Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Perceraian


__ADS_3

Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu... tapi menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu, kamu tetap bertahan dan tidak akan menyerah begitu saja....


Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan bebanmu... tapi mengokohkan pundakmu sehingga seberat apapun beban yang kamu pikul, kamu akan mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu....


Alesha_


---------------------------------------------


Ada ketegangan yang terjadi di ruangan itu. Esha sudah mengira kalau saat ini pasti akan tiba. Saat dimana dia harus ikhlas melepaskan segalanya...


Melepaskan seseorang yang telah berhasil meluluhkan hatinya.


Melepaskan seseorang yang mampu menggetarkan hati dan jiwanya.


Melepaskan seseorang yang amat dikasihinya dengan segenap jiwa dan raganya. Meski itu berat....


"Cerai???" seru Raffi sambil membulatkan kedua matanya setelah mendengar kata kata bu Dahlia.


Kata kata bu Dahlia bagaikan petir yang menyambar dan menghanguskan seluruh harapan yang ada di jiwanya.


"Ya. Tolong ceraikan putriku! Selama ini dia sudah cukup menderita. Aku tidak rela kalau dia dimadu. Aku tidak mau kalau hidupnya semakin menderita" ucap bu Dahlia dengan tegas.


Raffi menghampiri bu Dahlia dan melipat kedua lututnya ke lantai di hadapan bu Dahlia. Bu Dahlia terkejut dengan sikap Raffi.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Ibu... aku mohon jangan pisahkan aku dan Esha. Kami saling mencintai bu. Aku akan berusaha membuat Esha bahagia. Aku berjanji akan melindunginya bu" rintih Raffi sambil bersujud di kaki bu Dahlia.


Esha Dan Aulia hanya mampu menitikkan air matanya menyaksikan pemandangan di hadapannya itu.


"Bangunlah...!!"


Bu Dahlia mengangkat pundak Raffi. Raffi pun berdiri.


"Esha keputusan ada di tanganmu. Apa kamu mau melanjutkan pernikahanmu atau kamu ingin bercerai dari suamimu. Tapi menurut ibu lebih baik kalian bercerai"


Aulia tiba tiba menimpali,


"Ibu.. saya ikhlas jika memang kak Raffi dan Alesha saling mencintai. Biarkan mereka tetap bersama. Kami akan berusaha hidup sebagai satu keluarga. Aku dan Alesha akan hidup seperti seorang kakak dan adik"


"Aulia... dalam Islam berpoligami memang diperbolehkan tapi bercerai juga tidak dilarang. Kamu pasti menderita kan selama ini? Pasti hatimu sakit saat melihat orang yang kamu cintai bersama dengan perempuan lain. Itu juga yang aku rasakan selama ini" sahut Esha.


"Nak Raffi kamu harus memilih salah satu diantara mereka. Jangan membuat mereka menderita lagi. Sekarang ibu harap kamu bisa menentukan pilihanmu!" seru bu Dahlia.


Raffi hanya membisu. Raffi bingung harus memilih siapa. Di satu sisi dia sangat mencintai Esha dan tidak mau kehilangannya tapi di sisi lain Aulia sedang mengandung anaknya. Posisi Raffi saat ini bagai dihadapkan pada buah simalakama, dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak yang mati. Raffi benar benar tidak bisa menentukan pilihan.


"Maaf aku tidak bisa memilih bu. Aku sangat mencintai putri ibu. Aku tidak mau kehilangannya. Tapi aku juga tidak mungkin melepas tanggung jawabku terhadap bayi yang ada dalam kandungan Lia"


"Kalau begitu ceraikan saja Lia kak. Lia ikhlas demi kebahagiaan kalian" sahut Aulia.


"Tidak Lia. Kamu sedang mengandung. Bayi kamu lebih membutuhkan ayahnya" Esha menimpali.


"Nak Raffi ibu mohon ceraikan saja Esha. Kalau kamu tetap mempertahankannya, kamu akan membuatnya lebih menderita. Bukankah orang tuamu tidak menyukai Esha. Esha hanya gadis kampung tidak seperti kalian orang kaya. Pasti semua orang akan menganggap Esha sebagai orang ketiga dalam rumah tangga kalian. Pasti semua orang akan mengecap Esha sebagai pelakor karena yang semua orang tau hanya nak Aulia lah istrimu. Jadi ibu mohon lepaskan Esha... Biarkan dia menemukan kebahagiaannya" rintih bu Dahlia dengan air mata yang berderai.


Kepala Raffi rasanya mau pecah memikirkan semua ini. Dia tidak tau lagi harus berbuat apa. Jantungnya berdebar debar. Nafasnya tidak beraturan. Dadanya terasa sesak saat menyaksikan seorang ibu dan putrinya sedang berpelukan sambil menangis karenanya. Tiba tiba Raffi melihat sosok yang mirip sekali dengan dirinya sedang berdiri menertawakannya.

__ADS_1


"Hahaha... Semua ini salahmu Raffi. Kau yang membuat Esha menderita. Kau yang tidak memperjuangkan cintamu. Kau adalah pecundang. Seharusnya kau tidak menikahi Aulia kalau kau tidak mencintainya. Seharusnya malam itu kau tidak terlena. Kau betul betul bodoh Raffi... hahaha..."


