
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.
QS: As-Syuura 42 : 30-31
---------------------------------
"Mama, apa benar Mama terkena tumor otak dan harus segera dioperasi?" tanya Raffi begitu mereka semua duduk di ruang tamu.
"Iya Raffi. Mungkin ini hukuman untuk Mama karena selama ini Mama sudah banyak menyakiti kalian... Mama menyesal Raffi. Seandainya Mama merestui kalian sejak dulu mungkin Mama nggak akan mengalami semua ini. Allah sudah menghukum Mama, Raffi..."
"Istighfar Ma, minta ampun sama Allah. Raffi yakin Allah pasti akan menyembuhkan Mama"
"Kak Raffi benar Ma. Perbanyaklah istighfar, karena semua penyakit itu datangnya dari Allah. Allah menurunkan suatu musibah atau penyakit semata-mata hanya sebagai peringatan bahwa kita memang banyak salah dan dosa agar kita segera mau kembali ke jalan Allah" imbuh Esha.
Bu Debby terdiam sejenak untuk mencerna kata-kata Esha. Hati Bu Debby tersentuh mendengar kata-kata Esha. Menantu yang selama ini dia benci ternyata begitu baik dan sholehah. Dia malu pada dirinya sendiri karena selama ini dia hanya menuruti nafsu duniawi dan tidak pernah mengingat Allah.
"Astaghfirullah..." ucap Bu Debby seraya menitikkan air matanya.
"Esha... terima kasih sayang. Kamu sudah menyadarkan Mama. Raffi beruntung mendapatkan istri seperti kamu. Kamu adalah perempuan yang baik. Maafkan Mama karena selama ini Mama tidak bisa melihat kebaikan kamu"
"Mama benar, Raffi memang beruntung mendapatkan istri seperti Esha. Dialah yang sudah mengubah Raffi menjadi orang yang lebih baik Ma"
"Raffi, Papa juga minta maaf sama kamu. Maafkan Papa karena selama ini Papa terlalu sibuk dengan pekerjaan Papa dan tidak pernah memperhatikan kebahagiaan kamu. Papa merasa gagal menjadi suami dan ayah yang baik karena selama ini Papa tidak bisa membimbing kalian agar berada di jalan Allah. Papa janji mulai sekarang Papa akan berubah. Papa akan berusaha menjadi imam yang baik untuk keluarga kita"
"Alhamdulillah ya Allah.. Raffi senang sekali mendengarnya Pa. Itu berarti Allah sudah menurunkan hidayah-Nya untuk keluarga kita"
"Sebelum dioperasi Mama mau sholat dulu Pa. Mama mau bertaubat dan meminta ampun sama Allah atas semua dosa-dosa Mama selama ini. Mama juga mau minta kesembuhan sama Allah Pa"
"Baiklah Ma kita sholat sama-sama. Kita sekeluarga akan berjuang bersama untuk melawan penyakit Mama"
Raffi, Esha, Pak Salman dan Bu Debby pun melaksanakan sholat berjamaah. Dan Pak Salman yang menjadi imamnya.
*****
Di rumah sakit...
Sudah hampir 5 jam Raffi dan Pak Salman duduk, berdiri, dan mondar-mandir di depan ruang operasi dengan cemas.
"Ya Allah, semoga operasinya berjalan dengan lancar dan Mama bisa sembuh secepatnya... Aamiin" doa Pak Salman dalam hati.
"Ya Allah, Engkaulah yang Maha menyembuhkan. Sembuhkanlah Mama ya Allah... Angkatlah penyakitnya, sehatkanlah dia, dan panjangkanlah umurnya... Aamiin" doa Raffi dalam hati.
Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka. Suster segera membawa Bu Debby ke ruang ICU. Dokter pun keluar dari ruang operasi. Raffi dan Pak Salman segera menghampirinya.
"Dokter bagaimana operasinya??" tanya Raffi dan Pak Salman dengan penasaran.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar" sahut Dokter seraya menepiskan senyumnya.
"Alhamdulillah ya Allah... " ucap Raffi dan Pak Salman.
"Lalu kapan kami bisa menemuinya Dok?"
__ADS_1
"Pasien masih terpengaruh obat bius. Kami akan memindahkannya ke ruang ICU. Nanti kalian baru boleh menemuinya setelah pasien sadar"
"Baiklah Dokter"
Raffi pun segera menghubungi Esha untuk mengabarinya.
Tut... Tut... Tut.... (menghubungkan)
Esha : "Assalamu'alaikum sayang. Bagaimana operasinya?"
