
Dzoki dan Cyeril terpisah di koridor kampus. Cyeril naik ke lantai dua untuk masuk kelas dan Dzoki turun ke bawah untuk mengikuti ujian praktek komputer.
Tidak semua mata kuliah mereka dalam kelas yang sama. Di semester ini hanya ada beberapa mata kuliah yang sama.
"Hey!! Cewek munafik!!" panggil Tasya keras saat melihat Cyeril yang akan masuk ke dalam kelasnya.
Cyeril cuek. Ia sama sekali tak menggubris panggilan Tasya dan kedua sahabatnya di kursi tunggu yang ada di depan kelas.
Pagi ini, Tasya dan Cyeril memiliki kelas yang sama.
"Cantik -cantik budek!!" imbuh Rosa menyulut emosi dan sengaja membuat suasana menjadi tidak enak.
Cyeril tetap berjalan masuk ke dalam kelas. Kelas itu masih kosong. Entah pada kemana teman -temannya itu. Padahal kelas aka di mulai sepuluh menit lagi. Tadi lihat di papan pengumuman tidak ada informasi apapun tentang pengunduran jam atau memang di pindah hari untuk mata kuliah yang di ambil Cyeril.
Cyeril seperti biasa memilih duduk di bagian depan agar bisa mencatat dan fokus pada penjelasan dosen yang mengajarkan materi mata kuliahnya.
Tas Cyeril sudah di letakkan di meja dan mengambil satu binder untuk di baca kembali materi minggu lalu.
Ceklek ...
Cyeril menatap ke arah pintu yang sudah di tutup oleh Rosa. Tasya dan Maya sudah berjalan menghampiri Cyeril dan mengetuk -ngetukkan jari -jarinya di meja tempat di mana Cyeril duduk.
Cyeril mengangkat wajahnya dan menatap lekat ke arah Tasya. Lalu menutup bindernya. Cyeril sama sekali tidak takut kepada Tasya. Tatapan Tasya juga lekat dan di balas tajam oleh Cyeril.
"Loe gak takut sama gue, Ril!!" bentak Tasya dengan suara kasar sambil menggebrak meja keras.
Cyeril menggelengkan kepalanya cepat.
"Takut sama loe? Buat apa?" ucap Cyeril ketus.
Brak ...
Tasya melempar tas Cyeril dengan asal hingga tas itu terjerembab di pojokan dinding dekat papan tulis.
Cyeril hanya menatap tas nya yang sudah berserakan isi di dalam tas nya keluar memenuhi lantai.
"Oh ... jadi loe gak takut sama gue?! Hah!!" teriak Tasya membentak.
Cyeril berdiri tegak menatap nyalang ke arah Tasya dan kedua sahabat Tasya, Rosa dan Maya.
__ADS_1
"Kalian maunya apa sih? Selalu cari masalah!! Aku lagi gak mau berdebat," ucap Cyeril lantang.
Selama ini Cyeril tidak punya masalah apa -apa sama Tasya apalagi dengan kedua sahabat Tasya, Rosa dan Maya.
"Loe gak sadar!! Loe udah ngerebut Dzoki dari gue!! Dulu loe rebut Kahfi dari gue!! Sekarang loe rebut Dzoki dari gue!! Gue benci sama loe!! Loe selalu beruntung di bandingkan gue!! Gue gak suka!!" teriak Tasya dengan lantang dan keras. Nada suaranya begitu tinggi sekitar delapan oktaf membuat telinga Cyeril agak penging kesakitan. Suara itu begitu menggema keras di gendang telinganya.
"Apa!! Aku ngerebut? Kahfi? Suka aja gak!! Hubungan aku dan Pak Kahfi hanya hubungan atasan dan bawahan!! Itu saja dan gak lebih!! Kak Dzoki? Aku juga gak ngerebut dia dari kamu!! Kalau memang dia serius sama kamu, dia gak akan nikahin aku!!" teriak Cyeril ikut keras menjelaskan.
"Perempuan murah!! Kamu di nikahi karena kamu menjebak Dzoki untuk tidur dengan kamu!!" teriak Tasya semakin geram.
"Jaga mulut kamu, Sya!! Aku gak semurah itu!! Kamu sudah gila!!" teriak Cyeril juga semakin kesal.
PLAK!!
