Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Candle Light Dinner


__ADS_3

Aulia mendapat tawaran untuk menjadi brand ambassador sebuah produk kecantikan di Singapura. Malam itu dia ingin meminta izin kepada suaminya. Saat itu Raffi tengah sibuk menghadap laptop di ruang kerjanya. Aulia pun menghampiri Raffi dengan membawakan secangkir kopi hitam kesukaannya.


"Kak Raffi, ini Lia buatin kopi hitam untuk Kak Raffi," tutur Aulia sambil meletakkan cangkir yang dibawanya di meja kerja Raffi.


"Terima kasih Lia." Raffi pun meneguk kopi itu.


Aulia duduk di kursi berhadapan dengan Raffi. "Kak Raffi, Lia mau minta izin sama Kak Raffi."


"Izin untuk?" tanya Raffi seraya menatap Aulia.


"Sebenarnya Lia baru saja mendapat tawaran untuk jadi brand ambassador produk kecantikan di Singapura. Apa boleh Lia terima tawaran itu?"


"Tentu saja aku izinkan Lia. Itu kan impian kamu sejak dulu. Biarpun kita berdua sudah menikah, aku tidak mau menjadi penghalang karirmu."


"Terima kasih Kak. Kalau begitu besok Lia akan tanda tangan kontrak," ucap Aulia sambil tersenyum senang. Dia pun beranjak meninggalkan Raffi, lalu masuk ke kamarnya.


Aulia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sebenarnya aku berat harus meninggalkanmu kak Raffi. Aku takut kamu akan menemui perempuan itu lagi. Aku takut kehilanganmu kak. Tapi aku juga ingin mengejar karirku, gumam Aulia dalam hati.


***


Siang itu, Aulia telah menandatangani kontrak kerjanya. Lalu dia mengirim pesan whatsapp kepada Esha untuk menemuinya di restoran dekat kantor.


{ Alesha, aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Temui aku di tempat biasa. }


Esha membaca pesan dari Aulia lalu membalasnya.


{ Baiklah Aulia. Aku ke sana sekarang. }


Beberapa menit kemudian, Esha menemui Aulia di restoran dekat kantornya. Aulia memesan dua gelas jus alpukat dan dua porsi ayam geprek yang sudah tersaji di mejanya.


"Assalamu'alaikum Aulia," sapa Esha sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam, duduklah Alesha! Aku sudah pesankan jus alpukat sama ayam geprek kesukaanmu."


"Terima kasih Aulia."


Mereka pun duduk lalu makan sambil berbincang-bincang.


"Alesha, besok aku mau ke Singapura selama tiga hari. Aku dapat tawaran jadi brand ambassador sebuah produk kecantikan di sana," tutur Aulia.


"Wahh ... selamat ya Aulia!" sahut Esha sambil menepiskan senyumnya.


"Thank you. Oh ya Alesha, aku mau minta tolong sama kamu. Kalau besok aku nggak ada, tolong kamu awasi kak Raffi di kantor. Aku takut kak Raffi menemui perempuan itu selama aku nggak ada. Kamu mau kan menolongku?" Aulia menggenggam tangan Esha.


"Emh ... iya Aulia. Aku akan mengawasi bapak Raffi," sahut Esha dengan agak terbata.


"Terima kasih Alesha," ucap Aulia sambil tersenyum.


***


Keesokan harinya, Raffi tidak masuk ke kantor karena ingin mengantar Aulia ke bandara. Dia pun menghubungi Esha dan menyuruhnya untuk menangani pekerjaannya di kantor.


Sebelum pergi Aulia meminta kepada para asisten rumah tangganya untuk mengawasi Raffi.


"Bi Nanik, Bi Fatimah, Pak Imron, jika saya tidak ada, tolong kalian awasi tuan Raffi! Kalau dia mau keluar rumah, tanya dia mau kemana! Kalau kalian tau sesuatu, cepat hubungi saya!" titah Aulia.


"Baik Nyonya," jawab semua asisten rumah tangganya dengan kompak.


Pak Imron memasukkan koper majikannya ke bagasi. Raffi dan Aulia pun masuk ke dalam mobil. Raffi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

__ADS_1


Di bandara ....


"Kak Raffi, Lia pergi dulu. Jaga diri Kak Raffi baik-baik!" ucap Aulia lalu mencium pipi kanan suaminya.


"Kamu juga Lia, take care and good luck," sahut Raffi.


Aulia pun beranjak meninggalkan Raffi sambil menarik kopernya. Dia membalikkan badan lalu melambaikan tangannya ke arah Raffi. Raffi pun membalasnya sambil tersenyum.


***


Dari bandara, Raffi langsung tancap gas menuju apartemen Esha. Hari ini dia ingin memberi Esha surprise karena sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.


Raffi ingin menyiapkan candle light dinner yang super romantis untuk Esha di apartemennya. Dia menghias meja makan dengan rangkaian bunga yang indah dan juga lilin. Lalu dia pun memesan makanan lewat ojek online.


