
Dua minggu kemudian....
Raffi dan Esha bersiap untuk berangkat ke KUA. Pagi ini mereka akan melangsungkan akad nikah di KUA Kebayoran Lama. Esha hanya memakai gamis dan hijab serba putih. Perutnya terlihat semakin membuncit karena usia kandungannya sudah menginjak 39 minggu. Dia sama sekali tidak memakai riasan pengantin. Dia hanya memakai bedak tipis dan juga lipstik. Tapi wajahnya malah terlihat cantik natural. Raffi terlihat tampan memakai kemeja putih, jas hitam dan juga kopiah. Rambutnya baru dicukur dan terlihat rapi.
Amar pun sudah siap. Dia akan menjadi saksi pernikahan Raffi dan Esha. Amar sudah berusaha semaksimal mungkin untuk move on dari Esha dan merelakan kebahagiaan Esha bersama dengan Raffi. Bu Dahlia juga sudah siap. Kini mereka tinggal menunggu Aulia.
(Flashback on)
Dua hari yang lalu, Raffi menghubungi Aulia untuk memberi tahu kalau dia akan menikah lagi dengan Esha di KUA.
Aulia : "Assalamu'alaikum kak Raffi..."
Raffi : "Wa'alaikumsalam Lia. Bagaimana kabarmu?"
Aulia : "I'm fine. And you?"
Raffi : "Aku juga baik Lia. Oh ya Lia, aku ingin memberi tahumu sesuatu"
Aulia : "Ada apa kak?"
Raffi : "Lusa aku akan menikah dengan Esha di KUA"
Aulia : "What? Seriously?"
Raffi : "Iya Lia. Ternyata selama ini Esha sedang mengandung anakku. Dan sebentar lagi dia akan melahirkan. Aku bersyukur karena Allah sudah memberikan jalan pada kami agar kami bisa bersatu kembali Lia"
Aulia : "Alhamdulillah... I'm so happy for you. Aku akan pulang untuk menghadiri pernikahan kalian. Aku ingin menjadi saksi pernikahan kalian kak. Aku ingin menebus semua kesalahanku pada kalian"
Raffi : "Tapi jangan kasih tau mama sama papa soal ini Lia, aku mohon. Aku nggak mau mereka menghalangi pernikahan kami"
Aulia : "Iya kak. Lia ngerti"
Raffi : "Nanti aku kirimkan alamatnya. Ya sudah Lia, aku tutup dulu telponnya. Assalamu'alaikum"
Aulia : "Okey kak. Wa'alaikumsalam"
Aulia pun meminta izin kepada orang tuanya untuk pulang ke Jakarta dengan alasan ingin melanjutkan syuting film.
(Flashback off)
Beberapa menit kemudian, yang ditunggu pun datang. Aulia turun dari mobilnya. Dia terlihat sangat cantik memakai hijab. Raffi, Esha, Bu Dahlia dan juga Amar terkejut dengan perubahan Aulia.
"Assalamu'alaikum" sapa Aulia seraya menepiskan senyumnya.
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka.
"Ibu, apa kabar bu?" tanya Aulia seraya mencium tangan Bu Dahlia.
"Alhamdulillah baik nak Aulia" sahut Bu Dahlia.
"Aleshaaa.... I miss you so much" seru Aulia seraya memeluk Esha.
"Subhanallah... Aulia kamu cantik sekali memakai hijab" seru Esha.
"Thank you. Alesha kenapa kamu nggak bilang sama kak Raffi kalau kamu sedang hamil?"
"Emh.. aku nggak ingin merusak kebahagiaanmu dan kak Raffi, Aulia"
"Kamu salah Alesha. Aku dan kak Raffi nggak pernah bahagia. Kak Raffi hanya mencintai kamu. Aku selalu berdoa agar suatu saat kalian bisa bersatu kembali. Alhamdulillah... sekarang doaku sudah terkabul"
"Aulia kamu perempuam yang baik, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu..."
"Thank you, Alesha"
__ADS_1
"Kak Raffi.. ini siapa?" tanya Aulia saat melihat ada seorang laki laki di sebelah Raffi.
"Oh ya Lia, kenalkan ini Amar, teman Esha sejak kecil. Amar ini Aulia..." Raffi pun memperkenalkan mereka.
"Saya Aulia, nice to meet you" kata Aulia sambil menghulurkan tangannya kepada Amar.
"Saya Amar, senang bertemu denganmu" jawab Amar seraya menjabat tangan Aulia.
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang! Ibu dan Amar ikut Lia ya!" seru Raffi.
Raffi dan Esha pun masuk ke dalam mobil sport Raffi. Sementara Bu Dahlia dan Amar ikut ke mobil Aulia.
