KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
48


__ADS_3

Cyeril dan Dzoki sudah duduk di kursi tunggu khusus untuk menjenguk narapidana. Karena masih pagi, Cyeril sengaja memilih di bagian ujung dekat tembok agar tidak mengganggu jalan keluar masuk orang -orang yang juga ingin menjenguk kesayangannya di ruang tersebut.


Cyeril sudah membuka beberapa kotak makanan yang ia siapkan untuk sarapan pagi ini. Tanganya begitu luwes dan sudah lihai menjadi seorang istri yang melayani suaminya dengan sungguh dan sangat baik. Ini yang membuat Dzoki menjadi luluh. Ketulusan hati Cyeril membuat Dzoki semakin penasaran pada Cyeril. Pasahal dulu, Dzoki sama sekali tidak peduli pada Cyeril. Dzoki selalu berkata keras dan sikapnya begitu kasar.


Tapi itu dulu, sekitar beberapa bulan lalu. Setelah ia sadar bahwa di saat ia yerpuruk hanya ada Cyeril yang membantunya, memotivasinya dan selalu ada buat Dzoki. Bukan malah sahabat dan teman -temannya terutama Tasya. Mereka hanya benalu dalam pertemanan. Selalu mencari keuntungan untuk diri mereka sendiri dan berujung pada asas manfaat.


Dua kotak makanan untuk sarapan pagi ini sudah di buka oleh Cyeril. Satu botol air mineral juga sudah di siapkan. Tadi di depan kantor polisi, Cyeril membeli teh manis panas dalam cup dan susu kotak.


Dzoki hanya menatap istri kecilnya itu.


"Kok malah ngelihatin gitu. Mau makan gak sih?," cicit Cyeril yang sedikit manja dan paling tidak suka di tatap seperti itu.


Dzoki hanya terkekeh melihat sikap Cyeril yang makin lama makin menggemaskan. Bikin Dzoki selalu rindubdan tidak bisa jauh dari Cyeril.


"Makan dong. Suapin Kakak ya.? Soalnya Kakak mau megang utun biar di temenin makannya," ucap Dzoki sambil.mengedipkan satu matanua kepada Cyeril.


Wanita itu hanya mengangguk pasrah. Sejak perutnya makin membesar, Dzoki memang paling suka dengan area itu. Tidak hanya di sentuh dan di usap pelan dengan gerakan memutar searah jarum jam. Kalau gemasnya mulai memuncak, di mana pun berada Dzoki akan menguyel -nguyel perut Cyeril dan habis di ciumi hingga membuat istri kecilnya itu kegelian.


Usia kandungan Cyeril mulai berjalan lima bulan. Usia kandungan yang sudah memasuki tri semester kedua. Semua makanan boleh di konsumsi kecuali makanan yang memang tidak di eprbolegkan bagi ibu hamil. Rasa mual dan muntah sudah sangat berkurang bahkan dalam sehari tidak ada sama sekali.


Cyeril mulai menyuapi Dzoki satu suapan pertama. Menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng spesial ala mama utun. Nasi gorengnya cukup banyak bisa di bilang itu dua porsi di jadikan satu. Cyeril sengaja membuat banyak, karebna tidak mau suaminya kekurangan makanan dan kelaparan di sel tahanan.


Satu kotak makan besar nasi goreng lengkap dengan campuran bakso, sosis, telor dan suiran ayam. Masih di nikmati dengan beberapa lauk pauk lainnya. Ada nugget ayam dan emping kesukaan Dzoki.


Satu suapan dalm sendok amkan itu sudah berpindah ke dalam mulut Dzoki dan lelaki itu mulai mengunyah lembut. Dzoki mulai bisa membedakan setiap jenis makanan itu masakan siapa? Dan nasi goreng kali ini memang masakan Cyeril.


