KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
11


__ADS_3

Keesokkan harinya Dzoki meminta ijin Bunda Nur dan Ayahnya untuk pergi mencari keberadaan Cyeril.


Kedua orang tua Dzoki sudah tahu akar permasalahan yang terjadi antara Cyeril dan Dzoki. Bunda Nur dan suaminya sepakat menikahkan Cyreil dan Dzoki secepatnya.


"Bunda ikut," ucap Bunda Nur tiba -tiba saat Dzoki sudah rapi dengan setelan kemeja dan celana jeans. Ia turyn untuk menikmati sarapan pagi seperti biasanya.


Dzoki menatap ke arah Bunda Nur dan Ayah Riski secara bergantian.


"Bunda yakin mau ikut? Jauh lho Bun. Dari sini sekitar lima sampai enam jam perjalanan. Belum lagi menujunrimah Cyeril," ucap Dzoki memberikan penjelasan.


Dzoki takut Bunda Nur akan bosan selama dalam perjalanan.


"Gak apa -apa Dzoki. Lagi pula Ayah ada meeting sampai malam. Bunda bosan di rumah sendirian. Lebih baik jemput calon menantu sama calon cucu," jawab Bunda Nur tertawa.


"Bunda ... Cyeril belum tentu juga hamil," ucap Dzoki lemah dan duduk di salah satu kursi meja makan itu.


Dzoki memang anak kesayangan Bunda Nur dan Ayah Riski. Sebelum Neneknya meninggal, ia di wasiatkan sebuah cincun delima. Cincin itu harus di berikan pada calon istrinya kelak.


Karena pada awalnya, Dzoki menyukai Tasya. Ia dengan mudahnya meminjamkan cincin merah delima itu pada Tasya.


"Sya ... Loe yakin udah nuker cincin ini? Ini cincin merah delima milik Dzoki yang asli?" tanya Egi denagn suara lantang saat berada dalam kamar milik Tasya.


"Loe pikir gue main -main sama loe, Gi? Gue tetap profesional dong. Walaupun gue benci sama loe," ucap Tasya ketus.


Egu berdiri dan menarik tubih Tasya lalu di rapatkan ke dinding dengan tangan kanan tepat berada di leher Tasya seperti orang yang sedang ingin mencekik.


"Kalau gue tahu loe bohongin gue? Loe akan tahu akibatnya karena udah berkhianat sama gue. Gue akan kasih tahu sama semua orang, siapa loe sebenarnya!! Paham? Termasuk sama Dzoki. Biar dia benci sama loe!! Loe tahu? Dzoki itu tajir melintir dan dia sangat jatuh cinta sama loe. Tapi, gue pengen menghancurkan Dzoki pelan -pelan dan akan membuat keluarganya malu dengan kejadian yang sudah gue rencanakan," ucap Egi tegas.


"Gila loe, Gi!! Loe itu sahabat Dzoki. Loe tega?" tanya Tasya yang merasa terjebak ikut dalam permainan gila Egi.

__ADS_1


"Itu karena loe!! Loe yang munafik!! Loe sok cantik!! Loe sok kaya!! Loe tuntut keluarga gue biar bisa membuat keluarga loe bahagia!! Tapi apa? Malah keluarga gue yang loe hancurkan. Malah bokap gue yang harus menanggung semuanya gara -gara ayah Dzoki," ucap Egi dengan tatapan penuh kebencian.


Dendam ini sudah lama. Ayah Egi sudah meninggal satu tahun lalu karena sesuatu hal yang menurut Egi, ayahnya hanya korban. Ayahnya hanya di jadikan tumbal saja. Dan semua itu ada hubungannya dengan keluarga Dzoki dan Egi sedang menyelidikinya sampai saat ini apa alar permasalahan yang terjadi sebenarnya.


"Hah!! Kenapa loe jadi nyalahin gue sih? Loe sendiri bukannya berusaha. Setidaknya sampai hari ini gue ada usahanya," ucap Tasya membela diri.


"Iya usaha. Gak harus jual diri juga kan? Loe lihat diri loe sekarang, kalau Dzoki tahu, ia bakal jijik lihat loe karena loe udah gak perawan lagi. Loe tahu? Dzoki itu gak pernah main perempuan tapi kemarin dia gue jebak dan kaykanya dia masuk jebakan gue dan dia berhasil nidurin Cyeril," ucap Egi tertawa keras.


"Apa?" teriak Tasya histeris.


"Gak usah teriak juga. Ntar di kira gue ngapain loe," titah Egi denagn suara keras.


