Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Menjemputmu


__ADS_3

Malam itu Raffi tidak bisa tidur. Bayangan Esha selalu bermain di pikirannya. Raffi mencoba memejamkan matanya namun tetap saja dia tidak bisa terlelap.


"Kamu sedang apa sayang? Apa kamu sudah sampai di kampungmu? Apa kamu baik baik saja?" gumam Raffi dalam hati.


Banyak pertanyaan yang terbesit di benak Raffi karena dia terlalu mengkhawatirkan Esha. Raffi berdiri dan meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Raffi mencoba menghubungi Esha lagi dan lagi.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada di luar service area....." (suara operator)


"Sial!"


Raffi melempar ponselnya ke atas tempat tidur dengan keras.


Raffi melirik jam di dinding kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Aulia sudah sejak tadi terlelap. Perlahan Raffi melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil segelas air. Setelah itu Raffi beranjak masuk ke ruang kerjanya. Raffi duduk di kursi kerjanya sambil termenung memikirkan Esha sampai ia terlelap di sana.


Aulia membuka matanya saat mendengar suara adzan subuh. Aulia terkejut karena tidak melihat Raffi di sampingnya. Aulia mencari Raffi ke kamar mandi namun Raffi juga tidak ada di sana.


"Kemana kak Raffi?" batin Aulia.


Aulia keluar kamar dan mencari Raffi di setiap ruangan. Aulia pun masuk ke ruang kerja Raffi. Aulia terkejut saat melihat Raffi terlelap di kursi kerjanya. Aulia mendekati Raffi dan berusaha membangunkannya dengan menggoncang goncangkan pundak Raffi.


"Kak Raffi bangun kak"


Raffi perlahan membuka matanya.


"Lia"


"Kenapa kak Raffi tidur di sini?"


"Semalam aku nggak bisa tidur jadi aku..."


"Apa kak Raffi nggak bisa tidur karena memikirkan Alesha?"


Raffi menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kak Raffi mandi biar Lia buatkan kopi untuk kak Raffi. Setelah itu kita siap siap ke bandara"


Raffi bangun lalu menuju kamar mandi. Aulia beranjak ke dapur untuk membuat kopi. Para asisten rumah tangga sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk majikannya.


Setelah sarapan, Pak Imron mengantar Raffi dan Aulia ke bandara Soekarno Hatta. Raffi sengaja mengajak Aulia naik pesawat agar Aulia tidak terlalu capek selama perjalanan. Raffi sudah memesan dua tiket menuju Yogyakarta melalui aplikasi online tadi malam.


**********


Pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Raffi dan Aulia telah mendarat dengan selamat di bandara Adi Soetjipto, Yogyakarta setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih satu setengah jam. Raffi dan Aulia keluar dari pintu arrival lalu menaiki taxi menuju Klaten. Raffi memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamat Esha kepada driver taxi tersebut.


"Pak tolong antar kami ke alamat ini!"


"Baik Pak" sahut driver taxi sambil menyambut kertas tersebut.


Setengah jam kemudian, taxi yang ditumpangi Raffi dan Aulia telah memasuki kampung Esha. Jantung Raffi berdebar debar. Raffi tidak bisa membayangkan saat dia bertemu dengan Esha dan ibunya nanti.


"Sayang... aku sudah sampai di kampungmu untuk menjemputmu. Aku tidak tau apa kau mau kembali bersamaku?"


"Apa kau akan marah karena aku mencarimu?"


"Apa yang harus ku katakan pada ibumu?"


"Apa ibumu akan menerimaku?"


"Atau malah mengusirku?"


Banyak sekali pertanyaan yang ada di benak Raffi saat ini. Raffi takut kalau Esha dan ibunya tidak akan menerima kedatangannya.


Raffi melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 10 pagi. Taxi berhenti di halaman sebuah rumah minimalis bercat hijau tosca yang nampak sederhana namun bersih dan terawat. Nampak seorang perempuan paruh baya yang keluar dari rumah tersebut setelah mendengar suara kendaraan yang berhenti di halaman rumahnya. Perempuan itu tidak lain adalah bu Dahlia. Bu Dahlia sengaja mengambil cuti hari ini karena merasa kurang enak badan.

