KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
13


__ADS_3

Setelah melalui proses pembujukkan yang agak alot. Akhirnya Cyeril ikut kembali ke kota bersama Bunda Nur dan Dzoki. Cyeril mengikuti saran keduanya dan saran dokter Fatih yang menasehatinya untuk menikah saja, itu akan lebih baik ke depannya.


Cyeril duduk di bagian depan tepat di samping Dzoki yang menyetir mobil menuju ke arah kota.


"Makanlah ini Cyeril, sejak tadi, Bunda lihat kamu agak menahan rasa mual-mual," ucap Bunda Nur yang sejak tadi memang memperhatikan Cyeril.


Cyeril sengaja di pilihkan untuk duduk di depan agar Bunda Nur bisa mengetahui apa yang sedang di rasakan Cyeril.


Cyeril menoleh ke arah Bunda Nur yang memberikan satu toples kue jahe. Kue jahe itu bisa di jadikan sebagai obat penahan rasa mual selain wangi dan rasa pedas alami yang di hasilkan dari kue itu sendiri.


Ia mengangguk kecil dan mengambil toples itu dan mulai mengambil satu kue jahe yang sangat harum. Satu gigitan kue jahe itu mampu membuat Cyeril merasakan hangat luar biasa di dalam mulutnya.


"Enak Bun ... mungkin biar lebih kerasa rempah -rempahnya di campur kayu manis sedikit," ucap Cyeril memberikan saran.


Bunda Nur mengerjapkan kedua matanya. Selera Bunda Nur dan Cyeril ternyata hampir sama.


"Kamu suka rempah -rempah?" tanya Bunda Nur pelan.


"Ekhemm ... Gak terlalu juga sih Bun, cuma bisa mencocokkan rasa aja," jawab Cyeril lembut tanpa membuat Bunda Nur merasa sedih.


Keduanya kembali diam. Apalagi Dzoki yang sejak tadi sama sekali tak mengeluarkan suaranya. Ia lebih memilih diam. Entah apa yang di rasakannya sekarang.


"Pernikahan kalian biar Bunda yang atur ya," ucap Bunda Nur pelan.


Cyeril langsung melirik ke arah Dzoki yang sama sekali tak merespon ucapan Bunda Nur.


"Gimana Ril? Kamu lebih suka nuansa apa? Maksud Bunda, warna yang menonjol dalam pernikahan kalian nanti," tanya Bunda Nur kepada Cyeril.

__ADS_1


"Apa saja Bunda. Tidak masalah. Apapun yang Bunda sukai, Cyeril pasti suka juga," ucap Cyeril pelan.


"Baiklah. Besok kita datangi salah satu wedding organizer yang pemiliknya temen Bubda, mungkin kita bisa tabya- tanya kesana dan langsung memilih nuansa pernikahan kalian nanti. Kamu gimana Dzoki? Ada masukan," tanya Bunda Nur kepada Dzokinyang sejak tadi tak berkomentar.


"Terserah Bunda saja. Dzoki ngikut saja," ucap Dzoki pelan tanpa ada geregetnya sama sekali.


Suasana di dalam mobil kembali hening. Cyeril yang masih merasa kaku banyak memilih diam jika tak di tanya. Lagi pula Cyeril masih dalam suasana berduka karena Ibunya meninggal dunia dan meninggalkan Cyeril sendirian menjadi gadis sebatang kara.


Tapi memang kadang semesta terlalu baik untuk dirinya yang baru saja kehilangan Ibu yang teramat ia sayangi. Tergantikan oleh hadirnya Bunda Nur yang baik hati dan lembut sama persis seperti watak Ibunya.


Lima jam berada di dalam mobil membuat pinggang Cyeril mulai terasa sangat sakit, nyeri dan pegal.


"Nanti kamu tidur di kamar Dzoki. Ibu percaya dengan kalian. Sebelum SAH, jangan macam -macam dulu. Kamu dengar Dzoki?" ucap Bunda Nur dengan suara tegas.


"Denger," jawab Dzoki singkat.


