
Aulia dari tadi mondar mandir di teras rumah karena cemas menunggu Raffi. Jam di dinding ruang tamu sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi Raffi masih juga belum pulang. Aulia mencoba menghubungi Raffi berkali kali sejak tadi pagi tapi Raffi enggan menjawabnya. Lalu Aulia memutuskan untuk mencari Raffi lagi di kantornya. Aulia pun naik ke mobilnya dan langsung tancap gas menuju kantor.
Aulia memberhentikan mobilnya setelah sampai di parkiran kantor. Aulia melihat mobil Raffi ada di parkiran. Aulia pun turun dari mobil lalu berjalan menuju lobby. Suasana di kantor sudah sepi. Semua staff sudah pulang. Hanya ada beberapa satpam yang berjaga di pos satpam.
"Selamat malam bu Aulia" sapa semua satpam dengan kompak.
"Selamat malam. Apa bapak Raffi masih di kantor?" tanya Aulia.
"Iya bu, sepertinya bapak Raffi hari ini lembur" jawab salah seorang satpam.
"Terima kasih" jawab Aulia lalu beranjak masuk ke lobby lalu menuju lift dan menekan angka 30.
Sampai di kantor Raffi, Aulia langsung masuk ke ruang kerja Raffi tanpa mengetuk pintu. Raffi terkejut melihat Aulia datang ke kantornya. Raffi yang sejak tadi duduk termenung di kursinya langsung berdiri saat melihat Aulia menghampirinya.
"Lia? Kenapa kamu kesini?" ketus Raffi.
"Kak Raffi, kenapa kak Raffi nggak menjawab telpon Lia sejak tadi pagi? Tadi pagi Lia kesini untuk mencari Alesha tapi Alesha nggak ada, kak Raffi juga nggak ada. Lia coba menghubungi nomor Alesha berkali kali tapi nomor Alesha nggak aktif. Lalu Lia menemukan surat pengunduran diri Alesha di lantai. Sebenarnya apa yang terjadi kak? Kenapa Alesha tiba tiba mengundurkan diri?" tanya Aulia dengan penasaran.
Raffi hanya diam saja. Raut mukanya terlihat sedih.
"Kak Raffi dimana Alesha?" tanya Aulia lagi.
"Alesha sudah pergi Lia. Dia telah meninggalkan aku. Dia..."
Raffi tidak bisa melanjutkan kata katanya. Lidahnya seolah kelu. Ada butiran air bening yang jatuh ke pipi Raffi. Aulia terkejut melihat Raffi menangis. Baru kali ini Aulia melihat Raffi sesedih ini sampai mengeluarkan air mata.
"Kak Raffi..."
Aulia mendekati Raffi lalu memeluknya. Aulia tidak tega melihat Raffi sesedih itu. Raffi hanya diam tanpa membalas pelukan Aulia.
"Maafkan Lia kak. Pasti Alesha pergi gara gara Lia. Iya kan?"
Aulia melepaskan pelukannya.
"Kenapa kak Raffi merahasiakan pernikahan kak Raffi dengan Alesha? Jawab kak, Lia ingin tau semuanya!!"
Raffi pun menceritakan semuanya pada Aulia. Dari pertama Raffi bertemu Alesha di klab malam sampai akhirnya Raffi membawanya pulang lalu menikahinya tanpa sepengetahuan semua orang.
"Maaf Lia aku tidak jujur padamu soal pernikahanku dengan Alesha karena waktu itu mama terus saja mengancamku. Aku takut mama akan menyakiti dan mengusir Alesha. Mama juga terus saja memaksaku untuk menikah denganmu"
"Jadi mama sudah tau soal pernikahan kak Raffi dan Alesha?"
Raffi menganggukkan kepalanya.
"Waktu itu mama menyuruh orang untuk memata mataiku dan Alesha"
"Kalau kak Raffi benar benar mencintai Alesha, kenapa kak Raffi membiarkan Alesha pergi kak?"
"Aku nggak tau kalau dia akan pergi Lia. Semalam dia bilang dia nggak akan meninggalkan ku. Aku tadi mencarinya ke stasiun seperti orang gila tapi aku nggak menemukannya. Dia hanya meninggalkan ini di apartemen"
Raffi merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan surat dari Alesha dan menyodorkannya kepada Aulia. Aulia menyambut surat itu lalu membacanya.
Kak Raffi maafkan aku, aku terpaksa meninggalkanmu...
Aku sangat mencintaimu, tapi Aulia juga sangat mencintaimu...
Aulia dan bayi dalam kandungannya lebih membutuhkanmu daripada aku...
Aku mohon jangan mencariku....
Alesha
Aulia terkejut membaca surat Alesha. Kelopak mata Aulia tiba tiba penuh. Dan Aulia tak mampu membendung air mata yang menetes ke pipinya.
"Kak Raffi Lia benar benar minta maaf. Maafkan Lia kak"
__ADS_1
"Sudah terlambat Lia. Dia sudah pergi meninggalkan ku..."
"Kak Raffi tolong cari Alesha kak. Lia mohon bawa dia kembali. Lia merasa bersalah pada Alesha kak. Lia pikir Alesha sudah merebut kak Raffi dari Lia. Tapi ternyata Lia lah yang merebut kak Raffi darinya" ucap Aulia dengan sesenggukan.
"Tapi Alesha nggak mau aku mencarinya Lia. Ibunya nggak tau soal pernikahan kami. Aku nggak tau apa yang harus aku katakan pada ibunya. Ibunya pasti nggak akan memaafkanku"
Raffi tidak tau lagi harus berbuat apa. Pikirannya kacau. Di satu sisi ingin sekali dia mencari Esha di kampungnya lalu menjemputnya. Tapi di sisi lain Esha tidak ingin kalau Raffi mencarinya.