__ADS_1


Raffi dan Aulia keluar dari taxi. Raffi menyuruh driver taxi untuk menunggu mereka. Bu Dahlia terkejut saat melihat dua orang yang tidak dikenalnya mulai berjalan menghampirinya.


"Assalamu'alaikum... apa benar ini rumah Alesha dan ibu Dahlia?" tanya Raffi sambil menepiskan senyumnya.


Bu Dahlia masih tercengang memperhatikan dua orang yang ada di hadapannya saat ini. Wajah mereka nampak tidak asing. Bu Dahlia seperti pernah melihat mereka tapi dia lupa dimana. Bu Dahlia memandang Raffi dan Aulia dari ujung kaki hingga ujung rambut mereka tanpa berkedip.


"Ibu.."


Aulia menimpali karena sejak tadi perempuan yang ada di hadapannya cuma diam saja.


"Eh iya... wa'alaikumsalam. Saya bu Dahlia. Kalian ini siapa ya?" tanya bu Dahlia dengan heran.


"Kami temannya Alesha bu. Kami ingin menemui Alesha. Apa Alesha ada di rumah?" tanya Aulia.


"Esha sedang ke apotik membeli obat untuk ibu. Mari silahkan masuk"


Bu Dahlia, Raffi dan Aulia pun masuk ke dalam rumah. Lalu mereka duduk di kursi ruang tamu setelah bu Dahlia mempersilahkan.


"Apa ibu sedang sakit?" tanya Raffi sedikit cemas karena melihat wajah bu Dahlia terlihat pucat.


"Ibu cuma pusing sedikit, nanti setelah minum obat juga sembuh.. Maaf ibu tinggal ke dapur sebentar" ucap bu Dahlia lalu berdiri dan melangkah ke dapur.


Beberapa menit kemudian bu Dahlia muncul sambil membawa nampan berisi tiga cangkir teh hangat dan kue.


"Ibu bawakan teh hangat silahkan diminum dan dicicipi kuenya" ucap bu Dahlia sambil meletakkan teh dan kue tersebut di atas meja.


"Terima kasih bu" sahut Raffi dan Aulia.


"Oh ya kalian datang darimana?"


"Kami dari Jakarta bu" sahut Aulia.


Deg!


Jantung bu Dahlia berdegup kencang. Tiba tiba perasaannya tidak enak setelah mendengar kata Jakarta. Raut mukanya berubah seketika.


"Kak Raffi?? Aulia??" seru Esha yang sudah berdiri di ambang pintu rumahnya dengan membawa bungkusan obat di tangannya. Tiba tiba saja bungkusan itu terlepas dari tangan Esha lalu terjatuh ke lantai.


Bu Dahlia, Raffi dan Aulia menoleh ke arah Esha. Mereka langsung berdiri setelah melihat Esha. Bu Dahlia terkejut setelah mendengar ucapan Esha.


"Alesha..."


Aulia menghampiri Esha dan memeluknya. Esha diam saja tanpa membalas pelukan Aulia karena masih syok dengan kedatangan Raffi dan Aulia ke rumahnya. Esha melirik ke arah Raffi yang sedang berdiri sambil menatapnya. Jantung mereka berdebar tidak karuan saat tatapan mereka bertemu.


"Sayang aku sangat merindukanmu.. apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan?" batin Raffi.


Aulia melepaskan pelukannya. Lalu Esha mengambil bungkusan obat yang terjatuh ke lantai.


"Esha jadi mereka ini adalah... suami kamu dan istri keduanya?" tanya bu Dahlia ingin memastikan.


Esha pun menganggukkan kepalanya. Bu Dahlia terduduk lemas setelah mengetahui siapa yang bertamu ke rumahnya. Raffi dan Aulia pun terkejut karena bu Dahlia sudah mengetahui semuanya.


"Alesha duduklah kami ingin bicara denganmu" tutur Aulia sambil menarik tangan Esha. Mereka pun duduk berdampingan di sofa.