Bunda Cyeril menggandeng tangan Cyeril erat dan mengajaknya masuk ke dalam rumah sambil memberikan penjelasan kecil mengenai suasana di rumah dan memperkenalkan satu per satu asisten rumah tangga yang ada di rumah itu.


"Kamu harus mulai terbiasa dengan suasana di rumah ini. Jangan pernah sungkan, karena ini sekarang rumah ini juga bagian dari milikmu karena sebentar lagi kamu akan SAH menjadi istri Dzoki dan lebih tepatnya menjadi Nyonya Dzoki," ucap Bunda Nur menjelaskan.


Kedua mata Cyeril masih mengedar ke seluruh ruangan yang ada di dalam rumah besar itu.


"Iya Bunda. Tapi tetap saja, Cyeril merasa bukan siapa -siapa di sini," ucap Cyeril pelan.


"Sudahlah. Jangan kaku dan merasa tak enakan. Santai saja," ucap Bunda Nur pelan sambil merangkul Cyeril mengajak masuk ke dalam rumah.


Langkah mereka terhenti saat Ayah Riski keluar dari kamar utama dan melebarkan senyumannya menatap Cyeril yang baru datang dan akan menjadi bagian dari keluarga ini.

__ADS_1


Cyeril memang berbeda dengan kebanyakan teman wanita Dzoki yang pernah main ke rumah ini. Cyeril nampak lebih sederhana dan apa adanya, namun tetap cantik dan memiliki pesona tersendiri.


Mungkin juga karena ia sedang mengandung sehingga aura menjadi perempuan hamil itu keluar.


"Bunda sudah pulang. Ini menantu kita?" tanya Ayah Riski dengan senyum yang tulus.


Cyeril juga hanya mengangguk kecil dan tersenyum lebar menatap Ayah Riski. Cyeril menghampiri Ayah Riski dan mencium punggung tangan orang tua itu sebagai sikap hormatnya kepada Ayah Riski selaku penggabti orang tuanya saat ini.


Selama di perjalanan pulang tadi, Bunda Nur memang sudah memberi tahukan tentang Cyeril dan keadaan Cyeril saat ini kepada Ayah Riski.


"Ekhemmm ... Kalian semua mandi dan bersihkan diri kalian. Ayah mau ajak kalian makan malam di luar sebagai penyambutan Cyeril karena telah menjadi bagian dari keluarga ini. Ayah harap kamu bisa beradaptasi di rumah Ayah. Lalukan saja apa yang ingin kamu lakukan, tak perlu sungkan Cyeril," pinta Ayah Riski dengan tegas menasehati Cyeril.


"Terima kasih Ayah, Bunda, sudah bisa menerima Cyeril dengan baik di rumah ini," ucap Cyeril lirih. Ia tak sanggup lagi menahan rasa sedihnya karena selalu di kelilingi oleh orang baik selama ini.


"Sama -sama sayang," jawab Bunda Nur sambil memeluk Cyeril erat.


Cyeril sudah berada di kamar Dzoki dan mulai membersihkan diri di dalam kamar mandi. Ia memilih baju yang ada di dalam koper. Cyeril pilih pakaian dres berwarna pink dan memakai make up tipis serta rambutnya di gerai indah di belakang punggungnya.


Saat Cyeril masih menatap dirinya sendiri di depan cermin kaca rias merapikan baju dressnya dan riasannya.


Dzoki membuka pintu kamar tidurnya tanpa mengetuk terlebih dahulu dan masuk ke dalam kamar itu dengan melenggang.


Sekilas menatap Cyeril yang terlihat cantik dan manis dengan dandanan sedikit berbeda dari biasanya. Baju dres berwarna pink dengan lengan pendek dan sedikit menerawang bahannya membuat Dzoki kembali teroacu gairahnya seperti saat itu.


"Perasaan apa ini?" batin Dzoki di dalam hatinya. Tak biasanya seperti ini melihat perempuan yang bahkan lebih seksi dari Cyeril. Tapi kali ini melihat Cyeril dengan pakaian pendek membuat Dzoki bergairah.


Aroma parfum dari tubuh Cyeril juga membuat Dzoki semakin menginginkan tubuh Cyeril yang mungil dan sedikit berisi itu.

__ADS_1


__ADS_2