
Satu bulan kemudian...
Besok adalah hari ulang tahun Aulia yang ke 25. Malam ini Aulia tidak bisa tidur. Aulia berbaring di tempat tidurnya sambil menatap langit langit kamarnya. Aulia teringat pada Amar. Itulah kebiasaannya setiap malam, sebelum tidur ia selalu teringat pada Amar. Selama satu bulan ini Aulia dan Amar tidak pernah bertemu karena Aulia sibuk dengan aktivitas syutingnya. Dari pagi sampai malam Aulia menghabiskan waktunya di lokasi syuting.
Mereka hanya berhubungan melalui pesan whatsapp, tapi itu pun jarang. Mereka hanya chatting seperlunya saja untuk sekedar menanyakan kabar atau menanyakan biodata masing masing, seperti tanggal lahir, hobi, atau saling bertukar foto.
Perlahan Aulia meraih ponselnya di atas meja. Ia pun membuka galeri fotonya. Di galeri tersebut tersimpan satu foto Amar. Amar terlihat sangat tampan memakai jas dan dasi. Rambutnya yang hitam terlihat basah dan tersisir rapi karena memakai pomade. Aulia memandang foto itu sambil senyum senyum sendiri.
"Amar apa kamu tau betapa rindunya aku sama kamu? Apa kamu juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan?" gumam Aulia.
Aulia melirik jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam.
Cling!
Tiba tiba ponsel Aulia berbunyi. Aulia tersenyum senang saat mendapat satu pesan whatsapp. Ternyata pesan itu dari Evan. Aulia merasa kecewa, dia mengira kalau Amar yang telah mengirim pesan. Aulia pun membaca pesan itu kemudian membalasnya.
{ Happy birthday Lia... }
{ Thanks Van... }
{ Lia kamu belum tidur? }
{ Sebentar lagi aku tidur Van... }
{ Ya sudah, good night Lia. Sampai jumpa besok... }
Kriiingg... kriiiinggg....
Tiba tiba Bu Kania menelpon. Aulia segera menjawabnya.
Aulia : "Assalamu'alaikum Ma.."
Kania : "Wa'alaikumsalam. Happy birthday sayang... muuach..."
Aulia : "Thank you Ma"
Kania : "Sayang, kamu mau hadiah apa dari mama sama papa?"
Aulia : "Lia nggak mau apa apa Ma. Lia cuma mau mama sama papa pulang ke Jakarta. Lia kangen banget sama mama sama papa..."
Kania : "Tapi papa kamu sibuk sayang. Maaf kami belum bisa pulang sekarang"
Aulia : "Ya udah Ma. Lia ngantuk, Lia mau tidur dulu. Assalamu'alaikum"
Kania : "Wa'alaikumsalam"
Aulia segera menutup telponnya. Aulia merasa kesal sama orang tuanya yang lebih mementingkan pekerjaan mereka daripada putrinya sendiri. Aulia pun memejamkan matanya hingga ia terlelap.
*****
Keesokan paginya, Aulia bersiap siap untuk berangkat ke lokasi syuting. Aulia melangkah keluar rumah menuju mobilnya. Pak Imam sudah menunggunya di dalam mobil.
Cling!
Tiba tiba ponselnya berbunyi. Aulia menghentikan langkahnya lalu mengambil ponselnya di dalam tas. Ternyata Aulia mendapat satu pesan whatsapp dari Amar. Ia pun segera membacanya.
{ Selamat ulang tahun Aulia... }
{ Makasih Amar... }
Aulia melebarkan senyumnya setelah membaca pesan dari Amar.
"Akhirnya... ternyata dia ingat ulang tahunku" gumam Aulia dalam hati.
Aulia jadi bersemangat untuk memulai aktivitasnya. Aulia pun masuk ke dalam mobil. Mobil itu pun bergerak perlahan menuju lokasi syuting.
*****
__ADS_1
Di lokasi syuting banyak sekali fans Aulia yang berdatangan memberikan surprise untuknya. Mereka datang membawakan kue ulang tahun, buket bunga, hadiah dan juga aneka makanan untuk idola mereka. Aulia sangat terharu. Aulia menyambut mereka dengan senang hati. Mereka pun mengajak Aulia untuk selfie bareng. Kemudian Aulia mengunggah fotonya di akun instagram pribadinya. Dalam sekejap foto unggahannya banjir komentar dari para netizen yang memberi ucapan selamat ulang tahun padanya.
Tanpa Aulia ketahui, malam ini Evan dan para crew juga menyiapkan surprise untuk Aulia. Evan menyiapkan hadiah yang sangat spesial untuk Aulia. Evan berencana akan melamar Aulia malam ini di hadapan semua pemain dan crew.
Kebetulan hari ini adalah hari terakhir mereka syuting. Semua pemain dan crew berniat untuk mengadakan syukuran setelah syutingnya selesai. Mereka sudah mendekorasi ruangan dan juga memesan makanan dari tempat catering.
Syuting pun selesai pukul 7 malam. Aulia pun masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Setelah ganti pakaian, Aulia pun keluar. Begitu keluar Aulia terkejut karena seluruh ruangan mendadak menjadi gelap dan sepi.
"Kenapa lampunya mati? Dimana semua orang?" batin Aulia.
Lalu tiba tiba lampu menyala...
