KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
54


__ADS_3

Pagi ini Dzoki sudah akan berangkat ke kampus untuk koching persiapan KKN. Ia sudah mulai fokus lagi dengan tugas KKN dan mulai mencari judul untuk skripsinya. Dzoki ingin lulus dengan cepat dan segera belajar menjadi pemimpin di perusahaan milik Ayaj Riski.


Seperti biasa Cyeril akan menemani Dzoki sampai teras depan dan menatap kepergian sang suami ke kampus.


"Hati -hati di rumah. Jangan berendam di bathup kalau Kakak gak ada. Jangan sering -sering bolak balik ke kamar mandi," ucap Dzoki menasehati Cyeril.


Keduanya sudah berdiri saling berhadapan Dzoki memegang gemas pipi gembil Cyeril dengan menangkupkan jarinya lalu mengecup bibi Cyeril yang sudah mengerucut akibat tangkupan tangannya di pipi Cyeril.


"Hemm pinter ya cari celah," cicit Cyeril mencubit lengan Dzoki.


"Biar gak bosen sayang. Cari kreativitas sendiri dong. Inget ... Jangan lupa sama apa yang barusan Kakak bilang," ucap Dzoki yang tidak pernah bosan menasehati.


"Iya sayang. Cyeril gak akan pernah lupa," jawab Cyeril santai.


Dzoki sudah menuruni teras dan masuk le dalam mobil lalu melajukan mobilnya pelan sambil melambaikan tangannya.


Cyeril masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah lalu berjalan menuju dapur bersih. Ia dan Bunda Nur sudah berjanji akan membuat resep baru pagi ini untuk makan siang nanti. Juga membuat dessert untuk acara makan besar minggu depan. Rencananya minggu depan akan ada acara arisan keluarga.


"Bun ... Cyeril bantu apa?" tanya Cyeril lembut.


"Ehh ... Cyeril. Dzoki sudah berangkat?" tanya Bunda Nur sambil merebus ayam yang sudah di bumbui.


"Sudah Bun, baru saja. Hari ini jadwalnya padat banget katanya," ucap Cyeril membuka satu toples besar berisi kerupuk udang.


Makanan ringan seperti kerupuk dan keripik sudah menjadi bagian makanan wajib bagi Cyeril. Selama hamil yang mulai membesar ini, nafsu makan Cyeril bertambah banyak apalagi untuk cemilan snack gurih, tentu ia tidak bisa menolak.


Bunda Nur kembali sibuk memasak. Ia tidak pernah menyuruh Cyeril membantu di dapur dengan usia kehamilan yang semakin besar dan kondisi Cyeril yang agak lemah sejak awal. Tapi makin kesini memang Cyeril makin memiliki kesehatan yang cukup stabil bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin juga bisa dari efek ngidam di awal kehamilan.


"Bunda ... boleh tanya sesuatu?" tanya Cyeril agak ragu.


"Apa? Tanya saja, kalau Bunda bisa jawab pasti akan Bunda jawab," ucap Bunda Nur pelan.


"Bunda kenal Tasya kan?" tanya Cyeril pelan.


"Tasya ... Mantannya Dzoki? Kemarin ada sebagai saksi Dzoki?" tanya Bunda Nur.


"Iya. Waktu sempat mengajak Cyeril bicara. Dia bilang pernah tidur dengan Dzoki, dan anak yang di kandungnya adalah anak Dzoki bukan anak Egi," lirih Cyeril mengadu pada Bunda Nur.

__ADS_1


Bunda Nur memindahkan bumbu yang sudah dinhaluskan. Kini tinggal menunggu ayamnya matangbdan mengeksekusi masakan menu barunya. Wanita paruh baya itu menuju kulkas dan mengambil satu gelas susu hamil buatan Dzoki yang sengaja di simpan di lemari pendingin untuk di nikmati Cyeril agak siang agar lebih terasa segar.


"Ini buatan Dzoki setiap pagi untuk kamu. Kamu bisa merasakan sendiri bagaimana perasaan Dzoki terhadap kamu, Ril. Perbuatan Dzoki selama ini kepada kamu. Padahal sudah jelas, Tasya adalah wanita yang Dzoki sukai sejak awal masuk dunia perkuliahan. Bunda tahu persis, seperti apa Dzoki itu. Selama ini Dzoki selalu cerita pada Bunda tentang apapun termasuk kejadian malam itu bersama kamu, Ril. Makanya Bunda bilang, nikahi gadis itu kalau kamu sadar sudah merisak gadis itu. Dzoki turuti semua kata -kata Bunda, walaupun dia lelaki yang masih punya rasa ego tinggi. Dzoki lebih suka kebebasan dan tanpa aturan. Tapi sekarang bisa bucin sama kamu ya Ril. Padahal, awalnya Dzoki sama sekali belum bisa nerima kamu. Doa istri itu mustajabah," ucap Bunda Nur menjelaskan panjang lebar yang membuat hati Cyeril sedikit lega sekali.


Cyeril menatap gelas yang berembun karena suhunya dinging. Ia mulai meneguk susu hamil buatan suaminya. Setiap pagi tanpa di ketahui kapan di lakukannya, Dzoki memang selalu emmbuat dua atau tiga gelas susu dan di masykkan ke dalam kulkas agar lebih enak dan segar untuk di nikmati. Dzoki menitipkan pesan pada Bunda Nur agar ridakupa memberikan susu hamil di jam - jam tertentu waktu Cyeril ngemil atau bersantai nontom tv di ruang tengah.


"Jadi kamu gak perlu lagi pedulikan Tasya. Bunda yakin sekali, Tasya itu punya maksud buruk," tegas Bunda Nur yang sedikit banyak tahu tentang Tasya.


