Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Aqiqah


__ADS_3

Kondisi Esha sudah makin membaik. Dokter sudah memperbolehkan Esha dan bayinya untuk pulang. Raffi segera membereskan semua biaya administrasinya. Raffi pun mengantar Bu Dahlia pulang duluan karena Bu Dahlia ingin bersih bersih kontrakan. Setelah itu, Raffi kembali ke rumah sakit untuk menjemput Esha dan bayinya.


"Sayang, sebaiknya kita pulang ke rumahku atau ke apartemen kamu saja. Aku nggak mau kalian tinggal di kontrakan lagi. Aku ingin memberikan tempat yang layak untuk kamu dan juga Zayn. Bagaimana menurutmu?" tanya Raffi.


"Lalu ibu bagaimana kak? Aku nggak mau ninggalin ibu sendirian lagi"


"Kalau ibu mau, ibu juga akan tinggal bersama kita. Bagaimana sayang?"


"Nanti kita bicarakan sama ibu dulu sebelum mengambil keputusan. Sebaiknya kita pulang ke kontrakan dulu kak"


"Baiklah sayang..."


Akhirnya sore itu Raffi membawa Esha dan baby Zayn pulang ke kontrakan. Begitu sampai di depan kontrakan, Bu Dahlia dan Amar keluar untuk menyambut kedatangan mereka. Raffi turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Esha. Esha pun turun dari mobil sambil menggendong baby Zayn. Kemudian Raffi mengeluarkan tas berisi pakaian dan perlengkapan bayi dari bagasi mobilnya. Setelah itu, mereka berjalan beriringan menuju kontrakan.


"Assalamu'alaikum" ucap Raffi dan Esha.


"Wa'alikumsalam" sahut Amar dan Bu Dahlia.


"Welcome home babby boy" imbuh Amar sambil mencubit pipi baby Zayn perlahan.


"Thank you om Amar..." sahut Esha.


Mereka pun masuk ke dalam kontrakan. Amar duduk di kursi tamu setelah dipersilahkan. Bu Dahlia beranjak ke dapur untuk membuatkan minuman. Sementara Esha masuk ke kamarnya untuk menidurkan baby Zayn di box bayi. Raffi pun masuk ke kamar untuk meletakkan tas yang dia bawa tadi di atas tempat tidur.


"Sayang ayo kita bicara sama ibu" ajak Raffi.


"Iya kak" sahut Esha.


Raffi dan Esha pun keluar dari kamar lalu duduk di kursi tamu bersama Amar. Bu Dahlia datang membawa nampan berisi 4 cangkir teh hangat dan biskuit.


"Ibu buatkan teh hangat untuk kalian, ayo diminum dulu" tutur Bu Dahlia seraya meletakkan teh dan biskuit tersebut di atas meja kemudian duduk bergabung bersama mereka.


"Terima kasih Bu" sahut Esha, Raffi, dan Amar.


"Oh ya Bu, Raffi ingin bicara sesuatu sama ibu" kata Raffi.


"Ada apa nak Raffi?"


"Begini Bu, Raffi berencana ingin membawa Esha, Zayn dan juga ibu ke rumah Raffi atau ke apartemen Esha jika ibu mengizinkan. Raffi ingin memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk kalian. Raffi nggak mau kalian tinggal di kontrakan lagi Bu"


"Emh... maaf nak Raffi, lalu bagaimana dengan pekerjaan ibu? Ibu kan selama ini kerja di restoran"


"Mulai sekarang ibu tidak perlu bekerja lagi. Raffi akan memenuhi semua kebutuhan kalian"


"Tapi ibu tidak mau bergantung pada nak Raffi. Sebaiknya ibu tetap di sini saja. Ibu nyaman kok tinggal di sini"


"Tapi Esha nggak mau ninggalin ibu sendirian di sini Bu. Kalau ibu nggak mau pindah, Esha juga nggak akan pindah"


"Maaf Sha, tapi kamu adalah istrinya Raffi. Seorang istri itu harus patuh sama suaminya. Kamu harus ikut kemana pun suami kamu membawamu" Amar menimpali.


