Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Membujuk


__ADS_3

Bu Debby telah memastikan kalau Raffi telah mengosongkan apartemennya dan pergi dari sana. Kemudian Bu Debby mengambil alih Anggara Corporation.


"Raffi, kamu betul-betul sudah dibutakan oleh cinta. Ternyata kamu lebih memilih pergi meninggalkan kehidupan mewah kamu hanya demi perempuan kampung itu. Kita lihat saja, Mama ingin tahu sejauh mana kamu bisa bertahan. Mama yakin suatu saat kamu pasti akan kembali pada Mama" gumam Bu Debby.


*****


Raffi dan Esha telah mengganti nomor ponsel mereka dengan nomor yang baru agar tidak ada yang bisa melacak keberadaan mereka, terutama Bu Debby. Raffi dan Esha hanya memberitahukan nomor baru mereka kepada Aulia dan Amar.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, taxi yang dinaiki Raffi, Esha, Zayn dan Bu Dahlia pun sampai di villa diikuti dengan mobil pick-up yang mengangkut barang-barang mereka. Mendengar suara kendaraan, Bi Ijah dan Pak Rahmat keluar untuk melihat siapa yang datang. Raffi turun dari taxi diikuti oleh Bu Dahlia dan Esha yang tengah menggendong baby Zayn. Bi Ijah dan Pak Rahmat senang sekali setelah mengetahui siapa yang datang.


"Assalamu'alaikum" sapa Raffi, Esha dan Bu Dahlia.


"Wa'alaikumsalam" sahut Bi Ijah dan Pak Rahmat.


"Masya Allah... Tuan Raffi, Non Esha, bibi senang sekali melihat kalian bisa bersatu kembali. Alhamdulillah ya Allah..."


"Apa kabar Bi Ijah, Pak Rahmat?" tanya Esha seraya mencium tangan Bi Ijah dan Pak Rahmat.


"Alhamdulillalah baik Non. Apa ini bayi Non Esha?" tanya Bi Ijah.


"Iya Bi, namanya Zayn"


"Masya Allah... tampan sekali Non, seperti Tuan Raffi waktu masih bayi"


"Makasih Bi. Oh ya Bi, Pak, kenalin ini Bu Dahlia, ibu kandung Esha..."


"Ibu, ini Bi Ijah dan Pak Rahmat. Mereka sudah Esha anggap seperti orang tua Esha sendiri"


Mereka pun saling berjabat tangan.


"Bi Ijah, Pak Rahmat, mulai hari ini kami akan tinggal di sini. Tolong siapkan kamar untuk Bu Dahlia" tutur Raffi.


"Baik Tuan"


Kemudian Esha mengajak Bu Dahlia masuk ke dalam villa untuk beristirahat. Sementara Raffi dan Pak Rahmat membantu menurunkan barang-barang dari mobil pick-up. Bi Ijah pun ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman.


Setelah selesai menata barang-barang, mereka pun makan siang bersama. Raffi dan Esha menceritakan semuanya pada Bi Ijah dan Pak Rahmat.


"Masya Allah... kenapa dari dulu Nyonya Debby tidak pernah berubah. Kasihan Non Esha dan Zayn" kata Bi Ijah.


"Semoga Nyonya Debby cepat mendapat hidayah dari Allah..." imbuh Pak Rahmat.


"Aamiin..." sahut semuanya.


*****


Sepulang dari kantor, Bu Debby mampir ke rumah Pak Mirza dan Bu Kania.


Tok... Tok... Tok...


Bu Debby mengetok pintu beberapa kali.


Ceklek!


Bi Minah membukakan pintu.


"Selamat sore, apa Mirza dan Kania ada di rumah?"

__ADS_1


"Ada Bu, mari silahkan masuk"


Bu Debby pun masuk ke dalam lalu duduk di sofa setelah dipersilahkan. Bi Minah masuk ke dalam untuk memanggil majikannya. Tak lama kemudian, Aulia, Bu Kania dan Pak Mirza menemui Bu Debby. Aulia kesal pada Bu Debby setelah mendengar cerita dari Raffi kalau Bu Debby tidak mau mengakui Alesha dan cucunya. Aulia pun sudah menceritakan semuanya pada orang tuanya. Tapi mereka sepakat untuk merahasiakan keberadaan Raffi.


"Assalamu'alaikum Debby..." sapa Bu Kania dan Pak Mirza.


"Assalamu'alaikum, Tante" sapa Aulia seraya mencium tangan Bu Debby.


"Wa'alaikumsalam" sahut Bu Debby.


Mereka pun duduk kemudian berbincang-bincang.


"Kapan kamu tiba di Jakarta Debby?" tanya Bu Kania.


"Kemarin sore"


"Apa kamu sudah bertemu sama Raffi?" tanya Pak Mirza.