Suara tamparan keras tepat mengenai pipi Cyeril. Tasya benci dengan Cyeril. Bagi Tasya, Cyeril sudah merusak hidup nya kini karena semua rencana jahatnya tidak berjalan dengan mulus.
"Arghhh!!!" teriak Cyeril dengan suara keras.
Cyeril memegang pipinya yang terasa perih dan pedih. Cyeril terus mengusap pelan pipinya itu agar sakitnya perlahan menghilang. Tasya tertawa senang dan dia menepuk tangan di atas kepala sebagai kode.
Rosa mengeluarkan satu botol minuman. Entah minuman apa itu tapi menggunakan botol bekas air mineral hingga warna botol itu tembus pandang.
Bugh ...
"Minum!!" teriak Tasya dengan keras memberikan botol iti pada Cyeril.
"Gak!! Minuman apa itu!!" ucap Cyeril susah tak percaya lagi pada Tasya.
"Gak usah banyak tanya!! Dan gak usah banyak omong!!? Minum saja!!" titah Tasya keras.
"Kamu minum saja dulu!! Kalau aku bisa memastikan minuman iti aman di minum oleh Ibu hamil, tentu buat aku juga aman," ucap Cyeril tegas. Ia tidak mau gegabah dan bertindak konyol atas kebodohannya.
"Oke. Mana minuman gue, May!" teriak Tasya menitah.
Maya memberikan minuman dengan warna yang sama dengan botol berbeda. Botol otu langsung di buka Tasya dan di minum hingga habis.
Satu menit ...
Dua menit ...
__ADS_1
Tiga menit ...
Sampai sepuluh menit tidak ada reaksi apapun.
"Gimana? Aman kan? Sekarang loe minum dan habiskan!!" titah Tasya dengan suara keras.
"Gak!! Kamu minum saja dari botol yang sama. Kita harus adil," ucap Cyeril menantang.
"Gue kenyang!! Dasar bodoh!!" ucap Tasya kesal.
"Ya sudah. Aku juga masih kenyang habis minum susu!!" jawab Cyeril santai.
"Dih ... beneran cari masalah ini orang!! Pegang dia!! Rosa!! Maya!! Kita harus minumkan minuman ini dengan cepat!!" teriak Tasya dengan suara keras.
Rosa dan Maya pun bergegas menghampiri Cyeril. Tapi Cyeril dengan lincah langsung mencari tempat yang lebih aman dengan berlari ke arah lain.
Rosa, Maya dan Tasya terus mengejar Cyeril yang cepat sekali berpindah temlat dengan berlari.
Cyeril bersiap menggapai pintu kelas agar bisa keluar dan minta pertolongan. Tapi ... memang dewi fortuna belum bwrpihak padanya. Pintu kelas itu terbuka, namun ada Egi dan dua temannya yang siap menangkap Cyeril.
Hap!!
"Ada apa ini!!" teriak Egi keras yang berhasil menangkap Cyeril dalam dekapannya.
Wangi rambut Cyeril sungguh menggoda Egi dan aroma tubuh Cyeril sungguh membuat Egi tak mampu melepaskan istri dari sahabatnya itu.
"Pegang Gi!! Gue mau kasih ini!!" teriak Tasya bergegas berlari sambil membawa botol minuman untuk di cekoki lada Cyeril.
"Apa itu!!" tanya Egi kasar pada Tasya.
"Obat penggugur!! Gue mau kasih pelajaran buat dia!!" teriak Tasya menunjuk pada Cyeril.
Cyeril berusaha berontak. Ia sudah tak percaya pada siapa pun termasuk Egi dan bahkan Anton, sahabatnya sekali pun.
"Lepasin aku!!" teriak Cyeril keras dengan nada memohon.
Egi memegang rahang Cyeril dan menatap lekat wajah cantik istri sahabatnya itu.
Memang cantik sekali. Benar kata Dzoki, Cyeril mempesona jika kita drkat dengannya. Bibirnya mungil dan tipis. Ingin meraup bibir itu ke dalam mulutnya dan di ***** hingga napas mereka tersengal.
__ADS_1
Egi tertawa sendiri saat membayangkan.
"Loe kenapa Gi!! Senyum -senyum gak jelas!! Kesambet loe!!" teriak Tasya dengan kesal.