KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
21


__ADS_3

"Cyeril mau jualan kue, Bunda. Ada saran gak Bunda? Rencana Cyeril mau ambil kios dan julan kue. Bermacam -macam kue yang Cyeril bisa. Kalau kuliah ya, Cyeril cari teman Cyeril untuk beganti menjaga kios toko tersebut," ucap Cyeril pelan.


"Kamu yakin? Kamu sanggup? Apa perlu Bunda temani?" tanya Bunda Nur pelan.


"Kalau Bunda tidak keberatan?" ucap Cyeril pelan.


"Menurut Bunda, lebih baik kamu buka di rumah. Biar Bunda bisa bantu full time. Itu di bagian depan ada lahan sedikit kita buat kios toko. Kalau masak tetap di dapur saja. Bunda khawatir kalau kamu jauh, Ril. Kamu kan sedang hamil," ucap Bunda Nur pelan.


Cyeril menatap Bunda Nur sendu. Bunda Nur memang sangat baik dan sangat sayang lada dirinya. Bunda Nur dan Ayah Riski benar -benar bisa menerima kehadiran Cyeril di rumah ini.


"Memang tidak masalah Bunda? Bunda beneran gak keberatan soal ini?" tanya Cyeril pelan.


"Bener. Kamu mau kapan mulai? Kalau belanja dan buat kue mulai dari sekarang juga boleh. Biar nanti Bunda share dan Bunda jual di di grup chat Bunda. Kan banyak tuh grup chat Bunda, ada grup sekolah, grup arisan, grup majelis, grup senam, grup rebanan dan grup soasialita. Banyak kan?" ucap Bunda Nur penuh semangat.


Bunda Nur terinspirasi jualan juga dari teman -temannya. Mereka banyak yang membawa barang -barang di setiap pertemuan mereka. Ada yang jualan baju, sweater rajut, tas branded, sandal, makanan viral, aksesoris, hijab da. perhiasan.


"Wow banyak ya Bunda. Kalau kue memang ada yang jualan Bunda? Rencananya Cyeril mau jualan kue basah dan kue kering. Kue kering kayak kuelebaran tapi variasinya banyak. Nanti lihat gimana kesukaan pasar juga sama kue basah bisa kue tradisional, donat, roti juga bisa. Kue tart untuk ulang tahun, pernikahan atau acara lainnya. Semua bisa di sesuaikan," ucap Cyeril pelan.


"Hebat sekali. Kamu belajar di mana?" tanya Bunda Nur penasaran.


"Dulu Cyeril kan sekolah tata boga Bunda. Nah, pas kuliah ada beasiswa tapi Cyeril gak masuk di pilihan pertama. Niatnya mau kuliah tata boga juga tapi gagal, lalu malah di terima pilihan keduanya, jurusan manajemen. Ya sudah mungkin, Cyeril harus belajar marketing," ucap Cyetil pelan.


"Betul. Ada hikmah dari semuanya. Kamu harus banyak sabar dan tetap semangat. Ada Bunda dan ada Ayah yang akan selalu menjaga kamu," ucap Bunda Nur pelan.


"Bunda terima kasih sudah mau terima Cyeril dengan baik di rumah ini," ucap Cyeril pelan.


"Kan kamu anak Bunda juga. Sebentar lagi aja, Bunda mau di kasih cucu," ucap Bunda Nur tertawa.


Cyeril berdiri dan memeluk Bunda Nur.

__ADS_1


Sore ini Bunda Nur dan Cyeril pergi ke supermarket yang lengkap di pusat kota. Bunda Nur sengaja memilihkan supermarket itu agar semua bahan yang di butuhkan ada semua dan lengkap. Karena Cyeril juga ingin menggunakan bahan premiun untuk mempertahankan kualitas kuenya.


Bunda Nur dan Cyeril sudah berada dinsalah satu supwrmarket terbesar dan terlengkap. Cyeril mendorong kereta belanjanya sendiri dan mulai memasukkan tepung terigu yang banyak sekali. Hampir lima puluh kantong tepung terigu berukuran satu kilogram masuk memenuhi kereta belanjanya. Belum lagi mentega, keju, cokelat dan gula pasir. Gula halus dan selai beragam rasa, wijen dan aneka toping yang biasa di gunakan untuk mempercantik kue terutama kue tart.


