
Sudah satu minggu Raffi, Esha, Zayn dan Bu Dahlia menempati villa. Raffi lama-lama bosan karena ia setiap hari hanya menghabiskan waktunya di villa tanpa melakukan pekerjaan apapun. Raffi sudah berusaha mencari pekerjaan dengan menghubungi rekan bisnisnya namun tidak membuahkan hasil. Entah kenapa tidak ada satupun rekan bisnisnya yang mau memberikannya pekerjaan.
Malam itu, Raffi berbincang-bincang dengan Esha di kamar. Baby Zayn sudah tidur dengan pulas di box bayinya. Esha sedang duduk dan membersihkan wajahnya di depan cermin. Raffi berjalan mendekati Esha lalu mengalungkan tangannya di leher Esha. Raffi pun mengecup kepala Esha dengan lembut.
"Cantik sekali istri Papa..." seru Raffi sambil menatap wajah Esha dari pantulan cermin.
Esha hanya tersenyum mendengar pujian suaminya. Tiap hari Raffi selalu memujinya. Tapi Esha tidak pernah bosan mendengarnya.
"Sayang, besok aku akan mencoba mencari pekerjaan. Aku bosan lama-lama di villa tanpa bekerja"
"Apa kamu bosan karena sepanjang hari melihatku?"
"Bukan begitu sayang... aku malah senang kalau aku berada di sampingmu sepanjang waktu. Aku nggak akan pernah bosan melihat wajah istriku yang sangat cantik ini..."
"Gombal"
Esha pun berdiri lalu berjalan menuju tempat tidur. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Raffi pun mengikutinya lalu merebahkan tubuhnya di samping Esha. Raffi melingkarkan tangan kanannya di pinggang Esha lalu meletakkan kepalanya di dada Esha.
"Aku akan mendoakanmu supaya kamu segera mendapatkan pekerjaan sayang" ucap Esha seraya mengelus rambut Raffi dengan lembut.
"Aamiin. Makasih sayang"
"Sayang, apa boleh Esha buka olshop lagi? Esha juga ingin membantumu mencari uang"
"Nooo. Kamu nggak boleh bekerja sayang. Tugas kamu hanya di rumah menjaga Zayn. Biar aku saja yang bekerja. Aku kan kepala rumah tangga"
"Tapi aku ingin membantumu..."
"Kamu bantu doa saja sayang! Itu sudah lebih dari cukup"
"Aku akan selalu mendoakanmu. Maafkan aku sayang, gara-gara aku hidupmu jadi susah. Seharusnya kamu menuruti ibumu untuk meninggalkanku..."
"Apa yang kamu katakan sayang? Justru aku bahagia karena aku bisa bersamamu dan juga Zayn. Kalianlah sumber kebahagiaanku. Aku nggak akan pernah meninggalkan kalian. Aku bisa mati tanpa kalian"
"Ssstt... jangan pernah bicarakan kematian. Karena aku juga nggak bisa hidup tanpa kalian"
"Baiklah sayang. Pokoknya apapun yang terjadi kita akan selalu bersama-sama"
Raffi pun mengubah posisinya dengan menindih Esha.
"Sayang, sebelum tidur aku ingin berolah raga sebentar..." ucap Raffi.
"Baiklah. Tapi sekali saja ya?" sahut Esha.
Raffi pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Raffi mendekatkan bibirnya ke bibir Esha. Tapi tiba-tiba...
"Oeeekkkk.... Oeeeekkkkk....."
Baby Zayn terbangun dari tidurnya lalu menangis dengan kencang karena kehausan.
"Haduuuuhh... kenapa kamu selalu saja bangun di saat yang tidak tepat Zayn?" gerutu Raffi.
Esha hanya terkekeh mendengar ucapan Raffi. Ia pun segera bangun kemudian menyusui baby Zayn.
*****
Keesokan paginya, Raffi bersiap untuk mencari pekerjaan. Raffi sudah berpakaian rapi dan membawa tas kerjanya. Raffi juga sudah memesan ojek online. Esha mengantar Raffi sampai di depan villa sambil menggendong baby Zayn.
"Sayang, Papa berangkat dulu ya..." ucap Raffi seraya mengecup kening Esha kemudian mencium kedua pipi baby Zayn.
"Hati-hati Papa... semoga Papa berhasil" sahut Esha dengan mengubah suaranya menyerupai anak kecil.
"Makasih sayang. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam"
Raffi pun naik ojek lalu tancap gas meninggalkan villa.
"Ya Allah bantulah suamiku agar dia segera mendapatkan pekerjaan yang bagus serta lindungilah dia dimanapun dia berada. Aamiin..." doa Esha dalam hati.
*****
Raffi semalam sudah browsing untuk mencari lowongan pekerjaan di beberapa perusahaan. Raffi pun berkeliling dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Namun tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerimanya. Raffi hampir putus asa.
"Ya Allah, ternyata susah sekali mencari pekerjaan. Aku baru tau rasanya jadi orang susah. Ampuni aku ya Allah, karena selama ini aku tidak pernah bersyukur pada-Mu atas segala kemewahan yang Engkau berikan padaku sejak lahir..."
