Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Restu


__ADS_3

Sampai di kontrakan, Amar langsung masuk ke kamarnya lalu duduk di tepi tempat tidur. Amar merogoh ponsel di saku celananya lalu mulai menghubungi orang tuanya. Amar sudah tidak sabar lagi untuk memberi tahu orang tuanya soal hubungannya dengan Aulia.


Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)


Usman : "Assalamu'alaikum nak"


Amar : "Wa'alaikumsalam ayah... bagaimana kabar ayah dan ibu?"


Usman : "Alhamdulillah... ayah dan ibumu baik baik saja nak. Bagaimana denganmu?"


Amar : "Alhamdulillah... Amar juga baik baik saja ayah. Dimana ibu yah?"


Usman : "Ibumu sudah tidur. Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu nak? Semuanya lancar kan?"


Amar : "Alhamdulillah pekerjaan Amar semuanya lancar. Oh ya ayah, sebenarnya Amar menelpon ayah karena ada sesuatu yang ingin Amar sampaikan kepada ayah"


Usman : "Ada apa nak?"


Amar : "Amar sudah menemukan perempuan yang Amar sukai yah. Dan alhamdulillah dia juga menyukai Amar. Sudah satu bulan ini kami menjalani ta'aruf..."


Usman : "Ta'aruf?? Kenapa baru sekarang kamu memberi tahu ayah nak?"


Amar : "Maaf yah, Amar baru bisa memberi tahu ayah sekarang. Karena sekarang Amar sudah yakin yah, kalau dia adalah jodoh Amar. Amar baru saja bersilaturahmi ke rumah orang tuanya. Dan orang tuanya menyambut Amar dengan sangat baik. Amar yakin kalau mereka juga menyukai Amar"


Usman : "Alhamdulillah... Lalu siapa perempuan itu nak? Dia tinggal dimana?"


Amar : "Namanya Aulia ayah. Dia tinggal di Pondok Indah. Aulia adalah seorang model dan artis terkenal ayah. Orang tuanya juga seorang pengusaha sukses di Amerika"


Usman : "Apa?? Artis?? Bagaimana kamu bisa kenalan sama seorang artis nak?"


Amar : "Aulia adalah temannya Esha ayah. Aku kenal sama dia waktu menjadi saksi pernikahan Esha dan Raffi. Aulia adalah mantan istrinya Raffi"


Usman : "Jadi maksud kamu Aulia itu seorang janda?"


Amar : "Iya ayah. Tapi Amar tidak mempermasalahkannya. Yang penting Aulia adalah perempuan yang baik dan sholehah. Dan dia mau menerima Amar apa adanya..."


Usman : "Ayah heran nak, kenapa seorang artis terkenal dan kaya raya bisa menyukai pemuda biasa sepertimu?"


Amar : "Amar juga tidak tau ayah. Mungkin Allah yang telah menggerakkan hati kami. Amar sangat bersyukur pada Allah karena Aulia telah memilih Amar ayah. Amar mohon doa restu dari ayah dan ibu.


Usman : "Kalau kalian memang saling mencintai, doa restu ayah dan ibu akan selalu menyertaimu nak"


Amar : "Terima kasih ayah"


Usman : "Kapan kapan ayah dan ibu ingin bertemu dengan Aulia, biar kami bisa saling mengenal"


Amar : "Kalau begitu ayah dan ibu ke Jakarta saja. Nanti sekalian bisa silaturahmi dengan orang tua Aulia. Mumpung orang tuanya ada di Jakarta yah"


Usman : "Nanti ayah bicarakan dulu sama ibumu..."


Amar : "Baiklah ayah. Amar akan menunggu kabar dari ayah. Kalau begitu Amar tutup telponnya dulu yah. Assalamualaikum"


Usman : "Wa'alaikumsalam"


Amar pun mengakhiri panggilannya. Hatinya terasa lega karena sudah memberi tahu orang tuanya. Amar pun meletakkan ponselnya di atas meja lalu melangkah menuju lemari pakaiannya. Amar membuka lemari itu lalu mengambil sebuah kotak cincin di laci.


