KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
30


__ADS_3

Satu bulan kemudian ...


Cyeril sudah lebih kuat dan stabil menjalani kehamilannya yang sudah menginjak usia tiga bulan. Mual dan muntahnya sudah berkurang. Saat ini Cuetil lagi doyan makan. Dan sering membuat resep baru yang ia lihat di youtube.


Cyeril masih aktif di kampus dan berjualan di sekitaran kampus. Dagangannya pun laris manis. Nama Cyeril makin di kenal setelah banyak orang membeli kue -kue kering buatannya.


Hubungannya dengan Dzoki makin baik dan berjalan lebih wajar sebagai pasangan suami istri. Itu juga kalau di rumah, Dzoki akan memaksimalkan perannya. Tapi, kalau di kampus mungkin akan ada sedikit jarak tapi tetap memantau.


Urusan Dzoki dan Tasya serta Egi. Dzoki lebih banyak diam dan benar -benar meninggalkan dunia malamnya. Jika tidam ada jadwal kuliah, Dzoki ikut bekerja di kantor Ayahnya sebagai administrasi.


Sempat Egi dan Tasya bertanya soal lerubaham sikap Dzoki yang kini lebih serius dan fokus pada kuliahnya.


Satu hal lagi, Cyeril dan Dzoki sudah mengontrak rumah sendiri. Ayah Riski dan Bunda Nur ingin keduanya mandiri dan berusaha sendiri dengan bekerja.


Motor besar Dzoki pun sudah di tukar dengan mobil sport warna kuning keluaran terbaru. Itu hadiah dari Ayah Riski karena Dzoki mau menjual motor besarnya.


Bunda Nur selalu menasehati Dzoki. Lebih baik punya mobil dari pada motor. Mobil bisa di pakai kemana pun tanpa metasakan panas dan hujan. Apalagi, saat ini Cyetil sedang hamil.dan pastinya akan melahirkan. Lihat itu fungsinya di masa yang akan datang.


Seperti biasa, pagi ini Cyeril dan Dzoki akan berangkat sekitar jam delapan ke kampus. Karena hari ini, Cyeril dan Dzoki sama -sama kuliah di sesi dua denga kelas berbeda.


Cyeril sudah rapi dan sudah memasak untuk sarapan pagi mereka.


"Sarapan pagi dulu Kak? Ini kopinya juga sudah siap," ucap Cyeril pelan sambil membuka kursi makan untuk ia duduki


"Iya. Makasih ya? Ril," jawab Dzoki pelan.


Keduanya langsung sarapan untuk mempersingkat waktu.


"Barang yang mau di bawa mana?" tanya Dzoki pelan sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Dzoki mulai terbiasa makan di rumah.


"Itu Kak. Satu kardus," ucap Cyeril pelan.


Cyeril juga meneguk susu hamilnya hingga habis tak bersisa.

__ADS_1


"Kamu gak cape? Seharian bikin kue? Pagi kuliah," ucap Dzoki mulai peduli.


Cyeril tersenyum lega. Suaminya memang sudah mulai berubah. Tingkat kepedulian dan perhatiannya sangat besar sekarang.


"Cyeril mau cari orang buat bantu bikin kue boleh? Buat mixerin dan ovenin?" tanya Cyeril meminta ijin kepada Dzoki.


"Boleh saja. Siapa? Asal gak boleh laki -laki," titah Dzoki lantang.


"Ya gak lah. Nanti biar Bunda yang carikan buat Cyeril. Sekalian buat bantu di rumah biar Cyeril ada temennya. Kata Bunda, Kak Dzoki akan sering lembur," cicit Cyeril mulai merasa kesepian.


"Iya. Kata Ayah, Kakak harus banyak belajar biar gak kaget nanti pas lulus harus terjun di perusahaan Ayah. Maaf ya, gak bisa nemenin kamu. Mungkin kita hanua bisa bertemu malam hari dan pagi hari saja?" ucap Dzoki pelan.


"Iya. Gak apa -apa Kak. Cyeril bangga punya suami seperti Kakak. Mau bekerja keras," ucap Cyeril lirih.


"Karena Kakak sudah punya tanggung jawab. Kamu dan anak kita. Maaf ... Kalau kakak belum bisa bahagiakan kamu, Ril," ucap Dzoki lembut.


