KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU

KETUA GENK MOTOR ITU, PACARKU
31


__ADS_3

Langkah Dzoki terhenti. Lalu menoleh ke arah belakang. Ia melihat Cyeril terduduk di lantai. Dzoki pun langsung berlari mendekati Cyeril hingga membuat Tasya muak dengan sikap Dzoki.


"Kamu gak apa -apa, Ril?" tanya Dzoki lembut dan membantu Cyeril berdiri dan membawakan tas kuliahnya.


"Gak apa- apa. Cuma kepleset saja. Cyeril gak hati -hati tadi buru -buru mau ke kelas biar cepet istirahat sambil minum susu," ucap Cyeril pelan dengan suara manja.


Tasya di buat jengah oleh Cyeril. Hatinya makin panas dan kesal. Makin kesini, Tasya malah jadi beneran jatuh cinta dnegan Dzoki. Ini semua di karenakan sikap Egi yanh kasar dan cuek membuat Tasya tidak nyaman.


"Lain kali, kamu harus hati -hati ya. Jangan terburu -buru, kamu lagi hamil. Harus jaga dengan baik," ucap Dzoki pelan sambil membantu Cyeril berjalan menuju kelasnya.


Cyeril tersenyum manis," Makasih Kak."


Keduanya berjalan menuju kelas Cyeril. Beberapa orang memandang ke arah Dzoki dan Cyeril. Banyak orang mengira merka memang benar saudara sepupu seperti yang merrka ucapkan. Tapi dari gerak gerik serta cara mereka berdua menatap itu agak berbeda dan tidak wajar apa adanya. Ada cinta di antara mereka, ada getaran kasih sayang di hati mereka.

__ADS_1


"Dzoki!!" Tasya berteriak kerasa sambil berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Dzoki.


Dzoki diam dan tak merespon apalagi merespon. Sama sekali tidak ada dalam kamus Dzoki jika seperti itu. Dzoki benar -benar menjaga jarak baik dengan Tasya, Egi dan anggota genk motornya.


"Dzoki!! Kamu kenapa gak peduli sama aku!! Aku ini hamil anak kamu!!" teriak Tasya dengan suara lantang dan keras. Tasya sengaja berteriak keras agar banyak orang tahu siapa Dzoki. Tasya ingun menjatuhkan nama Dzoki dan ingin membuat Cyeril terpuruk.


Langkah Dzoki terhenti sambil merangkul Cyeril. Cyeril menatap Tasya lekat seolah meminta penjelasan atas apa yang ia ucapkan barusan.


"Jaga bicaramu!! Katakan A kalau otu memang A. Katakan B kalau itu memang B. Jangan kamu bilang A sejatinya itu B!! Paham maksud aku? Gak usah cari masalah lagi sama aku dan Cyeril," tegas Dzoki makin kesal dan benci dengan Tasya.


"Cihh ... Kamu lupa? Kita pernah berbuat apa?" teriak Tasya makin keras.


Wajah Dzoki hanya menatap kesal.

__ADS_1


"Dengarkan baik - baik kalian yang ada di sini!! Kalian jadi saksi untuk kita bertiga!!" ucap Dzoki dengan suara keras lalu mengeluarkan ponselmya.


Semua orang di sana yang mengenal Dzoki, Cyeril dan Tasya menyumak dan berkumpul mendekat.


Dzoki menyalakan hasil rekaman suara yang sempat ia rekam di rumah sakit. Obrolan serius antara Egi dan Tasya.


Putaran rekaman itu sudah berjalan setengaj dan membuat semua orang yang ada di sana tercengang termasuk Cyeril yang baru tahu tentang masalah ini. Walaupun Dzoki suaminya, Dzoki tak pernah bercerita apapun tentang masalah yang di hadapinya.


"Jelas ya? Siapa yang tukang bohong dan sering berdusta? Satu hal lagi!! Saya dan Cyeril bukan saudara sepupu. Kami berdua sudah menikah dan saat ini Cyeril sedang mengandung anak saya. Usia kehamilannya sudah menginjak tiga bulan. Jadi kalau ada hal yang janggal tanya kami, jangan membuat prasangka sendiri yang akhirnya malah membuat suasana tidak kondusif dan semakin runyam," tegas Dzoki dengan suara lantang.


Ia memasukkan kembali ponselnya lalu menatap Cyeril sendu.


"Maafkan Kakak. Kalau harus jujur tentang semua ini?" bisik Dzoki kepada Cyeril.

__ADS_1


Cyeril menggelengkan kepalanya pelan.


"Gak. Kak Dzoki gak salah. Cyeril malah bangga sama Kka Dzoki. Kak Dzoki memang suami yang baik dan selalu menjaga perasaan Cyeril," ucap Cyeril lembut.


__ADS_2