Cyeril juga tak lupa memesan telur ayam negeri satu peti. Ia langsung mencari aneka tople yang lucu -lucu dengan tiga ukuran. Ukuran kecil, sedang dan besar. Kardus, mika dan plastik tebal untuk bungkus.


Semua list sudah tercentang dan semua bahan dan alat sudah masuk ke dalam kereta belanja Cyeril.


Bahan yang di butuhkan ada semua bahkan ada barang yang tidak niat di beli tapi ternyata di butuhkan. Cyeril masih mengitari supermarket itu untuk mencari bahan atau alat yang belum ter -list.


"Sudah selesai Ril? Atau masih mau cari -cari lagi?" tanya Bunda Nur pelan.


"Sudah Bunda. Kita bisa ke kasir sekarang," ucap Cyeril pelan sambil mendorong kereta belanja yang besar ke arah tempat penghitungan belanjaan.


Skip ...


Tasya menatap Dzoki yang masih pulas. Ia sengaja melucuti semua pakaian Dzoki dan di lempar ke segala arah tak beraturan. Pakaian Tasya sendiri juga sudah di lepas semua hingga tak bersisa dan di lempar ke segala arah ahar terlihat wajar.


Sprei putih itu juga sudah di beri pewarna merna seperti bercak darah.


Tasya terduduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Sesekali ia menegak minuman beralkhohol yang ia beli tadi di tempat khusus.


"Kalau bukan karena uang dan cincin merah delima yang super duper mahal harganya. Aku juga gak mau melakukan ini," ucap Tasya lirih.


Dzoki memang ganteng dan keren. Tapi jujur saja, Tasya tidak pernah sedikit pun tertarik dengan lelaki yang menjabat sebagai ketua genk tersebut. Hatinya sudah terpaki pada Kahfi, lelaki tampan sebagai pengusaha muda itu.


Sedangkan Egi. Lelaki itu akan selalu memjadi benalu dalam kehidupannya.


Eughhh ... Suara Dzoki melengguh.

__ADS_1


Nampaknya ia akan segera terbangun dari tidur panjangnya karena obat tidur itu. Tasya langsung beringsut masuk ke dalam selimut dan memeluk Dzoki dan kaki sengaja menyilang di kaki Dzoki. Lalu berpura -pura mwmejamkan kwdua matanya.


Dzoki membuka perlahan kedua matanya. Kedua tangannya memegang tubuh manusia berada di dadanya. Rambutnya panjang dan harum. Tapi jelas ini bukan Cyeril.


Kepala Dzoki mengarah ke bawah dan menatap Tasya masih terlelap di dadanya.


"Hah?" teriaknya lolos begitu saja.


Pandangannya mengedar ke seluruh ruangan dan melihat suasana sepi dan gelap hanya ada lampu tidur yang remang -remang.


"Aku dimana ini?" tanya Dzoki pelan.


Tasya masih tak bergerak dan berpira -pura masih tertidur.


Dzoki melihat ke arah nakas ada banyak botol minuman keras.


"Apa aku tadi mabuk? Lalu? Arghh ... mana mungkin kejadian yang sama harus terjadi dua kali pada dua wanita yang berbeda. Apa kata Bunda nanti?" ucap Dzoki pelan.


Dzoki bangkit duduk dan berisaha memindahkan kepala Tasya ke bantal secara perlahan. Ia melihat sprei putih itu sudah terdapat bercak darah.


Kedua tangannya mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku ini kenapa? Kenapa ini bisa terjadi lagi," ucap Dzoki kesal.


Eummmm ....


"Dzoki? Kamu sudah bangun? Arghh ... Apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku polos seperti ini?!" tanya Tasya dengan muka marah.


Tasya langsung menagis dan menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

__ADS_1


__ADS_2