
Siang ini Amar dan kedua orang tuanya datang ke rumah Aulia dengan menaiki taxi online. Begitu turun dari taxi, Pak Usman dan Bu Aisyah kagum saat melihat rumah Aulia yang begitu besar dan mewah. Aulia, Bu Kania dan Pak Mirza menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik. Mereka pun saling berkenalan dan berbincang bincang mengenai latar belakang keluarga masing masing dan juga mengenai hubungan Amar dan Aulia.
Akhirnya setelah berbincang bincang cukup lama, mereka pun mencapai kesepakatan untuk segera melangsungkan prosesi khitbah karena Amar dan Aulia sudah saling cocok dan orang tua dari kedua belah pihak juga sudah merestui. Dan prosesi khitbah akan dilangsungkan pada hari Jum'at depan. Mereka sepakat kalau acara tersebut akan dilangsungkan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga dari kedua belah pihak. Amar dan Aulia sangat senang karena sebentar lagi mereka akan segera bertunangan.
*****
Hari Jum'at kemudian...
Amar terlihat tampan memakai kemeja putih dan jas hitam. Rambutnya yang baru saja dicukur terlihat rapi. Hari ini selepas sholat Jum'at, Amar dan kedua orang tuanya akan berangkat ke rumah Aulia dengan menaiki taxi online. Mereka berniat untuk bersilaturahmi sekaligus mengkhitbah Aulia. Sebelum itu, mereka mampir ke apartemen Esha dulu karena Esha dan Raffi akan ikut menyaksikan prosesi khitbah tersebut. Sementara Bu Dahlia tinggal di apartemen untuk menjaga baby Zayn.
Beberapa menit kemudian, Amar beserta rombongannya sampai di rumah Aulia. Mereka pun turun dari mobil. Pintu rumah Aulia sudah terbuka lebar. Aulia, Pak Mirza, Bu Kania dan Ustadz Sholeh sudah menunggu di dalam. Aulia terlihat sangat cantik memakai gaun dan hijab berwarna biru muda. Bu Kania dan Pak Mirza pun sudah berpakaian resmi untuk menyambut keluarga calon besannya.
"Assamu'alaikum" sapa semua tamunya saat sampai di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam"
Aulia, Pak Mirza, Bu Kania dan Ustadz Sholeh berdiri untuk menyambut kedatangan mereka seraya mengukir senyuman. Mereka pun saling berjabat tangan.
Raffi memperkenalkan Esha kepada Pak Mirza dan Bu Kania.
"Om, tante, ini Alesha istri Raffi"
"Esha, ini Om Mirza dan tante Kania"
"Alesha, kamu cantik sekali..." sahut Bu Kania.
"Terima kasih tante"
"Mana anak kamu Raffi?" tanya Pak Mirza.
"Zayn ada di apartemen bersama omanya Om"
"Kenapa nggak diajak Raffi? Tante kan juga pengen gendong bayi kamu" Bu Kania menimpali.
"Takutnya nanti malah rewel dan ganggu acara tante... hehe..." celetuk Raffi.
"Kapan kapan ajak ke sini Raffi!"
"Insya Allah tante"
Kemudian Aulia, Bu Kania dan Pak Mirza mempersilahkan tamu tamunya untuk duduk.
Setelah semuanya duduk, Pak Usman pun memberikan kata sambutan,
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sebagai permulaan kalam, alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa.
Salawat dan salam kepada junjungan kita Rasul pilihan Nabi Muhammad SAW.
Bapak, ibu serta segenap keluarga yang kami hormati.
Pertama-tama, perkenankanlah saya untuk menyampaikan tutur kata selaku orang tua dari ananda Amar Maulana bin Usman Maulana untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini. Namun sebelumnya kami menghaturkan salam yang diiringi ucapan terimakasih kepada keluarga bapak Mirza dan ibu Kania atas penerimaan kami sekeluarga yang telah disambut dengan baik.
Pada hari ini, kami hadir di tengah tengah keluarga bapak dan ibu, tiada lain dalam rangka bersilaturahim agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan yang lainnya, agar lebih terjalin ikatan hati yang lebih erat. Dan adapun yang kedua tujuan kedatangan kami adalah untuk menyampaikan hajat dari anak kami yaitu Amar Maulana yang sudah cukup lama mengenal putri bapak dan ibu yang bernama Aulia Safina.
Nah singkat cerita, ananda kami telah menyampaikan niat yang tulus dan ikhlas kepada orang tua untuk dihantar mengkhitbah ananda Aulia Safina. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini, yakni mengkhitbah putri bapak yang bernama Aulia Safina untuk ananda kami yang bernama Amar Maulana.
Mudah-mudahan Bapak berkenan untuk merestui dan meridho'i niat ananda kami, dengan menerima lamaran ini.
__ADS_1
Demikianlah sekelumit sambutan dari kami. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada bapak dan ibu, sambil menanti sambutan dari bapak dan ibu apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak. Tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran sebilah cincin hanya sekedarnya saja sebagai lambang pinangan.
Akhirnya sekali lagi kami sekeluarga mohon maaf, apabila penyampaian maupun sambutan kami yang kurang berkenan dihati Bapak dan Ibu serta hadirin yang kami muliakan.
Kesalahan datangnya dari kita semua, kebaikan datangnya dari Allah SWT.
Wallaahul muwaafiq ilaa aqwamith thoriq. Wabillahi taufik walhidayah. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh" ucap semua yang ada di ruangan itu.
