KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
63


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Dzoki. Usianya masih sangat muda sekali baru menginjak dua puluh satu tahun.


Semua persiapan ulang tahu sudah beres di tangan Bunda Nur. Acaranya memang sederhana hanya saja di lakukan di tempat yang berbeda dari biasanya juga menjadi sesuatu hal yang unik bagi Dzoki.


Acara KKN sudah di kemas sedemikian rupa dan di selesaikan tepat di sore hari. Dzoki dan kesembilan temannya sudah mendatangi tempat yang di sewa oleh Bunda Nur. Tak jauh dari rempat tinggal mereka dan hanya berjarak beberapa langkah saja masih di ruang lingkup desa yang sama.


Tak hanya itu saja beberapa kerabat dan teman Dzoki lainnya juga hadir untuk merayakan hingga kabar bahgia ini spai juga ke telinga Egi dan mantan teman lama Dzoki di genk motor King Speed.


Egi dan teman -temannya berencana ingin membuat sebuah event besar dan meminta Dzoki menjadi joki motor agar bisa memenangkan event tersebut.


"Selamat ulang tahun ...." ucapan serentak dari semua teman Dzoki secara serentak hingga mengagetkan Dzoki yang sedang menyuapi Cyeril di ruang tengah.


"Hei kalian ... terima kasih. Ini hanya acara syukuran saja dan open house biasa. Silahkan di nukmati saja makanannya," titah Dzoki pada semua temannya yang hadir.


"Selamat ya bro ... Kapan kita kumpul -kumpul lagi?" tanya seorang teman lama Dzoki.


"Gue udah punya bini. Jadi jarang nongkrong apalagi nongkrong di base camp. Udah lama banget gak pernah," ungkap Dzoki jujur.


"Ohh pantes aja. Base camp sepi, trek jalanan juga jadi gak seru. Ternyata dedengotnya udahan minta pensiun dini," goda teman Dzoki.


"Sekarang heppi aja. Nikmati semuanya. Jam delapan acaranya selesai," ucap Dzoki mengingatkan.


Dzoki tidak bisa membuat acara lama. Intinya ia bahagia di hari jadinya bisa kumpul sama Cyeril, calon anakmya, keluarganya dan semua teman - teman baiknya.


"Kak ... Maaf ya gak bisa bikin acara yang besar. Kata Bunda sederhana yang penting semua orang hadir," ucap Cyeril.


"Ada kamu, ada Bunda dan calon bayi kita sehat itu sudah cukup. Kakak gak banyak permintaan," jawab Dzoki senang. Tangannya mengusap pipi gembil Cyeril.

__ADS_1


Besok Cyeril dan Bunda akan pulang ke kota dan membiarkan Dzoki fokus menjalani KKN -nya. Takutnya keberadaan Cyeril dan Bunda malah akan mengganggu Dzoki dan kefokusannya.


"Kakak sehat -sehat. Janganupa makan dan minum vitaminnya. Cyeril gak mau dengar Kakak sakit. Cuaca di sini cukup ekstrim dinginnya," ucap Cyeril mengingatkan.


"Uluh ... Sayangnya Kakak, perhatian sekali. Takut ya, kalau suaminya tidak baik -baik saja," ucap Dzoki mencium pipi Cyeril.


"Iya dong. Secara Kakak kan kalau makan pilih -pilih. Susah kalau di suruh makan," cicit Cyeril kesal. Cyeril ingat awal -awal menikah, apa yang di siapkan Cyeril sama sekali rak di sentuh. Masakan Bunda pun jarang di nikmati. Dzoki memilih keluar dan makan bersama twman -twmannya di warung tenda kami lima atau di kafe. Kerjaan Dzoki hanya meminta uang saja pada orang tuanya.


"Hemmm ... Itu kan dulu. Sekarang kalau makan bukan kamu yang masak, Kakak malah bingung," ucap Dzoki menggoda Cyeril.


"Ohh ... Jadi Cyeril cuma di anggap seperti tukang masak saja," ujar Cyeril pura -pura marah.


