KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
40


__ADS_3

Pagi itu Cyeril sudah terbangun terlebih dahulu. Ia menatap wajah Dzoki yang yetliha bahagia dan puas atas permainan semalam. Cyeril merasa dirinya sekarang menjadi wanita dan istri yang sempurna.


Kedua kaki Cyeril sudah turun ke bawah menapak lantai. Kedua matanya mulai menyapu lantai dan mencari oakaian dalam dan daster tipis yang berhasil di lepaskan oleh Dzoki.


Cyeril masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower yang hangat. Ia mulai mengusap pelan perutnya yang mulai membesar. Cyeril merasa beruntung memiliki mertua yang begitu baik seperti orang tua kandungnya sendiri. Dan sekarang semua doa -doanya terkabul. Dzoki, suaminya sudah berubah total dam makin sayang kepada Cyeril dan anak dindalam kandungannya.


Beberapa kali, Dzoky ikut mengusap pelan perut Cyeril dengan gerakan memutar. Sesekali di cium perut itu langsung menembus kulit dan di ajak bicara agar mengenal sosok Mama dan Papahnya.


Lamunan Cyeril buyar saat pintu kamar mandi di ketuk oleh Dzoki.


"Ril ... Kakak masuk dong, mau pipis," ucap Dzoki sambil mengetuk pintu kamar mandi. Wajahnya kuyu dan terlihat menahan sesuatu.


Cyeril bergegas membuka pintu kamar mandi itu. Tubuhnya polos tanla di tutupi oleh apapun karena memang sedang mandi.


Dzoki menatap lekat Cyeril dari bawah kaki hingga ujung kepala. Air liurnya terus ia telan dalam menahan hasrat pagi yang mulai membuat sebagian tubuhnya bergetar dan mengeras.


Dzoki berjalan menuju kloset dan membuang air kecil. Cyeril tengah asik menyabuni tubuhnya dengan sabun yang beraroma mawar dan vanila. Sungguh wangi yang membuat hidung tak mau menyudahi mandi pagi kali ini.


Dzoki melirik Cyeril sekilas. Istrinya itu memang mempesona. Tubuhnya memang mungil tapi berisi dan membuat candu Dzoki.


"Ekhemm itu punggungnya gak mau di gosok? Biar Kakak gosok pakai sabun?" pinta Dzoki kepada Cyeril.


Cyeril menatap Dzoki lekat.


"Kak Dzoki mau bantu Cyeril?" tanya Cyeril polos.


Dzoki langsung mengangguk cepat.


"Mau," jawab Dzoki semangat.


Dzoki langsung membuka semua pakaiannya dan di letakkan di kotak cucian kotor.


"Kak? Cuma mau gosok badan Cyeril kan? Kenapa di lepas semua pakaiannya?" tanya Cyeril polos.

__ADS_1


"Hemmm ... mau ikut mandi sekalian," jawab Dzoki santai.


"Mandi juga? Ekhemm ..." ucap Cyeril baru tersadar maksud Dzoki barusan.


"Memang mandi bareng istrinya salah?" tanya Dzoki kemudian mulai mengambil sabun dan menghosok pelan punggung Cyeril merata ke seluruh tubuh.


Hasrat Dzoki mulai naik ke ubun -ubun saat telapak tangannya menelusuri rata tubuh Cyeril. Saat tangan itu menjalar ke depan, bagian pertama yang di sentuh Dzoki adalah perut buncit Cyeril. Tubuh Dzoki merapat dari belakang ke arah Cyeril dan memutar gerakannya di depan perut. Lalu mulai berjalan lagi ke atas menuju semeru yang mulai mengeras akibat rangsangan hebat Dzoki membuat tubub Cyeril bergetar.


Tubuh Cyeril di balik dan di rapatkan ke dinding kamar mandi. Air shower di kecilkan dan Dzoki mulai mencium bibir mungil Cyeril yang terasa dingin karena guyuran air shower tadi.


"Kak ...." ucap Cyetil lirih.


"Kalau Kakak ingin, boleh kan?" pinta Dzoki pelan.


Cyeril mengangguk kecil dan mengiyakan ucapan Dzoki.


"Boleh Kak. Bukankah Tubuhku Milikmu, Kak?" ucap Cyeril lirih merasakan sentuhan Dzoki yang begitu terasa berdenyut di bagian bawah.


Senyum Dzoki melebar.