"Biar Lia yang bicara pada ibunya Alesha kak. Besok pagi kita cari Alesha"
Raffi menatap Aulia dengan tajam.
"Terima kasih Lia"
"Sekarang ayo kita pulang kak"
Raffi menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan kantor.
**********
Malam itu Esha merasa takut karena ibunya terus saja bertanya padanya.
"Esha, sejak kecil ibu dan ayahmu nggak pernah mengajarimu untuk berbohong. Karena berbohong itu dosa. Apalagi membohongi orang tua. Ibu ini ibu kamu. Orang yang melahirkan kamu. Naluri ibu mengatakan kalau kamu sedang ada masalah.. dan kamu berusaha menyembunyikannya dari ibu. Iya kan?" tanya bu Dahlia masih memandang Esha dengan tajam.
"Maafkan Esha bu. Tapi Esha nggak mau membuat ibu sedih" jawab Esha masih dengan menundukkan kepala.
"Ibu akan lebih sedih kalau kamu nggak jujur pada ibu" sahut bu Dahlia dengan tegas.
Esha terdiam sejenak mencerna kata kata yang keluar dari mulut ibunya. Lalu Esha mengumpulkan segenap keberanian untuk mengatakan semuanya.
"Ibu sebenarnya Esha sudah..."
Esha tidak melanjutkan kata katanya.
"Sudah apa sayang?" tanya bu Dahlia dengan penasaran.
Akhirnya kata kata itu pun keluar dari mulut Esha.
"Apa?? Menikah??"
Bu Dahlia syok mendengar kata kata putrinya itu.
"Menikah dengan siapa? Kenapa kamu menikah tanpa memberi tau ibu?"
"Maafkan Esha bu, Esha terpaksa nggak memberi tau ibu. Esha nggak mau membuat ibu sedih"
Ada butiran air bening yang mengalir ke pipi Esha.
"Sekarang kamu ceritakan semuanya pada ibu. Ibu ingin tau semuanya"
Esha pun menceritakan semuanya pada ibunya dari awal ia dijebak oleh Rosi dan tantenya sampai akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan Raffi. Tangis bu Dahlia pecah mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Esha. Esha pun memeluk ibunya dan menangis di pelukan ibunya. Esha merasa beban di pundaknya seolah terasa lebih ringan.
"Ibu maafkan Esha..." tutur Esha di sela isak tangisnya.
"Eshaaa.... begitu banyak yang kau alami tapi tidak sedikitpun kau ceritakan pada ibumu" seru bu Dahlia sambil menangis tersedu sedu.
"Maafkan Esha bu..."
"Kenapa temanmu Rosi dan tantenya begitu jahat padamu. Apa salahmu pada mereka? Ibu pikir mereka orang yang baik. Tapi ternyata..."
Ibu Dahlia makin terisak.
"Sudah bu jangan menangis lagi. Biar Allah yang menghukum mereka" tutur Esha berusaha menenangkan ibunya.
"Ibu nggak rela kamu diperlakukan seperti itu sayang. Ibu nggak terima..."
__ADS_1
Lalu tiba tiba bu Dahlia tidak sadarkan diri. Esha jadi panik setengah mati melihat ibunya pingsan.
"Ibuuuu... ibu kenapa? Jangan membuat Esha takut bu.. ibu banguuun...!!!" teriak Esha.
Esha pun membawa ibunya ke kamar lalu membaringkan tubuh ibunya di tempat tidur. Esha bergegas mengambil minyak angin dan membuka tutupnya. Esha menaruh botol minyak angin itu di bawah hidung ibunya agar ibunya bisa menghirupnya. Tak lama kemudian ibunya sadar.
"Alhamdulillah..." ucap Esha.
"Eshaa..."
Tangis bu Dahlia pecah lagi. Air matanya mengalir deras dari sudut matanya.
"Ibu jangan menangis lagi. Esha minta maaf bu. Esha nggak bermaksud membuat ibu sedih"
Esha menggenggam tangan ibunya agar ibunya merasa lebih tenang.
"Jika ayahmu masih hidup, pasti ini semua nggak akan terjadi padamu sayang..."
"Ibu jangan bicara seperti itu bu. Ini semua sudah takdir Esha bu. Esha sudah ikhlas menerimanya"
"Esha.. kalau suamimu benar benar mencintaimu kenapa dia tega menyakitimu dan menikah lagi dengan perempuan lain? Seharusnya dia mempertahankanmu"
"Ibu jangan salahkan kak Raffi. Kak Raffi nggak bersalah bu. Esha yang menyuruhnya untuk menikahi Esha secara diam diam untuk menghalalkan hubungan kami. Dan Esha sudah berjanji nggak akan menuntut apa apa dari kak Raffi termasuk kesetiaannya bu"
"Kenapa kamu begitu bodoh sayang?Kenapa kamu menghancurkan hidupmu sendiri? Pasti kamu sangat menderita..."
Bu Dahlia pun memeluk putrinya lagi dan membelai kepalanya dengan lembut. Bu Dahlia merasa iba dengan nasib yang menimpa putri semata wayangnya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..........
Notes :
Apa yang terjadi saat Raffi dan Aulia menemui Esha dan ibunya di kampung???
Nantikan episode selanjutnya...
__ADS_1
Jangan lupa tekan LIKE, LOVE, dan komentarnya setelah membaca...!!! Terima kasii 😊