"Aulia, Mirza, Kania, apa kalian tahu kalau Raffi telah kembali sama si Alesha, perempuan kampung itu?"


"Kami sudah tahu. Dan mereka juga sudah punya bayi laki-laki, cucu kandungmu..." sahut Pak Mirza.


"Tidak! Aku tidak mau cucu dari perempuan itu"


"Kenapa Tante nggak mau mengakui Alesha sebagai menantu Tante dan Zayn sebagai cucu Tante? Kasihan mereka Tante..." tanya Aulia.


"Iya Debby. Bagaimanapun juga mereka adalah menantu dan cucu kandungmu. Terimalah mereka! Biarkan Raffi hidup bahagia bersama mereka..." Bu Kania menimpali.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah merestui mereka"


"Sudah cukup! Aku tidak mau membahas perempuan itu lagi. Biarkan saja Raffi pergi dengan perempuan itu. Aku mau lihat, sejauh mana dia bisa bertahan tanpa kekayaan"


"Kekayaan nggak menjamin kebahagiaan seseorang Tante. Buktinya Lia dan kak Raffi nggak pernah bahagia. Kak Raffi hanya mencintai Alesha Tante. Dan sampai kapan pun kak Raffi nggak akan meninggalkannya. Kak Raffi pasti bisa menjalani kehidupannya meskipun tanpa kekayaan..."


"Baik, kita lihat saja nanti!" seru Bu Debby.


"Debby... apa kamu tau siapa calon suami Lia?" tanya Bu Kania.


"Siapa dia?" tanya Bu Debby dengan penasaran.


"Dia adalah teman sekaligus tetangga Alesha di kampung"


"Apa???" Bu Debby sangat syok mendengar ucapan Bu Kania.


"Iya Tante, Amar adalah tetangga Alesha di kampung" imbuh Aulia.


"Kania, Mirza, kenapa kalian mengizinkan Aulia menikah dengan laki-laki macam itu? Apa kalian nggak malu? Aulia Safina, seorang model dan artis terkenal menikah dengan seorang pemuda miskin dari kampung... apa kalian mau mendengar berita seperti itu? Mau ditaruh dimana muka kalian?"


"Buat apa kami malu Debby. Bagi kami yang paling penting adalah kebahagiaan Aulia..." sahut Bu Kania.


"Lagi pula Amar adalah pemuda yang baik, jujur, dan sholeh. Dia juga sudah bekerja, meskipun hanya sebagai marketing manager. Tapi aku yakin dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Dan dia pasti bisa membahagiakan Aulia" Pak Mirza menimpali.


"Tante dengar sendiri kan? Mama sama Papa saja mau merestui hubungan Lia sama Amar. Kenapa Tante nggak bisa merestui hubungan kak Raffi sama Alesha Tante?"


Bu Debby terdiam mencerna kata kata Aulia, Pak Mirza dan Bu Kania. Dia merasa dipojokkan. Dia tidak tau lagi harus berkata apa.


"Sudah malam, aku permisi dulu Kania, Mirza, Aulia" ucap Bu Debby lalu berdiri dan melangkah pergi.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru? Debby!!!" seru Bu Kania.


Namun Bu Debby tidak menghiraukan panggilan Bu Kania.


"Kenapa ada seorang ibu seperti Tante Debby, yang lebih mementingkan kekayaan daripada kebahagiaan anaknya sendiri..." tutur Aulia.


"Mama juga heran sayang" sahut Bu Kania.


"Kita berdoa saja, mudah-mudahan Debby cepat menyadari kesalahannya..." kata Pak Mirza.


"Aamiin..." sahut Aulia dan Bu Kania.


Aulia, Bu Kania dan Pak Mirza sudah berusaha sekuat tenaga membujuk Bu Debby untuk mengakui Esha dan Zayn sebagai menantu dan cucunya. Namun, sepertinya sangat susah untuk meyakinkan Bu Debby. Mereka hanya bisa mendoakan Bu Debby agar segera mendapat hidayah dari Allah dan menyadari kesalahannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung............


Netizen : benar lama nunggu ceritanya digantung trusssss


Netizen : ceritanya enak tp bikin mls lama2 kelamaan nunggunya


Netizen : capek novel ini ceritanya gak sampai tamat, terus menunggu kelanjutannya


Me : aku bisanya UP 1 hari 1 eps yaa...


kalo gk sabar nunggu, males, capek, mending baca novel yg udah END aja!! Jangan novel yg masih UP!


Asal kalian tahu wahai netizen yg maha benar, menulis itu gk segampang membaca ya... aku nulis 1 eps butuh waktu berjam-jam bahkan smp 2 hari kalo lg buntu, itupun aku sempet"in bahkan kadang smp begadang... dan kalian cuma butuh waktu gk smp 5 menit utk membacanya... 😩

__ADS_1


__ADS_2