
Cyeril menatap ke arah lain. Ia mencari cara untuk menolak Tasya pagi ini. Tapi bagaimana caranya.
"Ekhemm ... Aku telepon Bunda dulu ya? Soalnya Bunda tadi aku tinggal di supermarket," ucap Cyeril pelan.
Cyeril mengeluarkan ponselnya dan memencet nomor Bunda Nur dan supir pribadi serta Dzoki secara bersamaan.
"Kamu gak usah takut Ril. Santai aja," ucap Tasya pelan.
"Aku gak takut Sya. Cuma buat apa kita ketemu di kafe Kak Kahfi. Lebih baik kita ngobrol di rumah saja," ucap Cyeril lantang.
Tin ... tin ...
Suara klakson mobil Dzoki sudah keliar dari arah parkiran menuju tempat Cyeril berdiri.
"Ekhemm ... Kalau mau ikut silahkan. Kalau gak mau ya ... aku duluan ya," ucap Cyeril cepat.
Dalam hati Cyeril juga tak tenang saat bertemu kembali dengan Tasya. Cyeril sudah tak mempercayai siapa pun termasuk Anton.
Cyeril dengan cepat masuk ke dalam mobil di bagian belakang dan menutup lalu mengunci rapat. Ia takut saat kejadian di kelas waktu itu. Kejadian saat ia di paksa minum air yang tak di ketahui asal usulnya itu.
__ADS_1
"Jalan Pak. Maaf ya Pak," ucap Cyeril pelan.
"Tidak apa -apa Non. Non ... Kita jemput Bunda dulu di butik dekat sini," ucap supir pribadi Bunda Nur.
"Iya Pak," jawab Cyeril singkat.
Mobil pun mulai melaju ke arah butik dimana Bunda Nur menunggu.
"Bunda!!" teriak Cyeril leras sambil melambaikan tangan.
Bunda Nur segera memblalas lambaian tangan itu dan masuk ke dalam mobil.
"Bunda mau kemana? Bawa gaun?" tanya Cyeril pelan.
"Ke desa sumber? Jauh Bunda," ucap Cyeril sendu. Ia ingin sekali kesana. Kemarin pas mengantarkan barang pun tak ikut karena sorenya Cyeril habis kontrol dan harus istirahat total.
"Mumpung ada waktu. Kita jalan -jalan. Ayah lagi meeting sampai malam. Gak apa -apa kan Pak? Kita langsung ke desa sumber aja pake GPS. Kita kasih surprise buat Dzoki," ucap Bunda Nur dengan suara lantang dan lenuh semangat.
"Bunda semangat sekali? Ada apa sih?" tanya Cyeril penasaran.
__ADS_1
"Kamu lupa? Atau memang gak tahu?" tanya Bunda Nur pelan.
Cyeril menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak tahu Bun," jawab Cyeril dengan suara pelan.
"Oke baiklah. Bunda kasih tahu. Besok itu hari ulang tahun Dzoki Sebenarnya Bunda sudah bikin acara di desa sumber. Bunda siapin tempat khusus buat kamu di sana biar selalu dekat dmegan Dzoki," ucap Bunda Nur tertawa.
Sultan selalu bebas bertindak. Mau melakukan apapun hanya tinggal menjentikkan jarinya saja.
"Bunda serius? Arghhh ... Kenapa Cyeril tidak tahu soal ini?" tanya Cyeril kesal.
Bunda Nur malah tertawa senang melihat Cyeril panik.
"Cyeril kasih apa ya? Bunda malah tertawa. Gimana sih? Seneng kalau Cyeril susah ya?" cicit Cyeril yang bingung.
Bisa -bisanya ia tidak tahu tanggal lahir suaminya. Kan aneh. Istri macam apa itu.
Tangan lembut Bunda Nur mengusap pelan pucuk kepala Cyeril.
__ADS_1
"Bagi Dzoki yang penting adalah bayi ini. Kamu bisa jaga dengan baik saja, itu kado terbaik yang pernah ia dapatkan," ucap Bun Nur mencoba menenangkan hati Cyeril.
Ini juga bagian dari keinginan Dzoki. Mengundang semua temannya di tempat yang telah ia siapkan bersama Bundanya.