"Amar benar sayang. Kamu ikutlah suamimu. Biar ibu di sini. Ibu janji ibu akan sering sering menjenguk kalian"


"Baiklah Bu. Tapi untuk sementara waktu izinkan kami tinggal di sini dulu. Esha berencana ingin mengadakan aqiqah untuk Zayn saat dia berumur 7 hari. Esha masih punya tabungan dari hasil jualan online. Esha mau memakai uang itu untuk membeli dua ekor kambing untuk aqiqah Zayn. Bagaimana menurut kak Raffi dan ibu?"


"Ibu sih terserah kalian saja. Aqiqah itu hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan. Kalau dilaksanakan akan lebih baik" sahut Bu Dahlia.


"Raffi setuju kalau kita mengadakan aqiqah untuk Zayn. Tapi biar Raffi yang membiayai semuanya. Raffi kan ayahnya Zayn dan Raffi juga kepala keluarga. Raffi nggak mau kalau Esha yang menanggung biayanya"


"Biar Esha saja kak. Kak Raffi kan sudah membiayai semua biaya rumah sakit kami"


"Itu semua kan sudah menjadi tanggung jawabku sayang..."


"Iya Sha, benar kata Raffi. Biar Raffi yang mengurus semuanya karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai suamimu dan ayah Zayn" Amar menimpali.


"Ya sudah. Esha menurut saja"


"Besok biar Amar bantu carikan kambingnya" imbuh Amar.


"Kalau begitu besok biar ibu yang memasak kambingnya. Nanti kita tinggal bagikan ke tetangga" imbuh Bu Dahlia.


"Terima kasih Mar, Bu. Tapi apa tidak sebaiknya kita pesan dari tempat catering saja? Kita tinggal bayar lalu terima beres. Raffi tidak mau kalau ibu sampai kelelahan kalau harus memasak semuanya sendiri" sahut Raffi.

__ADS_1


"Benar kata kak Raffi Bu, ibu nanti capek kalau harus memasak dua ekor kambing" Esha menimpali.


"Ya sudah, terserah kalian saja" tutur Bu Dahlia.


**********


Akhirnya saat baby Zayn berumur 7 hari, Raffi pun mengadakan aqiqah untuk bayinya. Raffi menyerahkan semuanya kepada pihak catering. Jadi tidak perlu mencari kambing sendiri. Karena bayi Raffi laki laki, maka pihak catering menyiapkan dua ekor kambing yang memenuhi syarat untuk aqiqah. Yaitu kambing yang sudah berumur satu tahun atau lebih, gemuk, sehat, dan tidak cacat.


Pagi pagi sekali Raffi datang ke tempat catering untuk turut menyaksikan penyembelihan kambing tersebut. Kambing tersebut dibacakan doa terlebih dahulu kemudian disembelih oleh seorang ustadz. Selesai disembelih, daging kambing tersebut kemudian diolah oleh pihak catering dan dijadikan nasi box.


Siang itu pihak catering mengantarkan pesanan nasi box tersebut ke kontrakan. Kemudian Bu Dahlia meminta kepada dua orang warga untuk membantunya membagikan nasi box tersebut kepada tetangga.


Setelah itu, Bu Dahlia menyuruh Raffi untuk mencukur rambut bayinya sampai habis. Rambut itu kemudian ditimbang. Lalu Bu Dahlia menyuruh Raffi bersedekah kepada fakir miskin dengan emas yang beratnya setara dengan berat rambut baby Zayn. Alhamdulillah acara aqiqah pun berjalan lancar. Esha dan Raffi sangat bersyukur karena telah melaksanakan salah satu sunnah Nabi Saw.


"Alhamdulillah... semuanya berjalan dengan lancar kak. Semoga dengan aqiqah ini Zayn tumbuh menjadi anak yang sholeh, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara... Aamiin" kata Esha yang sedang duduk di sofa sambil menyusui baby Zayn.


"Aamiin... " sahut Raffi dan Bu Dahlia.


"Dan semoga orang tua Raffi mau menerima dan mengakui Zayn sebagai cucunya..." imbuh Bu Dahlia.


"Aamiin... Insya Allah saat mama sama papa pulang dari Amerika, Raffi akan membawa Esha dan Zayn menemui mereka Bu. Raffi akan memberi tahu mereka kalau mereka sudah punya cucu dari Esha. Semoga mereka mau menerima Esha danZayn. Dan kami bisa hidup bahagia..."


"Aamiin... " sahut Esha dan Bu Dahlia.