Amar duduk di tepi tempat tidur lalu membuka kotak cincin itu. Amar tersenyum melihat sebentuk cincin emas pemberian ibunya. Awalnya cincin itu ingin Amar gunakan untuk melamar Esha. Tapi sekarang, Amar telah menemukan Aulia. Amar ingin memakaikan cincin itu di jari manis Aulia.


"Semoga cincin ini pas di jari manismu... Aulia. Dan semoga kamu menyukainya"


Amar pun menyimpan kembali cincin itu di lemarinya. Lalu Amar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ya Allah... semoga Engkau memudahkan segala urusan hamba... Aamiin" doa Amar dalam hati.


Amar pun memejamkan matanya sampai ia terlelap.


*****


Dua hari kemudian, Amar mendapat kabar kalau orang tuanya akan segera berangkat ke Jakarta. Mereka ingin bertemu dengan Aulia dan juga orang tuanya. Amar sangat senang mendengarnya. Amar segera mengirim pesan via whatsapp kepada Aulia untuk memberi tahu kabar gembira ini.


Amar : Assalamu'alaikum Lia...


Aulia : Wa'alaikumsalam.


Amar : Lia, aku baru saja mendapat kabar dari orang tuaku. Siang ini insya Allah mereka akan berangkat ke Jakarta. Mereka ingin sekali bertemu denganmu.


Aulia : Alhamdulillah... Lia juga ingin sekali bertemu dengan mereka. Tolong kabari Lia begitu mereka sampai di Jakarta! Insya Allah Lia akan menemui mereka.


Amar : Terima kasih Lia. Assalamu'alaikum.


Aulia : Wa'alaikumsalam.

__ADS_1


Aulia pun menghampiri kedua orang tuanya di meja makan. Aulia duduk bergabung dengan mereka.


"Ma, Pa, siang ini orang tua Amar akan berangkat ke Jakarta. Amar bilang orang tuanya ingin bertemu dengan Lia"


"Bagus dong sayang. Besok kamu temui mereka biar mereka bisa mengenalmu dan kamu juga bisa mengenal mereka..." sahut Pak Mirza.


"Iya Pa. Insya Allah besok Lia akan menemui mereka"


"Besok kamu bawakan sesuatu untuk orang tua Amar" sahut Bu Kania.


"Iya Ma"


Aulia pun sarapan bersama kedua orang tuanya.


*****


Malam ini, Amar berangkat ke terminal Pulo Gadung untuk menjemput kedua orang tuanya dengan menaiki taxi online. Beberapa menit kemudian, Amar pun sampai di terminal. Amar menyuruh sopir taxi itu untuk menunggunya. Amar pun turun dari taxi. Amar meliarkan matanya mencari sosok kedua orang tuanya. Amar tersenyum saat melihat orang tuanya sedang duduk menunggunya. Amar pun menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum ayah, ibu"


"Wa'alaikumsalam nak"


Pak Usman dan Bu Aisyah terlihat sangat senang saat melihat Amar. Amar pun mencium tangan kedua orang tuanya.


"Amar kangen sekali sama ayah dan ibu"


"Ayah dan ibu juga kangen sekali sama kamu nak"


Amar pun memeluk Pak Usman dan Bu Aisyah secara bergantian. Kemudian Amar membawa kedua orang tuanya pulang ke kontrakannya.


Sampai di kontrakan, Amar mengirim pesan via whatsapp kepada Aulia.


Amar : Assalamu'alaikum Lia. Alhamdulillah orang tuaku sudah sampai di Jakarta dengan selamat. Aku baru saja menjemput mereka di terminal. Dan sekarang kami sudah sampai di kontrakan.


Aulia : Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah... besok pagi insya Allah Lia akan datang ke kontrakan untuk menemui mereka.


Amar : Terima kasih Lia. Kami akan menunggu kedatanganmu. Assalamu'alaikum.


Aulia : Wa'alaikumsalam.


*****


Keesokan harinya setelah sarapan, Aulia meminta izin kepada Pak Mirza dan Bu Kania untuk menemui Amar dan orang tuanya.


"Iya sayang" sahut Pak Mirza.


"Biar Pak Imam yang mengantarmu sayang" sahut Bu Kania.