Mungkin dulu, Tasya juga sering main ke rumah ini.


Skip ...


Selama satu bulan ini, Dzoki akan sibuk koching dari pagi hingga siang hari. Belum lagi ia harus kembali berkumpul dengan teman saru kelompok KKN nya untuk memantapkan semua rencana dan jadwal kegiatan selama satu bulan KKN nanti.


Satu bulan koching, satu bulan menggalang dana dan survei tempat lalu satu bulan KKN dan satu bulan pembuatan laporan.


Dzoki dan sembilan temannya masuk dalam kelompok satu atau di sebut kelompok Sumber. Sumber adalah nama desa terpencil yang akan mereka tinggali selama satu bulan.


Satu kelompok Dzoki terdiri dari lima laki -laki dan lima perempuan. Kebetula mereka saru angkata semua hanya berbeda jurusan saja.


Dzoki kebetulan mendapatkan partner KKN untuk tugas adalah bersama Mira. Memang di sengaja satu pria dan satu wanita biar ada kekompakan tersendiri. Rencananya Dzoki dan Mira mau membuat peternakan kelinci di sana. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan selai keuntungannya.


Kelinci harus berada di suhu normal dan hangat. Karena kalau kedinginan bisa sakit, terbatuk dan diare lalu mati.


"Ki ... Lagi ada pameran kelinci import. Katanya sih lucu -lucu banget. Kebetulan ka gue kemari udah cari dana dan ada lumayan. Kita bisa beli terus kita urus dulu di rumah sebagai survei juga. Gimana?" tanya Mira pelan.


Mira adalah mahasiswi dari fakultas komunikasi. Tahu dong, kalau anak komunikasi itu kayak gimana? Modis, gaul, pinter dandan dan cakap.


Beberapa teman ada yang menatap aneh pada keduanya. Mira memang sedang berusaha mendekati Dzoki. Kebetulan satu kelompok Dzoki belum ada yang tahu kalau Dzoki sudah menikah dan istrinya juga salah satu mahasiswi aktif di kampus ini da tengah mengandung.


Mira tak hanya cantik tapi juga pintar. Ia pandai berkkmunikasi dan pandai membuat orang terpesona pada dirinya.


"Dimana?" tanya Dzoki agak ragu.


"HEC (Hall Expo Center)," jawab Mira santai.


Mira memang sudah kesekian kali mengajak pergi bersama dengan Dzoki dan ia mulai nyaman. Dzoki yang dingin dan cuek namun tetap terlihat perhatian pada Mira hingga membuat Mira salah paham.

__ADS_1


"Oke," jawab Mira senang.


Beberapa pasang di kelompoknya pu juga ada yang merasakan cinlok dengan partner tugas bersamanya. Ada yang memang masih single dan jomblo. Tapi juga ada yang sudah memiliki kekasih yang berbeda kelompok. Ah ... macam -macam.


Dzoki dan Mira sudah duduk di dalam mobil. Kebetulan sore itu hujan lebat. Dzoki sudah mengirimkan pesan singkat pada istrinya kalau akan datang terlambat karena masih ada survei untuk tugas.


Selama ini Cyeril bukan tipe istri yang posesif dan cemburuan. Ia tahu, Dzoki, suaninya itu mantan ketua genk motor yang cukup di kenal banyak orang. Tak hanya itu pesona Dzoki itu sudah melelehkan banyak hati wanita yang di patahkan secara sepihak. Dzoki terlalu banyak fans perempuan yang kadang membuat Cyeril pun keki sendiri. Loker di kampus selalu penuh dengan surat cinta yang terselip di sana. Belum lagi cokelat atau bunga yang selalu saja datang untuk Dzoki.


"Gue boleh tanya sesuatu?" tanya Mira yang susah lama penasaran.


"Apa?" tanya Dzoki pelan.


"Loe punya cewek Ki? Gue lihat loe selalu sendiru bahkan loe bisa anter jemput gue dan gue jarang lihat loe pegang ponsel, ekhemm ... itu tandanya elo ..." ucapan Mira langsung di sela oleh Dzoki.


Dzoki menunjukkan cincin pernikahannya tanla ada ucapan apa -apa.


Mira menatap lekat pada cincin yang di pakai Dzoki.


"Ekehmm ... Loe udah tunangan? Tunangan loe mana?" tanya Mira lemas.


Dada Mira rasanya tertusuk duri dan seperti di hujam batu besar.


Dzoki tertawa keras dan mengulum senyum.


Mira bingung. Apa mungki ia sedang di orank Dzoki? Dzoki termasuk lelaki yang sedikit iseng.


"Gue udah nikah," jawab Dzoki lembut.


"Hah? Masa? Pasti loe di jodohin ya? Terus gue gak pernah lihat istri loe? Anak mana? Anak tetangga?" tanya Mira ketus. Ia tidak mau tersaingi oleh istri Dzoki.


Kesal sekali rasanya Mura saat ini. Kenapa ia harus tahu rahasia besar Dzoki di saat ia sudah tak bisa lagi membendung perasaannya. Ia benar benar jatuh hati pada Dzoki dab tidak mau kehilangan lelaki itu. Apapun tak akan membuat Mira menyerah.


"Harus gue jawab pertanyaan loe? Gak semua yang gak gue publish itu berarti gue gak suka kan? Terkadang kita harus menyimpan berlian itu dengan rapat agar tidak ada yang tahu kalau kita pemilik berlian," kawab Dzoki santai.


"Seindah itu?" tanya Mira mulai cemburu.


"Sangat indah dan tak ada yang mampu menyaingi kilauannya," tegas Dzoki.

__ADS_1


__ADS_2