Kesucian Alesha

Kesucian Alesha
Dahlia Resto & Catering


__ADS_3

Malam itu, Pak Salman berbincang-bincang dengan Bu Debby di kamar.


"Ma, besok Papa mau kembali ke Amerika. Papa nggak bisa berlama-lama di sini karena Papa harus mengurus restoran di sana. Apa Mama mau ikut?" tanya Pak Salman.


"Maaf Pa, Mama nggak bisa ikut. Kalau Mama ikut, siapa yang akan mengurus Anggara Corporation Pa?"


"Biarkan Raffi yang mengurusnya Ma. Lagipula Papa sudah menyerahkan perusahaan itu untuk Raffi. Kalau Mama di sini terus, siapa yang akan mengurus Papa di Amerika? Papa butuh Mama!" seru Pak Salman seraya menggenggam tangan Bu Debby.


Selama dua bulan ini, Pak Salman mengurus keperluannya sendiri di Amerika tanpa Bu Debby. Karena Bu Debby ngotot ingin tinggal di Jakarta untuk mengurus Anggara Corporation.


"Tapi Mama nggak terima kalau Raffi lebih memilih perempuan kampung itu daripada Mama, ibu kandungnya sendiri Pa. Mama sakit hati Pa"


"Sudahlah Ma, biarkan Raffi memilih jalan hidupnya sendiri! Raffi sudah dewasa Ma. Kita restui saja mereka"


"Tidak Pa! Mama yakin suatu saat nanti Raffi pasti akan meninggalkan perempuan itu dan kembali sama Mama. Raffi nggak akan tahan hidup menderita lama-lama di luar sana Pa"


"Tapi Papa tidak yakin Ma. Raffi itu sangat cerdas. Dan dia sangat mencintai istri dan anaknya. Dia pasti bisa berdiri dengan kakinya sendiri tanpa bantuan kita. Papa berani bertaruh..."


"Baiklah Pa, kita bertaruh. Dalam waktu enam bulan dari sekarang jika Raffi bisa bertahan, Mama akan merestui mereka"


"Terserah Mama saja. Tapi ingat janji Mama, enam bulan dari sekarang jika Raffi bisa membuktikan kalau dia bisa berdiri dengan kakinya sendiri, Mama harus merestui mereka"


"Baiklah Pa"


Keesokan harinya, Pak Salman pun kembali ke Amerika sendirian tanpa Bu Debby. Bu Debby hanya mengantar Pak Salman sampai ke bandara.


*****


Dahlia Resto & Catering


Raffi, Esha dan Bu Dahlia sangat bersyukur kepada Allah karena pembangunan restoran mereka selama dua bulan ini berjalan dengan lancar. Restoran tersebut tidak terlalu besar namun terletak di tempat yang sangat strategis. Restoran tersebut memiliki tempat makan indoor maupun outdoor yang dilengkapi dengan taman bunga, arena bermain anak dan berbagai spot foto untuk menarik pelanggan. Tempat makannya juga beragam, untuk yang indoor ada yang pakai meja kursi dan ada yang lesehan. Dan untuk yang outdoor ada yang pakai payung, ada juga yang di gazebo. Restoran tersebut diberi nama "Dahlia Resto & Catering" atas saran Esha. Raffi dan Bu Dahlia pun menyetujuinya.


Selain Bu Dahlia sebagai kepala chef, Raffi pun merekrut staf restoran yang sudah andal dan cekatan, mulai dari chef, pramusaji, petugas kebersihan, kasir, hingga tukang parkir sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan akan semakin maksimal. Raffi juga menyediakan mobil untuk mengantar pesanan dalam jumlah banyak. Dahlia Resto & Catering menyediakan berbagai macam kuliner khas Jawa, diantaranya paket ayam geprek sebagai menu utamanya, kemudian paket ayam bakar, paket lele bakar, nila bakar, steak ayam, soto ayam, cah kangkung, es teler, es kelapa muda dan masih banyak lagi.


Sebelum grand opening, Raffi sudah mempromosikan restorannya di sosial media untuk menarik pelanggan. Raffi juga memasang spanduk di pinggir-pinggir jalan. Dan untuk harga promosi, Raffi memberikan diskon 50 persen untuk semua menu selama 3 hari.


Tibalah saatnya grand opening Dahlia Resto & Catering. Banyak karangan bunga bertuliskan ucapan selamat yang Raffi terima dari para tamu undangannya. Raffi juga mengundang Pak Mirza, Bu Kania, Amar dan Aulia untuk menghadiri grand opening restorannya. Acara pun dibuka dengan kata sambutan dari Raffi kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita secara simbolik.


