KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
14


__ADS_3

Inilah hari yang paling bersejarah bagi Dzoki dan Cyeril. Mereka tak pernah menyangka sedikit pun akan menjadi pasanngan suami istri yang SAH di amta agama dan negara.


Kata kata yang terucap dari bibir Dzoki saat mengucapkan ijab kabul pun menjadi kehidupan dua insan itu berubah.


Keduanya berdiri di atas panggung pelaminan dan menyalami beberapa tamu yang hadir memberikan pengantin baru itu selamat menempuh hidup baru.


Antara senang dan tidak senang, itu yang di rasakan Dzoki saat ini. Hatinya masih tertaut dan mencintai Tasya. Belum lagi ia masih mencintai dunia malam dan dunia balap motornya. Kemungkinan besar setelah menikah nanti akan ada aturan yang berlaku di antara keduanya.


Belum lagi, bagaimana nanti di kampus? Sikap mereka harus seperti apa? Cyeril juga sedang mengandung, ia belum memutuskan untukncuti kuliah atau tetap kuliah.


Dzoki memang terpesona melihat Cyeril yang sangat cantikndalam balutan pakaian lenagntin berwarna merah maroon dengan aksesoris berwarna gold. Perpaduan warna yang begitu sempurna.


"Kamu cantik banget," ucap Dzoki pelan berbisik saat wajahnya mengenai hiasan kepala Cyeril khas adat mereka.


Mendadak Cyeril menarik sudut bibir merahnya dan menampilkan senyum termanis kepada Dzoki.


"Kamu juga tampan. Gagah pakai baju itu," ucap Cyeril memuji dengan penuh ketulusan.


Dzoki hanya tersenyum wajar dan datar. Ia sama sekali hanya memujibtanpa ada alasan lain. Hatinya masih beku dan sama sekali tak peduli dengan Cyeril. Posisinya saat ini Dzoki hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan pada Cyeril hingga Cyeril benar benar sedang mengandung anaknya.


Untung saja, Mama dan Papa Dzoki baik dan memahami situasi yang terjadi pada anaknya. Mau marah juga percuma, toh anaknya mau bertanggung jawab.


Setelah satu hari ini penuh rasa lelah akhirnya acara pernikahan itu selesai juga. Pernikahan yang tertutup. Tidak ada satu pun teman mereka yang di undang karena memang tidak penting.


Kini Cyeril sudah berada di kamar pengantin sambil membuka semua perhiasan kepala yang selama satu hari ini di pakai di kepalanya hingga saat di lepaskan satu satu terasa ringan sekali.


Baju pengantinnya juga sudah di lepas dari tubuhnya mungil dan mengganti dengan daster berbahan linen yang pendek dengan tali tipis di bahunya.


"Mau di hapuskan make up nya sekalian?" tanya perias itu pelan kepada Cyeril.

__ADS_1


"Gak usah gak apa apa. Nanti biar Cyeril hapus sendiri," ucap Cyeril pelan dan duduk di depan kaca riasnya sambil menatap wajahnya yang memang terlihat sangat cantik.


Perlahan Cyeril mengambil kapas kecantikan yang di beri air mawar dan di usap menyeluruh ke seluruh wajahnya hingga seluruh make up itu bersih dari wajahnya yang cantik.


Kamar pengantin itu sudah bersih. Perias dan asistennya sudah merapikan semua barang mereka dan pulang.


Cyeril pindah ke atas kasur. Tubuhnya sudah lemas dan lelah sekali. Hari ini bener bener luar biasa melelahkan hingga makan pun Mama Dzoki yang yang membawakan tadi ke pelaminan.


Tok ... tok ... tok ....


Ceklek ...


"Cyeril ... sudah tidur?" tanya Mama Reni pelan.


Cyeril langsung terbangun saat Mama Reni sudah masuk ke dalam sambil membawa susu untuk Cyeril yang sudah akan terlelap dalam tidur.


Kedua matanya sudah terpejam tadi. Sayup sayup terdengar suara teriakan Mama Reni yang cukup membuat Cyeril terganggu dalam tidurnya.


"Ini susu untukmu agar kamu dan bayimu sehat. Kamu harus belajar menjaga bayimu dengan baik," ucap Mama Reni sambil memberikan satu gelas susu hamil rasa cokelat itu.


