KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
56


__ADS_3

Dzoki mendengus kesal lalu duduk di samping Cyeril yang masih mengusap pelan kelinci putih di dalam pangkuannya. Kelinci itu terlihat sangat nurut sekali pada Cyeril dan malah nyaman berada di pangkuan istri kecilnya itu.


"Kamu suka? Telaten sekali? Pasti nanti kalau punya anak, kamu sibuk ngurusin anak kita. Malah Kakak di abaikan dan gak di urusin lagi," cicit Dzoki pelan mengadu dengan rasa khawatirnya jika memang bayi mereka sudah lahir ke dunia. Rasanya Dzoki belum puas bermanja -manja pada istrinya. Masa pacaran mereka tertunda. Karena mereka menolak takdir kebersamaan mereka. Tapi, kini mereka mulai terlihat menikmati hubungan mereka dan menjalani hungan iri penuh cinta dan kasih sayang. Lengkap sudah kehidupan rumah tangga mereka.


Cyeril tersenyum lebar dan mencubit gemas pipi suaminya.


"Cyeril itu sejak dulu pengen banget lunya adik tapi memang Ibu gak bisa melahirkan lagi karena sakit. Cyeril suka bayi dan anak -anak. Cyeril juga suka hewan berbulu halus seperti kelinci, kucing, marmud, hamster dan burung," ucap Cyeril lembut menjelaskan.


Dzoki menatap kagum dan semakin kagum pada istri kecilnya. Bagi Dzoki, Cyeril adalah leremluan yang ia sayangi setelah Bhnda Nur. Cyeril adalah perempuan hebat di matanya. Betapa bangganya Dzoki bisa memiliki dan bersanding dengan Cyeril. Secara langsung ia bisa berubah menjadi lebih baik seperti ini karena Cyeril.


"Kak Dzoki mau makan? Apa mau kopi? Biar Cyeril buatkan. Kita bisa santai di sini dulu ya," pinta Cyeril pada Dzoki.


Maklum saja, mungkin Cyeril bosan berada di rumah seharian dengan aktivitas serta rutinitas yang menjenuhkan. Paling juga masak dan membersihkan kamar saja. Karena selebihnya ada asisten rumag tangga yang mengerjakannya.


"Kak Dzoki sudah makan tadi sama Mira, teman satu kelompok di KKN. Makanya pulang agak malam, Kak Dzoki nganterin dia dulu ke kostnya dan besok pagi harus jemput dia dulu. Ekhemm ... Jangan salah paham ya, Sayang," cicit Dzoki lembut memohon.


Cyeril menatap suaminya dan mengecup pelan pipi kiri Dzoki.


"Sedikit pun Cyeril gak pernah ragu sama Kak Dzoki. Apalagi harus marah atau cemburu berlebihan. Kejujuran Kak Dzoki adalah hal yang paling Cyeril hargai. Dengan Kak Dzoki bicara terbuka seperti ini, Cyeril jadi tahu dan mengenal teman teman Kak Dzoky secara tidak langsung dan kedekatan Kak Dzoky dengan teman -teman Kka Dzoky terlebih pada lawan jenis," ucap Cyeril terkesan pasrah.


Mereka berdua punya kehidupan masing -masing. Sudah saatnya Cyeril mempercayai apapun yang di lakukan Dzoki di luar rumah tanpa Cyeril.


"Makasih Ril. Kak Dzoki akan menjaga kepercayaan kamu. Besok Mira juga mau kesini, mau kenalan sama kamu dan Bunda," ucap Dzoki menjelaskan.


"Ya bagus dong. Biar kenal juga, bisa jadi teman," ucap Cyeril berusaha tetap santai dan tenang.


"Kamu beneran gak apa -apa?" tanya Dzoki meras tak yakin dengan jawaban Cyeril.

__ADS_1


"Gak apa -apa, beneran. Memang Cyeril terlihat gak baik -baik saja?" tanya Cyeril menyelidik. Tatapannya lekat pada Dzoki.


"Gak sih," jawab Dzoki agak bingung.


"Boleh Cyeril bicara sedikit," ucap Cyeril pelan.


"Ya. Bicaralah," jawab Dzoki pelan.


"Kak Dzoki tahu? Perempuan itu akan mencari celah sekecil apapun saat ia sudah mulai kehilangan akal sehatnya untuk mencapai tujuannya," ucap Cyeril pelam menjelaskan.


"Maksudnya gimana? Kok Kakak gak paham sama sekali?" ucap Dzoki masih belum bisa memahami ucapan Cyeril yang terlalu sulit di pahami.


