
Selama dua bulan ini, Amar fokus pada pekerjaannya di kantor. Amar ingin mengumpulkan uang sebanyak banyaknya untuk menata masa depannya. Amar baru saja membeli motor baru. Kini dia tidak perlu lagi naik ojek online untuk ke kantornya. Amar juga berencana untuk membeli rumah walaupun secara kredit. Orang tuanya juga sudah setuju kalau Amar mau membeli rumah di Jakarta. Mereka selalu mendukung apapun keputusan putra semata wayangnya itu.
Setiap hari Minggu Amar selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Esha dan keluarganya di apartemennya. Dan selama dua bulan ini, Amar tidak pernah bertemu dengan Aulia lagi karena Aulia sibuk dengan aktivitas syutingnya. Aulia pun hanya sekali mengunjungi Esha di apartemen sebelum memulai syutingnya waktu itu.
*****
PAGI ITU
Amar melirik jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 9 pagi. Amar bersiap siap untuk mengunjungi Esha dan keluarganya. Amar pun memakai jaket dan helmnya lalu mengambil kunci motor di atas meja. Setelah itu, Amar beranjak keluar dan mengunci pintu.
Amar menaiki motor matic yang sudah terparkir di depan kontrakannya lalu tancap gas menuju apartemen Esha. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, Amar pun sampai di Pondok Indah Residences. Amar naik ke lantai 12 menggunakan lift. Sampai di depan apartemen Esha, Amar menekan bel pintu beberapa kali.
Ting tong... Ting tong...
Ceklek!
Raffi pun membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum" sapa Amar seraya melemparkan senyumnya.
"Wa'alaikumsalam" jawab Raffi, Esha dan Bu Dahlia.
"Amar? Ayo silahkan masuk Mar" imbuh Raffi.
Amar pun masuk ke dalam apartemen.
"Eh ada Om Amar..." kata Esha yang sedang duduk di sofa sambil memangku baby Zayn.
"Nak Amar ayo silahkan duduk, biar ibu buatkan minuman" sahut Bu Dahlia lalu beranjak ke dapur.
"Terima kasih Bu"
Amar pun duduk di sebelah Esha dan baby Zayn.
"Hallooo... baby boy. Makin gendut aja nih" tutur Amar sambil memcubit pipi tembam baby Zayn.
"Iya Om Amar" sahut Esha.
Raffi duduk di kursi lalu meraih remote kontrol di atas meja. Raffi pun menghidupkan TV. Kebetulan di TV pas ada berita Aulia dan Evan yang sedang diwawancarai di lokasi syutingnya. Sontak semua mata tertuju pada layar televisi. Raffi pun mengeraskan volume TV. Amar, Esha, dan Raffi terkejut mendengar pengakuan Evan Adijaya, produser Aulia yang ternyata mencintai Aulia sejak mereka duduk di bangku SMA.
Deg!
Jantung Amar berdegup kencang saat melihat berita tersebut. Raut mukanya tiba tiba berubah pucat. Amar juga terkejut saat melihat Aulia tidak memakai hijab.
"Kenapa Aulia melepas hijabnya??" tanya Esha dengan heran.
"Lia dan produsernya?? Apa mereka memiliki hubungan spesial?" tanya Raffi dengan penasaran.
Amar hanya diam membisu. Amar tidak tau kenapa hatinya begitu sakit saat melihat Aulia bersama dengan laki laki lain. Amar memegang dadanya yang terasa sesak. Esha menoleh ke arah Amar dan memperhatikan ekspresi mukanya.
"Amar kamu nggak apa apa kan?" tanya Esha.
Esha tau hati Amar pasti terluka menyaksikan berita tersebut.
"Amar..!!!"
Esha meninggikan suaranya karena Amar masih diam tanpa menanggapi pertanyaannya.
"Eh... iya. Kenapa Sha?"
Bu Dahlia pun muncul membawa nampan berisi 4 cangkir teh hangat dan kue bolu pisang buatannya.
"Nak Amar, ibu bawakan teh hangat dan kue bolu pisang bikinan ibu. Ayo diminum dan dicicipi kuenya" ucap Bu Dahlia seraya meletakkan teh dan kue tersebut di atas meja.
"Terima kasih Bu" sahut Amar.
__ADS_1
"Sayang sini biar ibu tidurkan Zayn di kamar, sepertinya dia ngantuk" ucap Bu Dahlia kepada Esha.
"Iya Bu"
Esha pun menyerahkan baby Zayn kepada Bu Dahlia. Bu Dahlia menggendong baby Zayn dan membawanya ke kamar.
Raffi dan Amar meraih cangkir masing masing lalu meminum tehnya.
"Amar, aku mau tanya sama kamu. Tolong kamu jawab dengan jujur! Apa kamu mencintai Aulia?" tanya Esha seraya menatap Amar dengan tajam.
Sontak Amar menyemburkan teh yang baru diminumnya. Amar terkejut mendengar pertanyaan Esha. Jantung Amar makin berdebar debar. Keringat dinginnya mulai keluar. Amar bingung harus menjawab apa.
"Mar kalau kamu benar benar mencintai Lia, katakan saja! Kami akan mendukungmu" Raffi menimpali.