Perlahan mereka berdua mulai terhanyut suasana dalam gelora berhasrat. Dzoki mulai menelusuri leher dan wajah Cyeril dengan bibir dan lidahnya.


Cyeril sendiri mulai merasakan nikmat itu. Ternyata bercinta setelah halal itu benar -benar mengesankan dan tanpa beban. Tidak ada rasa takut sedikit pun.


"Kamu gugup? Apa takut?" tanya Dzoki tiba -tiba saat menatap.istrinya menggigjt bibir bagian bawahnya.


"Ekhemm ... Cyeril senang kalau lihat Kak Dzoky senang," jawab Cyeril jujur.


"Pindah ke kasur ya? Kakak takut kamu gak nyaman. Biar Kakak gendong," ucap Dzoki pelan.


Cyeril hanya mengangguk pasrah. Dengan cepat Dzoki menggendong tubuh mungil Cyeril ala bridal dan membawanya ke dalam kamar dan di rebahkan di kasur empuk milik mereka.


Sejak tadi Dzoki sudah tak sabar menyantap sarapan shubuh dengan tubuj molek yang sintal mempesona. Senjatanya sudah mengeras dan menegang dan sudah siap di tarik pelatuknya untuk menembus ruang bawah yang gelap dan basah.

__ADS_1


"Uhh ... Punyamu sungguh membuat Kakak candu. Nikmat sekali," racau Dzoki yang sedang bergerilya di dalam gua basah dan licin.


Memang itu adalah tempatnya surga dunia. Banyak oeang mencari kenyamanan dan kenikmatan di dalam gua gelap itu hingga menghalalkan segala cara.


"Eungh ... " leguhan Cyeril makin membuat Dzoki bernafsu dan terus berolah raga untuk mencapai pelepasan yang sempurna.


Napas Cyetil mulai berat dan kemudian memburu. Kedua tangan Cyeril berada di pinggang Dzoki dan terus mengikuti gerakan naik turun tubuh Dzoki yang tengah bersemangat. Senjata pamungkas Dzoki terasa penuh sesakndindalam gua. Apalagi saat keliar masuk seolah ada yang membuat nikmat dan terus ingin di percepat gerakannya. Cyeril sendiri ikut bernafsu saat rangsangan itu telah membuat gairah tersrndiir bagi Cyeril.


"Ahhh ... Ril. Enak banget Ril," ucap Dzoki terus menyodok Cyeril hingga Cyeril menggigit bibir bawahnya menahan rasa enak yang begitu ia nikmati.


Tidak sampai tiga puluh menit. Dzoki sudah merengkuh pelepasan hang sesuai dengan keinginannya. Sangat enak dan nikmat hingga tubuh berkeringat Dzoki masih terkulai lemas di atas Cyeril. Cyeril hanya diam dan memeluk Dzoki dengan erat dan mengusap pelan punggung Dzoki yang kekar.


"Kakak suka?" tanya Cyeril pelan.


"Suka banget," jawab Dzoki masih terengah -engah. Ia belum bisa mengontrol napasnya dengan baik.


"Kak ... turun. Kasihan anak kita," cicit Cyeril lirih.


"Arghh ... Maaf Kakak lupa. Hai sayang. Maafin Papah ya ... Papahnya keenakan soalnya sampai lupa ada kamu di sini. Nanti Papah akan menegok kamu setiap hari," ucap Dzoki sambil mengusap lerut Cyeril lembut.


"Hah? Setiap hari? Utun nya mau do jenguk?" tanya Cyeril dengan panik.


"Memang kenapa. Biar kenal Papahnya yang ganteng ini," goda Dzoki lalu terkekeh.


"Hemm ... Memang ganteng. Tapi bukjn sakit hati," ucap Cyeril jujur.


"Lho? Kok bikin sakit hati?" tanya Dzoki pelan menatap Cyeril.


"Kan Papahnya jadi idaman para mahasiswi di kampus. Banyak yang godain. Kemarin aja adik tingkat nyamperin ngasih cokelat," ucap Cyeril dengan nada cemburu.


"Hemmm ... istri ku mulai cemburu dan diam -diam memeprhatikan suaminya nih," ucap Dzoki.


"Memang salah? Kalau Cyeril cemburu?" tanya Cyeril kesal.

__ADS_1


"Gak salah. Malah bagus dong," ucap Dzoki tertawa senang.


__ADS_2