Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Malam Pertama


__ADS_3

Malam itu adalah malam pertama untuk pengantin baru, Raffi dan Aulia. Kamar pengantin mereka sudah didesain dengan begitu indahnya oleh pihak wedding organizer. Rangkaian bunga yang indah terpasang di meja sisi kanan dan sisi kiri tempat tidur tersebut. Gorden dan bed cover pengantin mewah berwarna gold sudah terpasang rapi dengan rangkaian bunga di atasnya. Aroma wangi tercium dari lilin aromaterapi yang diletakkan di atas meja menambah suasana romantis di kamar tersebut.


Malam ini adalah malam yang dinanti nantikan oleh Aulia sepanjang hidupnya. Tapi tidak dengan Raffi. Muka Raffi terlihat kusut. Mungkin dia lelah. Sejak masuk ke kamar, Raffi hanya melepas jas dan mengendorkan dasinya lalu duduk dan termenung di sofa. Kakinya ia silangkan di atas meja. Kepalanya ia sandarkan di sofa. Sementara Aulia sudah mandi dan berganti pakaian.


"Kak Raffi mandilah! Habis itu kita makan malam. Mama sama papa sudah menunggu," ucap Aulia.


Raffi beranjak ke kamar mandi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Aulia keluar kamar menuju ruang makan. Di meja makan sudah ada Pak Salman dan Bu Debby yang menunggu. Makan malam telah disiapkan oleh para pembantu.


"Aulia, Raffi mana?" tanya bu Debby.


"Kak Raffi lagi mandi Ma," jawab Aulia lalu duduk di sebelah bu Debby.


Tak lama kemudian yang ditunggu pun muncul, Raffi berjalan mendekati meja makan.


"Raffi ayo cepat Sayang, kasian Aulia dari tadi nungguin," ucap bu Debby.


Raffi duduk. Mereka pun mulai makan bersama. Mereka menikmati makanannya tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut mereka. Hanya terdengar suara piring dan sendok yang beradu. Tiba tiba Pak Salman memecah keheningan.


"Aulia, Raffi, papa sama mama punya hadiah untuk kalian," tutur Pak Salman lalu menghulurkan sesuatu kepada Aulia.


"Paket honeymoon ke Maldives?" Aulia membulatkan kedua matanya. Dia terlihat sangat senang. Senyuman manis terukir di wajahnya.


"Iya Sayang, besok pagi kalian berangkat honeymoon ke Maldives," ucap bu Debby sambil tersenyum ke arah Aulia.


"Raffi nggak mau Pa, Ma. Raffi besok mau ke kantor," seru Raffi.


"Kamu harus pergi Raffi! Jangan membantah papa! Ini perintah!" seru Pak Salman.


Dengan kesal Raffi meletakkan sendok dan garpunya lalu beranjak meninggalkan meja makan.

__ADS_1


"Raffi!" seru Bu Debby dan Pak Salman.


"Kak Raffi!" seru Aulia. "Ma, Pa, biar nanti Lia bicara sama kak Raffi," ucap Aulia lalu beranjak menyusul Raffi ke kamar.


Raffi membanting tubuhnya dengan keras ke atas ranjang. Aulia masuk ke kamar mendekati Raffi. Raffi membalikkan tubuhnya membelakangi Aulia. Aulia duduk di ranjang lalu menyentuh punggung Raffi.


"Kak Raffi," ucap Aulia lirih.


"Aku capek, aku mau tidur!" seru Raffi lalu memejamkan matanya.


Aulia kecewa dengan sikap Raffi. Aulia terdiam sejenak memandang Raffi yang membelakanginya. Perlahan Aulia berdiri dan beranjak mengganti pakaiannya. Aulia terlihat sexy mengenakan lingerie berwarna merah terang yang sangat transparan. Belahan dada Aulia terlihat sungguh menggoda. Lalu Aulia berjalan mendekati Raffi lagi.


"Kak Raffi," ucap Aulia yang sudah berdiri di hadapan Raffi.


Raffi perlahan membuka matanya dan menoleh ke arah Aulia. Raffi terkejut melihat penampilan Aulia yang sangat sexy dan menggoda. Dengan cepat Raffi memejamkan matanya lagi. Dia takut tergoda oleh Aulia.


Melihat Raffi kembali memejamkan matanya, Aulia jadi kesal. Tapi Aulia tidak menyerah sampai di situ. Aulia duduk di samping Raffi. Aulia membelai wajah Raffi dengan lembut. Raffi diam saja. Perlahan Aulia mulai membuka kancing kemeja Raffi satu per satu. Raffi masih diam saja menerima perlakuan Aulia.


Malam itu menjadi malam yang paling membahagiakan untuk Aulia. Malam itu Raffi memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami. Entah apa yang merasuki Raffi malam itu. Gejolak nafsu telah menguasai dirinya. Kucing mana yang tahan saat melihat ikan asin di depan mata? Karena Raffi bukanlah Nabi Yusuf yang tahan godaan.


***


Di tempat lain ....


Selesai makan malam, Amar berpamitan kepada Esha dan Bu Dahlia.


"Bu Dahlia, Esha, Amar pamit dulu. sebentar lagi masuk waktu sholat Isya. Amar mau ke masjid lagi. Terima kasih buat makan malamnya. Assalamu'alaikum," ucap Amar.


"Wa'alaikumsalam," jawab Esha dan Bu Dahlia.

__ADS_1


Amar pun berdiri dan beranjak meninggalkan ruang makan. Esha mengantar Amar sampai ke teras rumahnya. Sementara Bu Dahlia membereskan meja makan lalu mencuci piring.


Tak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang. Esha dan Bu Dahlia mengambil air wudhu lalu sholat Isya berjamaah di ruangan khusus untuk sholat.


Setelah sholat, Bu Dahlia ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidur. Sedangkan Esha mengambil kitab suci Al-Qur'an lalu membacanya. Esha berharap hatinya akan tenang setelah membaca kitab suci. Entah kenapa, ada butiran air mata yang jatuh membasahi pipi Esha. Esha masih melanjutkan bacaannya hingga selesai satu juz.


Selesai mengaji Esha kembali ke kamarnya. Esha meraih ponselnya di atas meja lalu membuka polanya. Ternyata tidak ada apapun di ponselnya. Raffi sama sekali tidak menghubunginya. Ada rasa kecewa di hati Esha.


Mungkin dia terlalu sibuk dengan pernikahannya... mungkin dia terlalu sibuk dengan istri barunya, gumam Esha dalam hati.


Esha meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Esha merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Namun Esha tidak bisa terlelap.


Malam ini adalah malam pertama Raffi dan Aulia. Esha membayangkan malam ini suaminya tidur dengan perempuan lain selain dirinya. Hatinya begitu sakit, bagai diiris-iris sebilah pisau. Esha tak kuasa menahan air matanya. Esha mendekap gulingnya lalu menangis sepuasnya hingga ia terlelap.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG ..............................


Notes :


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya**** setelah membaca!

__ADS_1


Terima kasih 😊


__ADS_2