"Tukang masak, tukang temeni bobok," ujar Dzoki merakat ucapannya baru saja.


"Ohh sekedar temen bobok saja," goda Cyeril yang malah membuat Dzoki makin keki.


Dzoki memang semakin sayang dan mencintai Cyeril. Dunianya berbanding terbalik setelah mengenal dan hidup bersama Cyeril. Apalagi memang Dzoki telah menanam benihnya pada Cyeril. Mungkin ini yang di namakan karma. Ia pernah benci pada sosok Cyeril yang di anggap sebagai perempuan sok pintar dan pencuri. Tapi sama sekali tak ada bukti. Malahan hingga kini, Tasya tak mengembalikan cincin delima warisan dari Nenek Dzoki.


"Sudah malam Kak. Waktunya kembali ke rumah sederhana untuk mempersiapkan acara proker Kakak besok pagi. Kalau semlat Cyeril dan Bunda mampir untuk pamitan. Kalau tidak semlat mampir dan pamitan, nanti Cyeril telepon saja ya," ucap Cyeril pelan dan lembut.


"Iya sayangnya Kakak. Kakak paham sekali. Kamu hati -hati sama Bunda di jalan," titah Dzoki menasehati Cyeril untuk selalu hati -hati dan waspada.


Di tempat lain ...


"Loe gak berhasil cuma ngurus boneka kecil yang lagi hamil? Loe usaha dong, bagaimana caranya agar Dzoki benci sama Cyeril," titah Egi pada Tasya.


"Gak gampang tahu. Loe pikir Cyeril itu bodoh!! Cyeril itu cerdas. Dia pasti hati -hati dengan kita. Apalagi sejak kejadian itu," ucap Tasya.

__ADS_1


"Hah ... Loe nya aja yang bego. Lie gak bis ambil hati Cyeril," tegas Egi membuat Tasya geram.


"Loe coba aja sendiri. Gak usah nyuruh gue," ucap Tasya kesal.


"Percuma dong gue pertahanin loe!! Buat apa?" teriak Egi makin ketus dan kesal.


"Ya makanya loe lepasin gue. Lagi pula, gue juga udah keguguran. Kita sudah gak ada hubungan lagi. Biarkan gue bebas kayak burung merpati tanpa harus bergantung dan kembali sama loe," ucap Tasya santai.


"Ohhh ... Loe maunya gitu?" tanya Egi pelan.


"Iya mau gue gitu. Loe tenang aja rahasia loe aman," ucap Tasya.


Egi melotot dab mendekatkan wajahnya pada Tasya.


"Loe pikir gue percaya sama loe? Gak Sya. Loe tetap dalam pengawasan gue. Mana cincin delima itu? Bukannya loe udah ambil lagi," sentak Egi keras.


"Gue mau balikin ke Dzoki. Gue banyak salah sama dia. Sudahlah Gi. Masalah keluarga loe gak usah loe kaitkan. Toh juga mungkin Bokap loe yang salah. Kalau bokap loe gak salah, bokapnya Dzoki gak akan jeblosin loe ke penjara seperti tuduhan itu," ungkap Tasya.


Dendam ini tidak akan ada selesainya. Dzoki juga sudah mengundurkan diri sebagai ketua. Apalagi yang mau Egi irikan pada Dzoki.


"Gue empet luhat dia makin bahagia sama Cyeril. Gue rasa kebahagiaannya dia adalah Cyeril dan bayinya. Bisa dong gue lakukan sesuatu lada Cyeril," ucap Egi nampak senang. Sepertinya ia memiliki ide baru untuk menganggu Dzoki kembali.


Ya, Egi akan menyekap Cyeril dan menunggu sampai Dzoki pulang dari KKN. Ajak untuk tarung di trek besar dan Cyeril taruhannya.


Wanita hamil itu makin seksi dan mempesona. Tentu banyak lelaki yang mau juga mencicipinya. Apalagi itu milik Dzoki. Pasti tak akan ada yang menolak bila hadiahnya se -spesial itu.


Egi tertawa keras dan sangat bahagia. Ia berharap keinginannya terwujud.

__ADS_1


__ADS_2