"Nggak usah Ma, Lia bisa sendiri"


"Ya sudah, hati hati di jalan sayang"


Aulia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kontrakan Amar. Aulia mampir sebentar ke toko kue untuk membeli kue brownies, setelah itu dia melanjutkan perjalanannya. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, Aulia pun sampai di kontrakan Amar. Aulia turun dari mobilnya. Jantungnya berdebar debar karena ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan orang tua Amar. Amar keluar dari dalam untuk menyambut Aulia.


"Assalamu'alaikum" ucap Aulia seraya menepiskan senyumnya kepada Amar.


"Wa'alaikumsalam Lia, ayo silahkan masuk!" sahut Amar.


Amar dan Aulia pun masuk ke dalam. Pak Usman dan Bu Aisyah sudah menunggu di ruang tamu. Lalu Amar memperkenalkan Aulia kepada kedua orang tuanya.


"Ayah, ibu, ini Aulia..."


"Lia, ini ayah dan ibuku..."


"Assalamu'alaikum Pak, Bu" sapa Aulia seraya mencium tangan Pak Usman dan Bu Aisyah.


"Wa'alaikumsalam"


"Waah... kamu cantik sekali nak Aulia" imbuh Bu Aisyah.


"Terima kasih Bu"


"Ayo silahkan duduk nak Aulia" seru Pak Usman.


Aulia dan Amar pun duduk berhadapan dengan Pak Usman dan Bu Aisyah.


"Oh ya Pak, Bu, ini Lia bawakan kue brownies untuk bapak dan ibu" ucap Aulia seraya meletakkan kantong plastik berisi brownies di atas meja.


"Terima kasih nak Aulia"


Bu Aisyah pun membawa kue itu ke dapur sekalian membuatkan minuman.

__ADS_1


"Nak Aulia, bapak dan ibu mengucapkan terima kasih karena nak Aulia mau meluangkan waktu untuk menemui kami di sini. Kami sangat senang bisa bertemu dengan nak Aulia" kata Pak Usman membuka pembicaraan.


"Lia yang seharusnya berterima kasih karena bapak dan ibu sudah jauh jauh datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Lia"


"Nak Aulia, boleh bapak tanya sesuatu pada nak Aulia?"


"Silahkan Pak"


"Apa nak Aulia benar benar menyukai Amar?"


Aulia terdiam sejenak sambil menatap ke arah Amar. Amar pun menepiskan senyumnya. Aulia pun mengalihkan pandangannya ke arah Pak Usman.


"Iya Pak. Saya menyukai Amar"


"Lalu apa yang membuat nak Aulia menyukai Amar?"


"Saya menyukai Amar karena dia laki laki yang baik dan juga sholeh"


"Apa nak Aulia tidak akan menyesal? Amar ini hanya laki laki biasa. Dia bukanlah anak orang kaya"


"Insya Allah saya tidak akan menyesal Pak. Saya menyukai Amar apa adanya. Saya juga tidak menilai seseorang dari kekayaannya"


"Bapak senang mendengarnya nak Aulia. Sekarang bapak yakin kalau pilihan Amar itu tepat. Kamu adalah gadis yang baik nak Aulia..."


"Kalau kalian memang saling mencintai dan kalian berniat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, bapak merestui kalian"


"Ibu juga merestui kalian" sahut Bu Aisyah yang muncul dari dapur sambil membawa nampan berisi 4 cangkir teh hangat dan kue.


"Terima kasih Pak, Bu" sahut Aulia sambil tersenyum lega.


"Nak Aulia, ibu buatkan teh hangat. Ayo silahkan diminum!"


"Terima kasih Bu"


Mereka pun meminum tehnya.


"Sampaikan kepada orang tuamu, insya Allah besok kami akan bersilaturahmi dengan mereka nak Aulia" kata Pak Usman.


"Iya Pak, nanti akan Lia sampaikan"


Amar merasa lega karena orang tuanya menyukai Aulia. Amar dan Aulia sangat bersyukur kepada Tuhan karena mereka sudah dapat lampu hijau dari kedua orang tua mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :


Hi readers, maaf ya baru bisa up sekarang. Soalnya kemarin aku ada kesibukan di real life...


*Jangan lupa dukung author dan novel favorit kamu ini dengan VOTE poin sebanyak banyaknya...!!!


*Jangan lupa juga tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...

__ADS_1


Terima kasih 😊


__ADS_2