Cyeril hanya tersenyum.


Sepulang dari kampus. Pesanan yoplws dan bahan pembuatan kue akan datang di rumah kontrakan. Cyeril tidak perlu susah payah pergi ke supermarket tinggal pesan melaui online dan pelayan akan mengantarkan semua pesanannya dalam waktu cepat.


"Oke. Sudah siap? Kakak sudah siap. Mau masukkin kardus dulu ke dalam mobil," ucap Dzoki pelan.


Cyeril hanya mengangguk dan membereskan piring dan gelas kotor untuk di bawa ke wastafel. Karean cucian hanya sedikit. Cyeril akan mengerjakan cucian piring itu nanti sepulang dari kampus.


Cyeril sudah membawa tas berisi buku dan tas bekal untuk di letakkan di dalam mobil. Di mobil selalu ada beberapa toples kue kering kesukaan Dzoki dan Cyerul. Satu tumbler air putih dan minuman hangat untuk suaminya. Tak lupa susu kotak untuk Cyeril yang selalu di sediakan di dasboard mobil.


Cyeril duduk bersandar di jok mobil itu dengan nyaman. Tak lupa memasang sabuk pengaman. Sesekali tangannya mengusap pelan perutnya.


Tangan Dzoki ikut mengusap pelan perut Cyeril. Dzoki mengangakat sedikit kemeja Cyeril dan mengusap langsung mengenai kulit Cyeril.


"Enakan?" tanya Dzoki.


"Iya. Tadi agak keram," ucap Cyeril.

__ADS_1


"Kamu lelah itu, Ril. Sesekali liburlah. Jangan nurutin pesenan gak akan ada selesainya," ucap Dzoki mulai khawatir.


"Sudah gak apa -apa. Kak ...."


"Ya? Kenapa, Ril?" tanya Dzoki.


"Kalau cari toko buat jualan kue gimana? Rencananya mau di kembamgin lagi. Terus cari karyawan juga. Mungkin Cyeril gak akan se -lelah sekarang. Tapi kalau harus berhenti, kan sangat di sayangkan karena pelanggannya sudah banyak," ucap Cyeril mengungkapkan keinginannya.


"Kamu serius? Boleh aja. Tapi, kamu itu lagi hamil. Harus banyak istirahat. Apalagi kamu nanti melahirkan dan butuh waktu untuk pemulihan dan mengurus bayi? Kamu sanggup? Kalau memang sanggup, silahkan saja," ucap Dzoki mengijinkan.


"Cyeril sudah minta saran sama Ayah dan Bunda. Mereka mendukung dan mau bantu cari tempatnya. Cyeril ada tabungan sedikit buat usaha Cyeril," ucap Cyeril jujur.


Dari awal membuka usaha kue. Cyeril sama sekaki tidak mau di bantu untuk masalah keuangan. Ia putarkan uang yang ada dari uang hasi lawatan Ibunya dulu. Uang itu berkembang dan terus bertambah.


"Ya sudah. Kakak ijinkan," jawab Dzoki.


Mobil sport kunjng Dzoki sudah masuk ke pelataran kampus. Banyak kaum hawa menatap ke arah mobil keren Dzoki.


Setiap pagi, Dzoki akan menurunkan satu kardus pesanan dari mobilnya dan di rapikan di meja lipat tepat di depan mobil. Biasanya tidak sampai setengah jam kue -kue itu akan habis terjual.


Setelah selesai, Cyeril langsung menuju kelasnya dan berpamitan pada Dzoki.


"Dzoki!!" teriak Tasya dari kejauhan sambil berlari kencang menghampiri Dzoki.


"Kenapa?" tanya Dzoki ketus.


"Gue hamil anak loe. Loe cuek -cuek aja. Ini darah daging loe!!" teriak Tasya keras.


Dzoki tak peduli. Ia pergi meninggalkan Tasya yang terus berteriak keras membuat teman -temannya menoleh ke arah keduanya tetmasuk Cyeril yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Jelas terlihat oleh Cyeril kalau Tasya berusaha menggandeng tangan Dzoki. Cyeril pun berlari kecil dan duduk di alntai berpura -pura jatuh.


"Kakak ...." teriak Cyeril.keras membuat Dzoki langsung menoleh dan berlari ke arah Cyeril.

__ADS_1


__ADS_2