Cyeril hanya terkekeh pelan.


"Udahlah ... Gak usah di pikirin. Nanti Kak Dzoki tahu dengan sendirinya maskud Cyeril," ucap Cyeril pelan.


"Itu tahu ... Itu maksud Cyeril, Kak. Mira sengaja mau datang kesini untuk mengenal Kak Dzoki lebih dalam. Kak Dzoki bilang kalau sudah menikah?" tanya Cyeril pelan.


"Bilang. Kakak tunjukkan cincin pernikahan kakak. Kakak bangga sama pernikahan kakak dan kakak bangga punya istri kamu. Tapi memang Kakak tidak bilang siapa istri kakak. Merrka gak perlu tahu, kalau mereka tah, mereka akan iri dengan keberuntungan kakak. Dan itu akan menjadi masalah besar bagi kakak," ucap Dzoki pelan menjelaskan.


"Kok malah jadi masalah besar? Memang masalah apa?" tanya Cyeril bingung.


"Kan teman KKN kakak gak cuma perempuan tapi ada laki -laki juga. Kalai merrka penasaran terus kenal sama kamu dan akhirnya ... suka sama kamu, kakak yang repot," ucap Dzoki melemah.


"Suka atau kagum ya biarkan saja. Itu suatu bentuk kalau kita di hargai, kalau kita di perhatikan, kalau kita punya nilai lebih. Asal kita tidak ikut membalas perasaan mereka, tidak terhanyut pada rayuannya. Gitu Kak. Udah ahhh ... Cyeril buatin kopi buat Kakak ya. Kakak lelah banget kayaknya," ucap Cyetil pelan.


Cyeril menurunkan si putih, kelinci yang sudah mulai nyaman dan mengantuk dalam pangkuan Cyeril. Cyeril bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur. Ia membuat satu cangkir kopi hitam dan satu susu hamil untuk dirinya sendiri. Tak lupa ia potongkan beberapa kue lapis pelangi buatannya di rapikan di piring saji lalu membawa ke taman samping untuk di nikmati berdua bersama Dzoki, sang suami.

__ADS_1


"Ini kopinya," ucap Cyeril pelan.


Dzoki baru saja menutup kandanh kelinci. Tidak sia -sia ia membeli kelinci untuk program kerjanya. Akhirnya memang bisa di rawat oleh Cyeril.


"Bunda kemana?" tanya Dzoki pelan.


Sejak tadi Dzoki tak melihat Bunda Nur dan Ayah Riski.


"Ekhemm ... Katanya ada arisan keluarga. Tadi di ajak, tapi Cyeril lagi malas pergi. Maunya di rumah aja dan lagi sibuk jualan online," ucap Cyeril tertawa.


"Jangan terlalu lelah. Ini kue buatan kamu juga? Bentuknya lucu," puji Dzoki mengambil satu kue bolu lapis pelangi.


Sejak ada Cyeril, Dzoki jadi suka ngemil kue buatan istrinya. Entah memang di sedikan atau hanya di mintai sebagai penyicip saja.


"Iya ... Enak gak? Tadi lagi buat sepuluh loyang. Lima loyang di bawa Bunda ke arisan keluarga. Dua loyang sudah habis tadi ada tamu. Ini loyang terakhir, karena dua loyang lainnya di bawa Ayah Riski ke kantor," ucap Cyeril senang.


Setidaknya kue buatannya selalu di sukai dan bisa di nikmati banyak orang. Nyatanya banyak yang lesan ke Cyeril setelah mencicipi kue buatannya secara cuma -cuma.


"Enak banget. Kakak lama -lama gendut kalai begini terus?" ucap Dzoki tertawa sambil menghabiskan beberapa potong kue lapis pelangi itu.


"Bagus dong kalau gendut. Itu tandanya Cyeril berhasil mengurus suaminya dengan baik. Bisa membuat betah dan gendut," ucap Cyeril pelan.


"Lagi godain Kakak ya ...." cicit Dzoki menyelidik.


"Gak. Siapa yang goda," jawab Cyeril cepat.


"Nanti Kakak malah jadi pengen lho," ucap Dzoki makin menggoda. Tangannya sengaja menggelitik pinggang Cyeril hingga istrinya kegelian.

__ADS_1


"Arghhh ... Gak Kak. Cyeril gak godain Kakak ... Ih ... Kakak ...." teriakan manja Ctmyeril makin membuat Dzoki senang menggoda istrinya itu.


__ADS_2