
Dzoki dan Tasya sudah pergi bersama ke tempat yang memang di inginkan Tasya. Sudah lama sekali rasanya Dzoki tak pergi bersama dengan Tasya.
Siang ini seperti biasa Dzoki bolos kuliah lagi. Ajakan Tasya bagai permintaan yang tak bisa di tolak oleh Dzoki. Memang Tasya sering menjebak diirnya menjadinanak yang kurang baik. Meninggalkan kewajibannya sebagai mahasiswa teladan. Jarang kuliah dan jarang mengerjakan tugas. IPK nya hanya bertahan di angka dua.
Tasya memang pandai dan licik. Ia berani mempertaruhkan apapun demi uang termasuk menjatuhkan harga dirinya dengan menjual tubuhnya.
"Ekhemm ... Sudah berhenti di sini dulu," ucap Tasya pelan.
Dzoki menghentikan laju motornya dan mematikan mesin motorya setelah parkir di sebuah gedung yang dati luar mirip seperti hotel atau apartemen.
Dzoki hanya di ajak Tasya. Gadis pujaanya selama ini. Tasya hanya minta di antar tanpa memberi tahukan maksud dan tujuan ia pergi ke tempat itu.
"Ayo Ki," ajak Tasya lembut sambil menggandeng tangan Dzoki dengan erat.
"Kita mau kemana sih?" tanya Dzoki pelan smabil merapikan rambutnya dengan jari -jari tangannya asal.
"Kita makan ya. Di basement ada restaurant jepang enak. Kita makan sushi aja. Terus belanja. Kamu gak apa -apa kan? Nganterin aku?" ucap Tasya manja.
"Ya. Baiklah. Apapun yang kamu minta. Ekhem, Sya, maafin aku soal malam itu," ucap Dzoki pelan sambil melirik kenarah Tasya yang tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Iya. Sudah di maafkan," jawab Tasya santai.
Tasya tak peduli dengan apapun kecuali uang dan uang saja.
Akhirnya Tasya dan Dzoki turun ke basement untuk makan siang di restaurant jepang.
Tasya masuk ke dalam lebih dulu dan mencari tempat untuk duduk dan Dzoki berjalan di belakang Tasya. Ia menurut saja.
Tasya sudah memilih salah satu meja di bagian sudut. Dan memanaggil pelayan untuk memesan beberapa makanan dan minuman untuk mereka.
"Kamu mau minum apa?" tanya Tasya pelan.
"Ekhem .... itu di ujung sana. Ada tulisan toilet di sana," ucap Tasya pelan.
Tasya memesan beberapa paket sushi dan cemilan ringan berupa kentang goreng serta minuman rainbow soda.
Setelah memesan makanan dan pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan dan Dzoki pergi ke toilet.
Seperti biasa pesanan minuman akan selalu datang pertama kali. Kebetulan Dzoki belum datang dan Tasya melancarkan aksinya.
__ADS_1
Tasya mencampurkan obat tidur pada minuman Dzoki.
Skip ...
Kini Cyeril berada di sebuah taman samping masih berada di area kampus. Keduanya baru saja keluar dari kelas. Mata kuliahnya hanya absen dan di beri tugas kelompok. Kebetulan Cyeril berpasangan dengan Anton.
"Sebenarnya hubungan kamu sama Dzoki itu apa?" tanya Anton pelan.
"Jaga rahasia aku ya, Nton," ucap Cyeril pelan dengan nada memohon.
Anton menatap Cyeril. Lelaki itu mengagguk pelan.
"Pasti Ril. Kamua harus percaya sama aku," ucap Anton pelan.
"Aku hamil Nton. Benih Dzoki. Dia menikahi Cyeril beberapa waktu lalu setelah kematian Ibu. Bunda Dzoki dan Dzoki sendiri yang menjemput Cyeril karena Dzoki jujur dengan Bunda Nur kalau telah melakukan hubungan terlarang itu bersamaku," ucap Cyeril pelan.
Anton memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain. Ia tak sanggup menatap wajah Cyeril yang terlihat bersedih.
"Orang tua Dzoki baik, kan? Bisa nerima kamu dengan baik kan?" tanya Anton pelan kepada Cyeril.
__ADS_1