Setelah semuanya beres, Raffi menunggu kedatangan Esha. Dia sengaja tidak menghidupkan lampu karena ingin memberi Esha kejutan.


Esha sampai di apartemennya pukul tujuh malam, karena banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor. Setelah membuka pintu apartemennya, dia pun menekan suis untuk menghidupkan lampu ruang tamu. Seketika ruang tamu menjadi terang. Lalu dia pun beranjak menuju ruang makan dan menekan suis lampu ruang makan.


"Surpriiiiise ...!" seru Raffi tiba-tiba.


Esha tersentak kaget saat melihat Raffi ada di apartemennya. "Kak Raffi!"


Esha juga terkejut melihat meja makan yang sudah penuh dengan makanan, rangkaian bunga dan juga lilin. Lalu dia pun melangkah menghampiri Raffi yang berdiri di dekat meja makan. "Semua ini kak Raffi yang siapin?"


"Iya Sayang. Bagaimana apa kamu menyukainya?"


Esha menganguk pelan. "Bagaimana dengan Aulia, Kak? Apa dia sudah berangkat ke Singapura?"


"Sudah. Tadi siang aku mengantarnya ke bandara. Dari bandara aku langsung ke sini menyiapkan ini semua untukmu."


Raffi berjalan mendekati Esha lalu menarik istrinya itu ke dalam pelukannya. "Aku sangat merindukanmu Sayang," ucap Raffi setengah berbisik ke telinga Esha.


Esha terkejut karena tiba-tiba Raffi memeluknya. Jantungnya berdegup kencang. Tak lama kemudian, Raffi pun meleraikan pelukannya lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Esha. Dia pun mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Raffi sambil mengernyitkan dahinya.


"Emh ... nggak pa-pa Kak, aku mau mandi dulu," sahut Esha lalu bergegas masuk ke kamarnya.


Setelah mandi dan sholat Isya, Esha keluar menuju ruang makan. Dia terlihat cantik memakai gaun malam panjang berwarna soft blue. Rambutnya yang hitam dan lurus, terurai panjang. Seketika Raffi terpesona melihat kecantikan alami istrinya. Dia memandang isyrinya tanpa berkedip dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.


Raffi berdiri lalu menyalakan lilin satu per satu. Setelah itu, dia pun mematikan lampu. Seketika ruangan menjadi remang-remang. Hanya cahaya lilin yang menerangi ruangan itu. Suasananya terlihat begitu sangat romantis.


Raffi beranjak menyalakan DVD player. Dia memutar lagu 'All of Me' yang dibawakan oleh John Legend.


🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡


What would I do without your smart mouth


Drawing me in, and you kicking me out


Got my head spinning, no kidding, I can't pin you down


What's going on in that beautiful mind


I'm on your magical mystery ride


And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright


My head's under water


But I'm breathing fine

__ADS_1


You're crazy and I'm out of my mind


'Cause all of me


Loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections


Give your all to me


I'll give my all to you


You're my end and my beginning


Even when I lose I'm winning


'Cause I give you all, all of me


*And you give me all, all of you ....


🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡🎢🎡*


Lagu itu menambah suasana romantis di ruangan itu. Raffi mendekati Esha lalu menggenggam tangan kiri Esha dengan tangan kanannya. Kemudian dia pun melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Esha sehingga tubuh mereka saling menempel. Dia pun mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti irama musik.


"Kak Raffi aku nggak bisa dansa," kata Esha.


"Aku akan mengajarimu," sahut Raffi.


Mereka pun berdansa mengikuti alunan musik yang romantis.


"I love you, Sayang," bisik Raffi ke telinga istrinya.


"I love you too," sahut Esha.


Raffi mendekatkan bibirnya ke bibir Esha lalu menciumnya dengan lembut. Esha pun membalasnya. Jantung mereka berdesir kencang seperti terkena aliran listrik.


Setelah puas berdansa, mereka pun mulai makan malam bersama ditemani cahaya lilin yang remang-remang.


"Sayang, semua makanan ini adalah makanan kesukaanmu. Kamu harus menghabiskan semuanya!" tutur Raffi.


"Apa Kak Raffi mau aku jadi gendut?"


Mereka pun tertawa bersama.


Selesai makan, Raffi menatap Esha dengan tatapan penuh makna. Esha jadi salah tingkah. Laki-laki itu sukses membuat jantungnya berdebar tidak karuan.


Raffi berdiri lalu menarik tangan Esha. Esha pun berdiri. Dengan sigap laki-laki itu langsung membopong tubuh istrinya. Esha spontan mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. Sejenak pandangan mereka saling beradu. Lalu Raffi membawa Esha masuk ke dalam kamar. Mereka pun menghabiskan malam bersama. Esha selalu melayani suaminya, jika suaminya itu menginginkannya.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG .............................

__ADS_1


Notes :


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca! Terima kasih .... 😊


__ADS_2