Tiba tiba sosok itu menghilang.


"Ya... memang benar. Aku yang sudah membuat Esha menderita selama ini. Ini semua memang salahku. Aku tidak mau membuat dia lebih menderita lagi dengan membuatnya tetap berada di sisiku" gumam Raffi dalam hati.


Lalu Raffi menundukkan pandangannya dan mengumpulkan segenap kekuatannya untuk mengucapkan kalimat talak kepada Esha....


"Alesha Hanania... aku menceraikan kamu" ucap Raffi dengan lirih. Ada butiran air bening yang jatuh dari pelupuk mata Raffi.


Mendengar ucapan Raffi, Esha terduduk jatuh ke lantai. Tangis Esha pecah lagi. Bu Dahlia melipat kedua lututnya lalu memeluk putri semata wayangnya itu.


"Kak Raffi... kenapa kak Raffi menceraikan Alesha?" tanya Aulia dengan heran.


"Ayo kita pulang Lia"


"Esha, ibu... Kami pulang dulu. Assalamu'alaikum" tutur Raffi lalu melangkahkan kakinya hendak keluar.


"Tunggu kak Raffi" tiba tiba Esha memanggilnya.


Raffi menghentikan langkahnya. Esha berdiri lalu berjalan menghampiri Raffi. Esha melepas cincin yang ia pakai di jari manisnya.


"Kak Raffi cincin ini aku kembalikan..."


Esha meraih tangan kanan Raffi lalu meletakkan cincin itu di telapak tangan Raffi. Raffi menatap cincin itu lalu menggenggamnya erat. Air matanya meleleh lagi.


"Kak Raffi semoga kak Raffi hidup bahagia bersama Aulia..."


"Esha.. bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya?"


Esha terkejut mendengar permintaan Raffi. Esha menoleh ke arah ibunya seolah meminta ijin. Lalu Bu Dahlia menganggukkan kepalanya. Esha dan Raffi pun saling berpelukan. Raffi memeluk Esha dengan sangat erat seolah dia tidak ingin melepasnya. Raffi merasa ada kehangatan dan kenyamanan yang tidak pernah dia dapatkan dari perempuan lain ketika memeluk Esha.


Raffi melepas pelukannya lalu perlahan mengecup kening Esha.


"Assalamu'alaikum" ucap Raffi.


"Wa'alaikumsalam..." sahut Esha dan bu Dahlia.


Raffi melangkahkan kakinya keluar rumah menuju taxi. Aulia menghampiri Esha dan memeluknya.


"Alesha maafkan aku. Ini semua salahku. Gara gara aku kalian jadi seperti ini..."


"Tidak Aulia, ini bukan salahmu. Ini sudah kehendak Allah..."


"Alesha... semoga kamu menemukan kebahagiaanmu, take care..."


Aulia melepas pelukannya.


"Assalamu'alaikum..." ucap Aulia.


"Wa'alaikumsalam" sahut Esha dan bu Dahlia.


Aulia beranjak keluar dan menghampiri Raffi yang sudah berdiri di sebelah taxi. Esha dan bu Dahlia berdiri di teras rumah mengantar kepergian mereka. Sebelum masuk ke dalam taxi Aulia melambaikan tangannya ke arah Esha. Esha pun membalasnya. Raffi menatap Esha untuk terakhir kalinya. Seketika tatapan mereka bertemu. Mereka masih bisa merasakan detak jantung mereka yang tidak karuan saat bertatapan. Raffi dan Aulia masuk ke dalam taxi. Taxi itu pun bergerak perlahan. Raffi melirik kaca spion untuk melihat pantulan bayangan Esha sampai bayangan itu hilang dari pandangannya.


( suara hati Raffi )

__ADS_1


Inikah yang dinamakan CINTA???


Kenapa rasanya begitu sakit sekali saat dua insan yang saling mencintai tidak bisa memiliki satu sama lain???


Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta dalam hidupku... Kenapa rasanya sesakit ini Tuhan???


Dulu aku adalah laki laki yang arogan, suka foya foya, suka mabuk mabukan, suka main perempuan, dan tidak mengenal kata cinta dalam kamus hidupku...


Tapi sejak aku bertemu dengannya, aku merasa ada sesuatu yang menarik perhatianku sehingga aku ingin lebih mengenalnya, lebih dekat dengannya, dan ingin melindunginya...


Dari dia lah aku mengenal cinta...


Dialah perempuan satu satunya yang mampu meluluhkan hatiku, meruntuhkan sifat arogansiku, dan mengubahku menjadi orang yang lebih baik...


Hanya dialah perempuan yang membuatku merasakan kenyamanan dan kehangatan saat bersamanya....


Apakah ini akhir dari kisah cintaku Tuhan???


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Spoiler :


Setelah bercerai dari Raffi, ternyata baru diketahui kalau Esha juga sedang mengandung. Lalu bagaimana nasib Esha selanjutnya?? Apakah dia akan rujuk kembali dengan Raffi???


Nantikan episode selanjutnya.....

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE dan Komentarnya setelah membaca...!!!


Tengkyu 😘


__ADS_2