
Hari sudah sore, acara resepsi pernikahan Aulia dan Amar telah usai. Semua tamu undangan sudah pulang. Aulia pun menggandeng tangan Amar dan masuk ke kamarnya untuk ganti pakaian dan membersihkan diri. Kamar Aulia sudah didesain menjadi kamar pengantin yang sangat indah oleh pihak wedding organizer. Bed cover pengantin dan gorden yang berwarna hijau terlihat sangat serasi dan mewah dengan rangkaian bunga di sisi kanan dan kiri tempat tidur. Di bagian atas gorden juga diberi hiasan rangkaian bunga.
Amar masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi tempat tidur. Sementara Aulia mengunci pintu lalu duduk di samping Amar. Amar menatap wajah Aulia sambil tersenyum. Aulia pun tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Aulia.
Amar pun mendekatkan bibirnya ke telinga Aulia.
"Kamu cantik sekali istriku" ucap Amar setengah berbisik ke telinga Aulia.
Ini pertama kalinya Aulia mendengar Amar memujinya. Aulia senang sekali mendengar Amar memanggilnya dengan sebutan istriku. Amar pun meraih tangan kanan Aulia lalu menciumnya perlahan.
"Alhamdulillah sekarang kita sudah menjadi suami istri yang sah" ucap Amar.
"Iya sayang, alhamdulillah"
Amar senang sekali mendengar Aulia memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Apa kamu bahagia?" tanya Amar.
"Sangat"
"Aku juga sangat bahagia. Semoga kita bisa bersama selamanya sampai maut memisahkan kita"
"Aamiin"
"Aku mau mandi dulu. Setelah itu kita sholat maghrib"
"Baiklah"
Setelah mandi dan ganti pakaian, mereka pun sholat maghrib berjama'ah. Aulia senang sekali, mulai hari ini dia tidak sholat sendirian lagi. Dia sudah punya seorang imam. Setelah salam, Aulia mencium tangan suaminya. Kemudian mereka berdoa kepada Allah.
"Ya Allah, terima kasih Engkau telah melancarkan segala urusan kami. Aku dan Aulia kini sudah menjadi suami istri yang sah. Berkahilah pernikahan kami ya Allah. Bimbinglah kami agar kami selalu berada di jalan-Mu. Jadikanlah aku imam yang baik untuk Aulia. Aamiin..." doa Amar dalam hati.
"Ya Allah, aku bersyukur pada-Mu karena Engkau telah memberikanku seorang imam yang baik dan sholeh seperti Amar. Aku mohon lindungilah pernikahan kami. Dan semoga kami bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, warrohmah. Aamiin" doa Aulia dalam hati.
Setelah itu, Amar dan Aulia pun keluar menemui orang tua mereka di meja makan. Lalu mereka pun makan malam bersama sambil berbincang-bincang soal rencana bulan madu mereka. Besok pagi Amar dan Aulia akan pergi honeymoon ke Lombok selama 5 hari. Aulia sengaja mengajak orang tua dan mertuanya untuk berlibur bersama, karena sudah lama sekali Aulia tidak berlibur bersama orang tuanya.
Saat adzan isya berkumandang, mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk sholat dan istirahat.
*****
Selesai sholat isya, Amar mengajak Aulia untuk melaksanakan dua rakaat sholat sunnah malam pengantin baru.
Setelah itu, Amar duduk di tepi tempat tidur. Sementara Aulia melepas mukena dan hijabnya lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan gaun malam satin silk tanpa lengan berwarna merah maroon. Setelah itu, Aulia keluar lalu menghampiri Amar yang sejak tadi menunggunya. Amar terkejut melihat penampilan Aulia yang sangat sexy. Belahan dada Aulia terlihat sungguh menggoda. Jantung Amar berdegup kencang. Amar memandang Aulia dari ujung kaki hingga ujung rambut tanpa berkedip. Aulia pun duduk di samping Amar.
"Malam ini kamu cantik sekali sayang" ucap Amar lirih.
"Thank you"
"I love you sayang"
"I love you too"
Amar pun berdoa kepada Allah sebelum menyentuh istrinya.
"Bismillah. Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma razaqtana"
__ADS_1
Yang artinya : "Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami"
Setelah itu, Amar perlahan membelai wajah Aulia dengan tangan kanannya lalu menyentuh bibirnya dengan ibu jarinya. Amar pun mendekatkan bibirnya ke bibir Aulia. Aulia pun memejamkan matanya. Kemudian Amar mencium bibir Aulia dan melumatnya dengan lembut. Aulia pun membalasnya. Mereka berdua pun saling berciuman. Ada desiran yang menjalar di dada masing-masing. Jantung mereka berpacu tidak karuan.
