"Baik Pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin"


Kemudian Pak Salman pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan Pak Salman berfikir bagaimana dia harus memberi tahu Bu Debby tentang penyakit yang diderita istrinya itu. Bu Debby pasti sangat syok mendengarnya. Tapi mau tidak mau Pak Salman harus memberitahu istrinya.


*****


Sampai di rumah Pak Salman mengumpulkan segenap keberaniannya untuk memberitahukan kenyataan itu kepada istrinya.


"Pa bagaimama hasilnya? Apa kata Dokter Pa?" tanya Bu Debby dengan penasaran.


"Kata Dokter Mama menderita tumor otak stadium awal Ma"

__ADS_1


"Apa??"


"Nggak mungkin Pa. Mama nggak mungkin terkena tumor otak. Mama nggak mau sakit Pa..." seru Bu Debby seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pak Salman sudah menduga kalau istrinya pasti tidak bisa menerima kenyataan ini. Pak Salman pun memeluk Bu Debby untuk menenangkannya. Bu Debby pun menangis di pelukan suaminya.


"Mama harus kuat Ma. Mama pasti akan sembuh. Dokter menyarankan agar Mama segera dioperasi. Mama mau kan dioperasi?"


"Mama nggak mau dioperasi, Mama takut Pa"


"Mama nggak usah takut. Papa akan selalu mendampingi Mama. Mama mau sembuh kan? Kalau Mama mau sembuh Mama harus mau dioperasi"


Bu Debby diam sejenak untuk mencerna kata-kata Pak Salman.


"Baiklah Pa. Tapi sebelum dioperasi Mama mau bertemu sama Raffi, Alesha dan cucu kita Pa. Mama takut kalau Mama nggak bisa bertemu sama mereka lagi Pa"


"Jangan bicara seperti itu Ma. Papa yakin Mama pasti sembuh"


Kemudian Pak Salman menghubungi Aulia untuk menanyakan keberadaan Raffi.


Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)


Aulia : "Assalamu'alaikum Om"


Salman : "Wa'alaikumsalam. Aulia Om mau tanya sama kamu. Dimana Raffi? Kamu pasti tau kan Aulia?"


Aulia : "Emh... Lia tau Om. Tapi kak Raffi melarang Lia untuk memberi tahu keberadaannya sama Om Salman dan Tante Debby"


Salman : "Om mohon Aulia, tolong suruh Raffi pulang ke rumah. Mamanya sakit Aulia"


Aulia : "Tante Debby sakit apa Om?"


Salman : "Tante Debby menderita tumor otak stadium 1 Aulia dan dia harus segera dioperasi"


Aulia : "Innalillahi wainnailaihi roji'un"


Salman : "Sebelum dioperasi dia ingin bertemu sama Raffi, Alesha dan juga cucu kami Aulia"


Aulia : "Baiklah Om. Lia akan menghubungi kak Raffi dan menyuruhnya pulang"


Salman : "Terima kasih Aulia"


Salman : "Wa'alaikumsalam"


Aulia pun segera menghubungi Raffi.


Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)


Raffi : "Assalamu'alaikum Lia"


Aulia : "Wa'alaikumsalam Kak Raffi. Lia mau memberi tahu Kak Raffi berita yang sangat penting"


Raffi : "Berita apa Lia?"


Aulia : "Tante Debby sakit kak"


Raffi : "Mama sakit apa Lia?"


Aulia : "Tante Debby terkena tumor otak Kak. Dan dia harus segera dioperasi"


Raffi : "Apa?? Innalillahi wainnailaihi roji'un"


Aulia : "Om Salman baru saja menghubungi Lia kak. Dia menyuruhmu pulang. Tante Debby ingin bertemu sama Kak Raffi, Alesha dan Zayn sebelum dioperasi"


Raffi : "Baiklah Lia. Aku akan segera pulang. Terima kasih Lia"


Aulia : "Sama-sama Kak. Assalamu'alaikum"


Raffi : "Wa'alaikumsalam"


Kemudian Raffi pun memberi tahu Esha dan Bu Dahlia. Esha dan Bu Dahlia terkejut mendengar berita tersebut. Kemudian Raffi berpamitan kepada Bu Dahlia untuk membawa Esha dan Zayn pulang ke rumah menemui kedua orang tuanya.


*****


Raffi, Esha dan Zayn tiba di rumah. Mereka pun turun dari mobil. Mendengar suara mesin mobil, Pak Salman dan Bu Debby segera keluar menemui mereka.

__ADS_1


"Raffi..." seru Bu Debby.


"Assalamu'alaikum Pa, Ma" sapa Raffi dan Esha seraya mencium tangan Pak Salman dan Bu Debby.


"Wa'alaikumsalam" sahut Pak Salman dan Bu Debby.


Akhirnya setelah sekian lama Bu Debby dan Pak Salman bertemu kembali dengan Raffi, Esha dan cucu mereka.


"Raffi... Mama kangen sekali sama kamu sayang..." seru Bu Debby kemudian memeluk Raffi dengan erat.


"Raffi juga kangen sama Mama" Raffi pun membalas pelukan Bu Debby. Rasanya sudah lama sekali Raffi tidak merasakan pelukan ibunya.


"Raffi, maafkan Mama sayang. Mama sudah banyak melakukan kesalahan sama kamu. Kamu pasti sangat membenci Mama kan? Mama bukan ibu yang baik. Maafkan Mama..." ucap Bu Debby dengan menitikkan air matanya.


"Enggak Ma. Raffi nggak pernah membenci Mama. Raffi juga sudah memaafkan Mama"


"Terima kasih sayang"


Begitu melihat Zayn, Pak Salman pun langsung ingin menggendong cucunya. Esha pun membiarkan Pak Salman menggendong Zayn.


"Cucu Opa.. sudah besar kamu Nak" seru Pak Salman kemudian mencium kedua pipi Zayn.


Bu Debby kemudian menghampiri Esha dan berdiri di hadapannya.


"Alesha... maafkan Mama sayang"


Esha terkejut saat Bu Debby mengucap kata maaf padanya dan memanggilnya dengan sebutan sayang. Esha seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ada butiran air bening yang jatuh membasahi pipi Esha. Esha sangat terharu. Akhirnya setelah sekian lama, Esha mendengar kata-kata itu keluar dari mulut ibu mertuanya. Esha pun memeluk Bu Debby dengan erat. Bu Debby pun membalas pelukan Esha.


"Esha yang seharusnya minta maaf sama Mama. Selama ini Esha sudah memisahkan Mama dari kak Raffi. Maafkan Esha Ma..."


"Tidak sayang. Mama yang salah. Seharusnya Mama merestui kalian sejak awal. Mama yang buta karena Mama tidak bisa melihat cinta kalian yang begitu besar. Mama baru sadar bagaimana rasanya terpisah dari orang yang kita sayangi. Pasti dulu kamu sangat menderita saat terpisah dari Raffi. Maafkan Mama sayang..."


"Esha sudah memaafkan Mama sejak dulu"


"Terima kasih sayang"


Kemudian Bu Debby gantian menggendong Zayn. Dia pun mencium kedua pipi cucunya berkali-kali.


"Cucu Oma... sudah besar kamu sayang. Maafkan Oma karena Oma baru bisa menggendongmu. Kamu mirip sekali sama papa kamu waktu masih kecil"


Raffi sangat bersyukur kepada Allah karena Allah telah membuka hati kedua orang tuanya untuk menerima Esha dan Zayn sebagai menantu dan cucu mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!


Terima kasih 😊


__ADS_2