Kemudian Ustadz Soleh memberikan kata sambutan mewakili Pak Mirza,
"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh" sahut semua yang ada di ruangan itu.
"Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini untuk mempererat tali silaturahmi kita semua.
Shalawat serta salam mari kita hadiahkan kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang masih selalu kita nanti nantikan syafaatnya kelak di hari akhir. Pada kesempatan ini, tak lupa kami menghaturkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Usman beserta rombongan. Semoga Allah SWT meridho'i silaturahmi kita pada kesempatan kali ini.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya Ustadz Soleh mewakili Bapak Mirza beserta Istri ingin menyampaikan "Gayung Bersambut" atas apa yang diutarakan oleh Bapak Usman selaku wakil dari pihak pria yang telah menyampaikan secara jelas dan terperinci tentang maksud mengkhitbah putri kami yang bernama Aulia Safina.
Ternyata takdir jualah yang telah nenghantarkan ananda Amar Maulana dipertemukan dengan putri kami ananda Aulia Safina seperti peribahasa yang berbunyi "Di mana ada kembang, di situ ada kumbang"
Bapak Usman beserta keluarga yang kami hormati dan juga ananda Amar Maulana yang kami cintai "pucuk dicinta, ulam-pun tiba", kedatangan Anda sungguh dinantikan, karena orang tua dari Aulia Safina telah cukup mengenal budi pekerti dan kesolehan ananda.
Sekali lagi, atas nama Bapak Mirza beserta Ibu, saya menyambut dan menerima kehadiran ananda Amar Maulana, beserta Bapak Usman dan juga Ibu dalam khitbah terhadap putri kami Ananda Aulia Safina binti Mirza Nugraha.
Namun untuk itu agar lebih meyakinkan, marilah bersama sama kita dengar ketulusan hati ananda Aulia Safina dalam menerima lamaran ananda Amar Maulana yang akan ditanyakan oleh ayahnya"
"Putriku, hari ini ananda Amar Maulana telah datang dan telah menyampaikan niatnya melamarmu untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktunya nanti. Apakah putriku, Aulia Safina bersedia menerima lamaran dari ananda Amar Maulana?" tanya Pak Mirza.
"Alhamdulillah..." ucap semua yang ada di ruangan itu.
Amar dan kedua orang tuanya merasa lega setelah mendengar jawaban Aulia. Begitu pula dengan Esha dan Raffi.
"Terima kasih Aulia, insya Allah aku akan berusaha menjadi imam yang baik untukmu" sahut Amar dengan wajah yang berseri seri.
Ustadz Sholeh pun melanjutkan kalimatnya,
"Alhamdulillah, baru kita dengar bersama sama jawaban dari ananda Aulia Safina dalam menerima pinangan dari ananda Amar Maulana.
Kepada ananda Amar Maulana dalam mempersunting putri kami yaitu, ananda Aulia Safina, Bapak akan menyampaikan pesan Allah SWT yang terdapat di Surat An-Nissa ayat 34 yang artinya :
"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain dan karena mereka (kaki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka"
"Oleh karena itu kami selaku orang tua, hanya bisa berpesan jagalah tata krama, ahklak islami dalam pergaulan Anda berdua selama bertunangan hingga bersanding di pelaminan, karena selama ini Anda berdua belum menjadi muhrim.
Demikianlah sambutan dari saya selaku wakil dari Bapak Mirza dan keluarga. Adapun mengenai penetapan waktu akad nikah, akan kita bahas terlebih dulu di antara kedua belah pihak keluarga.
Sekian sambutan saya mewakili Bapak Mirza dan Istri. Mohon maaf atas tutur kata saya yang kurang berkenan di hati para hadirin. Demikian pula atas segala kekhilafan maupun kekurangannya di dalam menyambut para tamu yang terhormat pada kesempatan ini. Semoga Allah SWT meridho'i pertemuan kita.
Aamiin...
Billahittaufik wal hidayah wal innayah, waliraddah... Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh" jawab semua yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Kemudian Bu Aisyah menghampiri Aulia dan memakaikan cincin di jari manis Aulia. Ternyata cincin itu sangat pas dan terlihat cantik di jari manis Aulia.
"Terima kasih Bu" ucap Aulia seraya menepiskan senyumnya.
Esha dan Raffi pun menghampiri Aulia dan Amar untuk memberi ucapan selamat.
"Selamat ya Aulia..." seru Esha seraya menjabat tangan Aulia dan mencium pipi kanan kemudian pipi kirinya.
"Thank you Alesha..."
"Selamat ya Mar..." seru Raffi seraya menjabat tangan Amar kemudian memeluknya.
"Makasih Raffi..."
Kemudian keluarga dari kedua belah pihak berbincang bincang untuk menentukan tanggal pernikahan Aulia dan Amar. Setelah berbincang bincang cukup lama, akhirnya mereka memutuskan kalau pernikahan Aulia dan Amar akan dilangsungkan dua bulan lagi. Aulia dan Amar sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan menikah. Esha dan Raffi juga sangat bahagia, akhirnya usaha mereka tidak sia sia. Mereka berhasil menyatukan Amar dan Aulia.
Setelah selesai berbincang bincang, Bu Kania pun mempersilahkan mereka semua untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan di meja makan. Setelah makan bersama, dilanjutkan sesi foto keluarga. Aulia memposting foto tersebut ke akun instagram pribadinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Notes :
Masih setia dengan novel ini??
Jangan lupa VOTE sebanyak banyaknya...!!!
__ADS_1
Jangan lupa juga tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
Terima kasih 😊