KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
72


__ADS_3

Dengan cepat Cyeril di bawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan pertama dari dokter kandungannya.


Kondisi Cyeril begitu lemah karena penyekapan itu. Bukan saja perkara asupan makan, tapi Cyeril kekurangan oksigen mengakibatkan pengaruh buruk pada kandungannya.


"Lakukan yang terbaik untuk menatu saya!!" ucap Bunda Nur tegas.


Dzoki sudah panik dan cemas tak bisa berkata -kata lagi. Mleihat tubuh lmeas Cyeril membuat dirinya semakin merasa bersalah. Ia merasa tak bisa menjaga istrinya dengan baik, tidak bisa merawat bayinya dengan penuh kasih sayang.


"Saran saya, kita keluarkan bayinya sekarang melalui operasi caesar. Hanya itu solusi terbaik, melihat kondisi ibu yang sudah lemah di tambah trauma itu tidak baik untuk perkembangan janin. Apalagi riwayat pernah jatuh dan memang ada beberapa masalah di kandungan Cyeril sebelumnya. Saya rasa hanya dengan operasi caesar kita masih bisa menyelamtakna keduanya, walaupun bayi itu masih terlalu kecil, kita bisa rawat melalui inkubator," ucap dokter kandungan itu dnegan suara tegas.


Tidak ada pilihan lain yang lebih baik keculaimengeluarkan baayi itu di usia kandungan Cyeril sudah tepat berada di usia tujuh bulan.


Dzoki mengusap wajahnya dnegan kasar. Ia hanya menatap Bunda Nur. Ia tak mengerti apa -apa soal ini. Baru kali ini, dzoki merasa ketakutan. Takut kehilangan Cyeril dan bayinya juga. Takut melihat keadaan Cyeril yang mendadak terkulai lemas.


"Saya setuju. Cepat lakukan operasi caesar itu," tagas Bunda Nur pada dokter kandungan itu.


Dzoki menatap Bunda Nur. dzoki memang bodoh untuk urusan seperti ini. Ia tidak tahu apa -apa, makanya tidak berani mengambil keputusan dan ia biarkan Bunda Nur yang mengambil keputusan itu dengan baik dan tepat untuk Cyeril dan bayinya.


"Apa itu operasi caesar Bunda? Apakah bayinya kan di keluakan secara paksa? Lalu nanti bagaimana? Bukankah usia kandungannya belum genap sembilan bulan? Bukannya bayi akan lahir di usia kandungan sembilan bulan?" tanya Dzoki terus menerus dengan rasa penasaran.


Bunda Nur mengusap punggung Dzoki yang duduk di sebelahnya dengan pelan dan lembut. Dzoki memang perlu di beri penjelasan agar ia paham tentang perempuan. Agar Dzoki bisa lebih menghargai perjuangan seorang perempuan.

__ADS_1


"Usia kandungan tujuh bulan itu sudah cukup untuk dilahirkan, dengan catatan bayi yang di lahirkan di namakan prematur. Tidak smeua bayi prematur itu tidak baik atau kondisinya buruk Tidak seperti itu. Mereka sudah lengkap organ tubuhnya, organ dalamnya juga berfungsi dengan baik. Hanya saja, kondisinya sedikit lemah, karean memang belum waktunya terlahir di dunia. Maka itu, bayi prematur harus di rawat secara khusus, mulai dari suhu ruangan yang tidak bisa dingin dan harus selalu hangat, asupan makanan yang benar -benar steril bila di beri botol susu," ucap Bunda Nur menjelaskan.


Penjelasan Bunda nUr membuat Dzoki paham dan sedikit tenang. Tidak ada yang perlu di khawatirkan dengan operasi caesar. Dzoki setuju menandatangi pernyataan tindakan ooperasi caesar pada Cyeril. Ia berharap semuanya berjalan dengan lancar. Cyeril butuh support dan doa darinya.


Cyeril sudah di pindahkan di rawat inap dengan perawatan khusus. Ia harus berpuasa terlebih dahulu sebelum operasi caesar di mulai. Persiapan meja operasi juga sedang di persiapkan. Tinggal menunggu waku yang pas. Dokter kandungan sudah siap, dokter anestesi sudah siap, dan beberapa perawat untuk membantu dokter selama operasi pun sudah siap. Pekerjaan tim yang membutuhkan kekompakkan, ketelitian dan tingkat kefokusan agar operasi berjalan dnegan lancar.


