
Setelah menjalani operasi, Bu Debby memutuskan untuk mantap berhijab. Dia bersungguh-sungguh ingin memperbaiki dirinya. Pak Salman pun sangat mendukung istrinya. Begitu juga dengan Raffi dan Esha. Mereka senang sekali melihat perubahan Bu Debby.
"Mama makin cantik kalau memakai hijab. Iya kan Pa?" seru Raffi pada saat mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Iya Raffi. Kamu memang benar" sahut Pak Salman.
"Alhamdulillah, semoga Mama bisa istiqomah berhijab ya Ma" imbuh Esha.
"Aamiin. Makasih semuanya atas dukungannya. Mama bahagia sekali, akhirnya Mama bisa berkumpul lagi bersama kalian semua..."
"Pa, Mama berniat untuk mengadakan syukuran atas kesembuhan Mama. Bagaimana menurut Papa?"
"Papa setuju dengan ide Mama. Bagaimana Raffi, Esha?"
"Raffi juga setuju Pa, Ma. Bagaimana kalau acara syukurannya Minggu depan saja? Sekalian merayakan ulang tahun Zayn dan juga ulang tahun pernikahan Raffi dan Esha"
"Raffi, Esha, bagaimana kalau kalian memakai pakaian pengantin saat anniversary kalian nanti? Mama ingin sekali melihat kalian menikah. Mama mau menggelar resepsi yang meriah untuk kalian berdua"
"Iya Raffi, Esha, Papa juga ingin sekali melihat kalian berdua memakai pakaian pengantin. Pasti kalian sangat serasi. Lalu kita ambil foto keluarga"
"Bagaimana sayang, apa kamu setuju?" tanya Raffi kepada Esha.
"Terserah kak Raffi saja"
"Baiklah Ma, Pa, jika itu yang kalian inginkan kami berdua setuju"
Bu Debby senang sekali. Dia pun segera menghubungi Bu Kania untuk membantunya membuat persiapan. Bu Kania dengan senang hati akan membantu Bu Debby. Mereka pun mengundang saudara, tetangga, seluruh staff Anggara Corporation, seluruh staff Dahlia Resto & Catering, dan juga semua teman dan rekan bisnis mereka.
*****
Satu Minggu kemudian...
Malam itu, Zayn tidur bersama Raffi dan Esha. Seperti biasa, sebelum subuh Zayn selalu bangun duluan dan membangunkan semua orang dengan suara tangisnya yang cetar membahana.
"Huwaaaaaaaa....."
Esha pun membuka matanya dan segera menyusui Zayn. Zayn pun menyusu dengan kuat. Esha tersenyum seraya membelai kepala Zayn perlahan.
"Happy birthday sayang..." ucap Esha kemudian mengecup kening Zayn dengan lembut.
"Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sholeh, pintar, dan jadi kebanggaan keluarga. Aamiin..."
Setelah puas menyusu, Zayn pun duduk kemudian menarik-narik baju ayahnya. Esha memperhatikan tingkah Zayn sambil senyum-senyum sendiri.
"Papa... Papa..." ucap Zayn sambil menarik-narik baju Raffi.
Raffi pun perlahan membuka matanya. Raffi tersenyum saat melihat Zayn sedang menarik-narik bajunya berusaha untuk membangunkannya. Raffi sangat bahagia karena saat mulai berbicara, kata pertama yang keluar dari mulut Zayn adalah kata "PAPA". Raffi sangat sayang pada Zayn.
"Happy birthday my son... muahh" ucap Raffi kemudian mencium kedua pipi tembam Zayn dengan gemas.
__ADS_1
"Happy anniversary sayang..." ucap Raffi kemudian mencium kening Esha dengan lembut.
"Happy anniversary" sahut Esha seraya menepiskan senyumnya.
Hari ini Zayn genap berusia satu tahun. Zayn sudah bisa berjalan kesana-kemari. Zayn juga sudah bisa berbicara meskipun baru sedikit-sedikit. Dia selalu berusaha menirukan setiap kata yang didengarnya. Tingkahnya makin lucu dan menggemaskan. Semua orang sangat menyayangi Zayn. Sejak kehadiran Zayn di kediaman keluarga Anggara, rumah itu tidak pernah sepi lagi. Setiap hari rumah itu dihiasi oleh canda tawa dan tangisan Zayn. Pak Salman dan Bu Debby pun senang sekali karena bisa bermain dengan cucu mereka setiap hari.
