
Keesokan harinya Raffi mengajak Esha pergi ke rumah sakit untuk periksa kandungan. Raffi menitipkan Zayn kecil kepada Bi Nanik dulu sebelum mereka pergi. Dalam hati, Raffi berjanji kali ini dia akan menjadi suami dan ayah siaga selama kehamilan Esha. Raffi benar-benar menyesal karena dulu waktu Esha hamil Zayn, dia tidak ada di sampingnya. Kini saatnya ia menebus semua kesalahannya di masa lalu dengan memberikan perhatian extra kepada istri dan calon bayinya.
Dokter kandungan melakukan USG 4D pada kandungan Esha. Raffi setia mendampinginya. Mereka berdua begitu terharu saat melihat gambar janin mereka yang terpampang di layar komputer.
"Ini janin Bapak dan Ibu. Masih sangat kecil karena usianya baru menginjak 4 minggu," ujar Bu Dokter.
Raffi dan Esha tersenyum senang.
"Jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan, Dok?" tanya Raffi dengan polosnya.
"Belum kelihatan lah Pa, kan dia masih sangat kecil," sahut Esha.
Dokter tertawa kecil mendengar pertanyaan Raffi. "Maaf Pak, untuk saat ini jenis kelaminnya belum kelihatan. Biasanya jenis kelamin janin akan terlihat jelas pada saat kandungan Ibu sudah berusia 18 sampai 20 minggu atau 5 bulan ke atas."
"Oohh ... begitu ya Dok?" Raffi nyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya Pak." Dokter tersenyum simpul.
"Mudah-mudahan perempuan ya Dok, karena saya sudah punya anak laki-laki. Saya pengen punya anak perempuan yang cantik seperti ibunya."
"Aamiin, Pak," sahut Bu Dokter.
"Tapi kalau ternyata dia nanti laki-laki gimana, Pa?" tanya Esha.
"Ya nggak pa pa, Ma. Kita kan bisa bikin lagi sampai kita dapat anak perempuan."
Kedua mata Esha membulat seketika mendengar ucapan suaminya.
"Pa, malu sama Dokter."
"Nggak pa pa kok Bu." Dokter hanya menahan tawa mendengar ucapan mereka.
***
Setelah dari rumah sakit, Raffi berniat mengajak Esha pergi ke Pondok Indah Mall untuk shopping.
"Ma, kita mampir dulu ke mall ya, Papa mau beliin Mama susu ibu hamil biar kandungan Mama sehat," ucap Raffi sambil fokus mengemudi.
"Emh ... gimana kalau kita beli di mini market aja Pa? Soalnya Mama khawatir sama Zayn. Sudah cukup lama kita ninggalin dia. Mama takut dia nangis nyariin Mama."
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu."
Raffi menghentikan mobilnya saat mereka sampai di sebuah mini market. Kemudian mereka berdua turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki mini market tersebut. Esha mengambil 3 box susu khusus untuk ibu hamil dengan berbagai pilihan rasa dan memasukkannya ke dalam keranjang.
"Sini biar Papa yang bawa, Ma."
Esha pun memberikan keranjang itu kepada suaminya.
"Ma, belikan juga susu formula buat Zayn!" titah Raffi.
"Iya Pa." Esha pun mengambil 3 box susu formula untuk Zayn. Setelah itu, Raffi pun membawa belanjaan mereka ke kasir.
Saat melihat es krim, tiba-tiba Esha menelan salivanya.
"Pa, Mama mau es krim." Esha berbisik ke telinga suaminya.
"Ambil saja Ma!"
Esha tersenyum lalu beranjak mengambil dua bungkus es krim berbentuk cone dan satu box besar es krim tiga rasa untuk Zayn.
Sampai di mobil, Esha langsung membuka bungkus es krim itu dan memakannya.
"Nggak tau Pa, tadi waktu lihat es krim tiba-tiba Mama kepingin. Mungkin bawaan bayi kali Pa," sahut Esha sambil menikmati es krimnya.
"Mama ngidam?"
"Mungkin juga Pa. Apa Papa mau? Tadi Mama beli dua."
"Nggak usah Ma, buat Mama aja semuanya."
Esha pun menghabiskan dua bungkus es krim itu sekaligus. Raffi hanya tersenyum memperhatikan tingkah istrinya yang seperti anak kecil.
"Kalau Mama mau sesuatu, bilang aja sama Papa! Insya Allah Papa akan memenuhi semua keinginan Mama."
"Emh ... sebenarnya Mama pengen makan masakan ibu. Mama kangen banget sama masakan beliau."
"Ya sudah besok Papa akan cuti. Kita pergi ke Cipanas. Sekalian kita kasih kejutan buat ibu soal kehamilan kamu. Beliau pasti senang sekali mendengar berita ini."
"Makasih, Pa." Esha tersenyum senang.
__ADS_1
Bu Dahlia kini tinggal di villa pribadi Raffi yang ada di Cipanas bersama Bi Ijah dan Pak Rahmat. Raffi mempercayakan Dahlia Resto & Catering kepada mertuanya setelah dia mengambil alih Anggara Corporation.
***
Sampai di rumah, Esha dan Raffi langsung menemui Zayn yang saat itu sedang bermain bersama Bi Nanik di ruang keluarga.
"Assalamu'alaikum," ucap Esha dan Raffi sembari berjalan mendekati mereka.
"Wa'alaikumsalam," sahut Bi Nanik.
"Zayn gimana Bi, apa dia tadi nangis nyariin aku?" tanya Esha.
"Enggak kok Nyah, Den Zayn nggak nangis. Dia malah seneng main sama Bibi."
"Alhamdulillah. Sayang, Mama punya sesuatu buat kamu." Esha pun mengeluarkan satu kotak es krim dari dalam plastik. "Taraaaa ...."
"Yeeaaayyy ... es krim!" Zayn terlihat senang sekali.
"Zayn mau makan es krim?" tanya Raffi. Anak itu langsung mengangguk cepat.
"Ya udah kita makan sama-sama yuk!" Raffi pun menggandeng tangan putranya itu lalu mengajaknya ke meja makan.
Esha menyiapkan es krim tersebut ke dalam dua gelas dan memberikannya kepada anak dan suaminya.
"Kamu nggak makan, Ma?" tanya Raffi.
"Kalian aja yang makan. Mama udah kenyang, tadi kan udah habis dua," sahut Esha.
"Zayn, ayo kita balapan! Siapa yang habis duluan, dia yang menang," seru Raffi.
Zayn dan Raffi pun memakan es krim tersebut dengan lahap. Esha hanya memperhatikan mereka berdua sambil tersenyum.
- - -
Aku kasih extra part lagi ya.. Jangan lupa tekan LIKE setelah membaca!
**Baca juga "Pengorbanan Nayra" ya gaess.. aku UP extra part juga di sana.
Selamat Idul Fitri bagi yg merayakan, mohon maaf lahir batin yaa... 🙏🙏**
__ADS_1