Kemudian Raffi melihat ada penjual koran di tepi jalan. Ia pun menghentikan langkahnya.
"Apa sebaiknya aku mencari lowongan pekerjaan di koran saja? Siapa tau ada yang sesuai" pikir Raffi.
Raffi pun berjalan menghampiri tukang koran lalu membeli tiga buah koran yang berbeda. Setelah itu dia pun pulang ke villa dengan menaiki ojek online.
Lewat tengah hari, Raffi tiba di villa. Raffi pun turun dari ojek lalu melangkah memasuki villa.
"Assalamu'alaikum" ucap Raffi.
Raffi meletakkan tas kerjanya dan koran yang ia beli tadi di atas meja. Kemudian Raffi duduk sejenak lalu bersandar di sofa untuk melepas lelah.
"Wa'alaikumsalam" sahut Esha yang muncul dari dalam.
"Kak Raffi sudah pulang? Bagaimana, apa kak Raffi sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya Esha.
Raffi perlahan menggelengkan kepalanya. Mukanya terlihat kusut karena kelelahan setelah seharian berkeliling mencari pekerjaan. Esha merasa kasihan melihat suaminya. Esha pun duduk di samping Raffi lalu menggenggam tangannya.
"Sabar ya sayang..."
"Iya sayang. Ternyata mencari pekerjaan itu nggak semudah yang aku bayangkan. Oh ya sayang, dimana Zayn?" tanya Raffi.
"Zayn baru saja tidur"
"Sayang, aku tadi membeli beberapa koran. Aku mau coba cari lowongan pekerjaan di koran. Siapa tau ada yang cocok"
"Nanti saja, kak Raffi pasti lapar kan? Biar Esha siapkan makan siang untuk kak Raffi"
"Baiklah sayang"
*****
Setelah makan siang, Raffi menuju ruang tamu dan mengambil koran yang ia beli tadi. Raffi membawa koran tersebut ke ruang kerjanya. Raffi pun duduk di kursi kerjanya lalu memakai kaca mata. Raffi membuka lembar demi lembar koran tersebut.
Raffi terkejut saat melihat ada berita penggrebekan Starlight Club. Raffi membaca berita itu dengan seksama. Ternyata Jordan, pemilik klub sekaligus teman baik Raffi telah ditangkap polisi beserta beberapa wanita penghibur yang salah satunya bernama Rosi Andriana dan seorang mucikari bernama Erna Sari.
Esha memasuki ruang kerja Raffi sambil membawakan secangkir kopi hitam kesukaan Raffi.
"Sayang, aku buatkan kopi hitam kesukaan kamu" tutur Esha seraya meletakkan kopi itu di atas meja kerja Raffi.
Raffi hanya diam tanpa menggubris perkataan Esha. Ia masih serius membaca koran.
"Kak Raffi lagi baca apa sih? Kenapa serius sekali sampai aku ajak bicara saja nggak menyahut" gerutu Esha.
"Maaf sayang, ini di koran ada berita penggrebekan Starlight Club"
"Starlight Club?"
Ingatan Esha berputar pada peristiwa malam bersejarah itu. Malam pertama ia menginjakkan kaki di Jakarta bersama Rosi dan tante Erna. Ya, Rosi dan tante Erna, dua perempuan yang sudah tega menjualnya di klub malam itu sehingga dia kehilangan kesuciannya. Tanpa disadari, Esha pun menitikkan air matanya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Raffi dengan heran saat melihat Esha menangis.
__ADS_1
Raffi pun melepas kaca matanya lalu berdiri mendekati Esha. Raffi perlahan menyeka air mata Esha dengan kedua ibu jarinya.
"Apa kamu teringat peristiwa malam itu?"
Esha menganggukkan kepalanya. Raffi pun menarik Esha ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku sayang. Malam itu aku telah...." Raffi tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
"Tidak apa apa kak. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Aku teringat pada Rosi dan tante Erna yang sudah tega menjebakku dan menjualku di klub malam itu"
"Sekarang mereka semua sudah ditangkap polisi sayang. Allah sudah meghukum mereka atas perbuatan yang sudah mereka lakukan selama ini"
"Aku tidak tau apa aku harus marah pada Rosi dan tante Erna karena mereka sudah menjualku atau aku harus berterima kasih pada mereka karena merekalah yang telah mempertemukan kita kak..."
"Semua ini sudah kehendak Allah sayang. Kita dipertemukan dengan cara seperti itu. Tapi aku bersyukur pada Allah karena malam itu aku dipertemukan denganmu. Karena kaulah yang mampu mengubahku sayang..."
--------------------------------
Percayalah, pasti ada hikmah di setiap musibah yang kita alami...
Dan yakinlah, bahwa Allah akan menghukum orang yang sudah mendzolimi kita dengan cara-Nya sendiri... kita tidak perlu bersusah payah untuk menghukumnya....
Alesha_
---------------------------------
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.............
Notes :
Dear readers setiaku,
jangan lupa dukung Author dan novel favorit kamu ini dengan cara VOTE POIN sebanyak-banyaknya...!!!
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
Terima kasih 😊