*****
SIANG ITU
Raffi dan Esha terlihat sangat serasi memakai pakaian pengantin ala barat dengan nuansa serba putih. Esha terlihat sangat cantik dan anggun memakai gaun pengantin bak princess dipadu dengan hijab dan mahkota di atas kepalanya. Raffi juga terlihat sangat tampan dengan setelan jasnya yang berwarna putih dikombinasikan dengan dasi berwarna hitam. Zayn pun terlihat sangat lucu dan menggemaskan memakai setelan jas senada dengan ayahnya. Mereka bertiga duduk bersanding di pelaminan bak seorang raja, ratu dan pangeran kecil di tengah-tengahnya. Raffi dan Esha terlihat sangat bahagia. Senyuman melekat di bibir mereka.
Pak Salman, Bu Debby dan Bu Dahlia memakai pakaian senada dan menyambut para tamu undangan yang hadir. Raffi juga mengundang Bi Ijah dan Pak Rahmat ke pestanya. Semua tamu yang hadir dipersilahkan menikmati jamuan makanan yang telah disediakan sambil mendengarkan lagu.
Pak Mirza, Bu Kania, Amar dan Aulia pun tiba. Mereka kompak memakai pakaian sarimbit. Mereka pun menghampiri Raffi, Esha dan Zayn untuk memberi ucapan selamat. Esha dan Raffi pun berdiri sambil menggendong Zayn.
"Happy birthday baby Zayn muahh" ucap Aulia kemudian mencium kedua pipi Zayn dengan gemas.
"Happy anniversary kak Raffi, Alesha.." imbuh Aulia.
"Terima kasih Lia" sahut Raffi dan Esha.
"Happy birthday boy. Happy anniversary Raffi, Esha" ucap Amar.
"Makasih Mar" sahut Raffi dan Esha.
"Aulia kamu terlihat makin berisi. Apa kamu sedang hamil?" tanya Esha tiba-tiba.
"Alhamdulillah... selamat ya Aulia, Amar" ucap Raffi dan Esha.
"Thank you" sahut Aulia dan Amar.
"Aku sangat bahagia Alesha, karena aku diberi kepercayaan untuk hamil lagi. Aku berharap semoga anak ini kelak lahir dengan sehat dan selamat" imbuh Aulia.
"Aamiin..." sahut semuanya.
Acara pun dibuka dengan kata sambutan dari Pak Salman selaku Tuan rumah. Pak Salman mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah karena telah memberikan kesembuhan kepada istrinya sehingga mereka bisa berkumpul lagi.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemotongan kue. Sebelum potong kue, para tamu undangan diminta menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" untuk Zayn sambil bertepuk tangan dengan meriah.
Setelah itu Raffi dan Esha meniup lilin kemudian memotong kuenya. Potongan kue pertama mereka persembahkan untuk Bu Debby dan Pak Salman. Raffi pun menyuapi Pak Salman dan Esha menyuapi Bu Debby. Semua tamu memberikan tepuk tangan yang meriah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi foto keluarga.
*****
MALAM ITU
Zayn sudah tertidur dengan lelap setelah menyusu. Raffi memindahkannya ke dalam box bayi karena malam ini Raffi ingin tidur berdua dengan Esha. Raffi merasa seperti pengantin baru karena ia dan Esha baru saja melangsungkan resepsi pernikahan. Esha paham dengan keinginan Raffi. Dia pun mengganti pakaiannya dengan gaun malam yang sexy dan transparan. Raffi menghampiri istrinya kemudian memeluknya dari belakang. Raffi menyibakkan rambut Esha dan perlahan mencium lehernya. Esha pun memejamkan matanya.
"I love you sayang" ucap Raffi setengah berbisik ke telinga Esha.
__ADS_1
"I love you too" sahut Esha.
Kemudian Raffi membalikkan tubuh Esha menghadap dirinya. Raffi merapatkan tubuh Esha ke tubuhnya kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Esha. Raffi pun mencium bibir Esha dengan lembut. Esha memejamkan matanya kemudian membalas ciuman suaminya. Mereka pun saling berciuman untuk beberapa saat hingga Raffi tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Raffi pun segera membopong tubuh Esha dan menjatuhkannya di atas tempat tidur.
"Sayang apa kamu sudah siap? Ayo kita bikin adik untuk Zayn" ucap Raffi kemudian mulai menerjang tubuh istrinya dengan penuh gairah. Esha hanya mampu memejamkan matanya dan pasrah menerima perlakuan suaminya...
Akhirnya setelah melalui jalan yang panjang dan berliku-liku, mereka pun memperoleh kebahagiaan yang sejati. Itulah buah dari kesabaran mereka selama ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(THE END)
Notes :
Author mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaan para pembaca sekalian pada novel pertamaku ini...
Jika ada kata-kata yang salah ataupun kurang berkenan di hati, Author mohon maaf yang sebesar-besarnya....
Author ucapkan "Selamat Tahun Baru 2020" untuk pembaca sekalian...
Semoga kita bisa bertemu kembali di tahun 2020 dengan karya-karyaku yang lainnya....
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!
Terima kasih 😊