"Bismillahirohmannirrohim..." ucap Raffi lalu ia pun menggunting pita tersebut.


Plok... Plok... Plok... Plok...


Semua yang hadir pun memberikan tepuk tangan yang meriah.


"Selamat ya Raffi, semoga Dahlia Resto & Catering ini laris manis, maju dan semakin berkembang" ucap Pak Mirza seraya menjabat tangan Raffi.


"Aamiin... Makasih Om"

__ADS_1


Semua tamu yang hadir pun bergantian memberikan ucapan selamat kepada Raffi. Dahlia Resto & Catering pun resmi dibuka.


Alhamdulillah pada hari pertama, restorannya penuh dengan pelanggan dan semua makanan pun sold out sebelum tengah hari.


"Alhamdulillah ya Allah... kita berhasil sayang" ucap Raffi dengan wajah yang berseri-seri.


"Iya sayang, alhamdulillah" sahut Esha.


"Kita berhasil Bu" ucap Raffi kepada Bu Dahlia.


"Iya Nak Raffi, alhamdulillah. Tidak ada usaha yang sia-sia selama kita mau mencoba dan terus berusaha" imbuh Bu Dahlia.


Semakin hari, Dahlia Resto & Catering pun semakin laris dan berkembang. Banyak pelanggan yang tertarik untuk makan di sana karena selain enak, harganya juga terjangkau, tempatnya pun sangat nyaman. Pelanggan bisa makan sambil berselfie ria bersama pasangan, teman ataupun keluarga. Banyak juga yang memesan nasi box untuk berbagai keperluan.


Setiap hari Jum'at, Raffi memberikan potongan harga spesial untuk para pelanggannya. Raffi juga rutin memberikan sedekah nasi Jum'at kepada fakir muskin. Tak heran jika restorannya makin laris berkat sedekah Jum'at yang rutin ia lakukan.


*****


Enam bulan kemudian...


Bu Debby merasa cemas karena sampai sekarang Raffi tidak juga kembali ke rumahnya. Dia sampai stress memikirkan Raffi. Ditambah lagi pekerjaan di kantor yang menguras tenaga dan pikirannya. Belakangan ini Bu Debby sering sakit kepala.


Suatu pagi begitu membuka matanya, Bu Debby merasakan sakit kepala yang hebat dan seluruh dunia terasa berputar. Efek dari perasaan berputar-putar di kepala itu membuatnya mual. Bu Debby menahan diri agar tidak muntah di tempat tidur. Berulang kali dia memejamkan mata kemudian membukanya kembali.


Tetap berputar!


Dengan sekuat tenaga dan menahan sakit di kepala serta mual di tenggorokan, Bu Debby meraih ponsel yang jaraknya tidak jauh dari jangkauan. Dia pun mengetik pesan kepada Pak Imron agar segera menolongnya.


Tidak berapa lama, Pak Imron pun berlari menghampiri Bu Debby di kamarnya.


"Nyonya kenapa? Apanya yang sakit?"


Pak Imron panik saat melihat Bu Debby bolak-balik menutup kepalanya dengan bantal untuk menahan sakit.


"Kepalaku sakit sekali... Cepat bawa aku ke rumah sakit!"


"Baik Nyonya"


Pak Imron pun memanggil Bi Nanik lalu segera melarikan Bu Debby ke Rumah Sakit Pondok Indah. Di tengah perjalanan Bu Debby pingsan. Banyak keringat yang keluar dari tubuhnya meskipun mobil itu ber-AC. Pak Imron dan Bi Nanik makin panik. Kemudian Bi Nanik menghubungi Pak Salman.


Tut... Tut... Tut... (menghubungkan)


Salman : "Hallo ada apa Bi?"


Nanik : "Hallo Tuan Salman, Nyonya Debby pingsan Tuan... dan kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit"


Salman : "Apa? Kenapa Debby bisa pingsan?"

__ADS_1


Nanik : "Saya juga tidak tau Tuan. Kata Pak Imron tadi bangun tidur tiba-tiba Nyonya sakit kepala terus minta dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit Nyonya pingsan Tuan"


Salman : "Ya sudah, saya akan segera terbang ke Jakarta"


Pak Salman pun segera memesan tiket untuk pulang ke Jakarta.


Sampai di rumah sakit, Pak Imron dan Bi Nanik langsung membawa Bu Debby ke ruang IGD. Dokter pun segera memeriksa kondisi Bu Debby. Dokter mendiagnosa Bu Debby terkena vertigo akut dan dia harus bedrest di rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Notes :


Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca...!!!


Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2