"Ibu minumlah obat ini dulu, biar Esha bicara sama Aulia dan kak Raffi" titah Esha sambil menyodorkan bungkusan obat kepada ibunya. Bu Dahlia menyambut bungkusan itu lalu beranjak ke dapur.


"Alesha aku sudah tau semuanya. Kak Raffi sudah menceritakan semuanya padaku..."


Aulia terdiam sejenak lalu melanjutkan kalimatnya.


"Selama ini aku mencari tau siapa sebenarnya orang yang dicintai kak Raffi itu. Ternyata kamulah orangnya Alesha. Awalnya aku mengira kamu telah menghianatiku, kamu telah merebut suamiku, kamu telah merusak rumah tanggaku. Tapi ternyata akulah yang telah merebut suamimu, akulah yang menghancurkan rumah tanggamu. Maafkan aku Alesha..." ucap Aulia dengan menitikkan air matanya.


"Aku yang seharusnya minta maaf padamu Aulia. Kamu sudah terlalu baik. Kamu sudah menganggapku sebagai temanmu tapi aku malah menghianatimu dengan menyembunyikan semuanya darimu. Maafkan aku Aulia..."

__ADS_1


Esha pun tak mampu membendung air matanya lagi. Esha dan Aulia saling berpelukan sambil menangis.


Raffi terharu menyaksikan pemandangan yang ada di depannya saat ini. Tanpa terasa air matanya pun menetes ke pipinya. Raffi cepat cepat menghapusnya. Bu Dahlia yang mendengarkan pembicaraan mereka dari dapur juga menitikkan air matanya. Setelah puas menangis, Aulia melepaskan pelukannya.


"Sekarang bicaralah pada kak Raffi, aku keluar sebentar" tutur Aulia lalu berdiri dan melangkah ke teras rumah.


Raffi pun mendekati Esha lalu duduk di sampingnya. Raffi meraih tangan Esha lalu menggenggamnya. Raffi yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.


"Esha.. maukah kau kembali bersamaku? Aku sangat mencintaimu. Aku nggak bisa hidup tanpamu. Saat kau pergi meninggalkanku, aku mencarimu ke stasiun seperti orang gila tapi aku nggak menemukanmu. Aku benar benar merasa kehilanganmu. Rasanya sakit sekali. Apa kamu nggak merasakan seperti apa yang aku rasakan? Kenapa kamu tega meninggalkanku sayang...?"


"Maafkan aku kak Raffi tapi aku terpaksa meninggalkanmu. Aku mau kamu hidup bahagia bersama Aulia dan bayi yang ada dalam kandungannya. Aku mohon lupakanlah aku. Mulailah hidup barumu bersama Aulia. Dia perempuan yang baik"


"Tapi aku nggak mencintai Lia. Aku hanya mencintaimu sayang..."


"Belajarlah untuk mencintainya kak! Aku rasa nggak akan sulit bagimu untuk mencintainya karena sebentar lagi dia akan memberikanmu anak. Seorang anak yang akan mengikat kalian untuk selama lamanya..."


"Tapi aku nggak bisa kehilanganmu sayang.. Aku mohon tetaplah bersamaku!"


"Maaf kak, tapi aku nggak bisa. Aku nggak mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kalian karena semua orang tau kalau hanya Aulia lah istrimu yang resmi. Aku nggak mau dicap sebagai pelakor atau perusak rumah tangga orang"


"Kamu bukan pelakor sayang.. kamu adalah istriku. Jika kamu mau aku akan mengesahkan pernikahan kita"


"Itu nggak perlu. Ceraikan saja putriku!!" seru bu Dahlia yang muncul tiba tiba dari dalam.


Esha, Raffi dan Aulia yang ada di luar terkejut setengah mati mendengar kata kata bu Dahlia. Aulia langsung berhambur masuk ke dalam.


"Cerai???" seru Raffi sambil membulatkan kedua matanya setelah mendengar kata kata bu Dahlia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :


Apakah Raffi akan menceraikan Esha atau tetap mempertahankannya???

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya...


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!! Tengkyu 😊


__ADS_2