Raffi : "Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah sayang, operasinya berjalan dengan lancar"
Esha : "Alhamdulillah... Allah sudah mengabulkan doa kita"
Raffi : "Iya sayang. Tapi Mama baru saja dipindahkan ke ruang ICU. Kami belum bisa menemuinya sekarang. Malam ini aku sama papa akan menginap di rumah sakit. Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal?"
Esha : "Nggak apa-apa sayang. Kamu temani Mama, kasihan dia. Kalau ada apa-apa segera kabari Esha ya!"
Raffi : "Iya sayang. Assalamu'alaikum"
Esha : "Wa'alaikumsalam"
Satu setengah jam kemudian, Raffi dan Pak Salman baru diizinkan menemui Bu Debby di ruang ICU.
Saat pertama kali melihat Bu Debby dipasangin banyak kabel dan alat bantu nafas, dengan mulut terbuka lidah pun keluar sebagian, hati Pak Salman dan Raffi benar-benar hancur. Mereka tidak tega melihat kondisi Bu Debby seperti itu. Raffi ingin menangis sekencangnya. Tapi tidak boleh! Dia harus kuat. Dia melihat Bu Debby berusaha untuk sadar. Bu Debby sedikit membuka matanya. Raffi pun mulai mengajaknya bicara.
"Mama, alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar Ma. Semuanya sudah berlalu. Mama pasti akan segera sembuh" ucap Raffi untuk menguatkan ibunya. Bu Debby pun hanya bisa menjawab dengan mengedipkan matanya.
*****
"Bagaimana kondisi Mama?" tanya Esha.
"Alhamdulillah, Mama sudah lebih baik sayang. Mama kangen sekali sama cucu Mama. Mama udah nggak sabar ingin cepat pulang"
"Esha doakan agar Mama segera pulih dan Mama bisa secepatnya pulang dan main lagi sama Zayn"
"Aamiin. Makasih sayang"
"Oh ya Ma, kenalkan ini Bu Dahlia, ibu kandung Esha"
"Senang bertemu dengan Anda. Maafkan saya, jika selama ini saya sudah banyak menyakiti anak Ibu" ucap Bu Debby dengan suara yang sayu.
"Nggak apa-apa Bu. Semua sudah berlalu. Saya juga sudah memaafkan ibu. Saya doakan semoga ibu cepat sembuh"
"Terima kasih"
Aulia dan Amar pun meluangkan waktu untuk menjenguk Bu Debby. Juga Pak Mirza dan Bu Kania. Mereka langsung terbang ke Jakarta begitu mendapat kabar dari Aulia kalau Bu Debby terkena tumor otak dan akan segera dioperasi.
"Debby bagaimana kondisimu?" tanya Bu Kania.
"Alhamdulillah aku sudah lebih baik. Kania, Mirza, terima kasih kalian sudah datang menjengukku. Kalian sahabatku yang paling baik. Maaf kalau selama ini aku tidak mendengarkan nasehat kalian. Selama ini aku sudah dibutakan oleh harta. Setelah sakit aku baru sadar kalau keluarga jauh lebih penting dari apa pun di dunia ini"
__ADS_1
"Nggak apa-apa Debby. Yang penting kamu sudah menyadari semua kesalahan kamu" sahut Pak Mirza.
"Iya Debby. Sekarang kamu harus fokus pada kesembuhan kamu agar kamu bisa pulang secepatnya dan berkumpul lagi sama anak dan cucu kamu" imbuh Bu Kania.
"Iya Kania, aku sudah nggak betah di rumah sakit. Aku ingin cepat pulang"
Setelah beberapa hari menjalani masa pemulihan, kondisi Bu Debby berangsur membaik. Perlahan-lahan segala peralatan yang ada di kepalanya di buang satu persatu. Dan hari ini selang infus yg menancap di kepalanya selama kurang lebih semingguan ini juga sudah dilepas.
Sebelum pulang, Bu Debby menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan alhamdulillah hasilnya bagus. Setelah itu Bu Debby pun diperbolehkan pulang. Tapi dia masih harus kontrol ke rumah sakit tiga bulan sekali selama setahun untuk memastikan kalau dia sudah sembuh total.
Raffi dan Pak Salman pun membawa Bu Debby pulang ke rumah. Bu Debby sangat bersyukur kepada Allah karena akhirnya dia berhasil melawan penyakitnya dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
Notes :
Waaahhh... semuanya sudah bahagia ya... Nantikan episode terakhirnya besok!!!
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
Terima kasih 😊
__ADS_1