"Mereka berdua betul betul menyebalkan. Kenapa mereka menanyakan soal perasaanku pada Aulia? Aku harus jawab apa? Apa aku harus jujur pada mereka?" gumam Amar dalam hati.
Esha dan Raffi masih menatap Amar dengan tajam. Mereka menunggu jawaban dari Amar. Sepertinya Amar tidak punya pilihan lain. Amar mencoba mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mengatakan isi hatinya pada Esha dan Raffi.
"Emh... sebenarnya... aku... aku memang mengagumi Aulia. Aulia adalah perempuan yang baik..."
"Sebenarnya aku juga tidak tau apa aku sudah jatuh cinta padanya atau sekedar mengaguminya saja. Aku baru tiga kali bertemu dengannya. Tapi entah kenapa sejak bertemu dengannya, siang malam aku selalu memikirkannya..."
Esha dan Raffi saling berpandangan. Mereka tersenyum lega setelah mendengar pengakuan dari Amar.
"Alhamdulillah... kamu tenang saja Mar, kami akan membantumu agar kamu bisa memenangkan hati Aulia. Iya kan kak Raffi?" seru Esha.
"Iya Mar. Kami siap membantumu. Karena aku juga ingin melihat kalian berdua bahagia..." sahut Raffi.
"Makasih Sha, Raffi. Tapi aku rasa Aulia tidak akan menyukaiku. Aku dan dia sangat jauh berbeda. Aulia pasti lebih memilih produser itu daripada aku"
"Kamu jangan pesimis begitu Mar! Lia bukanlah tipe orang yang gila harta. Jika dia benar benar mencintaimu, dia pasti akan menerimamu apa adanya" imbuh Raffi.
"Apa kamu yakin Raffi?"
"Aku seratus persen yakin. Siapa yang lebih mengerti Lia daripada aku?"
"Melamar?? Aku belum siap untuk melamarnya sekarang Sha. Aku masih mau mengumpulkan uang untuk menata masa depanku. Aku berencana ingin membeli sebuah rumah"
"Waaahhh... bagus itu Mar. Kelak kalau kalian sudah menikah kalian bisa menempati rumah itu bersama sama" sahut Esha.
"Insya Allah Sha"
"Kalau begitu kalian ta'arufan saja dulu Mar, biar kalian bisa lebih mengenal satu sama lain. Bagaimana? Kami akan membantu kalian"
"Thanks Sha, Raffi. Tapi apa Aulia mau ta'arufan sama aku?"
"Kita coba dulu Mar. Kalau begitu aku akan menghubungi Aulia. Aku akan menyuruhnya ke sini. Mudah mudahan dia ada waktu" sahut Esha.
Esha pun masuk ke kamar untuk mengambil ponselnya. Esha melihat Zayn dan Bu Dahlia sudah tertidur dengan pulas di atas tempat tidur. Esha pun berjalan pelan pelan agar tidak membangunkan mereka. Esha mengambil ponselnya di atas meja lalu keluar kamar. Esha pun menghubungi nomor Aulia.
Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)
Aulia : "Assalamu'alaikum Alesha"
Esha : "Wa'alaikumsalam Aulia. Kamu lagi dimana?"
Aulia : "Aku di lokasi syuting. Ini aku lagi break untuk makan siang. Ada apa Alesha?"
Esha : "Aulia kalau kamu ada waktu, nanti datanglah ke apartemenku"
Aulia : "Memangnya ada apa Alesha? Apa kamu sedang ada masalah?"
Esha : "Bukan begitu Aulia. Aku nggak ada masalah apa apa. Tapi ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"
Aulia : "Siapa?"
__ADS_1
Esha : "Pokoknya kamu ke sini saja dulu. Nanti kamu akan tau siapa orangnya"
Aulia : "Baiklah Alesha. Tapi aku nggak bisa janji. Soalnya aku juga nggak tau syutingnya nanti selesai jam berapa"
Esha : "Tapi kamu usahakan ke sini ya Aulia. Kami akan menunggumu. Assalamu'alaikum"
Aulia : "Wa'alaikumsalam"
Esha pun mengakhiri panggilannya lalu menghampiri Raffi dan Amar.
"Bagaimana sayang?" tanya Raffi.
"Aulia sedang di lokasi syuting. Dia bilang dia akan usahakan untuk datang ke sini nanti"
"Okey, kita tunggu saja dia" sahut Raffi.
"Kamu jangan pulang dulu Mar! Kita tunggu Aulia sampai dia datang" seru Esha.
Amar pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu ayo kita makan siang dulu Mar, kak Raffi. Pasti kalian sudah lapar kan? Ibu sedang tidur bersama Zayn. Biar aku siapkan makanannya"
Esha pun beranjak ke dapur untuk menyiapkan makanan di meja makan. Setelah itu, mereka makan siang bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
Notes :
Yang ngaku cinta sama Author dan novel "Kesucian Alesha", buruan tunjukkan rasa cintamu pada author dan novel favorit kamu ini dengan cara klik TIP/VOTE pada halaman depan novel.
Bagi yang menggunakan aplikasi MangaToon klik TIP koin seikhlasnya.
Bagi yang menggunakan aplikasi NovelToon klik VOTE poin sebanyak banyaknya...!!!
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
__ADS_1
Terima kasih 😊