Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Gosip


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Esha dan Raffi mengemasi pakaian dan barang barang mereka. Mereka bersiap siap untuk pindah ke apartemen. Bu Dahlia membantu mereka.


"Ibu, apa ibu betul betul tidak ingin ikut dengan kami? Esha mohon ikutlah bersama kami Bu! Di sana nanti ibu bisa membantu Esha merawat Zayn. Esha kan belum punya pengalaman mengurus bayi. Ya bu ya..." Esha berusaha untuk merayu ibunya.


"Benar kata Esha Bu. Raffi juga tidak tega kalau membiarkan ibu tinggal di sini sendirian. Lagi pula besok Raffi sudah mulai masuk ke kantor. Ibu bisa menemani Esha dan Zayn di apartemen"


Bu Dahlia terdiam sejenak mencerna kata kata Esha dan Raffi.


"Baiklah, ibu akan ikut kalian. Sebenarnya ibu juga berat hati kalau harus berpisah dengan kalian, terutama dengan Zayn cucu ibu"


Esha dan Raffi tersenyum mendengar kata kata Bu Dahlia. Akhirnya ibunya setuju untuk ikut mereka pindah ke apartemen.


"Alhamdulillah. Terima kasih Bu" Esha pun berhambur memeluk ibunya.


"Iya sayang. Tapi ibu harus pergi ke restoran dulu untuk berpamitan pada Bu Dewi. Semoga Bu Dewi mengizinkan ibu untuk berhenti kerja di sana"


"Baik Bu, Bu Dewi pasti mau mengerti dengan alasan ibu"


"Kalau begitu ibu pergi dulu. Assalamu'alaikim"


"Wa'alaikumsalam, hati hati Bu"


Bu Dahlia pun pargi ke restoran untuk berpamitan kepada pemilik restoran dengan alasan mau pindah rumah. Setelah mendapatkan izin dan sisa gajinya, Bu Dahlia pun kembali ke kontrakan untuk mengemasi pakaian dan barang barangnya. Raffi menyewa mobil pick up untuk mengangkut barang barang mereka.


*****


Pagi itu Aulia menemui Evan di kantornya untuk membahas soal kontrak film. Sebelumnya mereka sudah membuat janji melalui telfon.


Tok... Tok... Tok...


Aulia mengetok pintu ruang kerja Evan.


"Masuk" sahut Evan.


Aulia pun membuka pintu kemudian melangkahkan kakinya memasuki ruang kerja Evan. Sontak Evan langsung berdiri karena terkejut melihat penampilan Aulia yang berubah drastis. Aulia yang dulunya berpakaian sexy, berambut panjang dan ikal kini berpakaian tertutup dan memakai hijab.


"Assalamu'alaikum Van" sapa Aulia sambil menepiskan senyumnya.


"Wa.. wa'alaikumsalam. Lia?? Penampilan kamu beda sekali..."


Evan memandang Aulia dari ujung kaki hingga ujung kepala tanpa berkedip.


"Emh.. silahkan duduk"


Aulia pun duduk berhadapan dengan Evan.


"Iya Van. Aku sudah memutuskan untuk berhijab sewaktu di Amerika. Aku ke sini untuk membicarakan soal syuting film kita yang sempat tertunda. Sepertinya sekarang aku sudah siap untuk kembali syuting Van"


"Aku senang melihat kamu sudah bersemangat lagi Lia. Okey aku akan atur semuanya. Tapi... bagaimana dengan film kita kalau kamu tiba tiba memakai hijab seperti ini? Dalam film itu kan nggak ada scene kamu memakai hijab Lia?"


"Itulah masalahnya Van"


"Begini saja Lia, kamu jangan berhijab dulu untuk sementara waktu sampai kita menyelesaikan syuting filmnya. Setelah syuting selesai, baru kamu pakai hijab lagi. Bagaimana?"


Aulia terdiam sejenak untuk mencerna kata kata Evan. Sebenarnya Aulia ingin sekali istiqomah memakai hijab. Tapi karena dia sudah terikat kontrak dan syutingnya juga sudah setengah jalan, mau tidak mau dia harus menyelesaikannya.


"Sebenarnya aku sudah mantap berhijab Van. Tapi... aku juga harus bertanggung jawab terhadap pekerjaanku. Untuk selanjutnya aku akan lebih selektif lagi dalam memilih peran. Aku nggak akan terima tawaran main film jika harus melepas hijabku"


"Okey Lia. Untuk kali ini saja. Aku janji untuk selanjutnya aku akan memilihkan film yang sesuai denganmu."


"Kalau begitu kapan kita bisa memulai syutingnya?"