Perbedaan masakan Cyeril dan Bunda Nur. Cyeril lebih memasak modern walauoun ada campuran rempah -rempah tapi tidak begitu banyak sehingga tidak menyengat di dalam makanan. Sedangkan maskaan Bunda Nur selalu ada kayu manis dan pala, kata beliau itu penyedap. Memang cara yang berbeda. Tapi keduanya sama -sama enak. Keduanya adalah wanita kesayangan Dzoki. Bunda Nur adalah wanita pertama yang di cintai Dzoki dan harus di hormati. Sefangkan Cyeril adalah wanita kedua yang membuat jatuh cinta setelah Bunda Nur, yang harus selalu di jaga dan di sayangi. Memang beda tapi tetap sama. Posisi keduanya selalu ada di hati da di pikiran Dzoki.


"Hemmm ... enak sekali, Ril. Kamu memang selalu enak kalau masak. Persis Bunda," ucap Dzoki memuji Cyeril, istri kecilnya dan mencubit dagu Cyeril gemas.


"Mulai godain. Ntar keselek Kak," ucap Cyeril sudah siap menyendokkan kembali suapa nasi goreng ke dalam mulut Dzoki.

__ADS_1


Dzoki hanya tersenyum. Di dalam sel tahanan ini, Dzoki benar -benar merasakan kehilangan yang begitu besar. Kehilangan kedua orang tuanya dan Cyeril, istrinya. Biasanya, mereka selalu ada dan selalu bisa di lihat dan di gapai.


Tangan Dzoki sudah mulai mengusap lembut perut Cyeril. Istri kecilnya itu memakai dres putih pendek dengan lengan menggantung tak sampai sikut. Bahan halus dan lembut seperti sutera dan jenis bahannya jatuh. Perutnya memang terlihat mulai membuncit dan dadanya mulai terlihat penuh dan berisi. Benar- benar seksi dan menggairahkan. Benar kata orang, ostri hamil itu selalu nampak seksi dan menggemaskan. Tak hanya itu selalu ingin di bawa ke kasur untuk di ajak berolah raga bersama bareng utun juga. Biar utunnya kenal baik dengan Ayahnya dan semakin sehat.


Tatapan Dzoki begitu lembut pada kedua mata Cyeril yang terus menyuapi Dzoki tanla henti. Sesekali mereka bertrmu landang dan tentu membuat Cyeril gugup dan canggung.


Cyeril memnag masih malu untuk terlalu intim dan memeperlihatka kemesraan pada khalayak umum. Mungkin karean aia merasa masih kecil belum dewasa. Tapi seiring perutnya membesar apa yang mesti di canggungkan. Toh, semua orang kini sudah banyak yang tahu soal hubungan Cyetil da Dzoki. Mereka adalah suami istri dan akan memiliki bayi.


"Kamu makin hari makin cantik sih. Untung ini di kantor polisi," ucap Dzoki dengan tatapan serius.


Cyeril malah menatap ke arah Dzoki sangat lekat.


"Memang kalau sekarang di kantir polisi kenapa?" tanya Cyeril polos.


Dzoki mendekatkan wajahnya pada wajah Cyeril dan berbisik di depan tekinga istri kecilnya itu.


"Jadi gak bisa ngapa -ngapain kamu. Cuma meluk dan ngusap -ngusap perut aja. Kalau di rumah, udah Kakak tarik ke kamar terus suruh tidur di kasur," ucap Dzoki pelan.


"Wah enak dong di suruh tidur. Itu hobby Cyeril sekarang. Rebahan dan tiduran aja di rumah Bunda," jawab Cyeril polos dan tidak nyambung dengan tema yang di bjcarakan Dzoki baru saja.


Cyeril langsung terkekeh. Dari tadi Cyeril juga paham tapi ia sengaja membuat pura -pura tak paham.


"Makanya celet keluar dari sini. Nanti pelayanannya beda," ucap Cyeril mulai nakal pada Dzoki. Mulai berani memberikan kode keras pada Dzoki hingga membuat lelaki itu takjub dengan sikap Cyeril.