"Aulia, biar aku saja yang nyetir" kata Amar.
"Okey" sahut Aulia lalu memberikan kunci mobilnya kepada Amar.
20 menit kemudian, mereka pun sampai di KUA. Mereka turun dari mobil dan memasuki KUA. Pak penghulu sudah menunggu di dalam. Mereka pun saling memberi salam kemudian menempatkan diri. Karena ayah Esha sudah meninggal dan Esha tidak punya kakek ataupun saudara laki laki, maka mereka dinikahkan oleh wali hakim.
Pak penghulu pun menjabat tangan Raffi kemudian memulai prosesi ijab qobul...
"Saudara Raffi Bastian Anggara bin Salman Bastian Anggara..." kata penghulu.
"Saya Raffi Bastian Anggara bin Salman Bastian Anggara... " sahut Raffi.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan seorang perempuan bernama Alesha Hanania binti Arif Samsudin almarhum, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" kata pak penghulu.
Dan langsung dijawab oleh Raffi....
"Saya terima nikah dan kawinnya Alesha Hanania binti Arif Samsudin almarhum, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" jawab Raffi dengan sangat lancar.
"Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu.
"Sah" jawab para saksi yang hadir.
Kini Raffi dan Esha sudah sah secara agama maupun secara hukum sebagai suami istri. Pernikahan mereka berlangsung secara singkat dan sederhana. Mereka pun menandatangani surat nikah mereka.
Raffi meraih tangan kanan Esha lalu memakaikan sebuah cincin ke jari manisnya. Cincin itu adalah cincin yang dulu sempat Esha kembalikan kepada Raffi setelah Raffi menceraikannya. Kini cincin itu telah kembali ke jari manis Esha. Esha pun mencium tangan Raffi kemudian Raffi mencium kening Esha.
Hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan untuk mereka berdua setelah sekian lama. Semua yang hadir pun memberi selamat pada mereka.
"Selamat ya sayang... semoga kalian bahagia hingga maut memisahkan kalian" ucap Bu Dahlia.
"Aamiin, terima kasih Bu" sahut Raffi dan Esha.
"Selamat ya Alesha, kak Raffi... aku ikut bahagia. Sekarang aku merasa lega melihat kalian bersatu kembali" kata Aulia.
"Terima kasih Lia"
"Selamat ya Sha, Raffi. Aku selalu mendoakan kebahagiaan kalian"
"Terima kasih Mar"
"Raffi, tolong jaga Esha baik baik. Aku tidak akan memaafkanmu kalau kamu sampai membuatnya menangis!" imbuh Amar.
"Iya Mar, insya Allah!" sahut Raffi.
Acara telah usai. Mereka pun melangkah keluar dari KUA. Saat sampai di halaman KUA, tiba tiba Esha kesakitan karena perutnya kontraksi.
"Aaaaahhhh.... !!!" teriak Esha sembari memegang perutnya.
Semuanya terkejut mendengar teriakan Esha. Mereka semua pun menoleh ke arah Esha.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Raffi dengan panik.
__ADS_1
"Sayang... kamu kenapa? Apa kamu mau melahirkan?" tanya Bu Dahlia dengan panik juga.
"Aaaaahhh... perutku sakit sekali Bu..." jerit Esha.
"Ayo cepat bawa dia ke rumah sakit!" seru Amar.
Raffi pun langsung membopong tubuh Esha dan bergegas menuju mobilnya. Raffi mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju RS Pondok Indah. Bu Dahlia, Amar, dan Aulia mengikutinya dari belakang.
"Aaahhhh... kak Raffi... sakit sekali kak..." teriak Esha sambil terus memegangi perutnya.
Esha makin kesakitan karena kontraksinya makin lama makin hebat.
"Kamu sabarlah sayang... sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit" sahut Raffi
Raffi berusaha menenangkan Esha. Padahal saat ini Raffi pun panik setengah mati. Dia tidak tega melihat Esha kesakitan seperti itu. Raffi berdoa dalam hatinya,
"Ya Allah lindungilah istriku dan juga bayi kami. Jangan biarkan hal buruk terjadi pada mereka! Semoga bayi kami lahir dengan sehat dan selamat... Aamiin"
Raffi pun melajukan mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..........
Notes :
Ayo tunjukkan rasa cintamu pada author dan novel kesayangan kamu ini dengan cara klik VOTE pada halaman depan novel.
Vote bisa menggunakan koin ataupun poin. Vote menggunakan poin hanya bisa melalui versi terbaru NovelToon.
VOTE VOTE VOTE...!!!
Mohon tekan LIKE setelah membaca!!!
Agar author tau berapa jumlah pembaca yang masih setia dengan novel ini... terima kasih 😊
__ADS_1