__ADS_1


"Secepatnya Lia, nanti aku kabari kamu"


"Okey"


"By the way... kamu kelihatan makin cantik dengan memakai hijab Lia" ucap Evan seraya menatap Aulia dengan penuh makna.


"Thanks Van"


Aulia merasa tidak nyaman dengan tatapan Evan. Aulia pun mencari alasan untuk segera pergi dari tempat itu.


"Kalau begitu aku permisi Van. Aku masih ada urusan lain"


"Kenapa buru buru Lia? Padahal aku ingin mengajakmu makan siang"


"Maaf Van, lain kali saja. Aku masih ada urusan lain. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Aulia pun berdiri lalu meninggalkan ruang kerja Evan. Evan menatap kepergian Aulia dengan sedikit kecewa.


"Sabar Van, mungkin lain kali kamu bisa mengajaknya makan di luar. Mungkin sekarang dia belum bisa move on dari mantan suaminya" gumam Evan dalam hati.


*****


Selama dua bulan ini, setiap hari Aulia disibukkan dengan aktivitas syutingnya. Dari pagi hingga malam Aulia menghabiskan waktunya di lokasi syuting bersama para pemain dan crew lainnya termasuk sang produser yang tidak lain adalah Evan. Setiap hari Evan selalu memberikan perhatian yang lebih kepada Aulia. Bahkan Evan sering mengantar Aulia pulang ke rumahnya. Sehingga timbul gosip kalau Aulia dan Evan mempunyai hubungan spesial.


Gosip itu pun menjadi viral di sosial media, sehingga banyak wartawan dan reporter yang mendatangi lokasi syuting untuk mencari kebenaran berita tersebut. Mereka pun mewawancarai Aulia dan Evan di lokasi syuting.


"Mbak Aulia, apa benar sekarang mbak Aulia sedang menjalin hubungan spesial dengan mas Evan selaku produser mbak Aulia?" tanya salah seorang wartawan.


"Emh... saya dan Evan nggak ada hubungan apa apa kok. Hubungan kami cuma sebatas hubungan kerja, nggak lebih" sahut Aulia.


"Iya, itu memang benar"


"Apa benar mbak Aulia dan mas Evan dulu pernah pacaran waktu SMA?"


"Itu nggak bener. Kami hanya teman sekelas"


"Tapi aku memang suka sama Aulia sejak kami masih SMA" Evan menimpali.


"Evan!!" seru Aulia seraya menatap Evan dengan tajam.


"Itu kenyataannya Lia. Aku memang cinta sama kamu sejak dulu" sahut Evan.


"Stop Van!!"


Aulia kesal dengan pernyataan Evan di hadapan para wartawan.


"Lalu apakah mas Evan ada hubungannya dengan perceraian mbak Aulia dengan mantan suaminya?"


"Maaf cukup sampai di sini saja. Kami harus lanjut syuting. Permisi" sahut Aulia.


Aulia pun beranjak meninggalkan Evan dan para wartawan.


"Lia!!" seru Evan.


Namun Aulia tidak mempedulikan panggilan Evan. Dia terus melangkah meninggalkan tempat itu.


"Maaf permisi" seru Evan kepada para wartawan.


Evan bergegas mengikuti Aulia ke ruang make up. Aulia pun duduk di depan kaca rias sambil memanyunkan mukanya.

__ADS_1


"Lia maafkan aku. Apa kamu marah padaku?" tanya Evan.


"Untuk apa kamu bilang begitu di hadapan para wartawan Van? Mereka pasti berfikir kalau kamu adalah penyebab perceraianku dengan kak Raffi"


"Aku hanya ingin semua orang tau kalau aku benar benar mencintai kamu Lia. Aku serius sama kamu"


"Tapi aku nggak mencintai kamu Van"


"Apa kamu belum bisa move on dari mantan suami kamu itu?"


Aulia hanya membisu. Dia sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan Evan.


"Maaf Van, untuk saat ini aku hanya ingin fokus mengejar karirku. Aku nggak mau memikirkan soal cinta"


"Kalau begitu aku akan menunggumu Lia. Sampai kamu siap untuk membuka hatimu untukku"


Evan pun beranjak meninggalkan Aulia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...........


Notes :


Yang ngaku cinta sama Author dan novel "Kesucian Alesha", buruan tunjukkan rasa cintamu pada author dan novel favorit kamu ini dengan cara klik TIP/VOTE pada halaman depan novel.


Bagi yang menggunakan aplikasi MangaToon klik TIP seikhlasnya.


Bagi yang menggunakan aplikasi NovelToon klik VOTE sebanyak banyaknya..!!!


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!


Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2