***


Beberapa jam kemudian ...


Dzoki melihat jelas brankar Cyeril sudah di tarik menuju ruangan khussu yang bertuliskan ruang operasi. Tubuhnya bergidik negri. Tubuh Dzoki memnafg besar dan kuat, tapi melihat dan membaca ruang operasi, naylinya menciut. Apalagi yang sedang di tangani adalah wanita kesayanagnnay, ia semakin tak kuasa untuk melihat ke dalam.


"Bun ... Dzoki gak bisa lihat begitu. Rasanya hati Dzoki teriris -iris nyeri. Bunda saja yang temani Cyeril. Dzoki di sini saja. Bilang Cyeril, Dzoki ada di depan. Dzoki pasti doain yang terbaik untuk Cyeril dan bayinya," ucap Dzoki pelan pada Bunda Nur.


"Ya sudah. Bunda ke dalam dulu ya. Mau temani Cyeril," ucap Bunda Nur pelan.


Dzoki mengangguk pelan dan pasrah menatap Bunda Nur yang akan masuk ke dalam ruang operasi.


"Bunda ...." panggil Dzoki pelan.


Bunda Nur pun menoleh ke arah Dzoki dan menunggu Dzoki bicara.

__ADS_1


"Apa?Kamu berubah pikiran? Mau temani Cyeril?" tanya Bunda Nur pelan.


Dzoki mengeglengkan kepalanya pelan. Bukan itu maksudnya.


"Bilang Cyeril. Kuat dan kuat, Dzoki sayang sama Cyeril," ucap Dzoki nampak malu -malu. Rasanya tak enak mengungkapkan rasa sayang lewat perantara dan tidak di utarakan secara langsung. Bunda Nur pun tersenyum saat dzoki meminta ucapannya disampaikan pada istri tercintanya di dalam.


Bunda Nur sudah ada di dalam dan menemani Cyeril yang sudah di ganti pakaiannya dengan pakaian hijau. Tubuhnya di tutup dengan kain panjang. Ia menatap Bunda Nur dan tersenyum manis.


"Kak Dzoki mana, Bun? Dia gak ikut masuk?" tanya Cyeril pelan.


"Hemmm ... Maaf Cyeril. Dzoki takut liaht ruang oeparsi. Anak Bunda memang kuat dan besar, tapi nyalinya ciut. Dzoki berpesan tadi, kamu harus kuat dan dia menunggu di luar sampai operasi ini selesai untuk memastikan keadaan kamu tetap stabil dan baik -baik saja, begitu juga dnegan bayinya. Satu lagi, Dzoki bilang dia sayang banget sama kamu," ucap Bunda Nur lembut sambil memegang tangan Cyeril ereat.


Sebagai ibu dan sebagai perempuan. Bunda Nur tahu kecemasan yang sedang menghantui Cyeril. Ketakutan dan kegugupan akan melaksanakan operasi caesar yang belum pernah tahu rasanya sepereti apa akan menjadi momok berat di pikirannya saat ini. Ketakutan akan tingkat keberhasilan dan kelancaran operasi ini.


"Kamu gugup? Kamu takut?" tanya Bunda nUr pelan.


Cyeril mengangguk kecil. Ia berusaha tenang dan menutupi segala kegundahan hatinya. Ia memang harus kuat demi dia sendiri dan bayinya. Tentu untuk kebahagiaan Dzoki juga.


"Tarik napas yang dalam lalu tahan sebenatr dan keluarkan secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga kamu merasa lebih tenang dan damai. Usir ketakutan kamu, kamu harus ingat, kamu sedang menyongsong bayi yang selama ini hidup di perut kamu. Sebentar lagi kamu akan melihat wajah mungil dan lucu bayi kamu Cyeril. Bunda yakin, kamu kuat dan bisa melewati semuanya. Ada Bunda dan ada Dzoki yang tak pernah meninggalkan kamu sedetik pun," ucap Bunda Nur menasehati.


Cyeril tersenyum manis. Ia thu, Bunda Nur sedang mencba membuatnya tenang. Andaikan saja, nyali suaminya berani. Ia ingin saat ini ada Dzoki dan terus memotivasinya di sini. Mungkin akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Cyeril dan bayinya.

__ADS_1


__ADS_2