Tiba tiba terdengar suara mobil yang berhenti di depan kontrakan mereka.


"Siapa yang datang kak?" tanya Esha.


"Mungkin itu Lia, dia tadi bilang kalau dia mau ke sini"


Ternyata benar, Aulia datang sambil membawa bingkisan di tangannya.


"Assalamu'alaikum" sapa Aulia yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Wa'alaikumsalam"


Aulia pun masuk ke dalam lalu duduk di kursi tamu setelah dipersilahkan. Bu Dahlia beranjak ke dapur untuk menyiapkan makanan.


"Terima kasih Aulia" ucap Esha seraya menerima bingkisan itu kemudian ia letakkan di atas meja.


"Bagaima acara aqiqah tadi? Apa semuanya lancar? Maaf Lia baru bisa datang, soalnya tadi Lia ada urusan penting"


"Nggak apa apa Aulia. Alhamdulillah semuanya lancar, rambut Zayn juga sudah dicukur"


"Waaahh... baby Zayn jadi makin lucu kamu sayang. Sini onty Lia gendong"


Esha pun menyerahkan baby Zayn kepada Aulia. Aulia pun menggendong dan menciumi pipinya yang tembam.


Tak lama kemudian Amar datang.


"Assalamu'alaikum" sapa Amar.


"Wa'alaikumsalam" jawab Esha, Raffi dan Aulia.


Amar terkejut saat melihat Aulia yang sedang menggendong baby Zayn. Jantung Amar berdebar debar saat mata mereka bertatapan. Begitu juga dengan Aulia. Entah kenapa jantung Aulia juga berdebar debar saat Amar menatapnya.


"Silakan duduk Mar! Baru pulang kerja kamu?" tanya Raffi.


"Iya Raffi"


Amar pun duduk bergabung dengan mereka.


"Bagaimana aqiqahnya tadi? Lancar kan?" tanya Amar.


"Alhamdulillah lancar" jawab Raffi.


Beberapa saat kemudian Bu Dahlia muncul dari dapur.


"Ayo semuanya, kita makan dulu. Ibu sudah siapkan gulai kambing aqiqahnya Zayn" kata Bu Dahlia.


"Iya Bu" jawab semuanya.

__ADS_1


Aulia pun meletakkan baby Zayn yang sudah tertidur ke box bayinya. Lalu mereka semua pun beranjak ke meja makan. Setelah berdoa, mereka pun menikmati makanan mereka.


Sesekali Amar melirik ke arah Aulia yang sedang menikmati makanannya. Aulia jadi salah tingkah karena Amar terus menatapnya. Aulia pun menundukkan wajahnya. Jantungnya berdebar debar tidak karuan. Raffi memperhatikan tingkah mereka sambil tersenyum.


"Kak Raffi kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya Esha dengan heran.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta sayang..." celetuk Raffi.


Semua terkejut mendengar ucapan Raffi. Sontak mereka pun menoleh ke arah Raffi.


"Jatuh cinta?? Siapa yang kak Raffi maksud?" Esha jadi penasaran.


"Amar dan Aulia" sahut Raffi.


Deg!


Amar dan Aulia terkejut mendengar kata kata Raffi. Mereka pun saling berpandangan.


"Benar kan apa yang aku katakan? Aku bisa melihatnya" tutur Raffi.


"Apa yang kamu katakan Raffi?" tanya Amar.


"Kamu nggak usah ngelak lagi Mar. Kalau kalian memang saling mencintai, aku akan mendukung kalian"


"Benarkah Amar, Aulia?" tanya Esha.


"Aku akan sangat bahagia jika kalian saling mencintai dan bisa hidup bersama" imbuh Esha.


Amar dan Aulia hanya membisu sambil menundukkan pandangannya. Mereka merasa malu karena Raffi dapat membaca perasaan mereka. Mereka tidak tau harus menjawab apa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :


Yang ngaku cinta sama Author dan suka sama novel "Kesucian Alesha", buruan tunjukkan rasa cintamu pada author dan novel favorit kamu ini dengan cara klik VOTE pada halaman depan novel.


Vote bisa menggunakan koin ataupun poin. Vote menggunakan poin hanya bisa melalui versi terbaru NovelToon.


Ayo VOTE sekarang juga...!!!


Jangan lupa tekan LIKE setelah membaca... Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2