Amar tidak bisa lagi menahan gejolak di dadanya. Ia pun menarik tubuh Aulia hingga terbaring di ranjang kemudian menindihnya. Amar mulai mencumbu sekujur tubuh Aulia dengan penuh gairah. Aulia hanya mampu memejamkan matanya dan pasrah menerima perlakuan suaminya. Malam itu menjadi malam yang panjang untuk dua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.
*****
Hari sudah pagi. Amar perlahan membuka matanya. Amar bahagia saat membuka mata, orang pertama yang dilihatnya adalah Aulia yang sekarang menjadi istrinya. Amar sejenak menatap wajah Aulia yang masih terlelap di pelukannya. Tubuh mereka hanya berbalut selimut saja.
Amar pun meniup wajah Aulia hingga Aulia membuka matanya.
"Good morning my wife"
"Morning..."
Aulia melingkarkan tangannya di pinggang Amar dan semakin mengeratkan pelukannya. Kemudian Aulia pun kembali memejamkan matanya.
"Bangunlah sayang! Sudah pagi. Ayo kita sholat subuh!"
"Tapi aku masih ngantuk sayang. Kita kan baru saja tidur"
"Ya sudah, tidurlah! Nanti aku akan membangunkanmu"
Amar pun berdiri lalu memungut pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi dan ganti pakaian, Amar menghampiri Aulia yang masih terlelap lalu duduk di sampingnya. Amar pun membelai rambut Aulia dengan lembut. Amar tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Semalam mereka berdua begitu bergairah hingga mereka bercinta sampai lupa waktu. Mereka mencapai klimaks berkali-kali hingga mereka tidak tidur sampai pagi.
"Sayang, bangunlah!" ucap Amar sembari menggoncang-gocangkan tubuh Aulia, namun Aulia sulit sekali dibangunkan.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek!
Amar pun membukakan pintu. Ternyata Bu Kania yang ada di depan pintu kamarnya.
"Good morning Amar"
"Morning Ma"
"Kalian sudah bangun? Baguslah. Kita sarapan dulu sebelum berangkat ya. Kami tunggu di meja makan"
"Iya Ma"
Bu Kania pun beranjak ke ruang makan. Amar kembali menutup pintu kamarnya. Tak lama kemudian, Aulia pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya berbalut handuk dan rambut yang basah.
"Siapa tadi sayang?"
"Mama. Dia menyuruh kita sarapan dulu sebelum berangkat"
"Ooh. Tapi aku belum sholat subuh"
"Aku juga belum. Cepatlah berpakaian, kita sholat dulu"
"Baiklah"
Aulia pun segera berpakaian lalu mereka sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
"Sayang, kamu keluarlah dulu. Nanti aku menyusul"
"Baiklah sayang, jangan lama-lama, kasihan mereka pasti sudah menunggu kita"
"Iya... iya..."
Amar pun keluar menuju ruang makan sementara Aulia berhias di depan cermin dan memakai hijab. Setelah itu, Aulia pun keluar menuju ruang makan. Semuanya sudah duduk menunggunya.
"Good morning sayang" sapa Bu Kania.
"Morning Ma"
Aulia pun duduk di sebelah Amar lalu mereka pun sarapan bersama.
Selesai sarapan, mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Pak Imam memasukkan semua koper majikannya ke dalam bagasi mobil. Kemudian Pak Imam mengantar mereka ke bandara Soekarno-Hatta.
*****
Setelah menempuh penerbangan selama 1 jam 55 menit, Aulia dan keluarganya mendarat dengan selamat di Lombok International Airport. Dari bandara mereka langsung dijemput menuju sebuah resort bernama Selong Selo Resort & Residences. Mereka membooking villa 3 kamar dengan pemandangan laut dan bukit yang hijau.
Aulia dan Amar sangat bahagia menikmati moment bulan madu mereka. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berenang di villa, jalan-jalan di pantai Selong Belanak, dan juga menunggang kuda. Mereka banyak melakukan selfie dengan mesra dan mengunggahnya di akun instagram masing-masing. Aulia juga membuat vlog dan menguploadnya di channel YouTube-nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
Notes :
Maaf baru bisa update, hari ini aku up 2 episode yaa...
__ADS_1
Jangan lupa di-LIKE dua-duanya setelah membaca!!!
Terima kasih 😊