Cup ...


Dzoki gemas dan langsung mencium pipi Cyeril dengan cepat.


Makin alma istrinya ini buka hanya menggemaskan saja tapi juga bikin panas gerah ingin buru -buru di bawa suatu tempat yang nyaman dan sejuk.


Cyeril menatap lekat pada Dzoki dan sedikit melotot.

__ADS_1


"Kak ... Ini di kantor polisi. Lihat banyak orang," cicit Cyeril yang mulai panik.


Cyeril takut kalau saja, tindakan Dzoki bisa berakibat fatal nantinya. Misalnya di anggap mesum di tempat umum dan tidak boleh datang lagi sebagai hukuman. Nah kan malah repot kalau begini.


"Maaf sayang. Habis gemes sih," ucap Dzoki tanpa berdosa.


"Di larang gemes. Nanti rindu," ucap Cyeril asal.


"Sudah rindu sayang," ucap Dzoki lemah.


"Nanti kecanduan lho," ucap Cyeril pelan.


"Udah kecanduan juga," jawba Dzoki santai.


"Nanti betah lho sama Cyeril," ucap Cyeril pelan smabil menyendokkan satu sendok besar nasi goreng.


"Udah betah juga. Malah gak mau jauh -jauh apalagi berpisah jarak dan waktu. Kayak begini aja bikin kesel, bikin urung -uringan Kakak. Suka ngerasa gak sih kalau di kangenin?" tanya Dzoki kesal sendiri.


Kenapa ia bisa jadi begini. Super bucin kepada Cyeril. Ini beneran karma atau memnag beneran ia jatuh cinta dari hati yang paling dalam.


Cyeril terkekeh sendiri.


"Udah ah. Makan dulu. Nanti ini bekal malah gak habis. Bunda bisa marah. Pasri nantu bilang gini, udah Cyeril mending di rumah aja istirahat atau bikin kue, dari pada calek masakin Kak Dzoki taoi gak di habisin. Memang tidak menghargai kesusah payahan istri sejak lagi," ucap Cyeril menirukan gaya Bunda Nur kalau sedang kesal dan marah.


"Hemm ... Ini bibirnya belum pernah di cium ya. Kok cerewetnya sama kayak Bunda sih? Oh iya lupa, ini kan mantu kesayangannya Bunda, jadi persi dan mirip sekali. Kalau kata oeang itu plek ketiplek banget," ucal Dzoki tertawa sambil memegang bibir Cyeril yang tipis.


Kalau bukan di ruang tunggu, sudah di cium itu bibir berwarna pink.


"Bilangin Bunda nih, ngatain cerewet," ancam Cyeril tertawa.


"Bilang aja. Bunda juga udah tahu kok, kalau beliau memnag bawel dan cerewet. Tapi, Bunda itu baik hati, ramah dan lemah lembut kayak kamu. Itu yang buat Kakak jatuh cinta," ucap Dzoki memuji dan membuat Cyeril terbang kembali ke langit ke tujuh.

__ADS_1


Satu jam kemudian. Dzoki sudah menghabiskan sati kotak makan berisi nasi goreng dua porsi beserta lauk pauknya tanpa bersisa. Selain lapar, Dzoki juga menghargai pengorbanan Cyeril. Tanpa rasa cinta dan rasa sayang, tidak mungkin Cyeril mau berjuang dan berkorban waktu untuk mengurusi Dzoki. Tentu malu punya anak atau suami yang ada di dalam penjara. Mau salah atau tidak tetap saja image seseorang itu buruk terhadap orang yang mendekam di balik jeruji besi.


Tapi, Ayah Riski sedang berjuang dan selalu mencari yang terbaik untuk anaknnya. Mencari bukti dan kebenaran dan bisa di jadikan alasna kuat untuk membebaskan Dzoki tanpa syarat. Karena memang tidak terbukti bersalah dan sama sekali tidak terbukti keterkaitannya.


__ADS_2