Bau susu itu sungguh tidak mengenakkan dan membuat perurnya seketika mual. Dengan cepat Cyeril turun dari tempat tidur dan berlari ke arah kamar mandi lalu berkali kali mengeluarkan suara muntahan yang keras hingga seperti orang yang sedang tercekik.


Mama Reni meletakkan gelas susu itu dan ikut menghampiri Cyeril yang sedang muntah muntah karena efek kehamilannya.


Perlahan Mama Reni ikut membantu memijit tengkuk leher Cyeril.


"Sudah Ma," ucap Cyeril yang tak enak hati sendiri dengan sikap baik Mama Reni.


"Gak apa apa. Biar Mama bantu kamu kembali ke kasur," ucap Mama Reni pelan sambil membantu memegangi Cyeril kembali ke kasur untuk tiduran.

__ADS_1


Cyeril kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Rasanya makin terasa lemas.


"Ma ... Maaf bukan Cyeril menolak susu buatan Mama. Tapi, Cyeril mual saat mencium bau susu hamil itu," ucap Cyeril jujur dengan wajah tak enak hati saat di tatap lekat oleh Mama Reni.


"Gak apa apa, sayang. Namanya ibu hamil, gak semua makanan sehat bisa di nikmati oleh mereka dengan baik. Tapi kamu harus pelan pelan berusaha untuk tetap mau makan makanan yang berguzi dan susu hamil. Ini penting untuk tubuh dan perkembangan janin kamu," ucap Mama Reni pelan.


"Iya Ma. Makasih," jawab Cyeril pelan.


Dzoki masuk ke dalam kamar tidur dan melepaskan jas hitamnya dan di lempar ke sembarang arah. Ia tak melihat Mamanya sedang duduk di tepi ranjang berbicara serius dengan Cyeril.


"Ril. Gue laper nih. Ambilin makan dong," ucap Dzoki dengan kasar sambil membuka pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ma ... Mas Dzoki datang. Cyeril ambilkan makan malam dulu ya? Mulai hari ini kan, status Cyeril sudah menjadi istri Mas Dzoki," ucap Cyeril pelan.


"Gak. Kamu istirahat saja. Biar Mama yang ambilkan makan malam untuk Dzoki," ucap Mama Reni pelan.


Mama Reni pun keluar kamar pengantin itu dan mengambilkan makanan serta minuman untuk Dzoki dan Cyeril lalu di bawa kembali ke dalam kamar. Tepat saat Dzoki sudah keluar dari kamar mandi dan sedang berdebat dengan Cyeril perihal makan malam yang belum di ambilka dan belum siap di meja yang ada di dalam kamar tersebut.


"Gue lapar. Loe kan udah jadi istri gue. Seharusnya loe bisa menyesuaikan diri. Suami datang ya, di layani. Loe mau suami loe nanti di layani oleh perempuan lain," ucap Dzoki kasar.


"Jaga ucapan kamu Dzoki. Cyeril itu sedang hamil. Seharusnya kamu itu bantu dia. Ada di samping dia saat muntah muntah, saat ngidam menginginkan sesuatu. Bukan malah pergi pulang larut malam seperti sekarang ini?" tegas Mama Reni dengan lantang.


Mama Reni meletakkan satu nampan besar berisi makanan dan Dzoki terkejut dengan kedatangan Mamanya ke kamar itu.


"Mama? Sejak kapan di sini? Bukannya pintu kamar sudah Dzoki kunci," ucap Dzoki pelan sambil berusaha tersenyum kecut.


Ada sedikit rasa malu pada Sang Mama atas perlakuan kasarnya pada Cyeril.


"Mama gak mau lihat lagi kanu bersikap kasar dan keras pada Cyeril. Kalau itu terjadi lagi. Mama akan ajak Cyeril ke rumah almarhum Kakek," ucap Mama Reni mengancam.

__ADS_1


"Tadi cuma bercanda Ma. Dzoki dan Cyeril kan memang suka bercanda. Iya kan, sayang? Kita di akmlus juga begini. Kayak tom dan jerry," ucap Dzoki berbohong.


Cyeril hanya bisa tersenyum di paksakan dan mengangguk pasrah menatap Dzoki.


__ADS_2