KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
33


__ADS_3

Seharian Tasya menangis di kamar kostnya. Kedua sahabatnya ikut menenagkan Tasya dan menghibur perempuan yang sedang hamil itu.


Kedua temannya memang sudah tahu, siapa sebenarnya ayah dari bayi yang di kandung oleh Tasya.


"Udah dong Sya. Loe jangan nangis mulu kayak gini," ucap Rosa sambil mengusap punggung Tasya lembut.


Tasya mengangkat wajahnya dan duduk di atas kasur sambil mengusap sisa air amta di pipinya dengan tisu kering.


"Gue mau balas dendam sama Cyeril. Seharusnya gue yang ada di posisi dia. Loe tahu, Dzoki itu beda sama Egi. Gue nyesel udah kasih kesucian gue buat Egi. Dulu gue pikir, Egi lebih baik dari Dzoki. Secara Egi lebih kalem dan gak bar -bar kayak Dzoki," ucap Tasya kesal.


"Ya mau gimana lagi, Sya. Nasi sudah kadi bubur kan? Loe lihat kan? Gimana Dzoki sekaranh? Bucin banget sama Cyeril bikin iri tahu gak sih. Padahal dulu mereka itu gak pernah akur itu juga gara -gara kerjaan loe malah bikin mereka deket begitu," ucap Rosa.


"Tapi gak gitu juga kan? Gue niatnya dulu biar Cyeril di maki -maki sama Dzoki di depan umum. Gue muak lihat dia dulu. Sok pinter banget," ucap Tasua kesal dan benci pada Cyeril padahal ia iri dengan kepintaran Cyeril.

__ADS_1


Cyeril tak hanya pintar secara akademik. Ia di kenal banyak orang di kalangan mahasiswa dan dosen. Selain pintar memang Cyeril itu sangat ramah dan selalu bertutur kata baik serta tidak kasar.


"Loe pada punya ide gak? Kira -kira kita perlu ngerjain mereka kayak gimana? Terutama Cyeril," ucap Tasya.


"Ekhemm kenapa loe gak pake Anton aja buat ikut bantu loe? Loe tahu, Dzoki itu cemburu berat sama Anton. Makanya sekarang Cyeril itu jaga jarak sama Anton," ucap Maya memberikan saran.


"Beuhh ... bener banget itu ide. Gue tampung. Terus apalagi? Kalau kita bikin pesanan fiktif gimana? Kita bayar nih orang -orang untuk pesan kue dan di batalkan di hari H. Pasti Cyeril kalang kabut," ucap Tasya tertawa keras. Ia membayangkan kalau saja itu benar terjadi dan pastinya Cyeril akan menangis darah.


"Atau kita pesan kue tart besar. Kalau dia gak mampu kita maki- maki di depan orang banyak atau hasilnya ada cacat," ucap Rosa menambahkan.


Skip ...


Siang ini Dzoki dan Cyeril menyempatkan diri untuk makan siang bersama di kantin kampus sebelum Dzoki berangkat ke kantor Ayah Riski.

__ADS_1


"Kak ... Cyeril mau ke kafe Kahfi boleh?" tanya Cyeril.


"Mau ngapain ke sana?" tanya Dzoki balik kelada Cyeril tanpa melihat ke arah istrinya.


Dzoki fokus makan bakso urat dengan camluran tetelan dan tulang iga yang membuat nikmat makan siang hari itu.


"Mau ajak kerja sama. Mau titip kue kering atau basah. Kalau bisa mau titip satu etalase di sana, dan cari karyawan untuk menjaga stand kue Cyeril di sana. Gimana menurut Kak Dzoki?" tanya Cyeril pelan sambil menatap Dzoki yang masih fokus pada makanannya.


"Yakin? Cuma mau kerja sama? Kakak tahu lho soal kamu dan Kahfi dulu?" ucap Dzoki mengingatkan.


"Apa? Ya, dulu kan hubungannya pemilik dan karyawan," ucap Cyeril menegaskan.


"Masa? Gak yakin," ucap Dzoki sengaja memperkeruh masalah.

__ADS_1


"Memang iya. Tapi ya sudahlah kalau gak percaya. Mending gak jadi aja," jawab Cyeril langsung memutuskan.


Cyeril lanhsung melanjutkan menikmati seblak seafood yang sejak kemarin sangat ingin di nikmati.


__ADS_2