"Surpriiiiiise....." teriak semua pemain dan crew.
Evan menghampiri Aulia sambil membawakan kue ulang tahun. Semua pemain dan crew pun menyanyikan lagu 'Happy Birthday' untuk Aulia.
"Happy birthday to you...
Hppy birthday to you...
Happy birthday... Aulia...
Happy birthday to you....."
Aulia merasa terharu dan senang sekali mendapatkan surprise dari semua pemain dan crew.
"Happy birthday Lia... sekarang tiup lilinnya!" seru Evan.
"Thanks Van"
Aulia pun make a wish lalu meniup lilinnya. Semua orang bertepuk tangan dengan meriah.
Tiba tiba Bu Kania dan Pak Mirza muncul di ambang pintu. Bu Kania dan Pak Mirza tersenyum setelah melihat Aulia. Aulia sangat terkejut melihat kedua orang tuanya datang ke lokasi syuting.
"Mama, Papa..!!!" teriak Aulia.
Aulia pun berlari menghampiri mereka lalu memeluk mereka secara bergantian.
"Thanks Pa. Lia kangen sekali sama papa"
"Papa juga kangen sekali sama kamu sayang"
"Kenapa kalian bisa ada di sini? Kata mama, papa sibuk dan nggak bisa pulang?"
"Mama sengaja bilang begitu untuk ngasih kamu surprise sayang. Tadi kami dari bandara langsung ke sini diantar sama Pak Imam" sahut Bu Kania.
"Lia pikir kalian lebih mementingkan pekerjaan daripada Lia. Maafin Lia Pa, Ma"
"It's okey sayang. Bagi kami, kamu adalah yang paling penting karena kamu satu satunya putri kesayangan kami" imbuh Bu Kania.
"Makasih Ma, Pa"
Evan yang sejak tadi diam memperhatikan mereka, akhirnya berjalan menghampiri mereka.
"Selamat malam om, tante... perkenalkan nama saya Evan Adijaya. Saya adalah produsernya Aulia"
"Selamat malam" sahut Bu Kania dan Pak Mirza. Mereka pun saling berjabat tangan.
"Kebetulan om sama tante ada di sini. Saya ingin mengatakan sesuatu pada Aulia di hadapan om sama tante"
"Apa maksud kamu Van?" tanya Aulia dengan penasaran.
Evan pun meraih tangan kanan Aulia lalu menariknya ke tengah ruangan. Bu Kania dan Pak Mirza mengikuti mereka. Semua mata tertuju pada Aulia dan Evan. Evan pun mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya lalu membukanya di hadapan Aulia. Aulia terkejut melihat sebentuk cincin berlian di dalam kotak itu. Semua orang pun terkejut melihatnya, termasuk Bu Kania dan Pak Mirza.
Evan pun menekuk lututnya di hadapan Aulia lalu berkata,
"Aulia Safina, will you marry me?"
__ADS_1
Sontak Aulia membulatkan kedua matanya. Bu Kania dan Pak Mirza pun terkejut mendengar ucapan Evan yang tiba tiba melamar Aulia di hadapan semua orang. Ada seorang crew yang merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya.
Aulia bingung harus menjawab apa. Semua orang tidak tau kalau Aulia sedang menjalani ta'aruf dengan Amar. Aulia juga belum memberi tahu orang tuanya soal Amar. Evan masih terdiam menunggu jawaban dari Aulia. Akhirnya mau tidak mau Aulia harus memberikan jawaban.
"Maaf Van, tapi aku nggak bisa" jawab Aulia.
Evan terkejut mendengar jawaban Aulia. Ternyata Aulia menolak lamarannya mentah mentah. Ada kekecewaan yang mendalam di raut wajah Evan.
"Kenapa Lia? Beri tau aku apa alasannya!"
"Aku mencintai orang lain Van, maaf"
"Siapa dia? Apa kamu masih belum bisa melupakan mantan suami kamu?"
"Bukan dia Van. Tapi aku mencintai orang lain"
"Siapa laki laki itu Lia?"
"Maaf Van, tapi untuk saat ini aku belum bisa memberi tahumu. Aku permisi Van, assalamu'alaikum..."
"Ma, Pa, ayo kita pulang!"
Aulia pun beranjak meninggalkan tempat itu. Bu Kania dan Pak Mirza mengikuti Aulia dari belakang. Evan pun berdiri sambil memandang kepergian mereka dengan perasaan kecewa. Hati Evan begitu hancur. Evan patah hati lagi untuk kedua kalinya. Semua pemain dan crew merasa iba melihat Evan yang ditolak mentah mentah oleh Aulia. Padahal sebelumnya mereka mengira kalau Aulia bakal menerima lamaran Evan. Mereka semua pun ikut kecewa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Notes :
Yang ngaku cinta sama Author dan novel "Kesucian Alesha", buruan tunjukkan rasa cintamu pada author dan novel favorit kamu ini dengan cara klik TIP/VOTE pada halaman depan novel.
Bagi yang menggunakan aplikasi MangaToon klik TIP koin seikhlasnya.
Bagi yang menggunakan aplikasi NovelToon klik VOTE poin sebanyak banyaknya...!!!
Author sangat berterima kasih pada readers yang sudah memberikan vote.
Bagi yang belum, ayo vote sekarang juga..!!!
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...
Terima kasih 😊