"Loe aneh ya? Terus kalau sesuatu terkadi sama Cyeril? Hamil? Dzoki pasti akan tanggung jawab," ucap Tasya berasumsi dengan tepat sekali.


"Gak mungkin. Keluarganya malu pasti. Dzoki gak suka sama Cyeril," ucap Egi menambahkan dengan penuh keyakinan.


"Tapi kan, jadi gak mungkin nikahin gue nantinya. Kenapa gak jebak tidur sama gue sih?" tanya Tasya dwnagn gemas.


"Gue suka sama Kahfi," ucap Tasya dengan jujur.


"Arghh ... Sudahlah, gue mau pulang. Gue cek dulu soal kebenaran merah delima ini," ucap Egi lantang.


Egi pun pergi dari kamar itu menuju keluar. Dalam hati Tasya tertawa lebar. Kinu saatnya ia mengemasi barang -barangnya dan pergi dari tempat itu. Merah delima yang asli telah di jual oleh Tasya. Kini uang hasi penjualan merah delima itu sudah ada di dalam rekening Tasya. Saatnya untuk Tasya pergi meninggalkan negara itu dan tidak di ketahui keberadaannya oleh siapapun.


Skip ...


Perjalanan yang memakan waktu lama itu ternyata benar membosankan. Beberapa kali Bunda Nur bergerak ke kanan dan ke kiri memindahkan tubuhnya untuk mencari posisi yang pas dan nyaman. Namun, rasanya sama sekali gak ada yang pas.


Dzoki hanya sesekali melirik ke arah Bunda Nur dan terkekeh pelan menertawakan Bundanya yang mulai merasakan bosan dan pegal di tubuhnya.

__ADS_1


"Capek kan Bun. Bosen juga?" tanya Dzoki pelan sambil fokus pada jalan raya yang sedang di laluinya.


Ia sudah berada di jalur kota yang di tuju. Ia tinggal mencari alamat Cyeril, lebih tepatnya rumah Cyeril.


"Arghh ... Biasa saja," ucap Bunda berbohong.


Tak lama mobil Dzoki sudah berbelok ke arah perkampungan sesuai dengan alamat yang tertera di kertas itu.


"Alamatnya benar? Ini benar kamlungnya bukan? Coba kamu tanya orang dulu," titah Bunda Nur pelan.


Dzoki juga sedikit ragu. Ia pun menepikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di sisi jalan lalu kelura untuk bertanya kepada salah seorang yang terlihat sedang santai di teras depan rumahnya.


"Permisi? Mau tanya? Benarkah ini kampung merdeka? Kalau rumah Cyeril di sebelaj mana? Mungkin anda kenal?" tanya Dzoki dengan sopan.


Perempuan paruh baya itu menghentikan aktivitasnya. Ia tadi sedang berdzikir di dalam hatinya. Lalu menatap ke arah Dzoki dan menelisik pandangannya dari atas kepala hingga ke bawah bagian kakinya.


"Cyeril? Gadis yang baru saja di tinggal Ibunya?" ucap peremluan paruh baya itu menjelaskan.


"Di tinggal ibunya? Bukan Bu. Kalau gak salah Ibunya sakit," ucap Dzoki pelan.


"Iya. Sakit dan akhirnya menunggal juga," ucap pwrmepuan paruh baya itu.


"Ahhh iya. Tepat sekali," jawab Dzoki sekenanya. Tapi ia tidak tahu apakah Cyeril yang di maksud adalah Cyeril yang sama orang nya yang ia cari. Atau ada Cyeril lain yang memiliki nasib yang mirip dengan Cyeril yang di kenalnya.


"Dia masih di rumah sakit untuk menunggu penguburan masal ibunya bersama jenasah lainnya di halaman belakang rumah sakit karena alamat yang kamunpegang itu sudah tak berguna. Rumah itu sudah di jual untuk biaya pengobatan Ibunya. Satu hal lagi, ternyata Cyeril hamil di luar nikah, makanya di usir dari kampung ini," ucap perempuan paruh baya itu lantang.


Maklum namanya juga di kampung. Berira apapun juga akan mudah menyebar. Apalagi berita keburukan.


"Ayo cepat kita susul Cyeril ke rumah skait jangan sampai terlambat," ucap Bunda Nur yang sejak tadi menyimak ucapan wanita paruh baya tadi.

__ADS_1


Pikiran Bunda Nur tertuju pada nasib Cyeril seelah ini. Lebih baik gadia malang itu menikah dengan Dzoki dan tinggal bersamanya.


__ADS_2