
Dari lantai atas Cyeril mendengarkan omelan Ayah Riski dan Bunda Nur dari balik pintu kamar tidurnya.
Cyeril tahu, dirinya akan terus terabaikan seperti ini karena memnag Dzoki tak lernah mencintainya. Malam itu terjadi karena Cyeril yang ingin membantu Dzoki bisa melampiaskan hasratnya darn lepas dari jeratan obat rangsang yang terus mengikatnya sebelum hasrat itu tersalurkan.
Cyeril masuk kembali ke dalam kamar tidurnya dan merebahkan diri di kasur lalu tubuhnya di selimuti agar tetap hangat.
Seharian ini Cyeril sudah mendapatkan beberapa kue kering yang bisa ia jual nanti di kantin kampus.
Ceklek ...
Suara Dzoki sudah masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintu kamar itu. Dzoki melempar kasar tas punggung yang di pakainya ke sofa panjang hingga membuat Cyeril terkejut dan membuka matanya.
"Argghh brengsekk!!" teriak Dzoki dengan suara keras dan lantang.
Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa itu dengan cepat. Pusing rasanya. Otaknya sedang tak bisa di paksa untuk berpikir jernih.
__ADS_1
Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan menjambak -jambak rambutnya yang masih pendek.
Cyeril terbangun dan berjalan menghampiri Dzoki.
"Kak Dzoki susah pulang? Mau kopi? Biar Cyeril buatkan," ucap Cyeril lembut
Ini tugas seorang istri bukan? Melayani suaminya dengan baik walaupun hubungan mereka tak lagi harmonis.
Dzoki diam dan tak sedikit pun menatap Cyeril yang sudah berdiri di depannya. Mungkin bila Cyeril tak memakai sehelai kain pun dan meliuk -liukkan tubuhnya di depan Dzoki, maka Dzoki juga tidak akan peduli sepertinya.
Dzoki membuka telapak tangannya dan menatap tajam ke arah Cyeril lalu berteriak dengan sangat keras.
"Loe berisik sekali!! Bisa diam tidak!! Gak usah peduliin gue. Gak usah sok baik sama gue. Loe urus aja urusan loe sendiri!! Gue nyesel berbuat itu sama loe!! Gue pastii setelah loe melahirkan kita cerai. Loe harus ngertiin gue. Gue gak bisa menjalani hubungan kalau gue gak cinta apalagi di paksa untuk bersama," ucap Dzoki keras.
Cyeril tetap diam. Hatinya tentu saja menangis, di bentak dan di ucapkan kata yang kurang mengeenakkan dari bibir Dzoki.
__ADS_1
Setelah menikah Dzoki tak pernah menyentuh Cyeril. Memang tidak bernafsu sama sekali karena memang tak ada cinta. Cuma sesekali ada rasa kasihan saja, karena Cyeril seorang yatim piatu.
Tak hanya itu, kemarin pun Dzoki merasa sedikit cemburu dengan kedekatan Cyeril dan Anton. Makanya Dzoki berani melangkah untuk mendatangi Cyeril dan membentaknya.
Cyeril pergi dari sana dan turun ke bawah menuju dapur. Ia membuat kopi untuk Dzoki dan susu hamil untuk dirinya sendiri dan menyiapkan kue kering di toples.
"Bikin apa, sayang?" tanya Bunda Dzoki pelan kepada Cyeril.
"Ekhhemm ... Bunda bikin kaget aja. Inj bikin kopi untuk Kak Dzoki sekalian minum susu. Cyeril lapar," ucap Cyeril berbohong.
Cyeril membuat susu hamil karena ingin menemani Dzoki menikmati kopi hitam buatannya.
"Uluhh ... istri idaman. Dzoki beruntung banget punya istri baik dan perhatian kayak kamu. Langgeng ya, sayang," ucap Bunda Dzoki pelan
"Terima kasih Bunda," jawab Cyeril lembut dan memeluk Bunda Dzoki yang sudah ia anggap sebagai Bundanya sendiri.
__ADS_1
"Sama -sama sayang. Kamu harus yakin, Dzoki pasti berubah," ucap Bunda Dzoki menyemangati.